Jual Milagros disini
Loading...

Mengikuti Tradisi Gunting Rambut

Catatan Asep Haryono


Alhamdulillah pada hari ahad kemarin, saya mendapat undangan dari tetangga saya di Komplek Duta Bandara, Supadio, Pontianak.  Disebut ada kata "Bandara" nya karena memang komplek kami ini berlokasi di wilayah Bandar Udara Internasional Supadio.  Jarak antara komplek Duta Bandara kami dengan Bandar Udara Supadio hanya 10 sampai 15 menit kendaraan. Cukup dekat memang.  Justru dekat itulah nyaris setiap jam kami bisa dengan mudah melihat pesawat turun dan naik melewati komplek kami. Hiburan gratis juga khan. Hieiehiehiee.Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk mengikuti Prosesi Gunting Rambut ini dari awal hingga akhir, dan acaranya sendiri berlangsung cukup aman, tertib (Dalam artian tidak ada anak anak yang bersliweran atau teriak teriak-red), dan khidmat.  Berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga menjelang masuk Adzan sholat Dzuhur. 

Begitu saya dan tamu undangan lainnya datang langsung mengambil posisi duduk lesehan beralaskan tikar.  Rumah sang tuan rumah hanya berjarak satu blok dengan rumah kediaman kami sekeluarga.  Kami berada di Blok C sedangkan tuan rumah yang mengadakan acara gunting rambut ini berada di blok D.  Hanya satu blok saja. Cukup dekat. Jadi untuk menuju ke TKP cukup berjalan kaki saja sudah sampai di rumah mereka dengan gegap gempita.


MEmbaca doa doa untuk sang bayi yang baru Lahir
DOA : Membaca doa doa dan bacaan demi kesehatan dan keberkahan sang Bayi yang baru lahir. Foto Asep Haryono
Foto 1


Setiap pengunjung dapat bingkisan telur
GELAS :  Masing masing tamu mendapatkan Gelas berisi Telur rebus ini. Berkah buat Tuan Rumah beserta si jabang bayi nya. Foto Asep Haryono
Foto 2

Asyiik
SNACK  : Silahkan diicip icip kulinernya ya. Foto Asep Haryono
Foto 3

Dimulai dengan membaca doa doa dari sebuah buku bacaan bertuliskan Bahasa Arab yang saya sendiri tidak tau apa namanya. Maklum saja pemahaman saya dalam Agama Islam masih banyak kekurangannya. Taunya cuma Rukun Iman dan Rukun Islam gitu deh. *mengharukan*.  Nah begitu acara pembacaan doa doa (Foto 1) selesai, maka acara dilanjutkan adalah mengarak sang Bayi yang cantik mungil itu berkeliling dalam ruangan. Hanya orang orang tertentu saja yang diberikan kesempatn menggunting rambut sang bayi misanya sesepuh, tetua, dan ketua RT.

Terakhir adalah kesempatan buat para tamu dan undangan yang hadir untuk makan siang dengan menu yang lengkap. Ada rendang daging, ayam bakar, nasi panas, kerupuk beserta keluarga dan sodaranya hiehhe. Sadaaap. E.  Setelah itu tamu undangan juga icip icip kuliner yang sudah disediakan tuan rumah (Foto 3).

Ada hidangan manis, juga buah buahan seperti Jeruk dan lain sebagainya. Hanya itu? Tentu saja tidak. Tuan rumah yang baik hati ini juga memberikan sekedar "bekal" atau "souvenir" berupa Gelas yang berisi 1 lembar uanh pecahan 2 ribu rupiah, dan telur rebus dalam sebuah gelas kecil. Lihay Foto 3   Adakah yang mengetahui apa makna dari gelas Pokok Telok (begitu sebutannya di sini-red)?  Silahkan di share buat saya dan juga yang lainnya yang belum mengetahuinya. (Asep Haryono)

27 comments:

  1. makasih mas atas infonya tradisi menggunting rambut menurut agama islam. .:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama sama :)))
      Pertamax nih

      Delete
  2. mungkin yang ditunggu itu icip icipnya ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiehe iya tau aja deh hieiehe

      Delete
  3. sana adatnya pakai celana ya kang kalau menghadiri acara demikian, kalau di kampung sini nih, pakai sarung kayak mau sunat..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya kah? Hihiehie Iya sih. Ada juga yang pake Sarung namun tidak tertangkap Kamera

      Delete
    2. kalau tertangkap kang asep bisa di pelorot sarungnya..nanti bisa salah cukur rambutnya

      Delete
    3. Di daerah saya juga umumnya pake sarung Mas Agus tapi kalo di daerah istri lebih banyak yang pake celana panjang...

      Delete
    4. beda daerah beda tata cara itulah endonesah raya

      Delete
    5. kalau di pontianak mau pakai sarung apa pakai celana sih gak masalah, gak ada aturan yang berlaku.. hehehe.. :D

      Delete
  4. pasti yang kayak gini banyak makanan ya mas
    oya ada juga telor rebusnya...tradisi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiheihe iya bener bener
      Seru hiehihee

      Delete
    2. kyak acara nikahan,, pakai pokok telok.. ckckckc.. :D

      Delete
  5. Incip incipnya enak tuh mas, boleh dibagi nggak nih :D

    ReplyDelete
  6. Kang Asep pasti kebagian berkatnya banyak nie, dapat berapa besek kang...bagi-bagi donk hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah dapat 2 donk hiehiehiehiee

      Delete
  7. telor=telok ya Pak Asep...sama kayak bahasa Jambi

    acara gunting rambutnya apakah sama dengan aqiqah Pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah taunya telor = ceplok :D

      Delete
  8. waah disana ada acara cukur rambut bayi jugaa kang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ranii Saputra : Iya ada donk Daerah lain di Indonesia juga ada

      @Andy Borneo : Hieiehiehie

      Delete
  9. koq gak ngundang saya kang,, hehhe.. kalau udah ngadiri acara tetap yang di cari icip-icip'nya.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hiehihe kalau ngundang, mengancam stabilitas kue kue nya nanti

      Delete
  10. Di tempat saya juga masih ada, sekalian akikah, tapi acaranya habis maghrib bukan siang ..

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog