Jual Milagros disini
Loading...

DAY 02 : Rumah Pundak IV

Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Setelah semalaman istal alias istirahat total setelah pesawat Express Air yang membawa kami tiba di Bandara Internasional Adi Sucipto Jogjakarta sekitar jam 19.00 yang sudah saya tuliskan pada tulisan saya kemarin.   Nyenyak sekali istirahat saya malam itu pulas sepulas pulasnya hieiheihiehiee.

Ini adalah hari ke 2 (DAY 02) kunjungan saya sekeluarga di Jogjakarta dalam rangka Mudik Lebaran.  Sekedar informasi bahwa yang di Jogjakarta adalah kediaman dari orang tua istri tercinta, sedangkan orang tua saya berlokasi di daerah Kranji, Bekasi (Jakarta-red).  Lalu mengapa harus ke Jogja dahulu?  Karena biar praktis satu "putaran" rutenya yakni Pontianak - Jogjakarta - Bekasi - Pontianak.

Agenda hari ke 2 (DAY 02) ini pada umumnya dihabiskan di sekitar rumah saja yakni di Kecamatan Nanggulan, Pundak IV , Kulon Progo (1 jam kalau dari Bandara Adi Sucipto-red).   Rumah yang saya tempati selama kunjungan ini adalah milik keluarga istri, yakni rumah kediaman Bapak Ponijo.  Rumah yang sederhana namun cukup luas saya kira.  Di rumah ini pula saya dan istri mengikat janji alias melangsungkan pernikahan 8 (delapan) tahun yang lalu, 11 Desember 2013.

Rumah yang saya tempati selama kunjungan Jogja ini cukup besar atau mungkin lumayan besar dengan ruangan tamu yang luas.  Begitu luasnya ruangan tamu sampai anak anak saya puas berlarian ke sana ke mari di dalam ruangan. Mungkin karena sudah bosan dengan fasilitas serba lengkap di Pontianak jadi saat ada di Jogja semuanya seperti pengalaman yang mengesankan.  Semua serba sederhana, tidak ada kulkas seperti di Pontianak, namun apa pun itu justru ini yang selalu saya rindukan setiap kali berkunjung ke Jogjakarta.

Sederhana Namun Asyik
Kebetulan saja, mungkin karena saya suka travel (pengalaman travel ke Bali dari 2005-2010-red) jadi kebiasaan deh saya bawa sendiri "perlengkapan tempur' saya saat traveling misalnya BB, HP , laptop, Ipad , kamera digital, lengkap dengan charger, modem dengan kuota cukup, tas travel dan "pernak pernik" lainnya yang bisa membuat saya mobile dan siap melaporkan (ciee0 alias sharing kepada kawan kawan via blog dan media sosial.  Hari gene umum la yeawwwwww.

Saya pun lantas "survey" alias jalan jalan di sekitar rumah seperti berkunjung ke rumah sesepuh , ke Masjid , dan juga mengajak kedua anak anak saya lebih mengenal dusun atau desa ini.  Mereka jangan dimanjakan terus oleh "serba nyaman" hidup di perkotaan. Mengenalkan mereka akan kehidupan di kampung atau di pedesaan (cieee) dan melatih mereka mengenal alam dan hidup mandiri (ciee lagi).  Nah semuanya saya coba paparkan dalam bentuk dokumentasi foto foto. 

DEPAN : Iniah rumah yang kami tempati. Rumah Bpk Ponijo.  Foto Asep Haryono

LEBAR : Inilah ruangan tamunya. Nah cukup luas bukan.  Foto Asep Haryono

BAWA : Semua perlengkapan saya bawa : Hp, BB, Ipad, Laptop, Charger dan lain lain biat asyik
TPA : Anak anak TPA di Masjid sellau ramai.  Mereka ada yang puasa full loh.  Foto Asep Haryono

MANDIRI : Anak anak saya belajar memberi makan rumput kambing di belakang rumah.  Awesome.  Ini juga liburan yang menyenangkan buat mereka. Foto Asep Haryono

Berkunjung ke rumah sesepuh, Mbah Buyut yang sudah lansia.  Istri saya datang menjenguk mba.  Nah Kelak kita semua akan menjadi tua seperti mbah Buyut. Foto Asep Haryono

Menikmati LOTEK
Konon kata orang traveling atau melakukan kunjungan wisata tidaklah lengkap jika menikmati sajian khas kulinernya ya hiehihee.  Setelah pulang dari Shalat Magrib, saya pun langsung menyantap buka puasa beratnya dan mendapat suguhan spesial khas makanan Pundak IV Kulon Progo berupa "cap cai" dan "Lotek".  Nah nah apa pula makanan itu tu?

Lotek adalah makanan yang sangat mirip atau punya kemiripan yang sangat tinggi dengan Gado Gado pada umumnya namun yang unik komposisi di dalamnya tidak terdapat kentang.   Konten "Lotek" yang saya liat ada konten sayur, karbo dan juga protein hiehiheiee. Macam ahli gizi jak saya nih.  Hehehee. Bagi yang gemar pedas, jangan kuatir karena komponen bumbu kacangnya cukup pedas.

Saya sudah merasakan sajian "Lotek" khas Yogya ini.  Kalau mau buat sendiri mudah kok, nah kalau bingung gimana buat sambel kacangnya, ya praktis aja beli bumbu pecel hahahahaa.  Padahal kata orang Jogja, khasnya "lotek" ini salah satunya terletak di bumbu kacangnya.  Ia harus diracik alias diulek dengan tangan agar terlihat fresh gitu deh. Nah nah biar nda pada penasaran seperti apa "Lotek" bentuknya bisa dilihat dalam foto di bawah ini


Lotek

Capcai unik berupa bakwan yang diiris.  Ini "capcai" kampung hehehe


Barangkali ini saja dahulu laporan perjalanan saya di hari ke 2 (DAY 02) kunjungan saya di kota Jogjakarta atau tepatnya di Dusun Kembang, Nanggulan, Pundak IV, Kulon Progo.  Masih banyak agenda kunjungan saya di kota Jogjakarta yang Insya Allah akan saya tuliskan di blog setiap hari.  Bagi yang ingin dapat kabar dan informasi cepat dari saya silahkan follow twitter saya di @AsepHaryonoKGI ya.  Sampai jumpa di cerita Jogja saya di episod mendatang Insya Allah (Asep Haryono)


6 comments:

  1. wah lagi dijogja nich, mudiknya lancar ya...
    kulonprogo desanya sangat asri ya pak..kalau saya dijogjanya malah panas hawanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @MbaIis : Hi hi mba. Iya nih hihihie. Terima kasih atas kunjungannya. Saya masih belum sempat blogwalking kemana mana makanya sepi pengunjung hieieiee. Tapi tak apa, yang penting menulis jalan terus.

      Iya mba lokasinya di kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo (West Prog)

      Delete
    2. wo dinanggulan to, lumayan agak jauh dari jogja pak..hehheee, mumpung mudik pak keliling jogja sampai sepuasnya

      Delete
    3. @Mba Iis : Hiheiiee maunya sih gitu keliling Jogjakarta sepuasnya, tapi kayaknya nda sanggup deh hihihieheee.

      Terbatas waktu dan kesempatan. Padahal guide dari koran Kedaulatan Rakyat edisi kemarin memuat peta obyek wisata dan kuliner Jogja 2013 lengkap banged Hihiehiee.

      Delete
  2. Wah, pak Asep...masih di Jogja kah ini? Senang pastinya berkumpul dengan keluarga besar ya...apalagi di dusun yang keadaannya tentu lebih nyaman dan tenang daripada di kota besar, seperti rumah orang tua saya, di dusun yang letaknya agak pelosok. Moment mudik menjadi sangat bermakna kala keluarga menyambut kedatangan kita dengan peluk dan cium hangat...jadi haru, saya nggak mudik.

    ReplyDelete
  3. Langsung inget masakan ibuk ku pak,

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog