Jual Milagros disini
Loading...

DAY 05 : Berjumpa Dengan Harry Van Yogya

Harry Van Yogya
Catatan Asep Haryono

Bukan perkara mudah bagi penulis untuk janjian ketemu dengan Mas Harry Van Yogya ini di kota Yogyakarta, tapi tunggu dulu, siapakah Harry Van Yogya itu?  Barangkali banyak dari kita yang mungkin belum mengenal profil atau sosok beliau.

Mas Harry, begitu panggilan akrabnya, adalah sosok orang Yogya biasa saja yang profesinya adalah pengayuh Becak yang biasa mangkal di depan hotel Airlangga yang terletak di kawasan jalan Prawirotaman, Yogyakarta.

Sosok Harry Van Yogya sangat fenomenal di Indonesia.  Ada dua hal yang menurut penulis telah membuat sosok Harry Van Yogya cukup dikenal di dunia nyata maupun tidak nyata (dunia maya) yakni kemampuannya dalam menerbitkan buku pada tahun 2011 dan akun twitter Harry yang beralamat @becakcitytour di "polbek" (follow back) oleh orang nomor satu di Indonesia, Bapak Presiden SBY

Ditemui siang di bawah naungan langit yang mendung, penulis sudah ditunggu oleh Harry. "Selamat datang di Yogyakarta mas" begitu sapanya.  Harry mempersilahkan penulis untuk duduk duduk di atas bale di bawah pohon yang rindang persis di depan "pangkalan" beliau di depan Hotel Airlangga. Berikut adalah petikan wawancara penulis dengan Harry Van Yogya :

Bagaimana cerita mas Harry kenal dengan dunia maya?
"Kalau dari kapan saya mulai kenal Internet itu kalau nda salah sekitar tahun 1990 saat saya pertama kali menjalankan profesi mengayuh becak ini di kota Yogyakarta.  Saya waktu itu mendapat penumpang seorang warga negara berkebangsaan Amerika yang minta diantar ke obyek wisata yang dekat dengan tempat tinggal bule itu.
Begitu bule itu kembali ke Amerika, dia sempat mengajari saya bagaimana membuat email, sekaligus pelajaran bagaimana membukanya, mengirimkan email, membuka lampiran email dan lain sebagainya. Ya saya ikuti taa petunjukknya. Tanpa dicatat ya diliat saja gitu. Waktu itu saya malah lu pa nama si bule itu. Kami waktu itu ngaksesnya di warnet, jadi begitu si bule pulang ke Amerika, saya sudah lupa lagi gimana buka email yang dia ajarkan waktu itu.

Saya pun ke Warnet lagi, dan waktu itu saya memang belum ngerti betul buka internet, jadi pelajaran buat email yang diajarin sama penumpang Amerika itu hilang semua.  Saya tidak liat history alamat alamat website yang sudah dibuka sama bule Amerika tadi, eh begitu saya klik yang muncul malah situs situs dewasa (tertawa). Ya sudah yang muncul malah situs dewasa dan kebetulan saya juga suka (tertawa lagi), jadi ya itu ketagihan.
Saya sebenarnya punya dua kerugian dalam hal ini pertama waktu dan kedua biaya,  Ketagihan saya, addict saya sama dunia maya. Pertama waktu yang seharusnya saya gunakan untuk menarik becak mencari penumpang jadi tersita karena ngakses internet.


Kerugian saya yang kedua  adalah Biaya. Saya harus merogoh kocek untuk membayar biaya ngenet di warnet, ya taa?.  Makanya saya harus bisa mendapatkan sesuatu gimtaun 1990, yang ngetop masih IE (Internet Explorer) dan belum ada itu Modzilla, dan lain sebagainya, akhirnya saya pun akhirnya belajar sendiri internet dan sudah bisa punya email sendiri dan bahkan ceting pake Yahoo Messenger, kan otomatis taa kalau ada email di Yahoo kan otomatis ada akun Yahoo Messengernya.

Jadilah saya aktif pake Ye-em (Yahoo Messenger), dan saya selalu mencari informasi juga dari jejaring sosial yang lainnya yang ngetop waktu taun 1990 ya Friendster, saya buka akun Friendster, dimana banyak membernya saya anggap berpotensi sebagai marketing alias buat masarin jasa becak saya. (Tertawa). Saya pun punya twitter juga, dan saya anggap grup chat di jejaring sosial apa saja yang banyak membernya sebagai pasar yang bagus untuk promosi becak saya.

Saya tau internet kan banya kebohongannya, jadi begitu saya cerita kepada orang kalau profesi saya penarik becak tidak ada yang percaya.  Ini yang membuat saya sakit hati,  Justru dari orang Indonesia, bangsa sendiri, yang banyak tidak percaya kalau saya ini seorang penarik becak.  Justru dari kawan kawan bule saya yang tidak mempermasalahkan profesi saya. Bule bule yang percaya sama saya.

GAYA : Inilah Mas Harry Van Yogya.   Foto Asep Haryono
 
Mas Harry Van Yogya bersama penulis.  Foto Sabiyan

PLAT :   Ini nomor plat resmi becaknya mas Harry Van Yogya.  Foto Asep Haryono
PANGKALAN : Di depan Hotel Airlangga inilah pangkalannya mas Harry Van Yogya
Foto Asep Haryono


O gitu taa,  lalu bisanya di follow Presiden SBY, piye ceritane mas Harry?
"Nah itu dia, pokoknya mengalir saja seperti air saja,  Saya masih ingat bapak Presiden baru baru ini sudah meluncurkan akun Twitter pribadinya yang saya tau persis hari Sabtu tanggak 13 April 2013 dialamat @SBYudhoyono nah.  Saya pun langsung melihat akun Pak Presiden SBY dan saya liat Presiden SBY hanya memfollow anggota keluarga , para menteri, pejabat dan kalangaan artis saja. 
Saya rasa ini kurang baik karena sebagai Presiden SBY tentu punya maksud dengan membuka akun twitternya itu, pertama , tentu pak Presiden SBY ingin mendapat respon dari masyarakat, dan yang kedua menurut hemat saya adalah Presiden SBY ingin dekat dengan masyarakatnya.  Ini kan ironi keliatannya.  Seharusnya Pak SBY memfollow sebanyak mungkin masyarakat sehingga pesan pesan dan suara rakyat bisa dibaca langsung oleh Presiden SBY.  Saya katakan itu kepada Pak SBY lewat mention saja.
Saya tidak yakin pesan mention saya dibaca Pak SBY karena kalau cuma mention saja bisa tidak masuk di timeline pak SBY jadi bisa tidak dibaca atau masuk sama sekali.  Saya pun "menantang" Pak SBY dengan menanyakannya kira kira siapa orang si pesan BBM (Blackbery Message) dari kawan kawan saya kalau akun Twitter saya di follow Pak SBY.   Saya tidak percaya hari itu karena satu hari sebelum saya belum melihatnya di akun Twitter saya.

Saya baru mengetahuinya setelah yakin dan mencek kebenaran pesan BBM seorang teman saya yang mengabarkan bahwa Pak SBY sudah memfollow akun twitter saya. Kemudian saya pun segera membuka akun twitter saya.  Saya klik daftar following akun twitter @SBYudhoyono dan seolah tak percaya kalau akun twitter saya @becakcitytour milik saya nangkring di urutan nomor urut 32  dalam daftar following akun twitter SBY waktu itu.  Walaupun saya sudah dipolbek (follow back) oleh Presiden SBY tidak akan merubah karakter saya yang bebas menyuarakan pendapat saya demi kemajuan Bangsa Indonesia.

Bagaimana tanggapan Pemerintah DIY terhadap mas Harry yang kini sudah jadi salah satu icon promosi becak wisata di kota Yogya?
Tadinya saya hanya mempromosikan jasa becak saya di kota Jogjakarta tapi semakin hari informasi mengenai saya sudah kemana mana berkat dunia maya sehingga semakin banyak saja turis turis asing yang mulai banyak mencari saya,
Para turis ingin diantar dengan becak saya, dan lama lama kota Jogjakarta ikut tergandeng dengan becak, jadi icon wisata becak menjadi idola jika bule mampir ke Jogjakarta.  Ini juga akhirnya sampai kepada Dinas Pariwisata DIY dan mereka sangat senang dengan saya yang turut mempromosikan Jogjakarta.  Oleh karena itulah nama akun twitter saya jadi Harry Van Yogya.  Ada nama Yogya dibelakang nama twitter saya. Saya bangga jika kota Jogjakarta semakin terkenal.
Bahkan teman teman seprofesi pengayuh becak juga senang "kecipratan" rezeki karena jika saya kerepotan mendapat order antar turis naek becak saya, maka saya akan berikan order tersebut kepada teman teman profesi pengayuh becak yang lain yang saya pilih sendiri karena menyangkut nama saya juga.

Bagian Penutup
Nah itulah obrolan singkat saya dengan Mas Harry Van Yogya siang kemarin (Senin, 5 Agustums 2013). Sejak musibah bencana meletusnya gunung Merapi tahun 2006 yang lalu,  ayah tiga orang anak (Lucky, Kevin dan Agnes) ini sudah kehilangan istri tercintanya yang menjadi korban letusan Merapi. "Sejak saya menikah lagi pada tahun 2012 praktis kini saya punya dua rumah yang lama dan yang baru, anak saya terutama si Kevin kini bersekolah SMA di Jakarta, dan Agnes kini sudah berusia 7 tahun"

Saat artikel ini diturunkan akun twitter mas Harry Van Yogya sudah difollow 10.538 orang dan mungkin akan terus bertambah setiap harinya. Mas Harry yang pernah menjadi nominator penerima Anugerah Seputar Indonesia RCTI 2012 kategori Social Transformer ini ternyata pernah menyandang sebagai Mahasiswa SADAR (Sanata Dharma) selama 4 semester (2 tahun). "Saya dulu mahasiswa jurusan Matematika dan hanya bertahan 4 semester setelah itu nda melanjutkan lagi. Tidak DO (drop out) dan juga tidak keterangan apa apa alias ngilang begitu saja hehehehee" ungkapnya.

Mas Harry yang aseli Jogjakarta kelahiran tahun 1968 ini ternyata juga pernah diwawancarai oleh banyak media cetak dan elektronik termasuk memenuhi undangan undangan untuk memberikan pelatihan UKM dan juga pernah memberikan kuliah umum di. berbagai kampus di Jogjakarta.
 
Ketika ditanya sampai kapan mengayuh becak, Mas Harry yang ternyata mengerti bahasa Inggris dan bahasa Belanda ini akan tetap mengayuh becak. "Saya suka kebebasan dalam berusaha tentu dengan segala konsekuensinya dari profesi menarik becak ini, saya tidak pernah merasa mangkel jika dikecewakan turis saat memakai jasa becak saya karena saya sudah menganggapnya sebagai konsekuensi dari kebebasan yang saya pilih ini". (Asep Haryono)

4 comments:

  1. Plat YB 1304 KT itu ya plat nomer becak Mas, mirip seperti yang ada di kendaraan bermotor. Fungsinya sebagai penanda bahwa becak tersebut resmi dan sah beroperasi di jalanan. Nggak hanya becak, andong pun juga punya plat nomer itu. YB = Yogya Becak, KT = Kota.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @wihikan mawi wijnaAugust : Terima kasih atas kunjungannya. Saya sudah konfirmasikan kepada Mas Harry Van Yogya via Twitter, dan mas Harry sudah menjelaskan bahwa menurut aturan memang harus dilengkapi dengan surat surat dan plat nomor. Jadi bukan sekedar asesories

      Delete
  2. aih...keren banget sih Pak Harry ini...sungguh keren....banyak teladan dari beliau yang saya petik di artikel Pak Asep...saya juga ndak mau kalah dong, walaupun cuma ibu rumah tangga, juga pengen eksis kaya Om Harry ...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @khusna khairunnisa : Hiheihiehei iya memang luar biasa sekali mas Harry Van Yogya ini. Saya yang sudah bertemu langsung dan melakukan wawancara ini dengan beliau juga merasakan kekaguman yang sama dengan Bu Khusna :))))

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog