Jual Milagros disini
Loading...

DAY 06 : Berburu Sopenir di Malioboro

Catatan Asep Haryono

Setelah kemarin (Selasa, 6 Agustus 2013) berjumpa dengan si fenomenal Mas Harry Van Yogya di pangkalannya di depan Hotel Airlangga di kawasan Jalan Prawirotaman, maka agenda DAY 06 saya ini agak sedikit dipayungi oleh "awan kelabu" karena anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono (5 thn) , kurang fit badannya agak panas.

Mungkin karena selama 2 (dua) hari kemarin dia asyik bermain ke sana ke mari dengan adiknya, Tazkia, dan juga bermain main dengan tetangga rekan sebayanya.  Ada sedikit konflik batin dalam diri saya saat akan melakukan sightseeing atau jalan jalan ke kota Jogjakarta kalau dirumah anak saya sedang terkulai lemah dan demam. 

Akhirnya izin diberikan oleh bunda, jadi saya agak merasa tenang.  Tidak lupa saya dititipi pesan bundanya untuk membeli parasetamol penurun panas anak anak di Apotik.  Jadilah DAY 06 saya ini dibarengi dengan "misi khusus" beli obat di apotik.  DAY 06 kunjungann saya di Jogjakarta ini adalah berburu cindera mata (souvenir) di kawasan wisata Malioboro Jogjakarta.  Berikut laporannya.  Cieeeeeeeeeeeeee

Sebagai wisatawan domestik (wisdom) alias turis lokal yang kebetulan berkunjung ke Jogjakarta tentu saja tidak mungkin sistim ala "SKS" (Sistim Kebut Semalam) untuk bisa menyambangi, mengunjungi, melihat dan mendatangi obyek obyek wisata baik wisata budaya, wisata kuliner, wisata minat khusus, dan wisata belanja di Jogjakarta.  Nyerah dah mas browwww. 

Itu tidak akan mungkin.  Makanya kawan kawan banyak berharap (expetasi) berlebihan kepada saya baik via SMS atau Twitter agar saya puas puasin keliling Jogjakarta.  Terus terang saja di blog kesayangan ini saya katakan "nggak kuaaaaaaaaaaaat" Hihiheiheiheiheee.

Bahkan salah seorang kawan angkringan Jogja, mas Sugeng namanya, pernah bilang kepada saya "Mas Asep, saya ini sudah lama di Jogjakarta tetap aja masih banyak yang belum tau tentang Jogjakarta".  Nah nah apalagi saya yang "cuma" semingguan aja di kota pelajar ini. Nah nah  


Pasar Kembang
Saya masih duet dengan Om Sab sebagai guide saya selama saya di kota Jogjakarta.  Boncengan aja pake motor meluncur dari kawasan Pundak IV Kulon Progo.  Untuk bisa mencapai salah satu kawasan paling terkenal di Jogjakarta ini sekitar 1 (satu) jam dengan kecepatan sekitar 50 Km/perjam.  Boncengan dengan Om Sab ini kadang bikin dag dig dug juga dengan gayanya yang ala pembalap.  Sekitar 3 kali hanpir aja ber"ciuman" dengan kendaraan lain hehehehhee.

Secara kebetulan juga, saya memang punya kawan angkringa, yang saya kenal cukup lama juga dari dunia maya namanya mas Sugeng Harianto yang tinggal di kawasan Jalan Bumijo Tengah, jadi sebelum hunting sopenir di Malioboro, saya mampir dulu sebentar ke rumah kediaman mas Sugeng di kawasan Bumijo, sebelah utara stasiun Tugu.

No comment aja dah.  Ini gue hehe. Makasih Om Sab udah fotoin sayah hihiheie.

Untuk ke lokasi Bumijo ini saya melewati "SARKEM" alias Jalan Pasar Kembang. Ehm ehm. Pasar Kembang memang dikenal dikalangan turis DN dan LN sebagai kawasan "esek esek".  Kalau di Pontianak mungkin sama dengan komplek "simpang nyaman" gitu deh hehehehe.  Jalan Pasar Kembang ini memang bersebelahan dengan Jalan Malioboro, tinggal belok ke kanan.  Kalau belok ke kiri akan memasuki areal Stasiun Tugu.

Di kawasan Jalan Pasar Kembang inilah saya juga melintasi Hotel Asia Afrika  yang cukup sederhana untuk ukuran sebuah hotel yang terletak di pusat kota Jogjakarta.  Hotel unik ini cukup artistik dan pas banged dengan dengan lokasinya yang strategis di tengah Kota Yogyakarta, ditambah lagi dengan posisinya yang hanya beberapa menit saja dengan Malioboro.  Dan hanya diperlukan satu menit berjalan kaki untuk menuju Stasiun Kereta Api Tugu.  Sayang sekali saya lali (lupa-red) mengambil gambarnya. Hehehe

Maliobro Sambut Pengunjung
Namanya juga kawasan elit Malioboro, semua pengunjung tumpah ruah di kawasan ini. Saya liat banyak wisatawan manca negara ala backpacker dengan bawaan gede gede yang dipanggulnya sibuk jeprat jepret, begitu juga dengan wisatawan dalam negerinya yang asyik bergelayutan ala film India ditiang tiang di sepanjang Marioboro, berfoto ria.  

Namanya juga kawasan elit Malioboro, semua pengunjung tumpah ruah di kawasan ini. Saya liat banyak wisatawan manca negara ala backpacker dengan bawaan gede gede yang dipanggulnya sibuk jeprat jepret, begitu juga dengan wisatawan dalam negerinya yang asyik bergelayutan ala film India ditiang tiang di sepanjang Marioboro, berfoto ria.   Parkir kendaraan roda dua yang tertata cukup rapih di sisi kanan dan kiri membuat mata sedap memandang kawasan ini. 

HALAU : Di setiap persimpangan ada petugas yang membantu kelancaran penerapan Rekayasa Lalu Lintas ini   Nah lihat lancar bukan.  Petugas nyentrik berblangkon ini siap menghalau jika ada yang behenti di jalan.  Ini sangat membantu.  Foto Asep Haryono

UNIK :  Begitu terhormatnya pejalan kaki di Malioboro sampai dibuatkan plangnya lengkap bergambar sendal jepit. Hehehhee.  Foto Asep Haryobo

Dari Pengeras suara yang cukup terdengar jelas di titik titik tertentu disediakan Hot Spot Free alias gratis yang diberi tanda khusus. Lihat fotonya di bawahs. Selian itu juga pihak pengelola (otorisasi) Kawasan Malioboro sudah memperhitungkan kemungkinan Jutaan orang akan tumplek di kawasan ini di hari lebaran nanti.  

Bahkan yang agak nyeleneh adalah himbauan agar warga Jogja yang tidak berkepentingan jangan berada di kawasan Malioboro ini guna memberi kemudahan bagi pengunjung luar Jogja untuk menikmati kenyamanan Malioboro ini.  Eala kok gitu taaa?.  

Otorisasi kawasan Malioboro pun sepertinya sudah siap mengantisipasi akan masuknya jutaan pengunjung tumpah ruah di kawasan ini yang diperkirakan puncaknya pada H+2.  Dari pengeras suara itulah saya mendengar adanya uji coba rekayasa lalu lintas.  Semula saya agak bingung dengan sebutan "rekayasa" lalu lintas ini.

Tanda di sini ada Hot Spot Area
Rupanya yang dimaksud dengan rekayasa lalu lintas disini adalah arus lalu lintas di sepanjanng Malioboro harus mengalir seperti air dalam artian tidak boleh ada yang berhenti ditengah jalan. Hal ini masuk akal sebab jika ada yang berhenti ditengah jalan dipastikan akan terjadi kemacetan dan itu yang sudah diantisisapi eh antisipasi oleh pihak pengelola Malioboro.

Yang unik dalam pengamatan saya adalah kawasan Internet Gratis yang diberi tanda khusus seperti foto yang berhasil saya abadikan di samping ini.   Kabarnya sih akses internet di kawasan khusus ini berkekuatan 400 Megabyte dari PT TELKOM

Untuk lokasi parkir kendaraan yang oleh otoritas Malioboro disarankan menggunakan lokasi parkir baru di Kampus UPN Ketandan.  Mulai dari jalan Suryatmajan dari Malioboro maupun jalan Mataram.  

Parkir kendaraan roda dua yang tertata cukup rapih di sisi kanan dan kiri membuat mata sedap memandang kawasan ini.  Khusus buat mas mas petugas Parkir jangan coba coba menaikkan tarif parkir sembarangan ya. Soalnya baru baru ini diberitakan beberapa petugas Parkir Malioboro ditangkap aparat karena menaikkan tarif tinggi. Hiyyyy seyem

Bagi para pelancong DN dan LN yang kebetulan sedang (maaf) menyusui juga sudah disediakan ruang khusus Ibu dan bayi disediakan 2 tempat yakni di UPT Malioboro dan Masjid Mutaqin Beringharjo.  Standar keamanan pun sepertinya akan diterapkan oleh pengelola Malioboro seperti pemasangan kamera pengintai (CCTV) dan juga petugas keamanan pastinya. Saya kita kawasan Wisata Malioboro sudah siap segalanya dalam menyambut kunjungan wisatawan DN dan LN dan juga buat para pemudik.


Murah Meriah
Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB (Tidak ada perbedaan waktu dengan Pontianak), saya pun mengajak guide saya, Om Sab , untuk skip (melewati-red) para penjaja sopenir kaki lima di sepanjang kawasan wisata Marioboro untuk "mengejar" Sholat Dzhuhur. Soalnya kalau nda di "urus" dulu nih Sholat Dzhuhur bisa nda konsen alias ada perasaan "Hutang".

Kami pun bergegas ke Masjid  Marioboro untuk mendirikan Sholat Dhuhue terlebih dahulu.   Ulasan tentang Masjid Marioboro ini akan diuraikan pada episod pasca lebaran yang akan datang Ins ya Allah. Nah begitu kelar Sholat rasanya adem ayem hehehe.  Akhirnya berburu Sopenir pun ditunaikan. Maklum aja Twitter saya sudah "dibanjiri" mention mention minta dibawakan oleh oleh.  Walau dengan dana yang memang terbatas saya Insya Allah akan memenuhi permintaan kawan kawan di Pontianak.

Berburu sopenir di kawasan Malioboro sangat menyenangkan.  Ada bermacam model, bentuk, dan harga supenir yang dijajakan di kaki lima di sepanjang Malioboro misalnya saja T-shirt , gantungan kunci , mainan anak anak, tas tas berbahan batik, batik , aneka sopenir dari perak , topi dan masih banyak lagi yang semuanya amat memikat mata anda.

Seperti biasa saya akan tampilkan saja beberapa foto foto yang berhasil saya abadikan saat saya hunting sopenir di kawasan Malioboro seperti di bawah ini : Nah saya beri kesempatan para pembaca blog saya untuk menafsirkan sendiri foto foto yang saya muat dibawah ini :
KHAS : Busana khas Jawa dikenakan replika atau patung disebuah toko Batik di areal kawasan Maliobiro.  Sugeng wonten mas. Monggp belanja. Foto Asep Haryono

ANDONG : Atau lazim disebut Delman adalah salah satu icon wisata khasnya Malioboro. Silahken mampir mas mba e.  Monggo Foto Asep Haryono

BELI :  Penjaja supenir sedang mengemas pesanan saya.  Rp.10.000,- bisa dapat 4 buah gantungan kunci ukuran kecil. Foto Asep Haryono

TAWAR :  Seorang pengunjung sedang menawar.  Anda harus pandai tawar menawar dan memperhatikan kualitas barangnya.  Foto Asep Haryono

UNIK : Aneka supenir dari bahan perak ada.  Replika sepeda ontel juga ada. Harganya pun terjangkau oleh pengunjung Malioboro. Mau mau mau? Foto Asep Haryono


Untuk sopenir T-shrt sepertinya sudah banyak kayaknya. Pengalaman traveling 10 (sepuluh) kali ke Pulau Dewata Bali sejak tahun 2005-2010 sudah membuat saya boring sama yang namanya T-shirt alias kaos. Alasannya adalah kalau T-shirt atau kaos enak buat nyantai tapi sulit "diterima" jika  ada momen penting dan atau resmi.

Tips bijak adalah tidak membeli sopenir atau cinderamata yang sudah ada di tempat asal kita.  Carilah supenir yang khas atau berciri khas daerah atau tempat yang kita kunjungi itu.  Hal ini sangat momentum banged karena akan selalu membuat kita terkenang akan daerah atau tempat yang kita kunjungi itu.  Oleh dan atas dasar itulah saya menilih supenir murah meriah tapi ngangenin yakni key chain  alias gantungan kunci  Hhiheiheiheiheihe.   (Asep Haryono)

21 comments:

  1. Sorry belum baca tuntas nih. Btw sampai kapan Kang Asep di Yogya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiiehieie nda apa santai saja. Belum sempat blogwalking ke kawan kawan selama Bulan Ramadhan nih. Yang penting amalan ramadhan diutamakan hehe. Lagipula yang penting nulis dan mendokumentasikan kegiatan selama kunjungan mudik lebaran. Insya Allah sampai lebaran hari kedua, selanjutnya lebaran mudik ke orang tua saya di Bekasi.

      Delete
  2. keren ya yogyakarta. Pengen juga mudik kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi.heiei iya mas. Jogja memang kagak ada habis habisnya hiehiheiheee. Selama sebulan penuh saya nda sempat blogwalking ke sana kemari walhasil blog ku sepi pengunjung. Kalaupun ada yang mampir pasti 4 L (alias Loe lagi Loe Lagi). Wahahahahahahaa. Hiheiheihieee.

      Met mudik lebaran ya. Mudik nda nih? Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitrie, 1 Syawal 1432 Hijriah. Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan Bathin

      Delete
  3. Kang Yono, assalamu'alaikum. Nderek mudik ah.......... mriki tha nek mboten angsal kula diangsal-angsali kaose batik niku. :-D

    Kunjungan balik kang, kula sowan nggih. Supados mboten 4L.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Julie : Hiheiheiheiheie wah wah pakai Bahasa Jawa full yo wis aku nda ngerti kabeh ik. Hiheiheiee. SaYA SEPertinya harus minta tolong istri nih untuk membantu menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Matur Suwun kunjungan baliknya mba Julie. Salam kami sekeluarga di Pundak IV Kulon Progo

      Delete
  4. Abby...semoga lekas sehat ya Nak...

    maaf belum selesai baca Pak...in shaa Alloh nanti sore dilanjut bacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Khusna Khairunnisa : Makasih atas kunjungan baliknya ya Mba Khusna Khairunnisa. Alhamdulillah syukur kehadirat ALLAH SWT, kini Mas Abbie sudah sehat seperti semula dan Insya Allah kembali ceria menyambut Lebaran hihihhihi. Terima Kasih. Salam kami sekeluarga yang saat ini di mudik Jogja

      Delete
  5. saya bacanya baru halaman pertama kang, lha panjang dan waktunya pulang je kang,baru baca abby sakit panas dan semoga cepat sembuh...
    masak dibonceng 50 kpj masih aja hampir mencium kang?mungkin pengendara lain tidak menghargai hak pengendara kai ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Setya : HIhiheiheie terima kasih atas kunjungannya bang Agus Setya. Iya nih panjang karena memang banyak yang akan diceritakan, dan mumpung masih ingat dan terlintas di kepala saya ya sekalian aja ditulis hihiheiheiee.

      Iya soal kendaraan memang cukup ramai tadi siang terutama di kawasan Malioboro. Alhamdulillah aman akan saja, Baiknya sih nda usah ngebut santai aja ya hiheiheie. Biar lambat asal selamat. :))

      Delete
  6. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Blogs Of Hariyanto : Salut sekali dengan rangkaian kata kata puisi yang indah dari Mas BlogS of Harianto. Saya aja suka bingung gimana membuatnya, kalau cuma membaca puisi sih Insya Allah bisa hiehiehiehiheiehiee.

      Iya sama sama. Mohon Dimaafkan juga ya Lahir dan Batin, Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

      Delete
  7. Wahhh enak ya pak jalan-jalan ke Jogja. Ohh ya saya mau mengucapkan Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakannya. Bagi yang tidak, selamat berlibur saja. Mohon maaf lahir dan bathin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Juniyarsa Ardilla : Hihihihi iya kebetulan aja mudik di kampung Istri , di Kulon Progo. Insya Allah lebaran kedua dilanjutkan lagi mudik ke Bekasi, tempat orang tua saya. Iya sama sama. Mohon Dimaafkan juga ya Lahir dan Batin, Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

      Delete
  8. Yogya tempat yang memberikan kesan unik dan klasik, dengan segudang cerita yang selalu memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjungnya. Selamat berlibur Kang Asep.

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ejawantah Wisata : Matur suwun hiehiheie. Terima kasih atas kunjungannya. Insya Allah pada lebaran hari kedua, kami sekeluarga akan melanjutkan mudik kampung berikutnya ke Bekasi. Salam Wisata

      Delete
  9. beli supenirnya di malioboronya besok lagi y kang.
    saya kesini mau ngucapin :
    dari hati yang paling dalam Mohon dibukakan pintu ma’af yang sebesar-besarnya atas komentar2ku yang sering sekenanya serta sikap yang tak terjaga, semoga lebaran ini jadi berkah bagi kita semua, dan besok menjadi fitri kaya bayi...gituh deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cilembu Thea : Hiheiheie iya sama sama. Salin memaafkan aja hheiehieie. Kami sekeluarga juga mohon maaf lahir bathin

      Delete
  10. Malioboro termimpi-mimpi kapan bia menginjakkan kaki kesana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah? Wow. Insya Allah ada kesempatan buat mas ke sana

      Delete
  11. postingan jalan2 yg seru 'n jeli. Bahkan plang 'n tanda2 khusus tak luput dr pengamatan mas Asep.
    Bikin kangen malioboro. Lebaran kemarin ga sempet mampir kesana, cuma lewat aja. Abis malioboro dah keburu macet 'n penuh sesak

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog