Jual Milagros disini
Loading...

Pak De, Tukang Sayur Keliling


Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Bagi yang senang belanja sayur mayur, daging ayam, bakso, tempe , cabe dan apa saja keperluan dapur sehari hari tentu bisa datang ke Pasar Tradisional di kota masing masing. Bagi yang senang belanja di Mall, Supermarket juga silahkan. Pilihan apa saja yang kawan kawan sukai.

Namun bagi ibu ibu, bapak bapak, adik kakak sodara kakek nenek atau siapa saja yang belum sempat, tidak sempat, atau sedang "M" alias "malas" bisa membeli sayur mayur keliling di komplek perumahaan masing masing. Tukar sayur keliling ini banyak dijumpai di seluruh pelosok Indonesia.

Bentuknya yang mobile karena pada umumnya menggunakan Sepeda Ontel, Sepeda biasa dan atau menggunakan Sepeda Motor berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain. Dari gang ke gang yang lain. Ngomong ngomong soal gang (sebutan "gang"-red) memang umum dalam konteks penamaan ala Indoneisa yang ideal. Kenapa saya sebut ideal, karena sebutan gang atau jalan tidak selalu dipakai sebagai pedoman penamaan alamat di Indonesia.  Idealisnya memang begitu : ada nama Jalan atau Gang. Komplek atau Perumahan. Ada RT dan RW segala macem.  Padahal penamaan alamat rumah tidak selalu berbentuk se "ideal" itu.

Mudah Didapat
Nah dikomplek Duta Bandara Kabupaten Kubu Raya, Pontianak , ini ada penjual Sayur Keliling yang setia menemani warga komplek dengan jualan Sayur Mayurnya.   Orangnya baik suka ngutangin. Hiehiehe. Maksud saya saya pernah sesekali "kasbon" (ambil barang dahulu bayarnya dihari yang lain-red).  Saya tidak tau apakah pembeli lain juga melakukan :"bisnis" yang sama dengan saya heieiheihiee.  Jadi Kreditur sayuran hiehiehiee. Pak De ini orang asyik. Dengan tubuhnya yang gemuk gempal bisa diajak bercanda.

Terlahir dengan nama lengkap yang belum sempat saya tanyakan namanya. Hiheiehiee. Iya lah soalnya saya belum sempat ngobrol banyak dengannya belakangan ini. Soalnya beliau mulai mangkal di "pangkalan" nya di Blok D Komplek Duta Bandara sejak pukul 07.00 WIB Pagi.  Saat itu saya harus mengantar anak saya, Abbie, ke sekolahnya di KB TK Islam Al Azhar Pontianak. Jadi untuk mengobrol lama rasanya waktunya tidak memungkin,  Waa bahasanya Gaya saya e.

Cuma saya sempat bersapa kemarin pagi bahwa Pak De ini asalnya dari Kediri (Jawa Timur).  Punya anak yang sudah dewasa dan seingat saya sih sudah masuk tentara dan ada yang bekerja di luar negeri. Pak De ini tinggalnya di kota Pontianak merantau, sedangkan anak dan istrinya tetap berada di Jawa. Mungkin saja Pak De ini banting sayur eh maksud saya banting tulang bekerja dan mengirimkan uang untuk keluarganya di Jawa.  Ini dugaan saya aja hiehiehiee. Nanti saya akan wawancara dengan beliau di lain kesempatan


HITUNG : Keliatan seperti berdoa ya Pak De Padahal beliau sedang melap tangannnya saat saya menjepret foto ini. Foto Asep Haryono
 
MASAM : Lihat wajah pelanggan Pak De yang memasang muka masam.   Ada apa bu?.  Kemahalan kah Jualan pak De? Atau cemberut kena jepretan foto saya yang keren ini?  *plak Foto Asep Haryono

SAYUR : Keliatan kan aneka Sayuran di sini.  Silahkan pilih. Dijamin masih segar bugar dan harganya terjangkau. Selamat berbelanja hiheiheie.. Foto Asep Haryono
KUE KUE  : Aneka kue yang menggugah cita rasa dijajakan di sini. Ade Kroket, Risoles, Kue Pukis dan lain lain banyak deh. Harga satuannya bervariasi. Paling murah sekitar 700 rupiah.  Foto Asep Haryono

Apa aja yang dijual Pak De?  Pengalaman saya belanja dengan Pak De, Penjual sayur keliling Komplek Duta Bandara ini , memang beragam jualan beliau.  Sebut saja mulai dari Ayam (maksudnya Daging Ayam-red), Daging Ikan, Ati , Bakso Ikan dan Bakso Daging, aneka Sayur Sayuran (Bayam , Kangkung, beserta keluarga dan sodaranya).  Juga ada aneka "perlengkapan" bumbu Dapur, bawang putih , bawang merah, cabe, tomat, wortel, Tahu putih (sering disebut dengan tahu Cina-red), Tofu  dan masih banyak lagi anek jualan Pak De ini.

Bahkan cemilan atau kue kue siap makan juga ada dijual.  Aneka Kue Basah, Kue Kering dan Kue Manis juga dijajakan dengan menggunakan meja. Sedangkan aneka Sayur sayur dihamparkan di tanah tentunya dengan menggunakan Alas donk.   Aneka Kuenya cukup enak dilidah saya. Entah kalau dilidah orang lain hiehiehiehiee.  Misalnya saja Kue Pukis, Kue Surabi , Bakwan Udang , Risoles , Bolu , Martabak Mini dan aneka kue kue basah dan manis lainnya.  (Asep Haryono)

36 comments:

  1. Kalau ada Pak Dhe jadi mudah nyari sarapan ya Kang, minimal kita bisa mendapatkan sarapan jajan pasar yang di bawa olehnya. Untuk sayurnya luman seger-seger tuh. Jadi kalau langsung dimasak rasanya pun akan berbeda di banding dengan sayuran yang sudh melalui proses pendingin. Salut deh sama para pedagang sayur seperti Pak Dhe ini.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali. Secara kebetulan letak pasar tradisional cukup jauh dari komplek saya. Jadi kalau mau ke pasar Tradisional (Pasar flamboyan namanya-red) harus belanja sekaligus minumal buat 3 hari. Untuk belanja bahan bahan yang non sayur seperti bawang merah, minyak sayur , garam dll.

      Untuk yang sayur bisa sih, kan bisa diawetkan di dalam kulkas. Tapi kalau kepepet waktu bisa mengandalkan penjual sayur keliling ini. Toh kontennya juga cukup lengkap, minimal buat sayur harian oke oke

      Delete
    2. Tambahan: Iya untuk Jajanan pasar cukup tersedia juga. Anak anak saya juga suka beli dengan pak De kayak Risoles, Bakwan dll. Tapi ada juga ibu ibu komplek yang "menitip" jualannya ke Pak De misalnya Martabak bini yang dibandrol harga 10000 perak perbuahnya

      Delete
    3. dan baru di kalimantan ini aku temuin ada pedagang sayur bermotor berlabel antar kota antar propinsi, heheh

      Delete
  2. ini nih yg diburu emak2.. tukang sayuuuuuuur... hihihi
    aku lebih mengandalkan tukang sayur utk kebutuhan masak sehari2. Klo emak2 yg lain sih lbh senang ke pasar, krn harganya lbh murah katanya. Tapi dasar aku males klo hrs ke pasar, ya udah nunggu tkg sayur lewat aja. Harga lbh mahal dikit gpp, wong tukang sayurnya jg pake ongkos kok kulakan sayurnya.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @covalimawati : HIhehiehiheieie benar sekali. Kalau yang nda sempat untuk pergi ke Pasar, emang sangat membantu juga dengan membeli dari tukang sayur keliling seperti ini. Soalnya item item yang diperlukan biasanya sudah terwakili dan ada di tukang sayur keliling ini. Hieiiehiee.

      Yang beli memang rata rata ibu ibu dan gadis remaja. Sangat jarang memang yang beli sayuran di tukang sayur keliling ini dari jenis laki laki alias bapak bapak hieiehheiheiee

      Delete
  3. Kalau di desa saya, yg jualan sayur dan aneka keperluan dapur bawa sepeda pancal Kang.

    Tapi di Banyuwangi, sdh pada pakai sepeda motor kayak si Pak De itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. pelan-pelan dari sepeda pancal meningkat ke sepeda motor, besok kalau semakin maju siapa tahu jualannya pake mobil :)

      Delete
    2. asal jangan pake helikopter aja mas, ntar susah ibu2 yang mau belanja :)

      Delete
    3. @Andes Rizky : Wah nama mu bagus sekali. Nama sebuah pegunungan. Ada kan nama pegunungan Andes. Dimana ya. HIhihihi. Wah kalau jualnya Pake Helikopter yang belinya nunggu di bawah. Nunggu di Helipad. Hihihihihhi. Thanks ya sudah mampir

      @Anthonie Eka : HIHHIHhihihi yang saya tau sih paling banter dan paling tinggi modanya adalah sepeda motor. Yang pake Mobil yang sering saya liat adalah penjual alat alat rumah tangga berbahan plastik misalnya gayung, ember, dll. Kadang ada juga kasur, sendok, dll juga.

      @Ririe Khayan : Oh ya kah di Banyuwangi? Hiheihiee. wah wah seingat saya pernah sekali mampir ke Banyuwangi waktu saya aktif di KangGuru Indonesia. Kami dan team ke Banyuwangi melalui pelabuhan Ketapang. Berangkat dari Denpasar

      Delete
    4. dari banyuwangi ke denpasarnya pake sepeda pancal kah..?

      Delete
  4. bagus juga idenya dengan berjualan sayur keliling, cuman kasian banget kalau ada yang ngutang hehe..., kan jualannya juga nggak seberapa banyak dan mungkin untungnya juga pas-pasan, tapi salut buat bapak ini yang masih semangat bekerja untuk mendapatkan penghasilan secara halal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. HIhiehiehie saya termasuk yang pernah sesekali ngutang sama pak De. Jenisnya hati ayam, daging ayam , bakso ikan dan udang. Totalnya sekitar 30 ribuan. Bayarnya nanti hhihihi. Pak De ini punya catatan di buku kecilnya siapa siapa yang ngutang padanya, dia sudah hafal. Mungkin karena langganan dan dia tau rumahnya

      Delete
  5. Penjual keliling memang sangat memudahkan ibu-ibu untuk memperoleh bahan-bahan makanan untuk memasak. Karena ia selalu berkeliling dari rumah ke rumah. Biasanya pak penjual tersebut, datang tepat waktu sesuai dengan waktu biasanya datang. Memang sangat menguntungkan bagi kita semua karena kita bisa menghemat banyak waktu dibandingkan dengan apabila kita membeli bahan-bahan memasak di pasar.

    Namun, ternyata tidak semua daerah ada penjual keliling sayur seperti itu, terutama di desa saya, maklum saya orang desa. Kalau dikompleks perumahan mungkin banyak. Hehehe :D

    Oleh karena itu, mau tidak mau masyarakat di desa saya, terutama ibu-ibu, selalu berbelanja di pasar terdekat utuk membeli sayur mayur untuk memasak.

    Terimakasih banyak atas sharing nya pak. Salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahyu Eka Prasetiyarini : Iya benar sekali. Tidak semua tempat ada penjual sayur keliling seperti pak De di komplek saya. Ada juga sih penjual sayur keliling yang menggunakan gerobak dorong dan masih banyak lagi model dan jenisnya. Sama sama penjual sayur keliling yang sangat membantu warga komplek. Terima Kasih kembali buat mba Wahyu Eka Prasetiyarini atas kunjungannya. Salam dari Pontianak

      Delete
  6. "mudah didapat" itu yang paling disukai oleh ibu rumah tangga. dengan adanya tukang sayur keliling ini para ibu rumah tangga jadi tidak perlu repot pergi kepasar tiap hari untuk mendapatkan belanja agar bisa memasak tiapp harinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mas-andes : Benar sekali mas. Terutama yang malas seperti saya belanja ke Pasar Tradisionalnya hiheieihiee. Dengan beli di tukang sayur keliling minimal untuk menu masakan hari itu bisa terwakili dengan baik hheiheheie. Terima Kasih sudah mampir ya

      Delete
  7. Kang, punten ah, kapungkur mah Kediri teh da ayana di Jawa Timur, sanes di Jawa Tengah hehehe.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Julie : Kunaon Teteh Julie. Kumaha Damang? HHihihiehii. naon artina eta teh? Saya kurang paham Bahasa Sunda walaupun nama saya Asep di depannya. Saya aseli nda ngerti Bahasa Sunda. Maklum blasteran Barat Tengah. Ibu Jawa Tengah, Ayah Jawa Barat. Hhhhhihihihihi

      Delete
    2. Hahaha...... kasihan deh.

      Itu artinya kalau jaman dulu, Kediri itu terletak di Jawa Timur, bukan di Jawa Tengah. Silahkan tanya bu guru Uud di sebelah anda, kang.

      Delete
    3. bilang aja ngertinya bahasa rusia gituh
      nama aslinya asep gorbacep...

      Delete
  8. betul betul sangat membantu tukang sayur portable ini. Warga perumahan memang dimanjakan oleh pak dhe yang orang kediri jawa timur apa jawa tengah nih kang,setau saya lho ya kediri itu di jawa timur dengan kode plat nomor AG,hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Setya : Benar benar luar biasa bang Agus Setya ini. Ini sudah kesekian kalinya bang Agus Setya mengoreksi kesalahan ketikam dam ketidak tauan saya akan Geografi Indonesia. Hihihi. Terima kasih ya. Saya sudah perbaiki. Kediri di Jawa Timur. Matur Suwun

      Delete
  9. Titip salam buat pak de nya ya pak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhiehiheie iya Insya Allah akan saya sampaikan. Hihiehiheiheihe

      Delete
  10. berhubung namanya belum sempat ditanyakan saat lahir, maka marilah kita memberi nama sesuai kata hati kita masing-masing,
    ini namanya penjual yang menjemput rejeki.....semoga rejekinya barokah....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiehie iya mas. Saya belum sempat ngobrol ngobrol sama dia hiehiehie Iya Insya ALlah jika ada kesempatan saya akan gali lebih dalam lagi. Iya terima kasih atas doanya, dan semoga terkabul Aminnnn

      Delete
  11. untuk mendapatkan uang apapun bisa dilakukan, yg penting halal dan barokah. salut dengan tukang sayurnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali mba Iis. Di Pontianak konon Insya Allah mudah mencari uang asal ada kemauan dan kerja keras. Salam

      Delete
    2. wah, enak ya gampang cari duit...ada lowongan kagak pak disana..hehee

      Delete
  12. salam buat pakde ya Kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakde pasti kenal sama paklik

      Delete
  13. Keren lah pake motor,
    di sini pake gerobak, tapi jadinya gak perlu nggelar gitu...

    ReplyDelete
  14. Sekarang justru ada yang lebih modern Kang, jualan sayur di website nanti diantar pakai motor.

    ReplyDelete
  15. aku juga lagi m, pak...
    mencret...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog