Jual Milagros disini
Loading...

Mengapa Kita (Perlu) Bersyukur?


Catatan Asep Haryono

Memang manusia WAJIB bersyukur kepada ALLAH SWT, Maha Pencipta. Dari DIA lah kta semua, hamba ALLAH , memiliki segala galanya. Manusia yang sempurna. Kita memiliki penglihatan, pendengaran, penciuman, kedua tangan yang sempurna serta alunan nafas yang teratur serta kedipan dua belah kelopak mata kita memandangi indahnya dunia ini. Nah darimana kenimatan itu semua berasal?.

Tentu dari ALLAH SWT jawabnya. Coba kita liat di sekiling kita. Angin yang berhembus semilir setiap hari, dan air gemericik, turunnya hujan dari langit, serta hangatnya mentari di pagi hari. Tidakkah manusia semua menyadari bahwa hal hal yang ringan dan biasa disekitar kita adalah NIKMAT yang Luar biasa yang diberikan ALLAH Azza Wajala kepada kita.

Saya coba mengajak anda semua, para pembaca BLOG saya untuk merenung sejenak. Lihat lah disekeliling mu. Apa yang akan kamu lakukan terhadap udara, angin, dan sinar matahari yang kamu hirup, rasakan, dan gunakan setiap hari?. Apakah anda harus membayar atas tarikan nafas, kedipan mata, serta hangatnya mentari di pagi hari?. Jawabnya tentu saja TIDAK. Semua karunia keindahan alam semesta sengaja ALLAH SWT berikan kepada kita semua untuk manusia manfaatkan bagi kemakmuran bersama. Itulah salah satu tanda kita bersyukur kepada sang Pencipta alam semesta, ALLAH SWT. Semoga ALLAH SWT mengampuni kesalahan saya.

Para pembaca  yang budiman….
Saya mau meminta anda untuk mengambil kain berwarna hitam. Nah ikatkan kain ke bagian belakang kepala anda dan tutupi kedua mata anda dengan kain itu lalu ikat. . Apa yang akan terjadi?. Dapatkah anda melihat di sekeliling anda?. Dapatkah anda melihat kepak sayap burung di dahan? Dapatkah anda melihat air mengalir di pelataran kebun anda?. Dapatkah anda melihat satwa kesayangan anda?. Dapatkah anda duduk di bangku kesukaan anda?. Dapatkah anda melihat asya?. Jawbannya tentu saja TIDAK. Anda tidak dapat melihat itu semua karena mata anda ditutup.

Nah sekarang buka kain yang menutupi kedua belah mata anda, dan lihatlah ke sekeliling anda. Apa yang akan terjadi. Anda bisa melihat semua itu. Nah dari contoh sederhana inilah kita semua seharusnya PANDAI bersyukur terhadap nikmat yang ALLAH SWT telah berikan kepada kita. Anda diberikan gaji yang memadai, jabatan yang terhormat, istri yang setia menunggu anda dirumah, tetapi mengapa anda TEGA melakukan KORUPSI?.
This is money.  Foto Asep
Tidak cukupkah Gaji yang anda terima selama ini sehingga menyebabkan anda berbuat tidak jujur terhadap diri sendiri dengan tindakan kriminal itu?. Ingatlah selalu.

Setiap perbuatan yang berpotensi merugikan orang lain, layak disebut kRIminal. Termasuk diantara menunda hak hak para karywaan, para buruh, para pekerja apa yang seharusnya menjadi HAK nya yang diterima setiap tahun.

Apa keuntungan yang anda dapat dengan “bermain main” dengan nyawa manusia?. Sadarkah anda jika itu anda lakukan maka anda tidak beda dengan binatang yang hina. Ingatlah selalu doa orang yang teraniaya adalah mujarab.

Tentu anda tidak mau dikutuk orang karena ulah anda yang ‘belagu’ menunda hak hak orang lain. Jika kami tidak dapat membalas kelakuan anda yang zalim, ingatrlah masih ada di atas yang akan menghukum anda sesuai dengan perbuatan anda.
Di saat hidup yang semakin sulit, dan juga tingkat kebutuhan dan keperluan hidup sudah semakin menggila saat ini, rasa kebijaksanaan dan keadilan adalah barang langka yang susah didapatkan di jaman ini. Dalam hati kita yang jujur sebenarnya kita tidak terlalu perduli siapa Presiden sekarang, siapa bos kita, siapa CEO kita, siapa direktur kita.

Yang mereka utamakan adalah ditunaikannya apa yang menjadi HAK mereka. Saya termasuk orang yang berada di urutan terdapan dalam menyuarakan suara orang lemah terhadap ketidak adilan dan kezaliman para penguasa. Jika saya tidak dapat membantu dengan uang, harta dan tenaga, biarlah ketajaman pena ini yang akan menjadi senjata untuk “membunuh” mereka.

Mungkin kita harus tetap bersabar atas segala perlakuan tidak adil dari mereka, namun ingatlah bahwa kesabaran itu ada batasnya. Cepat atau lambat, kita akan membalas perlakuan mereka sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat terhadap kita.  Apakah ini yang dinamakan "dendam"?  Pasrah diperlakukan tidak adil berbeda dengan "ikhlas" diperlakukan demikian. 

Dalam kehidupan yang sudah dipenuhi oleh badai materialistik saat sekarang ini, hidup dengan penuh rasa bersyukur merupakan barang langka. Orang lebih senang memandang ke atas yang jika diliat bak menatap sinar matahari, ia menyilaukan mata. Lihatlah kepada orang yang berada “di bawah” standar kita, nah dari sanalah kita akan merasa sangat beruntung. ALLAH SWT banyak memberikan kelebihan kepada kita, dan sudah sepantasnyalah kita bersyukur kepada ALLAH SWT.(Asep Haryono)

22 comments:

  1. mari kita bersyukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, setelah itu baru menjaga diri kita dari nikmat yang bukan menjadi hak kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang benar Jaman sekarang ini banyak oramg yang mengamnil keuntungdan dari ketidak tauan kita. Ini biasa terjadi. Mereka taunya ambil untung, dan tidak mau berbagi kebahagiaan

      Delete
  2. catatan keren dari kang asep haryono.
    bersyukur itu sulit sesulit orang bersabar, kadang hari ini bersyukur besoknya lupa, begitu pula sabar, kadang sabar katanya habis kesabaran, sabar dan ikhlas ketoknya kok sepaket biar tidak ada kata habis kesabaran. hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kadang juga membingungkan saya juga Bang Aus Setya. Sabar itu ada batasnya nda sih? Kita kan manusia jadi menurut pendapat saya boleh saja sebagai manusia bisa habis kesarannya. Orang yang tamak, serakah harus dibalas perlakuan mereka itu. Sesekali perlu diberi pelajaran

      Delete
  3. pamer duit terus kang asep
    alhamdulilah :) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau pamerin apa lagi donk.
      Mau pamerin KLEPON musti izin dulu sama Bang Zachflazz. Mau pamer UBI ya harus izin duu sama Kang Lembu. Ya udah deh Pamerin duit aja hiehiehiee. Untung bukan pamerin celana. Oppsssssssssssss

      Delete
  4. sepakaaat!
    makan-makan dong..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut.....
      #siap2 bawa panci

      Delete
    2. Hiheie hiheiheihe heihiehe

      Delete
  5. tak ada yang lebih nikmat selain mensyukuri segala karunianya Pak. bila dipikir, tentu manusia akan kurang kurang dan kurang terus, tak pernah puas dengan rezeki yang diberikanNya...minta minta dan minta terus...

    jadi ingat seorang sahabat dekat saya, beliau sejak lahir dikaruniai tangan hanya sebelah kiri, namun sekarang beliau bisa berwira usaha membuat kerajinan kain flanel dan kue kue...padahal putranya sebaya anak saya, yang notabene lagi aktif-aktifnya...itulah, sebenarnya keterbatasan adalah nikmat yang tak ternilai harganya, karena dengan adanya keterbatasan, kita jadi punya ide-ide cemerlang dan otak kita tak hanya melulu memikirkan kerakusan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah benar sekali mba. Jaman sekarang ini sudah bukan lagi cukup dengan segala yang ada tapi sudah mengarah kepada memperkaya diri sendiri dengan cara merampas atau mengamnil yang bukan haknya. Mereka yang tertindas penguasa sudah harus bangkit untuk tidak pasrah saja diperlakukan tidak adil. Harus dilawan

      Delete
    2. itu salah kita juga pak. kita sering bilang, yang waras ngalah. jadinya ya gitu, orang gila yang selalu menang. namanya juga gila, mau ngambil apapun punya orang emang bisa dilarang..?

      Delete
  6. siluetnya lho Pak...keren abis

    ReplyDelete
    Replies
    1. abis gelap terbitlah terang

      ehh, itu siluetnya ibu kartini?

      Delete
    2. ALhamdulillah Mba Khusna.
      Itu siluet yang foto kawan saya, Bering. Sekarang dia sudah keluar dari kantor namun kami masih sering silaturahmi

      @zachflazz : Iya mirip juga hiehehiee

      Delete
    3. kalo abis, beli lagi dong...

      Delete
  7. bersyukur itu wajib
    beul gak sih....:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sekaleeeeeeeeeeeee hiehiheiheiheiee

      Delete
  8. knapa ndak dibagi2 tuh duitnnya?

    Huh...pelit

    ReplyDelete
  9. cuma pengen nanya
    emang beneran merasa gajinya cukup..?
    hhaha...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog