Jual Milagros disini
Loading...

REVIEW : Perjalanan Panjang Menuju Kota Gudeg, Jogjakarta

Review  Bambang,  Peserta Terios 7 Wonders Hidden Paradise
Kenangan akan Jogjakarta seakan kembali terang dalam benak pikiran saya begitu membaca pengalaman Mas Bambang , salah satu peserta 7 Wonders Hidden Paradise, saat menuju kota Gudeg Jogjakarta.  Mas Bambang menuliskannya secara lengkap dalam laporan yang ditulis runut dan dilengkapi dengan foto foto yang indah.   Pada tanggal 7 Oktober 2013 lalu,  kemarin yang dijuluki Never Ending City, Jogjakarta , berhari jadinya yang ke 257 (Dua Ratus Lima Puluh Tujuh) Tahun. Saya terinspirasi dengan tulisan mas Bambang dengan Tim Teriosnya yang benar benar sangat menguraskan tenaga, skill dan serta banyak memperoleh kemujuran saat menuju kota Jogjakarta.

Kemujuran? Ya benar sekali. Sebab sungguh mujur sekali jika dalam perjalanan Mas Bambang dengan Tim Terios 7 nya melaju jarak ratusan kilometer menuju Desa Sawarna  sehari sebelumnya  sudah cukup menguras fisik Mas Bambang beserta kawan kawan lainnya ternyata masih sangguh untuk go ahead dengan tidak lupa beradaptasi dengan kebiasaan yang baru : Bangun Pagi.  Saya sendiri termasuk yang senang Bangun Pagi. Jadi begitu membaca mas Bambang bangun pagi saya jadi semangat. Bangun pagi selalu menjadi "dewa penyelamat" jika perjalanan panjang harus ditempuh selain mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan seperti ban bocor dan lain sebagainya.


Menyaksikan kehidupan alami di pedesan di waktu pagi adalah kesempatan yang langka dan hanya bisa diperoleh bagi mereka yang hobi bangun pagi saat menempuh perjalanan berkendaraan.  Kesibukan warga Sawarna yang disaksikan mas Bambang dalam tulisannya adalah realita kehidupan pedesaan yang sayang sekali jika dilewatkan begitu saja.

Kegiatan masyarakat yang sehari hari nyaris kita abaikan seperti menyapu halaman, menjemur pakaian akan menjadi hal yang menarik jika  berada di kota lain. Hal yang sederhana bagi kebiasaan kita akan menjadi istimewa jika keseharian itu dari daerah lain di Indonesia. Saya terbawa suasana romantis nya perjalanan Tim Terios ini untuk menuju Jogjakarta


Skill memang diperlukan saat harus melalui jalan yang berlubang seperi dalam rute yang ditempuh Mas Bambang beserta Tim Teriosya itu.  Beruntunglah sistim transmisi manual yang sudah dimiliki oleh Terios Sahabat Para Petualang yang gagah ini mampu melewati rintangan jalan berlubang tersebut.  Saya pernah sekali berkunjung ke Banten tahun 2010 lalu dan kembali ke Bandung juga merasakan hal yang sama : Pemandangan alam yang indah yang sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja.  Bagi penggemar berburu foto matahari terbit (sunrise) objek di sekitar kawasan ini sayang dilewatkan begitu saja.


INDAH : Belum pernah saya menyaksikan indahnya Pantai Karang Hawu ini.  Andai saya bisa ke sini tentu saya akan senang sekali.  Foto courtesy  Mas Bambang/Peserta Terios 7 Wonder

Saya suka dengan Pantai.   Begitu saya membaca tulisan mas Bambang yang bercerita tentang indahnya tepi Pantai Karang Hawu yang terletak 13 kilometer di sebelah barat Pelabuhan Ratu, di Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, itu membuat saya iri karena sampai usia sekarang ini saya belum punya kesempatan untuk berkunjung ke Pantai Karang Hawu ini. Apalagi dengan legenda
Nyi Roro Kidul nya, dengan kamar Nomor 13 nya, serta banyak cerita cerita seputar Nyi Roro Kidul  yang saya hanya tahu dari koran, majalah dan media sosial lainnya.  Mas Bambang kembali mendapat keberuntungan mendapatkan kesempatan itu. Itulah sebabnya mas Bambang banyak mendapatkan keberuntungan dalam perjalanan Terios 7 Wonders Hidden Paradise.

Kalau saya lihat dari foto yang di ambil oleh mas Bambang, pemandangan di Pantai Karang Hawu cukup indah.  Deburan airnya yang menepike tepian pantai dengan busa busanya yang memutih selalu menjadi daya tarik bagi siapa saja yang menyukai pantai.  Betapa malangnya saya selama ini hanya pernah menjejakkan kaki di pantai Jimbaran , Bali , saja. Belum pernah menjejakkan kaki di pantai lainnya selain Jimbaran. Sungguh mengharukan sekali pengalaman saya tenang pantai.

Sayang sekali mas Bambang tidak mendeskripsikan seperti apa menu makanan yang disantap tim
Terios 7 Wonders di Warung Nasi Ampera cabang Kebon Kelapa, Soekarno Hatta tersebut.  Laporan perjalanan (travel note) akan semakin berwarna jika sedikit ada foto ataupun gambaran wisata kulinernya.  Melakukan perjalanan melulu tanpa ada liputan Wisata Kulinernya kurang seru aja.  Ini pandangan saya saja.  Saya suka travel ke daerah lain namun juga ada sedikit catatan tentang Wisata Kulinernya. 


Keberuntungan yang diperoleh Mas Bambang dengan Tim Terios 7 nya sepertinya masih berlanjut. Saat mas Bambang dan Tim Terios 7 nya  berada di Restoran Taman Pringsewu di bilangan Jalan Raya Buntu – Sumpiuh KM 6, Kemranjen – Banyumas, mereka merasakan sensasi di gigit ikan.  Maksud saya Terapi ikan (Ictioterapia) dengan menggunakan Ikan untuk kesehatan tubuh. saya pernah sekali melihat tayangan terapi ikan ini di sebuah televisi swasta.  Kalau dilihat dari foto yang diunggah oleh Mas Bambang sepertinya unik juga ya. MErasakan 'cenat cenut' kaki kita digigit para ikan sensasinya pasti menjalar ke seluruh tubuh. 

Terapi Ikan. Foto  dari simplyindonesia.files.wordpress.com


Dalam tulisan Mas Bambang kebanyakan menu yang disantap adalah berbahan dasar daging dagingan seperti ikan dan ayam.  Bagi penderita kolesterol harap membatasi konsumsi dagingan seperti ini.  Mas bambang beruntung (lagi) karena vegetarian. Sayangnya mas Bambang tidak konsistem dan "tergoda" untuk menyantap daging juga akhirnya.

Saya sudah sering bolak balik dari Jakarta - Jogjakarta menggunakan mode kendaraan roda empat dan juga kereta api.  Bagi yang tidak tahan melakukan perjalanan yang luar biasa beratnya yang dirasakan oleh mas Bambang beserta Tim Terios 7 nya pasti akan mengalami mual mual dan bisa jadi akan throw up (muntah).

Beruntung lainnya adalah banyaknya titik titik 
bengkel resmi Daihatsu di Jalan Magelang, Jogja, untuk memperbaiki kendaraan jika dirasakan rusak.  Walau saya tidak punya mobil Terios namun saya sudah sering menumpang milik teman kantor. Begitu pula kunjungan ke Bengkel Resmi Daihatsu.  Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Bengkel Resmi Daihatsu yang ada di kota saya, Pontianak sekarang ini. Kesempatan bisa berkunjung ke kantor cabang dan showroom  adalah hal yang istimewa buat saya.

MEGAH  : Inilah showroom/ Dealer Daihatsu yang terletak di bilangan jalan Ahmad Yani II Kubu Raya Kalimantan Barat.  Megah bangunannya bukan?   Foto Asep Haryono


Ini Terios kepunyaan kawan saya di Pontianak yang sering saya tumpangi. Saya ambil gambarnya beberapa hari  yang lalu.  Foto Asep Haryono

Setelah membaca tulisan Mas Bambang ini saya bisa merasakan betapa tangguhnya Terios Sahabat Petualang.  Dengan slogannya "Discover The Wilder Adventure" ini menjadikan Terios menjadikan sensai petualangan nyata bagi para pejuang Terios 7 Wonder ini.  Menikmati sensasi dahsyatnya perjalanan para peserta
Terios 7 Wonders Hidden Paradise ini menjadi pengalaman merasakan sensasi petualangan yang lebih menantang dengan performa yang lebih disempurnakan.   Terios  dengan desain eksterior baru yang lebih stylish , trendy dan sporty , sepertinya sudah menyulap mas Bambang dan seluruh peserta Terios 7 Wonders Hidden Paradise ini menjadi  "ready to become wilder" , siap membawa mereka berpetualang pada tantangan tantangan berikutnya. (Asep Haryono)     





1 comment:

  1. Salam bloger indonesia, numpang komen ya... Artikelnya bagus... makasih ya dah share... o iya yg mo tau Discount Pulau Seribu, Bidadari, Pantara, Kotok, Putri, Ayer, Sepa, Jl. Lodan Timur 7, Marina Ancol, Jakarta Telp : 02168274005 / 08159977449.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog