Jual Milagros disini
Loading...

Memanfaatkan Air Paret

Catatan Asep Haryono

Sejak beberapa minggu terakhir ini air ledeng dari PDAM Sungai Raya , kawasan tempat Penulis berada saat ini , Kalimantan Barat tidak lancar atau mungkin bisa dikatakan tidak mengalir sama sekali.  Hal ini juga dirasakan oleh warga Komplek Duta Bandara tempat "habitat" penulis sekarang ini.

Bahkan ada beberapa orang warga Komplek yang berhasil penulis temui mengatakan sudah "patah arang" dengan PDAM dan memutuskan untuk memboikot PDAM alias "tidak mau" membayar iuran bulandan PDAM Sungai Raya Pontianak yang besar kisaran iuran per bulannya sekitar Rp.56.000,- (Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) itu.    Kini banyak warga Komplek yang memanfaatkan air tanah dan air Paret untuk keperluan sehari hari (mandi, dan MCK).   Tapi tidak untuk dikonsumsi (diminum-red)..


MENGISI : Air dari Paret pun mengalir deras ke dalam gentong gentong yang sudah disiapkan,. Setahap selanjutnya adalah proses penjernihan.  Foto Asep Haryono
Selang air mengisi gentong
MESIN POMPA  :  Mesin Pompa Air digunakan untuk mengalirkan Air dari Paret ke dalam Gentong Gentong.  Harus diperiksa dahulu mesin air nya agar air kuenceng semburannya.  Foto Asep Haryono
PARET : Ini adalah salah satu contoh PARET yang ada di kota Pontianak.  Jika musim hujan airnya meluap. Rata rata cukup "bersih" bisa buat mandi, dan mencuci.  Ada banyak paret di kota Pontianak.  Foto Asep Haryono

Ini wajar juga. Karena untuk keperluan konsumsi memang HARUS menggunakan air yang baik, sehat, dan layak konsumsi seperti air Galon atau air Mineral.  Beberapa kali bahkan penulis sampai harus mandi dengan menggunakan Air Galon.  Nah betapa "mewah:" nya mandi dengan Air Galon? Apakah dengan air PDAM saja tidak cukup.  Iya cukup kalau air PDAM nya lancar.  Kalau air PDAM nya "mogok kerja" harus gimana lagi kalau harus :"kreatif:" mencari sumber air untuk keperluan Mandi dan mencuci.

Salah satunya adalah memanfaatkan "Air Paret".  Nah bagi masyarakat Pontianak pada khususnya dan Seluruh Kalimantan Barat pada umumnya sebutan "Air Paret" tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan adat kebiasaaan di sini.  Kalau orang DKI Jakarta yang baru pertama ke Pontianak akan menyebutnya sebagai "Air Got", "air Kali" atau "air Empang".   Anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena kita berbeda kebiasaan (habit) dan kebudayaan (culture). Jadi biarlah perbedaan pendapat itu ada.  Tidak ada masalah anggapan itu.

Air Paret di kota Pontianak pada umumnya cukup "bersih" dalam artian cukup bening dan layak untuk digunakan untuk Mandi, dan mencuci.   Karena rata rata Air Paret di kota Pontianak merupakan "cabang" dari Sungai Kapuas yang merupakan Sungai terpanjang di Indonesia (Panjang 1.143 Km. Sumber Wikipedia).  Kota Pontianak juga di "belah" menjadi tiga Sungai : Sungai Kapuas Kecil, Sungai Kapuas Besar dan Sungai Landak. Jadi rata rata Air Paret adalah "saluran " kecil kecil dari Sungai sungai tersebut

Namun bagi warga Kalimantan Barat, keberadaan :"Air Paret" menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Ada banyak keperluan sehari hari masyarakat bisa di "bantu:" dengan Air Paret ini.  Jarang sekali Penulis mendengar ada warga yang jatuh sakit karena Air Paret ini.  Tentu saja Air Paret ini bukan untuk di MINUM ya.  Ini catatan yang harus diperhatikan.  Keberadaan Air Paret selain untuk keperluan sehari hari (minus MINUM) masyarakat juga banyak bergantung dengan Air Paret ini. (Asep Haryono)..



37 comments:

  1. baunya kayak apa itu mas, kalau sama kayak air got d jawa ya bau dunk...kasian ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah dapat pertamax....simpan dulu...lanjutkan patroli ke tempat lain :)

      Delete
    2. Wah salah tempat nih pertamx nya harusnya disini hahahah aneh bener.. lucu =D

      Delete
    3. yaaaaa. cukupla duduk di sini..!

      Delete
    4. orang ganteng disini :D

      Delete
    5. saya juga ikutan ahh sambil ngopi

      Delete
    6. @Muhammad Zeer El-Watsy : Tidak mas. Air Paret di kota Pontianak memang khas Bau Sungai, kadang berbau air tanah, Khas Air paret deh. Tapi kalau habis hujan lebat, malah jadi bersih dan tidak berbau

      @Saud Karrysta : Heiheihiee Iya Gagal HATRICK 3 Pertamax ya Hiheiheiee. Lanjutttttt

      @Aldino Syah : Silahkan duduk. Anggap aja Blog 0rang gitu deh

      @Marnes Kliker : Yuuuuuuuuukkkkkkkkkk

      @Ainnul Yaqin : Mau Ngopi yuukkkkkkkk

      Delete
  2. Ijin duduk di sini Pak Asep sambil baca Artikel manfaat air paret.. saya kurang paham nih dengan air paret baca dulu semuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Saud Karrysta : Iya silahkan. Sudah saya tambahkan gambarnya Contoh Air Paret nya seperti apa.

      Delete
  3. Kalau gak salah 3X Berturut turut Dapat Pertamax di blognya Pak Asep nih,.. tapi aneh .. hehheheeh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Saud Karrysta : Hahahaha kurang 1 lagi ya. SUdah 2 kali bertrut turut. Yang terakhir PERTAMAX nya diambil orang ya. Heihiehiee. Gaga; PERTAMAX 3 kali donk Hiehiheiehiee. Pertamax Never Dies

      Delete
  4. yang kadang di risaukan adalah ketika air mati dan lampu juga ikut-ikutan mati. padahal kedua hal tersebut sangat penting bagi kehidupan masyarakat pontianak. tarif naik terus, tapi pelayanan malah berkurang dan masyarakat banyak yang menyesalkan hal ini. terimakasih atas pencerahannya. salam sahabat blogger dan mahesa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mba Dinan : Iya kadang kesel juga kalau PDAM sama PLN "bekerja sama" tidak berfungsi bersamaan. Sudah lah susah aek ditambah pada Listrik. Sengsara maksimal

      Delete
  5. Untung ada air paret yang bisa dijernihkan
    pasti bisa penuhi kebutuhan
    sampai datang musim hujan
    Tidak lagi kekurangan air asupan

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anisayu Nastutik : Hiehiheie iya mba. Terima kasih atas bait bait PUISI nya yang indah pada hari ini. Hiehiehiehie Semangat ya

      Delete
  6. air emang sangat dibutuhkan dalam hidup kita ya,,,kalo nggak ada air,,,waduh nggak bisa membayangkan deh jadinya aku,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Dwiex'z Someo : Iya mba; Salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia tentunya AIR. Air sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Selamat hari Senin buat mba ku :))

      Delete
    2. ya jangan dibayangin atuh mbak :)

      Delete
    3. Bayangin wajah Mas Marnes Kliker deh
      Dijamin. Dijamin apa hayuuu

      Delete
  7. pipa salurannya yg ada didepan pintu kmr mandi knapa gak di pendemin aja kang, cuman kuatir nyandung kalo mau keleuar masuk jamban

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Purnomo : Untuk Jamban di rumah saya ada di dalam ruangan atau kamar. Selang air atau paralon air memang dibiarkan begitu. Lagi pula kan di awasi terus. Iya tentu akan dijaga agar tidak tersandung kaki hihihihi. Makasih sudah mampir mas Budi Purnomo

      Delete
    2. Udah makan siang kang

      Delete
    3. @Budi Purnomo : Alhamdulillah sudah mas Budi Purnomo/ Pake nasi rames aja heiheheihieee

      Delete
  8. ibu saya mah masih menggunakan air sumur kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Marnes Kliker : Air Sumur juga banyak juga kok Banyak perumahan masih menggunakan air SUmur yang juga cukup jernih. Jika beruntung; Banyak keperluan mandi dan mencuci diperoleh dari penggunaan Air Sumur

      Delete
  9. owoww ternyata air paret itu kalo di daerah jawa biasa di sebut air got yah hmmm .. saya ikut prihatin aja ma s:( semoga air pam nya selalu normal slalu agar kita sehat selalu nhheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ainnul Yaqin : Masyarakat Pontianak sudah tidak terbiasa dengan memanfaat Air Paret ini untk berbagai keperluan seperti Mandi dan mencuci pakaian. Kadang juga terlihat mencuci perangkat masak dll.

      Delete
  10. Wew.. Apa ngga bau tuh, Bang? :O

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Beby Rischka : Yah bau khas Air Sungai gitu deh. Kalau habis hujan lebat misalnya malah tidak berbau. Cukup Jernih hingga banyak dipakai warga masyarakat Pontianak pada khususnya

      Delete
  11. Kok samaan ya, Pak. Di Banjarnegara juga PDAM sedang macet.

    Kalau bayangin ari paret agak gimana gitu. Tapi, kalau adanya air tersebut ya mau gimana lagi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Idah Ceris : Hiehie iya kah? wew bisa "janjian" gitu Sebenarnya konteks "air paret" ini seperti ari sungai kecil. Air yang mengalir di sisi kiri dan kanan jalan. Kadang bentuknya seperti empang (sungai kecil),. Itulah konteksnya "air paret" di sini

      Delete
  12. Kliatanya kalau buat MCK masih OK ya pak, ditempatku airnya agak berbau... btw artikelnya bagus... mampir juga ke blog saya tentang investasi ya pak sahambulls.com .. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Saham Bulls : Iya masih buat MCK masih cukup layak dan bersih. Banyak anak anak suka berenang dan Mandi di Paret juga. Iya thanks ya. Insya Allah saya mampir balik

      Delete
  13. tentunya tidak baik untuk dikonsumsi ya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Air Paret memang bukan tujuan UTAMA untuk dikonsumsi. Kecuali air HUJAN. Banyak warga Pontianak juga mengolah air Hujan untuk keperluan memasak atau dikonsumsi

      Delete
  14. ini yang di sebut dengan tak ada akar rotan pun jadi...tak ada air, air paret pun sama saja...air juga namanya

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog