Jual Milagros disini
Loading...

Pengalaman Terbang Bersama Swrijaya Air


Team saya. My family
Catatan Asep Haryono

Sebenarnya artikel ini sudah harus tayang setelah tulisan yang pertama naik online (bukan naik cetak-red).  Namun karena sesuatu dan lain hal disusul dengan Ulang Tahun  atau birthday nya Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68 tahun, akhirnya Alhamdulillah sekali lagi artikel yang berisi dan berjudul "Pengalaman Terbang Dengan Sriwijaya Air" bisa hadir juga.


Kami sekeluarga sudah memiliki Tiket pulang dari Jakarta menuju Pontianak dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air Flight No SJ1860 tujuan kota Pontianak ditunda (Delay) hingga ke pukul 17.10 WIB.  

Dalam tiket kami, boarding seharusnya Boarding pada pukul 16.10 WIB namun akhirnya ditunda (Delay) hingga ke pukul 17.10 WIB.   Saya dan para calon penumpang lainnya sudah pada gelisah karena harus menunggu untuk diberangaktkan.  Bahkan saat sudah diizinkan untuk boarding pun , kami masih harus menunggu selama 45 (empat puluh lima) menit lagi. Ealaa kalau ditotal sudah menunggu sekitar 1 (satu) jam kalau nda salah itung itungan saya.

Memang pada saat semua sudah di dalam pesawat, saya melihat dari window (jendela) pesawat dari kacanya terlihat embun dan mungkin lebih mirip butiran butiran air hujan.  Dugaan saya mungkin saja Tower belum mengizinkan pesawat untuk take off karena pertimbangan cuaca yang kurang bersahabat. Namun Alhamdulillah tidak terasa 45 (Empat puluh lima menit) telah lewat.  Saya dan semuanya bisa diberangkatkan.  Sudah selesaikah masalah yang kami alami saat itu? Ternyata belum.

Cuaca di dalam pesawat Sriwijaya Air Flight No SJ1860 tujuan kota Pontianak ini dingin luar biasa. Pengalaman saya terbang dengan maskapai lain tidak merasakan sedingin ini. Dari atap pesawat saya melihat gumpalan asap tipis yang biasa saya temukan saat membuka kap kotak es di dalam lemari es.  Asap tipis yang saya yakini berasal dari dinginnya pendingan menambah grogi aja.

Secara kebetulan anak anak saya (Tazkia dan Abbie) tidak memakai jaket atau sweater.  Kami lupa kalau jakat dan sweater anak anak keburu masuk dalam bagasi (luggage). Jadi mau tidak mau harus dicari akal agar anak anak tidak kedinginan di dalam pesawat yang sedang terbang malam hari itu. 

DINGIN : Saat diambil gambar ini jam sudah menunjukkan sekitar pukul 19.00 WIB.  Betapa dinginnya udara di dalam pesawat. Kasihan anak anak pada kedinginan.  Foto Asep Haryono
 
BACA :  Saat diambil gambar ini kami baru masuk ke tempat duduk masing masing sekitar pukul 17.10 WIB.  Baru masuk, dan cuaca masih cerah.  Sambil menunggu baca baca Majalah aja. Baca ditempat ya. Jangan dibawa pulang Foto Asep Haryono

Bingung, akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada crew Pramugari Sriwijaya Air Flight No SJ1860 itu. "mba maaf apakah ada selimut,  anak anak kedingininan" tanya saya kepada salah seorang Pramugari.  "Maaf pak tidak ada selimut" jawab sang pramugari.  Huaaaaaaaaaa.  Saya tidak habis pikir, seharusnya pihak maskapai

Alasan penundaan diumumkan melalui pengeras suara seperti yang saya abadikan gambarnya di atas.  Ada penumpang yang menggerutu dan ada juga yang ngomel sendiri. Wajar saja saya rasa.  Saya sendiri masih awam dan baru pertama kali naek Sriwijaya Air, dan baru terbang perdana saja sudah mengalami penundaaan  Sriwijaya Air seharusnya menyediakan selimut untuk para penumpangnya. 

Ditolong Pemuda Budiman
Dalam tiket kami ada 4 (empat) dengan nomor seat 15 B , 15 C , 15 D dan 15 F.    Sedangkan posisi seat atau tempat duduk Sriwijaya Air hanya tersedia 3 (tiga) tempat duduk baik di kiri maupun di sebelah kanan.  Sehingga dengan 4 (empat) buah tiket ini, otomatis salah satu orang akan "terpental" alias keluar dari group.  Saya memutuskan saya aja yang duduk "menyendiri", sedangkan Anak Anak dan bundanya duduk dibangku yang berurutan.

Tau sendiri anak anak saya kadang suka mau deketan sama ayahnya. Sedangkan ayahnya duduk di seat dis sebelahnya.  Akhirnya dengan izin dari Crew Pramugari, dan juga mendapat izin dari seat orang yang disebelah saya akhirnya kami sekeluarga bisa duduk di seat yang sama, 1 group.  Padahal dalam Manifes Pesawat hal ini tidak dibenarkan karena akan susah urusannya jika terjadi sesuatu.


Sebelum take off, kami sekeluarga masih sempat bersenda gurau, dan bercanda dengan anak anak. Yah namanya juga anak anak kadang ucapan dan kalimat yang mereka ucapkan tentu sesuai dengan daya tangkap mereka. Kadang bisa bikin stress. Misalnya gini kata Abbie. "Ayah ,  ini pesawat kalau jatuh di air gimana Yah? Kan Abbie nda bisa berenang" Rengek anak saya.  Kalimat inilah yang membuat stress bapak bapak yang duduk di depan dan dibelakang kami. Mereka pada melongo melihat kami.  Duh duh jangan ngomong gitu donk nak.   Bikin galau orang orang aja


LUMAYAN  : Mendapat snack ringan dalam pesawat. 1 paket terdiri atas kue kismis yang padat, dan satu gelas minuman air mineral dibungkus dalam kantong kertas  Foto Asep Haryono

BAIK HATI :  Inilah pemuda yang baik hati yang meminjamkan kemejanya sebagai selimut buat putri kecil saya yang pulas agar terhindar dari kedinginan dalam pesawat. Siapakah dia?. Terima kasih atas bantuannya.  Semoga Allah membalas kebaikan dan ketulusan mu. Aminn.   Foto Asep Haryono

Kembali ke soal selimut tadi.  Pesawat sudah terbang sekitar 30 (Tiga Puluh Menit) dan di luar jendela sudah tidak tampak apa apa lagi. Hitam semuanya. Karena sudah malam terbangnya. Udara dingin semakin tidak bersahabat di dalam pesawat, saya semakin galau karena segala cara sudah ditempuh agar anak anak yang sudah pada pulas tertidur ini tidak kedinginan.

Coba liat foto anak muda yang saya ambil gambarnya di atas.  Pemuda ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdoa.  Saya ambil gambarnya diam diam dengan lensa tidak menngunakan lampu kilat (flash) agar tidak menarik perhatian.  Begitu selesai berdoa, pemuda yang tidak sempat saya tanya nama dan alamatnya ini meminjamkan kemeja kotak kptak yang dipakainya (lihat foto di atas-red) untuk dipakaikan buat  Putri kecil kami, Tazkia, yang sudah pulas tertidur.

"Pakai aja kemeja saya ini pak, buat selimut anak bapak. Kasihan dia kedinginan. Saya masih pake kaos dalam. Saya juga punya anak pak. Silahkan" kata pemuda baik hati ini.  Saya pun tanpa basa basi lagi langsung menyambat tawaran bantuan pemuda baik hati ini.  Saya pakaikan kemeja kotak kotaknya sebagai selimut Tazkia hingga pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak sekitar pukul 19.30 WIB.   Saya pun mengembalikan kemejanya kepada pemuda itu disertai ucapan terima kasih atas bantuannya.

Saat pengambilan bagasi di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak , saya sudah tidak melihat pemuda yang baik itu lagi. Dia sudah tidak ada, sudah tidak berada di lokasi pengambilan bagasi. Yang tersisa hanya kenangan foto dia saja yang berhasil saya ambil gambarnya diam diam saat masih di pesawat. 

Andai abang, atau bapak sendiri yang membaca blog ini, kami  sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan abang atau bapak malam itu. Terima Kasih atas pinjaman kemejanya buat selimut anak saya agar tidak kedinginan. Semoga kebaikan bapak atau abang mendapat balasan yang lebih indah dari Allah SWT.  Amin Ya Robbal Alamin (Asep Haryono)

35 comments:

  1. ahh, kalo saya mah, majalahnya saya bawa pulang pasti. lha wong saya pernah nanya, katanya boleh koq kalo dibawa pulang. berani kan saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : IHiehiehiee. Iya saya seringnya bawa pulang Majalah Garuda Indonesia. Ooops. Wah kalau dibaca sama Garuda Indoneisa bisa runyam nih urusan hiehiehiehiehiee

      Delete
    2. hahaha, Pak Zach masih kalah dengan saya. Dulu waktu naik pesawat pertama kali dengan Zaki, sekitar 3 tahun lalu, bukan cuma majalah yang terbawa pulang, tapi sabuk pengaman bayi yang memang keadaannya terpisah dari kursi, untuk disangkutkan di seatbelt saya, nggak sengaja terbawa pulang karena nyamngkut di kain gendongan Zaki, termasuk piring tempat makan siang yang dihidangkan mbak pramugari juga nyangkut di sana dan terbawa pulang...keren kan, tak ada pertugas bandara yang tau, bahkan saya juga nggak nyadar...merchandise gratis hohoho

      Delete
    3. ada yang kendel ada yang tidak sengaja tapi tetap kendel, lha saya? lihat rupane bandara aja tidak pernah, heehehe

      Delete
    4. @khusna khairunnisa : Hahahahaha keren keren. Merchandise gratisnya semacam "accident" karena tidak sengaja terbawa. Hiehihee. Keren keren. Kalau saya sih untuk urusan ngembat barang di Pesawat ya yang nilainya remeh remeh saja seperti Majalah SHop dan majalah maskapai yang bersangkutan.

      Untuk "nyikat" Pelampung nda berani. Karena resikonya gede selain bisa dihadapkan kepada polisi yang berimpak pada hukuman penjara, juga denda uangnya 10 juta rupiah itu, Uhuiiiiiiiiiiiiiiii

      @Agus Setya : Hahaha iya kah Bang Agus Setya? Ah masa sih? masa kan di dapur ya

      Delete
    5. kalau ada selimut pasti d bawa pulang jga tu

      Delete
    6. saya dong...pramugarinya yang tak bawa pulang...tuuh...lagi senyum senyum mliriki saya.

      Delete
    7. @MaYa KayLa: Tentu saja tidak......ragu

      Delete
    8. Ahahaha, iyaaa, mana majalahnya Garuda kan tulisannya: Your Personal Copy. Berarti dikasihin doooongg buat kita hihihi~
      Aku pernah naik Sriwijaya sekali, bahkan masuk pesawatnya lebih awal dari jadwal, aku yang santai2 di airport, masuk aja pas jamnya, udah kayak terakhir sendiri masuk pesawat T.T

      Delete
  2. klo saya udah kenyang yg namanya terbang pakai acara Delay hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, kalau kenyang sunnahnya berhenti dulu kalau lapar baru mulai lagi. hehehe

      Delete
    2. @Bunda Kanaya : Hiehiehihee iya ya sepertinya DELAY sudah umumnya ya dalam penerbangan di Indonesia. Karena memang banyak faktor sih bisa menyebabkan DELAY.

      Namun memang sudah ada Undang Undangnya loh jika DELAY dalam jangka waktu lama tertentu dengan konsekuensinya masing masing. Mulai dari konsekuensi menyediakan minum dan makan, sampai menginapkan calon penumpang dan atau menyalurkan ke penerbangan yang lain. Ada Undang Undangnya

      @Agus Setya : Hahahahaha iya benar. Berhentilah makan jika sudah kenyang ya. Kata Hadis kan ya. Hieiiehiee maaf kalau saya salah. Beri tau ya

      Delete
  3. Kemejanya kotak2... Jgn2 ngefans sama jokowi ya kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi os 19 : Ngomongin soal JOKOWI, saya jadi ingat tentang Buda (anak) Pontianak kalau nda salah sih Mahasiwa yang punya wajah yang amat mirip dengan Mas Jokowi. Hmmmmmmmmmmm

      Delete
  4. Terbang kalau pakai acara Delay lagi musim kali ya ? Hampir dimana-maa ada. Kaya musim layang-layang saja. He,,, he,,, he,,,,

    Yang penting kapalnya nggak singit diatas awan, dan bisa menadarat dengan selamat ya Mas. itu lebih dari pada cukup. Tapi jangan dijadikan kebiasaan juga ya !

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ejawantah Wisata : Hiehiehie iya DELAY sepertinya sudah merambah di mana mana tidak saja di Pesawat juga merambah ke moda transportasi lainnya seperti Bus, Taxi, Kereta Api bahkan Angkutan Laut

      Delete
  5. sepertinya sudah hal umum "delay" itu, angkot saja delay, bis juga delay, ojek juga delay, sepur juga delay, kapal apalagi.hehehe
    sekarang , kereta api delaynya tidak lama bahkan terhitung tepat sekali, keren kan?
    saya jg mendoakan pemuda tadi semoga beliau sehat wal'afiat

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Setya : Sebenarnya masih ada story lain tentang si pemuda baik hati itu yang ingin saya ceritakan dalam artikel ini. Pemuda itu sebenarnya kena musibah. Tasnya hilang karena dititipkan oleh seseorang yang ternyata satu pesawat juga dengan dia.

      Menurut pengakuannya dia meniitip sebuah tas kepada seorang Ibu saat menunggu diruang tunggu Gate 7. Sayangnya pemuda ini tidak menanyakan ke ibu tadi penerbangan yang mana. Pemuda itu bilang sebentar aja mau makan di kantin. Begitu balik dari makan, ternyata pesawat sudah nyaris berangkat, dan pemuda ini langsung boarding.

      Dia lupa akan tasnya yang dititipkan kepada seorang ibu saat di ruang tunggu Gate 7. Ternyata ibu yang dia titipi itu satu pesawat dengannya. Namun ibu tadi tadi tidak membawa tas pemuda tadi masuk ke dalam pesawat. Si Ibu berkilah dia sendiri tidak tau pesawat dan penerbangan yang mana si pemuda itu akan naik. Jadilah tas itu berkelana tak jelas nasibnya.

      Menurut pengakuan si pemuda tadi tas tersebut berisi alat alat kosmetika, dan parfum milik orang lain yang dititipkan kepadanya juga. Saya turut prihatin juga

      Delete
    2. amin yaa robbal'alamin
      ternyata pada lempar"an tas ya mas

      Delete
    3. heihiehie sepertinya sih ....

      Delete
  6. saya malah belum bisa membayangkan keseruannya nain pesawat terbang, belum pernah soanlnya ckckckckkc

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rizkyzone : Hhiheihehieei iya kah. Masa sih?

      Delete
  7. Selamat datang di perantauan lagi ya kang. Saya terharu pas baca kebaikan orang yang meminjamkan kemejanya.

    Semoga Allah memberinya banyak kebaikan. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Julie : Hheiheiheei iya nih Alhamdulillah sudah kembali ke Perantauan lagi dan meneruskan aktifitas sebagaimana biasanya sejak tanggal 15 Agustus 2013 kemarin.

      Iya sampai sekarang saya belum mengetahui nama pemuda yang baik hati itu. Sebenarnya bisa saja saya minta manifes kepada maskapai Sriwijaya, tentang nama Pemuda yang seatnya ditukar sama saya itu. Semoga Allah SWT berkenan membalas kebaikkannya . AMinnnnnnnnnnn

      Delete
  8. lha mas, ini ceritakan pengalaman di sriwijaya air,,, saya yang belum pernah naik pesawat udah kebayang ini dan itu nih _ _"

    ReplyDelete
  9. penerbangan domestik indonesia memang sering menimbulkan ketidakpuasan bagi para penumpang, namun aneh karena pihak perusahaan penerbangan selalu saja bersikap masa bodoh, mungkin karena mereka berpikir..mau bagaimanapun pelayanan yang diberikan, penumpangnya tetap banyak,...alamak

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wieka Wintari : Itulah dilemanya, Kadang maskapai penerbangan juga tidak begitu perduli atas keterlambatannya. Terlambar 30 menit biasa, padahal setiap dari kita, para penumpang, punya kepentingannya masing masing, Belum lagi masalah lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti kedisiplinan para penumpangnya sendiri

      Delete
  10. sepertinya pemuda itu berhati malaikat,walaupun keadaannya sendiri baru tertimpa kehilangan tas, karena dititipkan pada seorang ibu, demi melihat seorang anak dihadapannya kedinginan, dengan ikhlas dia merelakan kemejanya digunakan untuk menyelimuti, sementara dirinya sendiripun pasti kedinginan...sungguh sangat jarang dijaman ini, ada orang yang demikian....semoga pemuda itu sehat selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cilembu Thea : Benar sekali. Pandai sekali pemuda itu menyembunyikan masalahnya sendiri. Pandai sekali pemuda itu menyimpan kegalauannya sendiri karena sedang bimgung tasnya hilang.

      Saya baru tau ternyata pemuda itu punya masalah Tas nya tidak ketemu begitu kami mendarat. Sungguh mulia pemuda itu disela sela masalahnya sendiri masih mampu dan bisa membantu memecahkan masalah orang lain. Semoga Allah memudahkan urusannya. Aminnnnnnnnnnn

      Delete
  11. mlm sobat wah asiknya sobat. Mohon maaf lahir dan bathin mas bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malam juga mba e.
      Iya sama sama Mangap eh maaf juga ya

      Delete
  12. Kata-kata Abbie bikin sawan juga ya pak. hehehe tak apa kedinginan yang penting sampai di Pontianak dengan selamat. Andai ketemu sama abang-abang yang minjamin kemejanya buat anak-anak salamin ya pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Juniyarsa Ardilla : Hehiheie iya Insya Allah jika ketemu dengan pemuda ganteng dan baik hati itu Insya Allah akan disampaikan salamnya.

      Delete
  13. Kalau orang baik, pasti dibaikin lagi sama org lain. Contohnya ada yg meminjamkan kemejanya utk selimut :)

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog