Jual Milagros disini
Loading...

Stop Tayangan Kekerasan dan Porno Aksi

Catatan Asep Haryono
Sudah bukan rahasia lagi kalau tayangan tidak baik banyak dijumpai di Televisi dalam dan luar negeri mulai dari tayangan commercial (iklan) , tayangan porno aksi, hingga tayangan kekerasan kerap kita saksikan. 

Saya pernah membaca postingan seorang blogger yang membahas tentang dampak televisi ini terhadap anak anak termasuk kekuatirannya akan berakibat buruk pada anak.  Penulis itu menuturkan perlunya BO (Bimbingan Orang Tua) saat anak berada di depan layar televisi bahkan saat jeda iklan sekalipin eh sekalipun.

Bahkan saya sendiri amat sering melihat tayangan commercial salah satu perusahaan maskapai penerbangan asing yang bosnya dikenal dengan nama Datok Tony Fernandes itu (Nah ada yang tau apa maskapai penerbangannya ahaaa tau nda?-red) yang cukup seksi yang menghadirkan profil anak kecil yang menunjuk nunjuk atau menonton maaf butt (pantat) seorang pramugari.

Begitu juga tayangan commercial salah satu produk telepon pintar (Smartphone) yang mempromosikan produk terbarunya dengan sistim guest mode untuk melindungi privacy juga ada tayangan seorang wanita saksi yang membisikkan ke telinga dengan suara yang mendesah desah.   Belum lagi tayangan serupa ada banyak bermunculan di film film Box Office yang ditayangkan oleh televisi swasta tertentu di Indonesia juga sarat dengan adegan kekerasan dan semi esek esek.

Saya mengamati memang ada gebrakan dari pemerintah kita (Mungkin ada peran Komisi Penyiarannya, I am not sure I don't know-red)  beberapa adegan rutin dalam film film box office di TV Swasta itu yang sudah di edit , di blur atau di cutt (potong).  Misalnya ada adegan KPI (Bukan Komisi Penyiaran Indonesia loh tapi kepanjangan dari Kissing Petting Intercouse-red) yang diblurkan (disamarkan) atau dipotong.  Masih lumayan.

Nah yang pualing sering saya liat adalah adegan sang aktor menyulut rokok dan atau sedang merokok dalam film box office tersebut sudah diblurkan atau di samarkan.  Itu juga masih lumayan. 

Saya amati juga memang ada tayangan commercial yang menjurus ke SARA (Suku Agama Ras-antar golongan) yang palingterbaru adalah iklan Wedang atau minuman kemasan sachet yang menghangatkan tubuh terbuat dari jahe.  Saya tau persis iklan itu ada kalimat "diambil dari ramuan tradisional (nyebut nama daerah-red)" di awalnya kemudian muncul gantinya  menjadi "diambil dari ramuan tradisional Indonesia".   Nah nah ada apa gerangan?

Tayangan kekerasan pun tidak luput dari perhatian saya mula dari tayangan di film film yang saya sebut tadi di atas sampai pada video share gratis di Youtube.   Saya sering melihat banyak sekali video video kekerasan ditampilkan di
Youtube

Misalnya video perang di Iraq, syiria , video suicide attack (Serangan bunuh diri) kelompok insurgent (pemberontak) hingga berbagai jenis punishment di Pakistan dan negara lainnya seperti rajam (timpuk pake batu sampai mati-red) buat pelaku zina, hukuman gatung, hukuman tembak mati, pancung hingga potong jari tangan.

Inilah Video Potong Jari Pencuri yang membuat
saya Trauma. Photo Courtesy Internet
Photo Courtesy Internet

Yang saya sebut terakhir yang membuat saya trauma adalah video punishment (hukuman) di negara tertentu yang memperlihatkan tindakan anarkis warga yang geram terhadap pelaku pencurian sepeda motor. Dalam film si pencuri itu gagal mencuri sepeda motor tersebut lalu ditangkap warga. 

Ada dua pilihan buat si pencuri itu.  Pertama dead with a bullet in his head (Mati dengan sebutir peluru dikepalanya) atau handz cut with axe (Potong jari tangan dengan menggunakan kampak).


Saya liat si pencuri memilih kedua jari tangannya di potong pake kampak. Darah mengucur deras dari kedua jari tangannya yang terpotong dikampak oleh seorang warga.   Mengerikan.  Saya sampai nda bisa makan kalau ingat kejadian itu. 

Saya trauma
liat adegan kekerasan yang luar biasa seperti itu. Walaupun ada warning atau himbauan discretion karena tayangan itu mungkin tidak nyaman dilihat ana anak , pokoknya mulai sekarang saya minta STOP semua tayanan kekerasan dan semi porno di Media apapun.  (Asep Haryono)

16 comments:

  1. setor muka dulu....hahay

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setor wajaahh

      Delete
    2. nggak ada yang setor panci ya?

      Delete
  2. tapi kalo dalam posting blog dibumbui gambar amoy sedikit boleh kan mas,biar sumringah gitu....xixixixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heihiehiehie nanti bisa diprotes sama blogger lainnya di sini iehiehiehiehiheiee

      Delete
    2. wahahahaha....protes itu masukan loh mas
      siap posting berarti siap resikonya :D

      Delete
    3. resiko endonesa merdeka kan

      Delete
    4. Hahahah itya deh. Saya sepakat Hiehiehiel Inis udah saya pasang skrin shot videonya saja. Mudah mudahan pembaca blog sudah bisa discretion alias bijaksana dan biaksini Mudah udahan tida dikepruk panci rame rame saya

      Delete
    5. ah pak asep ini kan suka kalo diprotes soal cewek cakep..?

      Delete
  3. kalau si datok itu yang punya udaranya asia ya Pak...eh, udara atau air..bingung.

    mengenai kekerasan dan pornoa aksi di tv...aduh, ampyun deh...tak bisa dihitung dengan jari lagi, musti pakai kalkulator...saking banyaknya. bahkan iklan jajanan anak bermerk Siantar Top menggunakan cewek seksi berpakaian minim dengan bagian atas dada yang menyembul ke luar...lho apa hubungannya snak dengan dada? aneh....

    tayangan kekerasan juga selalu ada di acara lawakan bertema wayang orang yang tayang hampir setiap hari. dengan dalih menggunakan piranti lunak, mereka seenaknya saja main pukul (bullying) ke sesama pelawak bahkan bintang tamu. seolah-olah bila sudah dipasang tulisan "alat yang digunakan terbuat dari bahan yang tak berbahaya" urusan selesai, padahal untuk anak-anak, adegan itu tetap saja pukul-pukulan, anak-anak terutama balita tak akan ngerti kalau alat pemukul itu terbuat dari spon...anehnya lagi, para audiens tertawa ngakak melihat melihat adegan itu...

    sekarang kontrol ada pada keluarga masing-masing, orang tua tepatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepatr sekal mba. Malah ada berita yang pernah diliput sebuah TV swasta yang menceritakan anak yang terluka di kepalanya karena dipukul pake botol oleh anak sebayanya.

      Si anak korban pemukulan botol oleh rekan sebayanya itu sudah dirujuk ke dokter dan sedang dalam tahap perawatan. Orang tua si anak yang jadi korban tidak terima dan lapor ke Polisil Setelah diadakan investigasi, ternyata di ketahui si anak yang melakukan pemukulam teman sebayanya itu karena MENIRUKAN adegan film kartun.

      Delete
    2. airnya udara.
      tepatnya H2O pada O2. iya kan?

      Delete
    3. Kadang masih suka salah kaprah menganggap kartun itu tayangan untuk anak-anak. Kaya serial crayon sinchan, di negara asalnya sana dikasih label itu komik dewasa kok. Kenapa nyampe sini malah tayangnya minggu pagi..?

      Delete
  4. Iya betul itu. Seharus nya media tidak perlu menyajikan tayangan aksi kekerasan dan pornoaksi, karena bisa berbahaya bagi anak-anak ya pak asep :)

    ReplyDelete
  5. Buat jurnalis, semakin dramatis cara menyampaikan berita bukannya dianggap semakin keren..?

    Ga pernah ngerti dengan gaya bahasa wartawan atau reporter. Apa susahnya bilang yang meninggal 10 orang gausah pake kalimat puluhan orang tewas. Ga ada yang salah, tapi kesan yang ditangkap jadi beda...

    ReplyDelete
  6. Hukum potong jarinya setuju, tapi kalo prosesnya disiarin ada postif dan negatif sih. Positifnya orang pada takut, negatifnya orang pada ngeri..... lha kok sama aja.
    Takut maksudnya untuk mencuri juga, negatifnya ini bisa di shoot wajahnya aja, tangannya nggak usah he he

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog