Jual Milagros disini
Loading...

Alhamdulillah, Hujan Pun Turun

Catatan Asep Haryono


Seperti yang sudah penulis sampaikan dalam atikel tertanggal 4 Agustus 2014 yang lalu yang berisi dan berjudul "Hujan dimanakah kau berada?" , alhamdulillah sejak hari Senin tanggal 11 Agustus 2014,  Hujan akhirnya datang menghampiri kawasan Kubu Raya, tempat habitat penulis saat ini.   Kota Pontianak dan sekitarnya, ternasuk wilayah Kubu Raya yang memang berdekatan dengan pusat kota, dilanda kekeringan sudah lebih dari 4 (empat) bulan.   Kini sang Hujan yang sudah dinantui nanti oleh seluruh warga Kalimantan Barat secara umum merata curah hujannya.

Hari itu, tanggal 11 Agustus 2014, saat penulis baru pulang dari kantor (ciee orang kantoran-red) sekitar jam 16.00 WIB , penulis tiba di rumah dengan gegap gempita.  Setelah beristirahat sejenak dan menyeruput segelas teh manism,  penulis merasa ada hembusan angin dingin agak kencang..  Dalam hati penulis ini pasti angin dingin karena pertanda akan turun hujan deras.  Penulis pun segera menaruh gelas minuman tadi, dan langsung menyambar digital camera alias kamera jadul kesayanga.

Dengan posisi Nikon Coolpix L19 yang sudah on ,  penulis menoleh keluar rumah, dan mendongakkan kepala ke atas langit.  Benar sekali.  Gugusan awan hitam gelap pekat yang cukup menyeramkan sekaligus membuat kagum mata ini memandangnya.  Gugusan awan hitam bercampur dengan hembusan angin yang dingin bertiup kencang menerpa penulis saat mengambil beberapa foto dan rekaman video singkat.   Sepertinya Hujan yang ditunggu tunggu warga Kalbar akan segera turun sore ini.  "Insya Allah" gumam penulis dalam hati.



Awan mendung mulai datang
GELAP : Awan gelap tiba tiba datang seperti hendak menimpa rumah Penulis. Sempat diambil gambarnya. Angin dingin bertiup kencang menerpa.  Foto Asep Haryono
Melebar kemana mana
MENUTUP  : Awan gelap tadi mulai "memayungi" langit di atas komplek saya. Pertanda hari akan segera gelap dan turun hujan lebat.  Foto Asep Haryono
Turun Hujan
HUJAN LEBAT : Memasuk Magrib akhirnya hujan lebut pun turun dengan lebatnya. Penylis sampai melindungi kamera untuk mengambil foto hujan ini.  Kamera harus terlindung dari tetesan air hujan.  Foto Asep Haryono

Ini berkah, Sepertinya doa seluruh warga Kalimantan Barat yang sudah lebih dari 4 (empat) bulan dilanda kekeringan masif (halah bahasanya-red).   Warga Kalimantan Barat sudah sangat menderita karena kekurangan air kini sudah tersenyum lega.  Sejak hari itu (11 Agustus 2014) hingga saat tulisan ini turun di Koran Maya penulis Hujan selalu turun menjelang Siang hari atau sore.   Intensitasnya besar sekali.  Air menggenang di mana mana hingga beberapa bagian kota Pontianak pada khususnya.    Pipa PDAM atau Air LEdeng kembali normal dan lancar.  Walau terasa air PDAM nya agak payau dan terkadang asin.  Tak apa. Yang penting lancar tralala.  *plak. 

Kalau dulu kami berdoa kepada Allah SWT agar segera menurunkan HujanNYA  bagi seluruh Warga Kalimantan Barat, dan Syukur Alhamdulillah doa seluruh warga Kalimantan Barat doa kami djabah Allah SWT dan Hujan pun turun dengan lebatnya.  Kini timbul sedikit was was bagi penulis dan mungkin juga dialami oleh warga Kalimantan Barat pada umumnya,  Ancaman BANJIR sudah mengintai.   Saat tulisan hari ini terbit di koran Penulis,  diberitakan oleh koran setempat BANJIR mulai menggenangi di beberapa kota di Kalimantan Barat.  (Asep Haryono)



29 comments:

  1. Wah saya juga lagi menantikan datangnya ujan nie, belum turun juga....
    ampe malam nie Jakarta masih panas hehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Marnes Kliker: Iya enak kalau hujan ya Asal jangan kebanyakan aja curah hujannya nanti bisa galau semua warga Jakarta HIheeihehiehie

      Delete
  2. hamdalah turun berkah Pak Asep, sesungguhnya hujan itu membersihkan....Lapor, di sini seminggu terakhir juga sering hujan siang malam, ngeyiyis kalau bahasa jawanya. Bersyukur banget karena kabut asap yang tempo hari mulai menyelimuti kami akhirnya hilang terguyur hujan. Laporan selesai.

    saya masih menanti datangnya hujan duit nih Pak, kapan turunnya...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. @khusna khairunnisa : HIehehie iya RIAU pernah diberitakan kembali dilanda kabut asap ya. Wah wah semoga segera berlalu kabut asapnya. Save Riau. Wah kalau hujan DUIT saya juga mau/ Kira kira kapan ya turunnya? Hihehehiehiehieheie

      Delete
  3. alhamdulillah ya mas hujan pun tiba, sayangnya hujan belum sempat mampir ke tempat saya. hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Smart : Perlu pawang Hujan? Hieheie

      Delete
  4. Bagai panas setahun keguyur hujan sehari..

    Untuk jepretan foto yg terakhir itu ..nyeni banget loh kang.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Purnom: Hiehhee iya itu foto yang terakhr udah pasrah aja. Soalnya satu megang kendali kemari, satu tangan lagi megang Payung. Jadi agak shake alias goyang ya. Sekilas sudah kaya titik salju, padahal itu titik titik air

      Delete
  5. Alhamdulilah ditempatku juga tiap malam hujan
    udah semingguan
    kalo siang terang dan berawan
    mentari melirik harapan

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Anisayu Nastutik : Hiehiehie iya mba Hiehheie. Mantap puisi nya :))

      Delete
  6. Kang Asep enggak langsung hujan-hujanan untuk menyambutnya? sayang banget kan.
    pasti kemarin-kemarin sempet jarang mandi gara-gara enggak ada air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Haris Luqman Hakim : HIeheh iya dulu suka sekali main Hujan hujanan. Mungkin jamannya masih sekolah dulu hieiehee Sekarang sih kalau sempat dan nda keliatan orang orang ya masih juga suka main ujan ujanan HIheiheheiiee

      Delete
  7. Alhamdulillah hujan pun turun :)) jadi gak panas lagi cuacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Fandhy Achmad Romadhon : Iya ALhamdulillah. Hujan sudah mulai turun sejak tanggal 11 Agustus 2014 kemarin. Semoga tidak kebanjiran

      Delete
  8. alhamdulillah ya mas asep, tapi ditempat saya hampir tiap hari hujan nih, jadi kalau saya mau pergi sekolah agak susah juga sih karena tidak mempunyai jazz hujan hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Munawir Alfikri : Iya kah Wah mantel atau jas hujan sepertinya sudah harus disiapkan tuh. Biasanya kan cuaca tidak bisa diitebak

      Delete
  9. salah satu kekurangan kita sebagai manusia...adalah tidak membersihkan saluran dan drainase dari sampah....sehingga pada saat hujan turun...maka akan kelabakan menghadapi banjir yang mengancam.....
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Blogs Of Hariyanto : Iya benar sekali. Membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga menyebabkan resapan tanah menjadi berkurang, dan terjadi penyumbatan di selokan hinnga berpotensi banjir

      Delete
  10. Alhamdulilah...akhirnya hujan turun juga ya Kang Asep :)

    Semoga membawa berkah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Titis Ayuningsih : Iya mba, AMin semoga Hujannya membawa berkaj dari Allah SWT

      Delete
  11. Al-hamdulillah ya mas akhirnya hujan turun , dan membawa berkah bagi kita semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mas Yadi : Amin ya Robbal Alaminnn.

      Delete
  12. oh iya mas , sekalian ijin follow blognya untuk jalin silaturahim , jika berkenan di followback ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mas Yadi : Iya terima kasih sudah berkunjung Salam kami sekeluarga di Pontianak. Kalimantan Barat. Iya Insya Allah saya akan segera berkunjung balik hiheheiheiheiee

      Delete
  13. Turut bersuka cita atas anugrah yang tercurahkan buat masyarakat kalimantan barat... Semoga ancaman banjir tidak terjadi ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @amsul Bahri : Alhmadulillah. Sebenarnya di beberapa titik di kota Pontianak sudah tergenang Banjir. Semoga tidak bertambah meluas cakupan wilayah Banjirnya. Senang sih dapat air melimpah berbentuk air hujan. Itu yang harus pertama kali di syukuri. Rahmat dari Allah SWT

      Delete
  14. Alhamdulilah ya mas, jadi segar di mana mana :)

    Btw, ada yang bertanya tentang Florist Nasna di Dunia Ely mas, di postingan yang mawar merah itu :)l

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Dunia Ely : Iya NASNA FLOWER juga ada di Pontianak Hiheiheiheiheie

      Delete
  15. yang pertama kau lihat adalah suasana di sekitar rumah kang asep...sejuk bget ya kang enakkk,,hamparan sawah yang lus,,,betah bget deh,,,hijaunya bikin adem mata,,,

    manusia itu jika kekeringan minta hujan (ngeluh) dan kalau dikasih hujan minta nggak hujan krna banjir (ngeluh lagi)

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog