Jual Milagros disini
Loading...

Akhirnya BBM (Naik) Lagi

Catatan Asep Haryono

Sudah hampir pasti bayang bayang rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM ini.  Pantauan penulis di beberapa SPBU di kota Pontianak antrean BBM sudah mengular sampai keluar.  Padahal tanggal persis kenaikan harga BBM masih digadang gadang mulai diberlakukan pada bulan November 2014.  Namun tanggal persisnya Pemerintah masih "malu malu" untuk disampaikan kepada masyarakat.  Hal ini berdampak pada rasa kuatir dan was was sebagian masyarakt termasuk penulis sendiri.

Harga harga beberapa komponen bahan dasar Sayur Mayur misalnya, Cabe, sudah mulai merangkak naik.  Kalau sudah begini, justru di saat Pemerintah masih "malu malu" mengumumkan kenaikan harga BBM, membuat sebagian orang mulai "nakal dengan menimbun atau memborong  Bensin.  Tampak jelas dari tempat atau wadah bensin di antrian SPU ada yang berbentuk Galon atau Dirigen.   Apakah mereka itu adalah para Retailer (pengecer) Bensin di pinggir jalan?  Penulis tidak mengerti sama sekali.

ANTRE : Inilah antrian Bensi yang mengular memanjang.  Pahadal eh padahal BBM belum resmi kapan naiknya. Antrean sudah mulai mengular seperti yang tampak di SPBU Jalan Ahmad Yani kemarin. Foto Asep Haryono

TERTIB : Antrelah dengan tertib.  Yang ngantre pake dirigen nanti dulu. Nanti malah mengundang polemik. Walau beli bensin tidak dilarang, tapi ada hal kepatutan yang harus diperhatikan di sini. Lokasi di SPBU Jalan Ahmad Yani kemarin. Foto Asep Haryono

 Apakah benar BBM bersubsidi ini konon kurang tepat atau salah sasaran?  Penulis mencoba mencerna ungkapan yang sering disampaikan para petinggi negeri ini terhadap rencana kenaikan atau menaikkan harga BBM.  Memang sekilas dari pantauan sehari hari sepertinya tidak ada yang salah dalam Antrean BBM di SPBU. 

Karena memang diperuntukkan bagi kendaraan Roda Dua atau kendaraan bermotor.  Penulis belum pernah melihat secara langsung  ada Mobil, Truck atau Bis yang ikut antri di BBM bersubsidi.  Jadi penulis belum punya bukti foto fotonya.  Namun ada sebagian masyarakat yang melihat mobil pun ikut Antre di BBM bersubsidi.  Kalau itu terjadi tentu tidak dapat dibenarkan
. Mungkin inilah yang dianggap sebagian masyarakat sebagai "salah sasaran".  Bagaimana pendapat Sahabat Blogger?


Kalau ditanya setujukah dengan rencana kenaikan harga BBM yang segera akan diberlakukan ini? Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada penulis tentu akan  dijawab "Tidak".  Alasannya jelas : Kenaikan harga BBM dipastikan akan memicu kenaikan harga harga lainnya yang akan semakin memberatkan masyarakat banyak.  Ada catatan kecil di sini.  Bak buah simalakama.  Di satu sisi kenaikan Harga BBM ini akan memberikan kesempatan sektor lain berkembang, subsidi di alihkan secara langsung kepada masyarakat. Di sisi lain harga harga akan naik.  Mau pilih yang mana?
(Asep Haryono).


69 comments:

  1. boleh naik asal ada bonusnya,
    misal beli 1 liter dapat 2 liter
    atau ada diskon nya kisaran 70% lah...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Wong...!,,..setujusetuju..!,,

      Delete
    2. @Wong Crewchild : Hahahah diskonnya gede gedean itu hiehiehiee. Iya kalau ada diskonnya enak bener yee

      @Aldino Syah : Heihiehie yyukkkkkkk

      Delete
    3. kok kayak toko sebelah yang berlogo R merah, sering obral diskon gede-gedean....

      Delete
    4. @Khusna Khairunnisa : Hahahaha. Kalau saya sih belanja (shopping) karena memang ada keperluan belanja aja mba. Hiehiehiee. Mau ada DISKON atau NDA, saya tetap belanja keperluan barang

      Delete
    5. hah?
      siapa yg sedang merah?
      nggak bisa dipakai dong

      Delete
  2. masyarakat yg biasanya membawa jirigen .. Pengecer
    tp kalau melihat kondisi wilayah melalui poto.. ada juga masyarakat membeli bensin dgn jirigen itu untuk genset,.Kang..!

    pembelian melalui jirign harus ada rekomendasi tertulis dari pemerintah setempat..inih syarat mutlak Kang..!, selain "menyelamatkan" pembeli juga pengelolah Spbu..tp Spbu harus mengkondisikan .situasinya.. karna bukan kendaraan bermotor sj yg butuh..!

    pada dasarnya kenaikan BBM sy tidak setuju,..karna di sini ada hak kita..namun kondisi negara kita masih sakit...!

    dilematis skali maslah bbm ini Kang..!,

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Aldino Syah : Iya dilematis banged. Di satu sisi masyarakat akan mendapt bantuan Tunai, sektor lain akan mendapat bantuan seperti kelautan, perikanan, dan jembatan ditambah, di sisi lain juga otomatis harga harga akan otomatis naik. Memang dilematis bangedsss

      Delete
    2. mas aldi kalau ngomongin bbm komentarnya mantep banget, kayak pidatonya bung karno, sangat menguasai materi hihi

      Delete
    3. @Santika Fadilah : Saya pun agak gemetar baca komentarnya mas Aldino Syah ini Berbobot sekali komentarnya,. saya sempat cari tambahan referensi untuk bisa menanggapinya. Dengkul saya gemetar juga baca komentar mas Aldi

      Delete
    4. Tapi Kang Asep dah sarapan kan? Takutnya pingsan doang setelah baca komennya Mas Al :D

      Delete
    5. @Marnes Kliker : Sudah sarapan tadi pagi. Nasi kuning 1 porsi. Bakwan 2 biji. Ditambah satu mangkok Kembang Tahu. Eaaa kenyang eui

      Delete
  3. klo sy setuju kang asep .... :)
    tapi ya jagn terlalu lama diumumkannya,, sprti ditulis diatas, akan menimbulkan oknum2 yg nakal ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Fiu S : Oh ya Wah kalau kita berbeda pandangan donk Hiehiehiee. Iya tidak apa, Ini Negara Demokratiws. Kita tidak harus SAMA dalam cara pandangan dan berpkir. Semua itu sah sah saja. Berbeda pendapat wajar saja :))

      Delete
    2. Eiii ada Mas Ganteng,...!

      Permisi Kang..!, Mau ke atas..!.. awas Kaang..!..Kang..Sarung sy Kang..!..Maap..maap

      yang penting masih ngopi bareng (blog)..:),.Kang..!

      Delete
    3. @Aldino Sya : Waa Sarungnya jangan nutupin wajah saya donk. Kan saya nda bisa liat ke atas. Tuh tuh ada pohon Jambu Hueeeeeeeeeee

      Delete
    4. hahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      Delete
    5. sikap yg spti ini yg sehrsnya dimiliki warga negara indonesia,,, hehehe

      bnyknya pendapat yg masuk dan pemikiran yg berbeda, itu tdk menjadikan hati kita menjauh juga .... apalg klo dh ada kopi di tengah2 ditambah pisang goreng .... beeeeeeeeeeehhhh ,,, yolah melingkar ...heheh

      Delete
    6. @Fiu S : Hiks hiks teganya menyebut Pisang Goreng dan KOPI saat ini. Hiks Hiks Serbuuuuuuuuu warung sebelah. Yihaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      Delete
    7. mana ibu warungnya ???? kok ampe gak keliatan idungnya sih di kerumunin ama cowok2 ganteng ,,,, :D

      Delete
  4. Semoga honor karyawan naik juga ya. Kinerja meningkat. Biar imbang. . .:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Idah Ceris : Semoga harapan Mba didengar dan dibaca oleh Bapak Pimpinan, Direktur atau CEO perusahaan masing masing. Harga harga sudah mulai merangkak NAIK

      Delete
  5. tambah susah aja ni kita, bbm naik harga pasti naik, sedangkan penghasilan keluarga belum ada hilal untuk naik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @santika Fadilah : Iya bener juga Seperti buah Simalakama juga, Di sisi lain masyarakat dibantu, di sisi lain masyarakar juga dirugikan pada waktu bersamaan

      Delete
    2. teh..!, hilal berapa derajat..?,

      Delete
    3. @Aldino Sya : Heiheihiee udah kaya memprediksi tanggal hari raya aja heiheihee Hiehihee

      Delete
    4. mw sy naikin gk mbk tika? hehe

      Delete
    5. @Fiu S : Wah ini sudah mulai dah.

      Delete
    6. hahahaha,,, mulai mengheningkan cipta ,,, grak .. :D

      Delete
  6. BBM naik, mungkin kalau bensin aku nggak pengaruh pak karena naik sepeda. Lha kalau sembako ikutan naik baru puyeng (biasanya sih naik satu naik semua) :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rullah : Iya memang efeknya kemana mana. Kalau harga satu produk atau komoditi NAik, MAKA yang lain pun "solider" ikut ikutan naik. Alasannya klasik, biar transport naik lah ini itulah. Intinya semuanya ikutan naik HARGA nya

      Delete
  7. kayaknya percuma ikut2antri deh..wong besoknya bakal ngisi lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mbak Susi : hahaha iya bener juga Bagi yang waktunya banyak silahkan antri heiheie. Kalau mau praktis Antre nya awal awal biar nda memanjang. Kalau perlu SPBU belum buka, kita sudah nongkrong di SPBU. Bikin tenda. Nginap semalaman

      Delete
    2. Mba Susi..!, dah liat rantangnya Blom Mba..!,

      kmarin sy tarohnya di sbelah kursi dekat ruang tamu..!, kebetulan si Dede Sj yg ada..Mba Susi..Sepertinya lagi keondangan syukuran sunatan si memet jd..taruhnya sj di situ..Mohon Maap ya Mba..!

      Delete
    3. @Aldino Syah : Hahaha Rantangnya bersusun susun ya. Susun tiga. Yang paling atas buat taruh nasi. Rantang kedua berisi lauk pauk. Dan Rantang ketiga isinya Sate Ayam

      Bingung kan komen apa sayah
      Saya aja bingung sendiri

      Delete
  8. Ah kadang oknum spbunya juga sih. yang pentingkan mereka itu semua bahan bakar terjual habis. kenaikan itu wajar, bahan bakar minyak kan sumber alam yg tak dapat diperbaharui. skrg yg jd pertanyaan kpn pmrntah berupaya ke bahan bakar yang dpt diperbaharui?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Taufiq : Ini pertanyaan yang berbobot. Bingung saya menanggapinya. Semoga pemerintah bisa mencarikan jalan keluar untuk mengatasi kelangkaan BBM yang konon dianggap menjadi salah satu penyebab harga BBM menjadi naik

      Mungkin pemerintah perlu memburu ladang MInyak Baru sehingga cadangan Minyak mentah maupun Gas Alam kita semakin bertambah banyak

      Delete
  9. naik kalo demi kesejahteraan rakyat sih gpp dehh...tapi itu sampe antri begitu yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mamie Funky : Iya mba. Foto di atas saya jepret dengan menggunakan Android Samsung Galaxy Youn ST-6310 kesayangan saya,.

      Maunya jepret pake kamera NIKON COOLPIX yang memang sdah siap di saku. Namun kokang tombol pelepas rananya macet. Ya udah pake Android aja

      Delete
  10. kalo menurut saya selama negara ini masih sakit-sakitan, siapa pun presidennya yang namanya kenaikan BBM pasti bakalan terjadi di setiap kabinet pada periode tersebut, emang jadi dilem juga sih buat pemerintah sebenernya mah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Marnes Kliker : Serba salah juga. Untung aja "kartu kartu AJAIB" sudah mulai dbagikan . Semoga dengan kartu kartu "AJAIB" nya ini bisa memberikan sedikit jalan keluar terjadap permasalahan yang ada sekarang ini. Rakyat Indonesia sudah sulit so eh jadi jangan ditambah (sulit) lagi

      Delete
    2. kalo buat saya pribadi gak masalah BBM mo naik berapa kek, asal tolong pak menteri gaji masayarakat Indonesia dinaikan 10 kali lipat aja hahahahaa...

      Delete
    3. Mas Marnes kapan dirilis album warkop yg kedua..?

      Delete
    4. @Marnes Kliker : Ahahaha semoga aja pada Naik Semua ya. Saya doain. Wahai bos bos dan CEO Perusahaan di seluruh Indonesia. Yuk mari kita Joget joget sekalian Gaji karyawannya di naikkan ya hiehiheiehiee

      @Aldino Sya : Nah kapan tuuu

      Delete
  11. fusing nih Pak Asep...apa apa muahalnya minta ampyuuuun...cabe merah udah hampir 100 ribu di sini.... Belum juga naik, tapi para pedagang udah mulai ancang-ancang menaikkan harga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @khusna Khairunnisa : Iya bener nih. Pemerintah sepertinya masih "malu malu" mengumumkan rencana kenaikan Harganya. Pedagang di pasar sudah "nguping" rencana kenaikan (harga) ini. Kalau sudah gini serba salah jadinya Fusing tralala

      Delete
  12. Enggak pilih yang mana-mana. Wkwkwk.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Beby Rischka : Mbahahahahah

      Delete
  13. BBM naik
    katanya biar ekonomi baik
    tapi malah harga2 ikut naik
    Jadi banyak yang tercekik

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anisayu Nastutik : Hahaha iya mba. Satu naik biasanya akan diikuti oleh yang lainnya. Jadi ikut ikutan naik HIihihihihihihihiihe

      Delete
  14. dan kalo bbm naik saya mau nunggu gaji naik kang,,,hahahaha,,,boleh kan ya kang???

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Dwiex'z Someo : Mudah mudahan para CEO, dan Pimpinan Perusahaan pada sadar deh. Soalnya harga harga sudah ancang ancang mau naik. Gaji pasti akan berpengaruh. Sebaiknya ya ikut NAIK juga lah

      Delete
  15. naik atau tidak toh kita harus terima. harusnya naik tetapi tidak banyak krn minyak dunia turun. kasarnya dari kisaran $100 ke sekarang kisaran $80.
    hanya berharap proyek pemerintahan ( Jokowi ) untuk membuat pengolahan munyak mentah menjadi siap pakai segera terlaksana. ini akan mengurangi impor dan sekaligus menurunkan subsisdi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anton Ja : Terima kasih sudah memberikan pencerahan dan menambah wawasan bagi para pembaca di sini.

      Delete
  16. Apapun alasan pemerintah untuk menaikkan BBM, tetap berdampak terhadap harga kebutuhan pokok, bea dan tarif, serta jasa, mas Asep...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uda Awak : Iya benar sekali Uda Awak. Masyarakat Indonesia sudah sangat sulit dengan berbagai masalah di Negeri ini yang seolah olah tidak ada habis habisnya. Masih lagi harus menderita karena kenaika harga harga

      Delete
  17. dengan naiknya BBM sudah barang tentu akan menular kesemua barang lain yakang

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yanto Cungkup : Iya mas Yanto. Jelas ini aka berimbas kemana mana hiehiehe. Nah kalau sudah begini yang salah siapa donk? Masa masyarakat yang harus disalahkan. No Way

      Delete
    2. saya nggak ikutan
      beneran

      Delete
  18. Kalo naik pasti harga yang lain ikutan naik,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya benar sekali. Sudah dari Jaman Kuda gigit dunkin donats, pasti efeknya lari ke harga harga barang pada ikutan "senasib" dengan BBM: Ikutan naik

      Delete
  19. BBM naik rakyat yang susah tapi jika tidak naik maka pemerintah yang susah, gimana ya? hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Smart : Nah itu dia Bak buah simalakama jadinya Di satu sisi terbantui di sisi lain ada yang tersakiti. Harus ada "win win solution" ya

      Delete
  20. wah pasti bakalan pada ikut naik nih harga harga bahan pangan ya pak. Kebetulan tarif iklan di blog saya juga sudah tak naikin nih gara gara bbm naik hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahyu Eka Prasetiyarini : Heiheie iya kah: Wah kalau saya yang naikkan tarif iklan di blog sendiri bisa berdampak sistemik HIhihihihihi

      Delete
  21. Assalaamu'alaikum wr.wb, mas Asep...

    Kenaikan BBM juga berlaku di Malaysia. Kenaikan itu berlaku kerana pemerintah mahu mengurangkan subsidi (asalnya diberi percuma kepada rakyat dan dibayar oleh pemerintah) untuk dialih kepada keperluan lain dalam negara. memang membebankan tetapi terpaksa diterima dengan lapangnya kerana sudah lama menikmati bayaran percuma (gratis) dari pemerintah. Jika tidak ada subsidi, maka bayaran BBM akan lebih mahal.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Malaysia.
    SITI FATIMAH AHMAD

    ReplyDelete
  22. Kmrn sempet dari tarakan, liat antrian kendaraan mau isi bensin sampai 3 km dan bikin macet jalanan. Jadi bersyukur tinggal di jakarta, banyak pom bensin dengan ketersediaan berlimpah.

    ReplyDelete
  23. Persoalan BBM ini memang delamatis. Di satu sisi, jika harga BBM naik, maka harga-harga bahan pokok juga ikut naik yang, tentu saja, menyengsarakan rakyat kecil. Tetapi jika tidak dinaikkan, kabarnya, negara tidak punya anggaran untuk pembangunan dan lain-lain.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog