Jual Milagros disini
Loading...

Jangan Letak Sembarang

Catatan Asep Haryono

Ketika Penulis menikmati sajian kuliner pagi (biasanya sih kalau nda nasi Kuning , Pecel atau gorengan)  di Pasar Flamboyan yang letaknya memang berada di seberang jalan dari Graha Pena, penulis melihat ada bungkusan di jalan raya.   Dalam foto yang sudah diunggah di halaman ini tampak jelas nmemang ada dua buah bungkusan yang tampak seperti barang belanjaan.   Mungkin pemiliknya hanya sebentar saja meninggalkan barang belanjaannya dengan posisi seperti dalam foto di bawah ini :

barang di jalan
BISA HILANG : Hati hati dalam meletakkan barang sembarangan.  Bungkusan ini diduga berisi barang milik pedagang diletakkan sembarangan.  Biar ramai, kalau sudah waktu hilang bisa dicuri orang. Foto Asep Haryono

Jangan Lengah
Memang sekilas "aman aman" saja karena barang belanjaan di taruh begitu saja dan berada di tengah keramaian, dan banyak orang yang melihatnya.  Tapi ini tidak bisa aman selamanya.  Tidak bisa jadi jaminan bahwa barang belanjaan anda akan terbebas dari ancaman si tangan jahil.  Ingatlah selalu, ada banyak pasang mata yang mengawasi barang barang ada bahkan dalam keramaian seperti pasar sekalipun.  Pelaku kriminal atau penjahat akan mempelajari gerak gerik kita di jalan.


Hal hal lain yang sering di anggap remeh adalah kebiasaan menghitung uang di jalan.   Texting (Mengirim SMS) di pinggir jalan dan masih di atas kendaraaan atau sedang berdiri membaca pesan yang masuk.  Meninggalkan kendaraan tanpa mengunci stang dan atau memberi pengaman berganda.  Dan masih banyak lagi hal hal yang sederhana dan remeh saja seperti yang sudah disebutkan di atas.  Semuanya itu berpotensi "mengundang" tindak pidana pencurian, penjambretan atau perampokan

Seperti yang pernah di alami oleh salah seorang rekan penulis yang wartawan di kota Pontianak, Sebut saja namanya Seruni  (Bukan nama sebenarnya-red).  Seperti yang pernah dituturkan kepada penulis beberapa waktu yang lalu. 

Saat dia sedang mengendari motornya di sekitar area jalan Ahmad Yani, Kampus Universitas Tanjungpura, ada panggilan masuk di Handphone miliknya. Karena tidak nyaman berkendaraan sambil menerima telepon, dia pun pull over (menepi) di sekitar pinggir jalan.  Masih agak ramai oleh lalu lalang orang banyak.  Dia pun mematikan mesin sepeda motornya, dan santai menerima telepon.  Amankah dia menerima telepon?  Sayangnya tidak.

Di saat asyik menerima panggilan telepon sambil duduk di atas sepeda motornya, tiba tiba dia didatangi oleh dua orang pemuda tidak dikenal, menghampirinya saat dia sedang menerima telepon di atas motornya. Dalam hitungan menit HP nya dirampas kedua pemuda tadi, dan mereka langsung tancap gas meninggalkan korban yang terbengong bengong sendirian.  Masih lumayan HP nya yang diambil. Kalau "diapa apain" gimana mana dia perempuan lagi. 

Kejadian ini tidak dilaporkan kepada aparat karena dipikirnya akan sangat merepotkan. Dari sinilah timbul lah wacana belajar bela diri. Perlu kah belajar bela diri?  Boleh boleh saja. Namun yang utama adalah "jadilah Polisi" untuk diri sendiri. Dengan tetap waspada dan tidak mengundang aksi kejahatan jauh lebih baik. Preventif lah kira kira.   Nah dari pengalaman rekan saya itulah,  Penulis menghimbau Sahabat semuanya untuk tetap waspada, dan siap siaga terhadap kemngkinan kejahatan yang bisa datang setiap saat. (Asep Haryono)


14 comments:

  1. sepele tapi semelekete kalo dh terjadi ...

    Waspadalah waspadalah, kejahatan bukn terjadi karna ada niat tapi juga ada kesempatan di kesempitan, kehimpitan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Napinya Ganti Mas Fiu nih. karyawan tivi bisa nganggur nih. gagal pertamax pula hkhkh

      Delete
    2. @Fiu S : hahahah iya bener. Kadang justru yang sederhana banged ini suka disepelein orang, Begitu kena apesnya baru deh nyesel

      @Saud Karrysta : Hhahahaa iya gagal PERTAMAX lagi heiheihiehee

      Delete
    3. kalau sudah kejadian baru deh ada penyesalan,.... he,, he,, he,,,

      Delete
  2. Alangkah baiknya lebih berhati hati ya Pak Asep jika menaruh barang yang berharga bagi kita. sekalipun buat orang lain kadang tak seberapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Saud Karrysta : Iya di mana mana dituntu hati hati soalnya kejahatan bisa mengintai setiap saat kita lengah

      Delete
  3. Kalau kata bang Napi "Tetap waspada"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahaha iya Wah apa masih ada nda ya itu tayangan Bang Napi ya. Lupa lupa ingat gitu deh

      Delete
  4. Sekarang kayaknya nggak ada tempat yang aman, jadi kita harus selalu waspada yah mas, makasih sharingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dimana mana harus begitu. Waspada. Jadilah poilisi bagi diri sendiri hiehiheihe Sok nasihatin Kang Asep mah eui

      Delete
  5. Itu orang simpan barangnya sengaja atau gimana iya sembarangan bgt kalau udah ilang tau rasa dia :D *peace*

    ReplyDelete
  6. wah mengerikan sekali ya,,walau sudah menepi utk menerima telpon barang juga bisa dijambret,,bahaya kalo seperti ini,,,

    ReplyDelete
  7. Apa yang mas Asep utarakan disini menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua agar berhati-hati di tempat keramaian dan jalan raya...

    ReplyDelete
  8. Sebuah pembelajaran yang berarti bagi kita semua, bila menempatakan barang tidak boleh semabarangan, apalagi kalau sudah diamanatkan oleh orang lain kepada diri kita ya Kang....

    Salam

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog