Jual Milagros disini
Loading...

Pengalaman Terbang Bersama SRIWIJAYA AIR

Foto Asep Haryono
Pertama Terbang Langsung DELAY
Catatan Asep Haryono

Alhamdulillah, itu kata pertama yang saya ucapkan di dalam hati (Lah ngucapin dalam hati apa teriak sih hehehe), begitu roda pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 747-300 ini mendarat dengan amat mulus di Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak (Kalimantan Barat) Kamis malam, 15 Agustus 2013 sekitar pukul 19.45 WIB.

Tidak terasa sudah kurang lebih selama beberapa hari saya sekeluarga berlebaran (baca Mudik Lebaran) di dua kota, Jogjakarta dan Jakarta. Bagi yang pertama berkunjung ke blog ini bisa kok tengok tengok travel report (laporan perjalanan) di dua kota tersebut dari DAY 01 sampai dengan DAY 14 di halaman blog tercinta ini.

Kalau tidak salah saat tulisan ini diturunkan sudah memasuki hari ke 8 (Delapan lebaran) ya. Nah bagi kawan kawan apa masih bersilaturahmi lebaran dengan family, kerabat dan Handai Taulani?  Bukan Taulani ya soalnya yang disebut terakhir itu nama artis Opera Van Java dan Vokalis STINKY. Hiehiheie.   Bagi warga Pontianak sih tradisi Lebaran berlangsung selama sebulan penuh. Jadi selama penanggalan Hijriahnya "Syawal" ya selama itulah masih berkunjung lebaran dan bermaaf maafan.   Kami pulang ke Pontianak dari Bandara SOETTA Jakarta dengan Sriwijayar Air.    Berikut catatan perjalanannya

Sempat DELAY
Dengan menggunakan Taxi BlueBird langganan, dalam tiket Sriwijaya Air kami tercetak boarding pukul 16.45 WIB, jadi untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan (misalnya terlambat atau kena macet di Jalan), jadi saya mengajak anak, anak dan bundanya untuk menuju Bandara SOETTA lebih awal setelah Sholat Dzhuhur langsung cabut. 

Foto Asep Haryono
Tidak apa apa camping alias nunggu lama di Bandara SOETTA, menunggu pesawat daripada ketinggalan. Belum lagi ada isu tiket akan hangus jika tidak segera check in kurang dari 45 menit.  Sereem juga kalau hangus, mau beli tiket baru pake apa? pake daun?

Pemilihan Moda Taxi BlueBird tentu ada alasannya. Pengalaman saya lebih banyak terpuaskan dengan moda Taxi "Burung Biru" ini karena selain relatif lebih cepat sampainya. Pada umumnya, pengalaman sih, justru supir Taxi BlueBird yang sering memakai short cut alias jalan pintas agar klien atau penumpang lebih cepat sampai, dan bukannya diajak muter muter agar naik tarifnya. Ini bukan menuduh loh. Pada umumnya Taxi BlueBird lebih oke dari segi kejujuran dan ketepatan waktunya.  

Saat check in, saya membawa 1 tas ransel yang berisi pakaian (baju, celana, sweater dan perlengkapan pakaian dalam seperti  "sensor" dan lain lain ) dan tidak ada barang eletronik atau berharga.  Begitu juga dengan tras Travel Bag nya yang juga tidak ada yang berharga.  Sedangkan "peralatan tempur" saya berupa Laptop, BB, HP, Ipad dan beserta modem dan charger dibawa sendiri, alias masuk ke dalam kabin pesawat.

Tas kami. Foto Asep Haryono
Saat check in, saya membawa 1 tas ransel yang berisi pakaian (baju, celana, sweater dan perlengkapan pakaian dalam seperti  "sensor" dan lain lain ) dan tidak ada barang eletronik atau berharga.  Begitu juga dengan tras Travel Bag nya yang juga tidak ada yang berharga.  Sedangkan "peralatan tempur" saya berupa Laptop, BB, HP, Ipad dan beserta modem dan charger dibawa sendiri, alias masuk ke dalam kabin pesawat.


Hal ini sengaja, dan untuk antisipasi saja.  Begitu juga dengan Dompet isi kartu ATM, dan uang tunai dibawa sendiri.  Kalau bisa sih rekomendasi dari para traveler, baiknya kita harus hafal bentuk dan jenis Tas di Bagasi (luggage) yang kita punya. Karena pengalaman banyak penumpang lain yang punya tas atau bagasi yang bentuk , warna dan modelnya nyaris serupa dengan kepunyaan kita.

Nah untuk mencegah tertukarnya barang bawaan, tas bagasi (luggage) di bagasi nah gunakan saja name tag bagasi kita. Cocokkan antara nomor tag bagasi kita dengan barang atau tas tersebut.  Dengan patokan ini jauh lebih accurate (akurat) daripada "mengira ngira" ini tas siapa kok mirip sama punya sayah. Hiehiehiehiee.  Pengalaman soalnya mas browwwwww.

Singkat cerita kami pun sampai ke Terminal keberangkatan Khusus untuk Sriwijaya Air dan langung meransgek ke dalam untuk check ini.  Saat check ini ternyata ada sedikit kendala karena mesin digital atau komputer staf check in ngadat. Walhasil untuk mereka harus menggunakan tulisan tangan untuk mencatat ini itu.   Eala ada ada aja.   Namun tidak lama komputer mereka online lagi dah dang langsung tiketnya di eksekusi.

Kemudian dengan gegap gempita begitu Boarding Passnya sudah issued, kami pun segera menuju ruang tunggu keberangkatan di Gate B7.  Sesuai dengan ketentuan kami membayar Pajak Bandara yang oleh Bandara Soekarno Hatta ini disebut sebagai Passenger Service Charge. Ini memang sesuai dengan SK Direksi Otoritas Bandara Soekarno Hatta No Kep.15.01.01/02/2009 menyebutkan biaya Pajak Bandara per penumpang di  Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp.40.000,- (Empat Puluh Ribu Rupiah).   Ketentuan ini hanya berlaku untuk penerbangan kami hari itu, 15 Agustus 2013

LOLOS : Setelah ditimbang ternyata berart bagasi kami hanya 16.3 Kilogram.  Artinya bebas kena biaya Bagasi. Setiap penumpang umumnya hanya boleh maksimal 20 Kg berat bawannya.  Foto Asep Haryono

Hindari menyimpan barang barang berharga seperti kamera digital, uang tunai, Handphone, BEBE (Blackberry-red), Laptop atau barang berharga lainnya seperti emas, beserta keluarga dan sodaranya. Sebab jika terjadi kehilangan, suse pren ngurusnya.  Jadi just in case (jaga jaga-red) sebaiknya patuhi ketentuan ini.    Tidak menyimpan barang berpotensi ledakan seperti cairan kimia, dan lain sebagainya. Disiplin kita semua sangat diperlukan demi keselamatan selama penerbangan, Keselamatan kita semua, Ciee

LEBARAN : Bagian dalam menuju pemeriksaan Check Poin di SOETTA.  Mungkin karena masih suasana Lebaran, beberapa arsitekturnya menyerupai Masjid.  Kayaknya sih.  Foto Asep Haryono
BELOK : Lorong (tunnel) menuju pesawat, jangan lupa belok ke kanan. Jangan lurus. Nah berjalanlah ke arah yang benar. Hiehiehiehihie. Foto Asep Haryono
Horee dapat tiket. Hiehiehe

TEGANG : Saat otoritas Srwijaya Air mengumumkan penundaan (delay) dari 16.10 WIB menjadi pukul 17.10 WIB.  Banyak calon penumpang menjadi bertanya tanya. Foto Asep Haryon

Sempat terjadi ketegangan di ruang tunggu keberangkatan Sriwijaya Air di Bandara SOETTA Jakarta begitu pihak otoritas Sriwijaya Air mengumumkan keberangkatan untuk tujuan Pangkal Pinang.  Hal ini membuat resah para calon penumpang Sriwijaya Air jurusan kota Pontianak. "Wah jangan jangan untuk tujuan Pontianak ini kena tunda juga " celetuk seorang calon penumpang yang duduk di sebelah saya.  Ternyata apa yang dikuatirkan dia terjadi juga akhirnya.  Tujuan Pontianak DELAY alias ditunda

Dari semula dijadualkan Boarding pada pukul 16.10 WIB untuk Sriwijaya Air Flight No SJ1860 tujuan kota Pontianak ditunda (Delay) hingga ke pukul 17.10 WIB.   Alasan penundaan diumumkan melalui pengeras suara seperti yang saya abadikan gambarnya di atas.  Ada penumpang yang menggerutu dan ada juga yang ngomel sendiri. Wajar saja saya rasa.  Saya sendiri masih awam dan baru pertama kali naek Sriwijaya Air, dan baru terbang perdana saja sudah mengalami penundaaan.

Tidak lama kabar gembira pun datang, dan para penumpang pun segera bergegas masuk ke dalam badan Pesawat (iya lah masak masuk ke luar pesawat sih).  Saya dan penumpang lain tentu gembira karena segera take off.  Namun ternyata dugaan meleset, di dalam pesawat pun juga harus menunggu 45 menit. Diumumkan dengan pengeras suara oleh Captainnya.  Oalaa delay kok sampai dua kali. Katanya sih pesawat kendala operasional. Alasan lainnya adalah pesawat dicek oleh KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi). Iya deh...

Jadi dimana donk sama laporan Pengalaman Naik Sriwijaya Air nya?  Hiehiehiehiehe. Sorry eh maaf bukannya nda mau konsisten, cuma kalau saya tulis sekarang nanti tulisannya bisa puanjaaang kaya kereta api. Jadi biar para pembaca budiman tidak boring (bosan-red) sama saya maka saya penggal (hiyyy) saja dahulu tulisan hari ini.  Pengalaman Terbang dengan Sriwijaya Air nya Insya Allah akan disambung esok atau lusa Insya Allah. Tidak janji ya. Kalau janji nanti utang donk. Halah ngeles Sorry ya pren, om tante kakak ibu bapak semuanya. Uhuiii . (Asep Haryono)

9 comments:

  1. Rekor ya Pak, delay sampai 2 kali...kami pernah delay 1 kali saja Pak, tapi hampir setengah hari waktu di Bandung----lebih juara kayaknya...hehehe


    untuk mencegah tertukarnya barang bawaan di bagasi, selain mencocokkan, biasanya koper saya pasangi pita atau ornamen lain yang berwarna mencolok, kadang saya pasangi stiker nama kami---norak ya...tapi cukup efektif dan simple daripada melotot ngikutin gerak barang di conveyor, kepala ikut muter-muter pening

    ReplyDelete
    Replies
    1. @khusna Khairunnisa : Hiheiheie iya kayaknya. Sepanjang "Karir" terbang dengan burung besi sejak tahun 2005 sampai 2010 kadang juga mengalami delay sekali, dan jarang jarang kayaknya sampai 2 kali. Hhiehiehiee. Iya kayaknya rekor kali hiheiheiee. Bahkan Garuda Indonesia pun saya pernah delay sampai dipindahkan ke maskapai Air Asia saat dari Denpasar menuju Pontianak.

      Wah itu ide yang cukup briliant. Menambah pernak pernik yang unik dan ngejreng memang cukup efektif untuk melihat tas atau bagasi kita saat berada di pengambilan bagasi. Karena pasti tas atau bagasi kita beda sendiri hiheihiehieiheiee

      Delete
  2. alhamdulillah...kini telah berkumpul kembali dirumah dengan membawa kenangan indah jalan-mudik selama 14 hari ya...
    selamat beraktifitas dan kembali membangun negri lagi y kang.
    salam sehat, bahagia dan ceria selalu

    ReplyDelete
  3. @Cilembu Thea : Iya nih syukur Alhamdulillah sudah kembali ke Pontianak, pada Kamis malam, 15 Agustus 2013 sekitar pukul 19.45 WIB. Tidak memang sudah kurang lebih selama beberapa hari saya sekeluarga berlebaran (14 hari deh Mudik Lebaran) di dua kota, Jogjakarta dan Jakarta. Terima Kasih atas kunjungannya kang Lembu. Hiheihehie tumben nih komentarnya anggun and formal. Biasanya kan "heboh" hahahhahaha

    ReplyDelete
  4. Mohon maaf lahir batin yah mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Goig : Iya mas sama sama. Mohon maaf lahir dan Bathin juga

      Delete
  5. asyiiik Kang. yang penting kan terbang bukan? namanya aja pesawat terbang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda dengan pesawat telpon kan Pak? apalagi pesawat sederhana semacam pengungkit...

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog