Jual Milagros disini
Loading...

Pengalaman Mengurus Pergantian Paspor Di Kantor IMIGRASI

Gambar dari Internet
Catatan Asep Haryono

Akhirnya setelah sekian lama sejak memasuki bulan suci Ramadhan nyaris tidak ada postingan baru. Secara kebetulan beberapa hari yang lalu saya dicolek oleh mas Rawins melalui akun twitternya "kemana aja pak, blognya tidak diupdate apa reading list saya yang error". 

Wah rupanya rupanya sentilan mas Rawins "Master Tower" ini memang ada benarnya, setidaknya menyiratkan mas Rawins, seorang bapak yang wajahnya punya kemiripan yang amat tinggi dengan juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Mas Johan Budi,  itu memang ada benarnya.  Saya kadang kena penyakit "M" alias malas.  Hhiheiehiheiheiheee


Tidak terasa 4 (empat) tahun setelah kunjungan saya dalam rangka menghadiri pertemuan pemuda se Asia Tenggara yang dikenal dengan kegiatan YES (Youth Engagement Summit) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur pada tanggal 16-18 Nopember 2009 lalu, akhirnya paspor Republik Indonesia saya habis masa berlakunya.  Sebenarnya niat sudah lama ada mau memperpanjang Paspor namun karena melihat istri tercinta sudah lebih dahulu kelas paspornya dalam rangka ikut seleksi beasiswa ADS, saya pun jadi semangat lagi, dan kali ini ditekadkan untuk diwujudkan.  Berikut catatannya.

Gambar dari Internet
Tidak seperti kebanyakan mereka yang traveler beneran yang pasti sudah banyak halaman yang sudah di cap di paspornya nya dimana banyaknya cap adalah banyaknya negara yang berhasil mereka kunjungi.  Nah paspor lama saya nyaris masih banyak halaman yang masih kosong alias bersih tidak ada cap atau stempelnya. Hhahahahaa.

Karena paspor saya sudah habis masa berlakunya (Terakhir saya ingat expire nya bulan Nopember 2010 kalau tidak salah-red), saya pun memutuskan untuk memperpanjang (extend) paspor saya. 

Namun dalam istilah Imigrasi Republik Indonesia sebutan istilah "memperpanjang" paspor tidak lazim.  Tidak seperti SIM atau KTP yang pada umumnya biasa disebut "memperpanjang" SIM , STNK dan KTP , maka untuk paspor tidak dikenal sebutan "memperpanjang".  Yang ada adalah sebutan "pergantian" paspor baru atau membuat paspor yang baru. Siapa yang kepengen panjang? :P

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian disebutkan bahwa untuk mendapatkan paspor baru (atau mendapatkan pergantian paspor baru) maka beberapa syarat di bawah ini wajib dimiliki.  

Misalnya antara lain Foto kopi Kartu Keluarga (KK), Fotokopi Ijazah Terakhir, Foto Kopi KTP yang masih berlaku (Yang sudah telat ya jangan la yawww), FotoKopi Buku Nikah (ini alternatif jika KK tidak ada atau tidak siap), dan juga surat pengantar dinas si pemohon baik swasra atau pemerintah.   Semua syarat ini saya sudah siap.  Maka saya pun langsung melabrak (eala bahasanya-red)  Kantor Imigrasi yang terletak di jalan Soetoyo Pontianak itu.

  1. Ke Loket Pengambilan Formulir - Gratis
    Hal pertama adalah saya mendatangi loket pengambilan formulir isian permohonan paspor yang kalau di kantor Imigrasi kelas I Pontianak letaknya ada diluar. Mirip dengan loket karcis Bioskip eh salah bioskop gitu deh.  Anda juga bisa sekalian foto kopi KTP atau apa saja di loket ini.  Setelah diperoleh formulirnya kemudian diisi secara lengkap.


    LOKET : Ambilah formulir permohonan paspor di loket ini.  Ini loket formulir di kantor Imigrasi Kelas 1 Pontianak.  Foto Asep Haryono


    FORMULIR :  Anda akan menerima 1 paket formulir isian permohonan paspor. Isilah dengan huruf cetak dan pulpen warna apa saja. Tidak harus warna hitam. Isi dengan benar dan lengkap ya.  Foto Asep Haryono
  2. Mengambil Nomor Antrian Permohonan Paspor.
    saya melampirkan formulir permohonan yang sudah diisi lengkap dengan fotokopi KTP, KK, Ijazah terakhir (Tidak perlu ada legalisir segala-red), dan juga buku paspor yang lama yang sudah habis masa berlakunya.  Semuanya dimasukkan dalam map yang sudah disediakan saat mengambil formulir seperti di poin 1.  Saya ke bagian loket pengambilan Nomor Antrian Permohonan paspor yang bentuknya kertas kecil mirip print out saat kita ambil duit di ATM. Gitu deh
  3. Duduk, dan tunggu dipanggil
    Duduklah dengan manis sambil menunggu nomor dipanggil,  Menunggu adalah salah satu hal yang sangat membosankan buat saya, maka sembari nunggu nomor antrian saya dipanggil saya pun sibuk Pesbukan sama Twitteran di perangkat BB jadul saya. Hiheiheiheiee. Lumayan lah buat menemani kebosanan saya menunggu nomor urut saya disebut.   


    SCREEN :  Perhatikan apakah nomor antrian anda tercetak di layar komputer di dinding, atau dengarkan baik baik dari pengeras suara.  Begitu nama anda disebut segeralah ke loket yang sudah ditentukan.  Foto Asep Haryono


    "Nomor antrian Axxxxx silahkan keloket 1" begitu nomor urut disebut saya pun mendatangi loket yang sudah ditunjuk oleh pengeras suara dan juga dalam screen di ruangan tengah, begitu pemeriksaan berkas dicek ulang oleh petugas Imigrasi, saya pun diberikan secarik kertas wangu ungu yang bertuliskan nama saya, tanggal pemasukkan berkas dan tanggal kembali ke kantor Imigrasi.

  4. Bayar , Foto BioMetrik, Wawancara dan Sidik Jari

    Bayar

    Begitu saya datang di hari yang sesuai dengan dengan kertas Ungu yang saya terima di Poin 3 di atas saya pun mendatangi Loket Pembayaran Paspor yang sudah disediakan dan menaruk kertas Ungu itu tadi ditumpukan di atas meja bersama dengan kertas ungu dari pemohon lainnya. Yah mirip dengan ngantri mbayar angsuran Motor di kantor pos gitu deh, Ditumpuk tumpuk gitu hihihihi.

    Saya pun kemudian dipanggil, dan langsung diberikan "tiket'" atau kertas kecil lagi yang berisi nomor Antrian untuk membayar.  Saya pun duduk dengan manis lagi, memainkan BB jadul saya lagi sambil menunggu nomor saya disebut untuk membayar. Hahahaha. Banyakan menunggu ya. Hihihihihi.
    SABAR : Duduk dengan manis sambil menunggu nomor antiran anda disebut atau dipanggil.  Silahkan buat kesibukan selama menunggu ya. BBM kek, SMS an kek atau baca koran kek.  Foto Asep Haryono

    "Nomor antrian Azxxxx silahkan ke loket keuangan"  ahaaa dipanggil dah e.  Nah saya pun  langsung menuju loket pembayaran Biaya Paspor.  Kalau menurut Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian maka biaya Paspor Biaya 48 Halaman kayak saya sebesar Rp.200.000,-.   Namun praktek dilapangan jadi "membengkak" menjadi Rp.255.000,-  Jangan tanya sama saya mengapa bisa beda gitu.  Saya hanya bercerita pengalaman mengurus pergantian paspor aja di blog ini.

    Foto, Sidik Jari, dan Wawancara

    Urusan mbayar membayar beres di loket, saya pun kembali mendapat "Tiket mini" lagi yang berisi nomor urut antrian untuk Foto Biometrik, Sidik jari dan wawancara dalam "satu paket" nomor antrian. Hieiheihee. Saya pun duduk manis lagi menunggu antrian alias nunggu nomor saya disebut lagi hiehiehihee. 

    Gbr dari Temp
    "Nomor Antrian Axxxx silahkan ke loket bla bla bla" Horee begitu nomor antrian saya disebut saya pun masuk ke ruangan Imigrasi untuk Foto.  Saya pun duduk dan siap di foto. Yah mirip foto perekaman data saat mengurus E-KTP gitu deh.  "Mas bolehkan saya difotonya sambil senyum" rengek saya kepada petugas. "Foto biasa aja pak jangan keliatan Gigi" jawab petugas.  Nda boleh niyeee.   Foto selesai, saya pun diwawancara super cepat alias cuma ditanya 1 pertanyaan saja. :"Buat apa paspornya pak" tanya petugas. "Buat jalan jalan aja pak, Wisata" Jawab saya enteng.

Saya pun keluar dari ruangan tersebut, dan sambil membawa :"tiket:" lagi hiehiehiee.  Sudah tiga kali duduk menunggu nomor antrian, dan sudah tiga kali dapat "tiket mini" nomor antrian.  Nah tiket saya yang terakhir ini sudah final alias siap ambil paspor yang sudah jadi. Di kertas mini yang bentuknya mirip secarik kertas setengah ukuran kuator tercetak rapih print out komputer tercantum No Paspor baru saya dan tanggal pe ngambilan paspor jadinya.  

Saya mengajukan atau mengurus pergantian paspornya pada tanggal 22 Juli 2014, dan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian disebutkan Waktu penyelesaian permohonan paspor paling lama 4 (empat) hari kerja. Dan syukur Alhamdulillah passpornya sudah selsai dan sudah saya terima dengan baik pada tanggal 26 Juli 2013.  Yang unik di sini adalah paspor lama saya juga dikembalikan ke saya.  Hanya di lembaran foto aja yang telah digunting oleh pihak Imigrasi - mungkin untuk kemanan dan tidak dipakai orang. Mungkinlah. I don't know. You tell me.   (Asep Haryono)

9 comments:

  1. emang mau kemana pak??
    Ajak-ajak Gia doooonggg ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau ke timor timur. syukuran ada temen jadin kades di sana. gundul sekarang kepalanya.

      Delete
  2. Makasih impohnya, gan!

    *ngumpet*

    ReplyDelete
  3. jaman pertama saya ngurus paspor di cilacap dulu, yangpetugas motret cantiknya minta ampun. jadilah di foto saya kayak monyet disumpit.

    ReplyDelete
  4. pak asep kenapa blognya..?
    kenapa ga pernah muncul di dashboard sih
    kirain libur panjang ngeblognya...

    ReplyDelete
  5. aku belum pernah punya pengalaman.

    ReplyDelete
  6. Mantap mas, membaca tulisannya dari awal sampai selesai seolah-olah kita sudah berada di ktr imigrasi Pontianak, lengkap dengan gambar-gambarnya.. Sekarang sudah ada online juga mas pembuatan paspornya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Qumay : Alhamdulillah. Terima kasih atas kunjungannya ya. Hiehiehiee. Iya sekarang sudah ONLINE. Tapi saya senangnya ngruus langsung Mau tau seperti apa prosedur atau Birokrasinya hiehiehiehiee. Makasih sudah mampir ya

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog