Jual Milagros disini
Loading...

Juara Yang Tidak Juara

Dari Kompetisi Blog Booth INTEL di Pameran EXPO IT PCC Pontianak 9-14 Mei 2013

Catatan AsepHaryono

Baru baru ini Pameran Komputer yang diberi nama Pameran Komputer Nasional IT EXPO berhasil digelar dengan sukses di gedung Pontianak Convention Center (PCC) Pontianak dari tanggal 9 s/d 14 Mei 2013 kemarin.  Berbagai produk anyar Teknologi Komputer beserta perangkat lainnya diusung dalam pameran komputer tersebut mulai dari aneka laptop, notebook, ultrabook, scanner, printter, fotography, dan masih banyak pernak pernik teknologi berbasis chip yang canggih lainnya ditawarkan kepada masyarakat.

Salah satu stand yang menyedot banyak perhatian booth INTEL yang terletak dibagian tengah gedung Pontianak Convention Center (PCC) tersebut.  Bukan karena bentuk standnya yang menarik setiap mata yang memandangnya dengan dominan warna biru, tetapi terletak pada aktifitas stand tersebut.

Berbagai even menarik ditawarkan stand INTEL untuk memikat para pengunjung pameran misalnya seperti pemberian harga yang kompetitif untuk produk INTEL yang dibeli pengunjung dengan hadiah yang menarik. Juga kegiatan aneka kompetisi pun digelar booth INTEL yang boleh diikuti oleh para pengunjungnya seperti Kompetisi Fotography, Kompetisi PES dan Kompetisi Blog.   Khusus pada Kompetisi Blog sendiri sudah berakhir dan keputusan sementara Juara Pertama diraih oleh saudara Tomi Harianto dengan nilai tertinggi 85 dengan judul tulisan "Intel, Processor Mengagumkan Anti Rewel".

Ketentuan Juri
Sebelum saya menuliskan catatan mengenai penyelenggaran Kompetisi Blog Booth INTEL pada Pameran IT EXPO di Pontianak Convention Center (PCC) kali ini saya ingin menyamakan persepsi dahulu dengan para pembaca sekalian yang budiman.  Sebagai finalis di ajang kompetisi Blog booth INTEL tersebut saya menghormati keputusan Juri dan atau panitia penyelenggara yang mempunyai keputusan yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Jadi dengan sama nya persepsi saya dengan para pembaca sekalian, saya harapkan catatan ini tidak menimbulkan kesan bahwa saya ngotot untuk menjadi juara.  Itu bukan tipe saya.  Saya sudah beberapa kali pengalaman mengikuti berbagai kompetisi blog yang diselenggarakan baik di tingkat lokal maupun nasional.  Menang atau kalah adalah hal yang biasa.  

Saya terakhir mengikuti kompetisi Blog yang diselenggarakan oleh Street Directory untuk katagori Blog Kuliner dengan predikat Pemenang hiburan.  Kemudian mengikuti kompetisi Desain Blog yang diselenggarakan Oleh Kominfo Kabupaten Kubu Raya dalam rangka Pekan IT EXPO Kominfo KKR bulan Juni 2012 dengan predikat Juara I.

Mari kembali kepada catatan ini.  Dalam technical Meeting atau Tutor Session  yang diadakan pada tanggal 12 Mei 2013 Bapak Beni Sulastiyo yang ditunjuk oleh INTEL untuk menjadi Juri tunggal atau satu satunya Juri dalam kompetisi blog ini memberikan pengarahan kepada para calon peserta termasuk saya di dalamnya.  Salah satu kriteria atau ketentuan yang beliau sampaikan kepada para peserta secara lisan adalah panjang tulisan tidak boleh lebih dari 250 kata.   Hal  tersebut diamini oleh para peserta dalam pengertian para peserta tidak ada masalah dengan ketentuan tersebut.

Untuk skala penilaian karya lomba Juri Bapak Beni Sulastiyo menekankan ada tiga aspek penilaian yang akan diterapkan dalam Kompetisi Blog booth INTEL ini yakni  Pertama, kualitas artikel skor 60 poin.   Kedua,. kreatifitas skor 20 Poin.  Ketiga , tampilan blognya skor 20 Poin. 



Sekilas Mengenai Hadiah
Dalam kompetisi Blog booth INTEL kali ini pihak panitia penyelenggara dalam hal INTEL hanya memberikan 1 (satu) buah hadiah UTAMA yakni sebuah Laptop.   Dalam pengertian bahwa hanya ada 1 (satu) orang pemenang saja yang mendapatkan hadiah utama berupa Laptop itu tadi.  Tidak ada itu yang namanya Juara II, Juara III.  Bahkan juara Harapan I, II dan III pun tidak ada.

Idealnya dalam sebuah kompetisi apa pun pada umumnya terdapat minimal 3 (tiga) orang pemenang yakni Juara I, Juara II dan Juara III.  Bahkan sering ada Harapan I, Harapan II dan Harapan III.  

PEMENANG Ini  dia adalah pemenang utama Kompetisi PES yang diselenggarakandi Stand INTEL. Saya sempat mengabadikan fotonya saat serah terima hadiahnya. Selamat ya. Saya sempat memberikan kartu nama saya kepadanya. Foto Asep Haryono

Bahkan ada yang unik berbeda istilah musalnya Juara Fav pilihan pembaca dan berbagai macam istilah lannya.  Ini sebenarnya optional atau pilihan tergantung mood nya si penyelenggara.  Kadang juga tergantung dana panitia atau pihak sponsor even tersebut.   Tapi biasanya sekali lagi minimal terdapat 3 pemenang itu tadi. Yakni Juara I,. II dan III.

Bagaimana dengan Sertifikat pemenang atau piagam penghargaan.  Menurut pendapat saya ini juga pilihan (optional) saja tapi cukup menarik.  Bahkan bagi sebagian orang sertifikat pemenang atau piagam penghargaan apa pun akan menjadi memory atau kenang kenangan yang indah bagi pemiliknya.

Akan menjadi kebanggaan bagi dirinya bahkan kalau perlu dibingkai indah dan digantung di ruang tamu sebagai bukti ini loh saya pernah ikut kompetisi bla bala.  Ada piagam penghargaan atau sertifikatntya. Dahsyat sekali rupanya selembar Piagam atau sertifikat ini bagi pemiliknya  


Juara Blog Melanggar Ketentuan Juri
Hal mengejutkan terjadi setelah proses penjurian selesai dengan diumumkannya Juara I atau pemenang Kompetisi Blog booth INTEL saudara Tomi Harianto dengan judul tulisan "Intel, Processor Mengagumkan Anti Rewel" tersebut panjang tulisannya berdasarkan penghitungan jumlah kata (word count) sebanyak 576 kata.   Hal ini sudah jelas tidak sesuai ketentuan yang  ditetapkan oleh Juri Bapak Beni Sulastyo.

Untuk menghindari hal hal yang tidak diingkan seperti menghilangkan barang bukti , saya sudah melampirkan screen shot  blog sang juara.





Naskah nya :
=============================================================
Intel, Processor Mengagumkan Anti Rewe
l

Saya adalah pemilik Klinik Komputer yang melayani jasa reparasi dan pengadaan komputer. Saya telah lama merekomendasikan penggunaan processor Intel kepada seluruh customer saya. Baik untuk keperluan PC maupun  laptop. Setidaknya ada 2 alasan saya merekomendasikan processor Intel kepada customer saya. Yang pertama saya tidak mau customer saya komplain karena kinerja computer atau laptop yang mereka beli tidak dapat bekerja secara maksimal. Jika mereka komplain, maka imbasnya tentu saja kepada saya. Saya akan kehabisan banyak waktu dan tenaga untuk menyelesaikan persoalan keluhan customer. Kedua, teknologi yang diterapkan oleh intel sangat relevan dengan kebutuhan customer saya yang sebagian besar adalah para pekerja industri kreatif dan perkantoran. Dengan teknologi hypertrading di dalam processor Intel, dua pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan, karena sistem operasi yang terinstal di dalam computer atau laptop customer saya akan membaca dua processor sekaligus. Selain itu dengan teknologi turbo boost yang dimiliki Intel, kecepatan komputer dapat digeber hingga 3 Ghz secara otomatis, walaupun komputer kita diawali dengan pekerjaan aplikasi ringan yang sudah dapat jalan pada kecepatan 1,6 Ghz. Dan yang terakhir, teknologi HD Graphics yang ada dalam processor jenius ini memungkinkan para customer saya menikmati berbagai hiburan visual seperti menonton video atau main game dengan tampilan gambar yang sangat mengagumkan. Irawan Kusuma (26 tahun), salah seorang customer saya yang begitu menikmati bekerja dengan computer berprocessor Intel. Sebagai seorang disainer grafis ia memerlukan computer yang cepat, mampu menjalankan beberapa aplikasi desain grafis yang berat secara sekaligus. Ia juga memerlukan sebuah laptop yang dapat melakukan aktivitas browsing, surving, sekaligus mendengarkan alunan music dengan fasilitas multimedia tanpa harus menutup aplikasi utama. Ia sangat terbantu dengan teknologi Intel yang mampu menunjang profesinya sebagai seorang disainer grafis. Dengan processor Intel ia tak pernah mengalami masalah walau harus seringkali menggunakan computer selama 24 jam non stop! “Benar katamu, Tom. Intel itu, memang processor yang dahsyat! Sungguh mengagumkan”, ujarnya kepada ku suatu waktu. Baca testiomoni Irawan Kusuma selanjutnya di sini. Tri Angga (28 tahun), salah satu customer saya yang lain adalah seorang disainer interior yang juga telah merasakan kedahsyatan teknologi Intel. Setiap hari ia harus menjalankan laptopnya dengan aplikasi disain bangunan yang berat. Bahkan setiap hari beberapa aplikasi disain bangunan seperti Auto Cad, Google Scethcup harus bekerja bersamaan dengan aplikasi pengolah grafis lainnya yang tak kalah berat, seperti Corel Draw dan Photoshop. Tak hanya itu, aplikasi browsing atau surfing dan alunan music juga selalu ready terpasang di laptopnya. Sebelum menggunakan processor Intel, laptopnya selalu rewel. Biasanya diawali dengan suhu laptop yang naik diikuti dengan melambatnya kinerja dan berpuncak kepada hang. Sungguh menyeballkan, Namun setelah menggunakan laptop yang berprocessor Intel, pengalaman buruk tersebut berganti dengan pengalaman yang menyenangkan. “Hanya Intel yang mampu menjawab keperluan saya. Pekerjaan saya memerlukan kecermatan. kecepatan dan tampilan grafis yang detail. Tak hanya itu, saya juga memerlukan fasilitas multimedia untuk menemani kesibukan saya. Laptop saya tak boleh rewel, apalagi sampai hang. Dan itu semua hanya terjawab  dengan processor Intel yang mengagumkan ini”, ujarnya pada ku.  Untuk membaca testimony Tri Angga silahkan klik di sini. Telah lebih dari 2 tahun kedua customer saya yang juga para pekerja work holic ini menggunakan processor Intel pada PC dan Laptopnya. Dan hingga detik ini, tak pernah satu kalipun saya mendengar mereka mengeluh tentang kinerja komputernya.   Sebagai pemilik Klinik Komputer, saya tak mau ambil resiko. Saya selalu merekomendasikan Intel di setiap PC dan Laptop Customer saya. Saya sangat yakin dengan kehandalan processor cerdas ini. Processor Intel tak hanya mengagumkan, tapi juga processor yang anti rewel. I love Intel!
=============================================================
Totalnya :  576 kata

Kesimpulannya adalah bahwa Juara I atau pemenang Kompetisi Blog booth INTEL saudara Tomi Harianto dengan judul tulisan "Intel, Processor Mengagumkan Anti Rewel" tersebut panjang tulisannya berdasarkan penghitungan jumlah kata (word count) sebanyak 576 kata.   Hal ini sudah jelas tidak sesuai ketentuan yang  ditetapkan oleh Juri Bapak Beni Sulastyo.

Salah Itu Manusiawi

Ketika panjang tulisan pemenang kompetisi blog ini saya konfirmasikan kepada Juri Bapak Beni Sulastiyo melalui pesan Surel (Surat elektronik) atau Email, secara mengejutkan beliau juga baru tahu setelah memindahkan karya pemenang ke dalam word guna mengetahui banyakknya kata yang dipakai (word count).  Beliau dalam emailnya kepada saya mengungkapkan penyesalannya dan permohonan maaf karena sudah subyektif dan  tidak memindahkan naskah blog ke dalam word saat melakukan analisa.   Padahal pengumuman para pemenang sudah terlanjur disebarkan dan disampaikan kepada para peserta.

Dalam kesempatan tulisan ini saya menyampaikan rasa hormat, terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Juri Bapak Beni Sulastiyo yang dalam kapasitasnya sebagai Juri Tunggal yang ditunjuk oleh INTEL sudah mengaku subyektif dalam memberikan penilaian.   Tidak banyak juri yang berjiwa besar seperti yang dilakukan oleh Juri Bapak Beni Sulastyo ini.  Dalam kesederhanannya dan keterbatasannya sebagai Juri.  

Sebagai konsekuensinya Juri Bapak Beni Sulastiyo menjanjikan akan mendiskusikan hal ini kepada INTEL untuk mendapatkan kebijaksanaan atas keterbatasannya itu termasuk di dalamnya opsi untuk menerapkan sanksi (hukuman) berupa pengurangan nilai (poin) pemenang untuk penilaian artikel..    Saya pun meminta pendapat Pimred Pontianak Post, bapak Drs B Salman , untuk kasus seperti ini dan beliau menyampaikan bahwa opsi pengurangan Poin memang dapat diterapkan jika peserta lomba melanggar ketentuan Juri.

ARAHAN : Bang Beni Sulastiyo dari swadesiprinting saat memberikan penjelasan tentang kompetisi blog stand INTEL. Foto Asep Haryono

Secara analogi seperti dalam lomba berpidato.  Peserta yang memberikan pidato dengan waktu yang panjang lebih dapat menjelaskan sesuatu dengan lebih jelas dan detail. Timbul pertanyaan.  Apakah pemenang lomba tidak mengetahui bahwa salah satu ketentuan kompetisi blog  adalah maksimal 250 kata?.  Apakah pemenang sengaja?.  Bagaimana jika pemenang mengetahui bahw blognya menjadi pemenang namun ternyata dikemudian hari diketahui melanggar ketentuan Juri?


Menanti Keputusan FINAL dari  INTEL
Dalam berbagai ajang lomba, mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran bisa diberikan sanksi didiskualifikasi atau dicopot gelarnya jika ketahuan.  Analoginya adalah olah raga.  Jika sang juara akhirnya diketahui menggunakan obat maka gelar juaranya bisa dicopot atau dibatalkan. Ini sudah banyak terjadi.  Idealnya memang Juri seharusnya lebih dari satu. Minimal ada 2 Juri dalam setiap lomba sehingga keputusan yang diambil adalah obyektif dan bukan subyektif.

Peran Juri Bapak Beni Sulastyo sudah selesai.  Tugas yang diembannya sebagai Juri Tunggal dalam kompetisi Blog booth stand INTEL sudah dilaksanakan dengan baik oleh beliau.   Two thumbs buat beliau karena sportifitasnya yang luar biasa, dan keterbukaanya dalam analisa karya lomba blog membuat saya kagum. Saya sangat mengapresiasi open mind beliau.   Salah itu manusiawi. 

Kini keputusan FINAL sudah dikembalikan kepada INTEL selaku penyelanggara kompetisi Blog      Seperti yang sudah saya sebut di atas apa pun keputusan Juri adalah multak dan tidak dapat diganggu gugat.  Saya sebagai finalis turut mengucapkan selamat kepada pemenang Kompetisi Blog Stand INTEL di pameran EXPO IT di PCC tahun 2012 ini, yakni saudara Tomi Harianto

Saya sudah membaca tulisan blog Tomi Harianto.  Saya kira saya sepakat dengan Juri Bapak Beni Sulastiyo bahwa tulisan Tomi Harianto sangat bagus dan akan sangat mampu mengangkat nama INTEL  Tulisan Tomi Harianto memang pantas Juara hanya saja tulisannya tidak sesuai dengan ketentuan Juri.  Seperti yang saya sebut di atas menang atau kalah adalah hal yang biasa.  Walaupun begitu ketentuan dari Juri harus dihormati dan dihargai   Kini keputusan FINAL terpulang kepada INTEL. Menang dengan sportif.  Kalah dengan terhormat.(Asep Haryono)

==============================================================
Hasil Penilaian Kompetisi Blog
Stand INTEL pada EXPO IT di PCC 9-14 Mei 2013
Oleh Juri Bapak Beni Sulastiyo (INTEL)

-----------------------------------------------------------------------

Tomi Harianto (Juara I)
"Intel Processor Mengagumkan Anti Rewel"
http://klinikkomputer.weebly.com

Score : 85


Asep Haryono (Juara II)
"INTEL Wow KerenBangeeed"
http://montesorricomputer.blogspot.com

Score : 75

Sutanto Wijaya (Juara III)
"The Amazing INTEL - Intel yang mengagumkan"
http://amazing-intel.blogspot.com/2013/05/the-amazing-intel-intel-yang-mengagumkan.html

Score : 70


Catatan Tambahan :
Hanya Juara I saja yang mendapatkan hadiah yakni sebuah LAPTOP.  Juara II, Juara III dan seterusnya tidak mendapatkan apa apa.   Karena dalam kompetisi Blog pihak penyelenggara hanya memberikan hadiah untuk 1 orang pemenang saja.  


================================================================

92 comments:

  1. Sedikit banyak aku sudah tahu tentang masalah ini karena dahulu kita pernam mendiskusikannya di twitter. Aku rasa Kang Asep mempunyai hak untuk melakukan peninjauan ulang dan diharapkan ada follow up dari pihak penyelenggara terhadap hal ini. Pokoknya bagiku, Kang Asep tetap yang paling keren. Tenang saja, Kang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Benar sekali, kita sudah mendiskusikkannya di Twitter bebeberapa hari yang lalu. Menang atau kalah adalah hal yang biasa buat saya. Tapi Peraturan dan ketentuan JURI harus DITEGAKKAN, diHargai, dan dihormati oleh para peserta semuanya.

      Delete
    2. kalo jurinya kayuak wonder woman, saya akan tetep seneng.

      Delete
    3. wonder women lagi

      Delete
    4. Ya sudah pasti keren lah. WOnde Women kalau bang Zach yang punya pasti keren sekeren kerennya. HIhieieie. Yang laen lewaaaaaaaaaaaaay

      Delete
    5. kang asep keren..saya sepakat :-)

      Delete
  2. Salah satu klarifikasi menarik,

    semangat yah pak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @asmari : Benar sekali. Saya memang mempertanyakan hal ini kepada Juri tunggal, dan beliau sudah mengaku belum sempat memindahkan naskah lomga ke word saat dilakukan analisa. Kadung pengumuman sudah diumumkan.

      Menurut pendapat saya sih Pengurangan poin juga kurang tepat karena si juara termasuk melakukan pelanggaran cukup fatal. Dari ketentuan maksimal 250 kata, si juara menulis di atas 500 kata. Bukankah itu 100 persen pelanggarannya.

      Jika menulisnya sedikit di atas 250 kata bolehlah dilakukan pengurangan poin. Dalam berbagai lomba, jika juara ketauan melakukan pelanggaran gelar juaranya bisa dicopot atau didiskualifikasi. Saya hanya mempertanyakan saja. Menang kalah hal yang biasa buat saya

      Delete
    2. saya malah bisa menang kayaknya dengan cukup bikin karangan 5 kata aja: "INTEL lebih hebat daripada Intelijen."

      Delete
    3. itu sudah lebih dari 5 pak... anda di diskuali..

      Delete
    4. baiklah, tapi awas ya taksandera jurinya

      Delete
    5. Weeeeeeee kala Jurinya saya lebih serem lagi. Saya suruh icip icip Klepon bang Zach nanti hiehiehiehiehiee

      Delete
  3. pak asep.. lama gak kemari hoho
    habis keluar dari tahanan ya *ehh :D

    sampeyan kok menang terus ya.. hebat nih, saya belum pernah ikut kompetisi yang segitu gedenya.
    itu sengaja bikin belognya??

    intel awesome.. kebetulan gebetan saya namanya sidell dia cucunya intel kan.. haha
    sidell yang selalu menemani saya ngeblog, semoga sidell bisa menghasilkan... *ngarep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Miz Tia : hiehiehie iya nih mungkin karena kesibukan yang luar biasa sehingga menyebabkan saya jadi jarang Blogwalking. Insya Allah jika ada kesempatan saya akan melakukan kunjungan dinas lagi,alias blogwalking seperti dulu lagi hihihihiheihieiee.

      Iya Prosesor INTEL memang yahud, dan luar biasa. Saya suka dengan prosesor INTEL. Wah wah ternyata INTEL punya cucu juga ya hihieiehiehiheiee. Ya smoga Sidell bisa menghasilkan sesuai harapan Miz Tia hhiheihehiee

      Delete
    2. Mbak Tia, kang Asep kali kalaaaah, hik.

      Delete
    3. lagi kalah kang... lagi kalaah..

      Delete
    4. iyaaa, kalah kan. hihi

      Delete
    5. Heihehieee. Ya ya kalau KALAH ya sudah nasib hiehiheiiehihee

      Delete
  4. ikut lomba ga apa-apa kalah
    tapi untuk cinta jangan mengalah

    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anisayu : Hahahahhaa. Iya bener sekali mba e. Hiehiehiee. Menang atau kalah adalah hal yang biasa iheiheiiee. Tapi urusan cinta memang harus diperjuangkan agar menang.

      Makanya saya JUARA dan berhasil menang merebut hati dia yang kini sudah menjadi istri saya tercinta dan sudah memberikan 2 anak. HIheihieheiee

      Delete
    2. nah, kalo mbak anis ikutan lomba puisi intel, mungkin boleh juga tuh.

      Delete
    3. @Anisayu : HIheiiee mba Anis enaknya lomba Puisi CInta INTEL saja, dan mba Anis jadi jurinya eiieiehiehiheiehiehiee. Saya sepakat saja sama bang Zachflazz hiheiheihee

      Delete
    4. @Mas Asep ...

      cinta seperti milikmu
      yang wajib ditiru
      memperjuangkan cinta tanpa ragu
      dan ga menyerah sampai ketitik restu

      hehe

      @Mas zachflazz..

      aku mau ikut di acara lomba
      tapi setuju jadi jurinya
      sebab kalau jadi peserta
      nanti aku malu jadi juara
      sama mas Asep yg telah sukses dg istrinya
      karena saya belum ada bukti menikah dg dia
      yang aku cinta ...

      hehe

      Delete
    5. Wah wah puisinya indah sekali. Ini pantas jadi Juara O nih. Kan Juara O lebih tinggi dari juara 1 bener kan. Selamat mba, Juara 0

      Delete
  5. #apa kabar kang Asep


    Sptnya prosesor Intel msh berada di urutan teratas ya Kang.

    Dan ketentuan membuat tulsan dlm 250 kata, harusnya jka melebih dr 250 kata tdk lolos babak administrasi awal kan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ririe Khayan : Juri Tunggal Bapak Beni Sulastyo sudah mengakui bahwa dia tidak memindahkan naskah blog online ke dalam WORD untuk diketahui Word Countya saat beliau melakukan analisa atau penilaian. Beliau baru tau setelah pengumuman sudah dikeluarkan dan sudah disampaikan kepada para peserta.

      Saya menerima permohonan maaf beliau. Beliau sudah mengaku itu adalah kesalahan subyektif. Saya kira manusia wajar saja. Kita semua juga pernah salah dan pernah khilaf.

      Kini keputusan akhir akhirnya kembali kepada INTEL. Saya kira apa pun keputusan Pihak penyelenggara adalah MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat. Saya hanya mempertanyakan saja. Karena si Juara melakukan pelanggaran ketentuan yang ditetapkan JURI maksimal 250 kata.

      Apakah INTEL akan melakukan pengurangan NILAI POIN si Juara? Atau malah akan didiskualifikasi? Memang kalah hal yang biasa buat saya. Tapi bagaimana Ketentuan JURI dan Peraturan yang sudah dibuat harus diLAKSANAKAN dan DITEGAKKAN itu saja

      Delete
    2. jurinya dikasih klepon dulu, biar jadi pinter dan manusiawi.

      Delete
    3. Hiehiehiee. Ada ada aja nih Bang Zach. Nanti kalau dia sampai baca urusannya bisa berabe saya hieiehiheiheiehie

      Delete
  6. kunjungan pertama kang... kren tuh postingannya kang, semoga makin sukses, wah - wah mantep kang dapet juara II, siip deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yono Karyono : Terima Kasihs udah mampir. Belum final mas. Ini masih menunggu pengumuman resmi dari INTEL. Jika INTEL melakukan peninjauan ulang atas pelanggaran ketentuan JURI yang dilakukan oleh si pemenang, terserah INTEL saja apakah si pemenang itu didiskualifikasi? Atau dikurangi Poinnya?.

      Memang kalah hal yang biasa buat saya. Tapi bagaimana Ketentuan JURI dan Peraturan yang sudah dibuat harus diLAKSANAKAN dan DITEGAKKAN itu saja

      Delete
    2. wah ada harapan naik dong kang... jadi juara ke 1 hehehehe

      Delete
  7. Kang Asep sangat kritis... dan jurinya mau mengakui... yah mungkin selalu ada kekurangan dalam suatu perlombaan, tetapi jika masing2 pihak mau mengakui kesalahan, sebagai peserta yang baik kita juga wajib memakluminya dan berusaha menjadi lebih baik lagi kedepannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Siswanto : Memang kalah hal yang biasa buat saya. Tapi bagaimana Ketentuan JURI dan Peraturan yang sudah dibuat harus diLAKSANAKAN dan DITEGAKKAN itu saja

      Delete
    2. satuju lah...
      kalo udah tegak emang kudu buruan dilaksanaken sebelom jadi cendol kadaluwarsa...

      Delete
  8. kang asep top tenan reportasenya, ketentuan juri memang tidak dapat di ganggu gugat tapi kalau sudah melanggar kesepakatan jadi rancu.
    Sedikit komen tentang intel, intel memang tidak pernah rewel tapi saya dulu pernah tergila-gila sama AMD karena dulu maniak game, hehehe
    untuk intel saya tanggalkan dulu sekarang baru pake intel karena kebutuhan game tidak begitu mendesak seperti dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Setya : Saya sepakat dengan bang Agus Setya. Keputusan Juri memang MUTLAK dan tidak dapat diganggu gugat. Ini artinya tidak dapat di ganggu dan juga tidak dapat digugat hiehiehiehie.

      Memang rancu jadinya. Kesepakatan sudah disetujui oleh semua pihak, tetapi jika kesepakatan dan ketentuan oleh Juri dilanggar memang jadi kacau semuanya. Peraturan dan kesepakatan dibuat sendiri dan akhirnya dilanggar sendiri.

      Memang kalah hal yang biasa buat saya. Tapi bagaimana Ketentuan JURI dan Peraturan yang sudah dibuat harus diLAKSANAKAN dan DITEGAKKAN itu saja.

      Ya dulu saya pake AMD Duron dan sekarang mulai tertarik sama si INTEL yang cantik dan keren serta canggih hiehiehiheihieee

      Delete
    2. jamannya soket A ya kang,saya kenal pertama kali dengan komputer ya pake amd sempron dan athlon xp soket A 462

      Delete
  9. amat di sayangkan..sepertinya persiapan lombanya terkesan kurang matang ya kang...
    apalagi pihak yg sponsorin acara Branded dah punya nama

    terutama dari segi penjuriannya...
    pdhal memang idealnya jumlah juri hrs lebih darii 1 orang...buat memaksimalkan hasil dari lomba..
    ---
    yah..memang itu udah ktentuan hsil akhir..
    mesti gimana lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan semoga hasil akhir nanti...sesuai dengan syarat dan ktentuan dari yg sudah menjadi kesepakatan..

      Delete
    2. @Budi Os 19 : Saya juga heran untuk even besar sekelas Pameran EXPO Nasional seperti ini pihak penyelenggara dalam hal ini INTEL menurunkan 1 orang Juri. Dimana mana yang namanya lomba seperti ini juri minimal 2 atau 3. Selain agar keputusannya obyektif, juga jika terjadi hal seperti ini bisa diminimalisir.

      Memang kalah hal yang biasa buat saya. Tapi bagaimana Ketentuan JURI dan Peraturan yang sudah dibuat harus diLAKSANAKAN dan DITEGAKKAN itu saja.

      @Budi Os 19 : Saya harap demikian bang Budi os 19. Saat artikel ini saya turunkan di blog saya ini kami semua masih menunggu keputusan akhir (FINAL) oleh INTEL.

      Dengan fakta fakta yang saya tuangkan dalam catatan saya hari ini semoga INTEL bisa memberikan keputusan yang adil

      Delete
  10. bagus kang..sebagai peserta yang bijak dan cerdas memang seyogyanya menyampaikan keberatan kalau ada hal yang sangat jelas salah..dan salut buat bapak juri tunggalnya yang keren dan legowo mengakui kesalahannya...dari situ saja saya sudah cukup bisa menilai, ternyata masih ada anak muda bangsa ini yang sanggup legowo dan jantan...mengakui kesalahannya tanpa mencari2 kesalahan orang lain....itulah yang terpenting.

    soal hasil akhirnya malaikat pasti tau siapa sesungguhnya yang harus menjadi juara 1 pada lomba itu....udah cukup segituh ge'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cilembu Thea : Iya sampai istri saya kagum sama Pak Beni Sulastyo Juri TUnggal dalam kompetisi Blog ini yang sportif dan berwibawa mengakui kesalahannya yang subyektif dalam menganalisa. Saya rasa ini sangat manusiawi dan bisa diterima. Saya sendiri juga banyak salahnya. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Salah itu manusiawi.

      Sekarang urusan saya dengan pihak INTEL yang saat tulisan ini naik di blog masih ditunggu keputusan FINAL nya. Bagi saya menang atau kalah hal yang biasa biasa saja. Saya hanya meminta agar peraturan dan ketentuan JURI harus ditegakkan dan dipatuhi oleh semua peserta.

      Secara pribadi saya tentu berharap INTEL bisa membuat keputusan yang ADIL.

      Delete
    2. saya yakin kalian berdua pasti adil. ntar kalo ada lomba blog versi KPK, kalian berdua wasitnya. saya hakim garis.

      Delete
    3. Wah udah mirip pertandingan sepak bola aja nih kalaus udah ada hakim garisnya. Hiehiehiehe. Nanti hakim garisnya lari lari sambil bawa Klepon, Nyam nyam nyam

      Delete
    4. saya tukang kasih minum hakim garis dan wasit

      Delete
    5. kalau lomba persi KPK, saya akan mengkhususkan diri jadi penonton yang paling rusuh sajah kang...lebih asik.

      Delete
    6. Naah nah nanti Penonton yang senang rusuh ini suruh dikasih terompet aja ya. Biar rame pake terompet. Tuuut...ttttttutttttttt. Yang paling kuenceng suara terompetnya dapat hadiah Tiket PP Jakarta - London

      Delete
  11. sebelumnya salam kenal ya kang asep :)

    hmmm iya seharusnya peraturan yang memang sudah ditentukan sebelumnya harusnya dilaksanakan dengan semestinya ya kang,
    kalau pun harus kalah, setidaknya kekecewaan yang dirasakan pun tidak bertambah.
    semoga setelah ini ada konfirmasi mengenai kejelasannya ya kang .
    (berharap keputusannya adil dan tidak ada kesalahan lainnya )

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Iin Indriani : Terima kasih atas kunjungannya ya. Salam kebal eh kenal kembali. Terima kasih atas dukungan moralnya atas kasus yang menimpa saya ini. Ini memang pelajaran yang sangat berharga buat kita semuanya. Berharap ke depannya hal hal yang seperti yang saya alami tidak terulang lagi. Salam kami sekeluarga di Pontianak. Kalimantan Barat

      Delete
    2. salam dari Bogor, Kang. kalo ubi adanya dari Cilacap. laos dari Sragen. dan sebagainya.

      Delete
    3. saya dari desa cilembu

      Delete
    4. Hahahah heihiehiehie. Hiehiehiehiehie

      Delete
    5. mamang dari subang hehheehe

      Delete
  12. mestinya ada acara makan2 ketika ada seorang sahabat mendapatkan rizqi dan jadi juara. biar makin sukses :D
    Tp kenapa ini tidak....? padahal sedekah itu baik loh ....hehheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indah P :Hahahahaa soal sedekah Insya Allah tetap konsisten. Mohon doanya agar sukses terus usaha ini dan usaha kita semuanya. Aminnnnnnnnnnnnnnnn

      Delete
    2. amiiin, top banget

      Delete
    3. Amiin... asik ada acara makan makan nih

      Delete
  13. kang kasep emang keren lah
    tau sesuatu yang salah buruan kasih koreksi tapi ga pake ngotot. cocoklah sifat begitu buat jadi pejabat biar aman dan nyaman negeri ini. dengan begitu kita bisa tau siapa yang beneran punya hati dan engga. biar barang bener juga kalo pake ngotot mah kesannya jadi jelek di mata banyak orang. apalagi yang jelas ketauan salah tapi cuek saja menerima hadiah.
    pokona mah, salut sama orang kaya kang asepso ini. sudah bisa mewujudkan kalo kebenaran itu bukan semata-mata tentang kemenangan dan hadiah, melainkan tentang hati dan kemanusiaan.
    kapan atuh makan makannyah..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rawins: Alhamdulillah. Terima Kasih atas komentar mas Rawins yang sangat menyejukkan seperti es di musim salju diiringi angin sepoi sepo gitu deh hheihiehiehiehiee.

      Sesuatu yang jelas salah biasanya sih harus ada punishment (hukuman). Jika dalam sebuah perlombaan/pertandingan/kompetisi si pemenang melakukan tindakan pelanggaran peraturan yang dibuat JURI ya wajar donk beri punishment (hukuman). Terserah JURI dan Penyelenggara jenis hukuman apa yang pantas diberikan kepada si pemenang sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

      Jangan dibiarkan begitu saja si pemenang melenggang begitu saja. Salah itu manusiawi. Tapi mempertahankan pendapat yang salah itu SETAN

      Delete
    2. ini dia yang perlu makan-makan. yang udah gantiin nama orang, kang asep jadi kang asepso. ayo kang Raw, makan-makan.

      Delete
    3. @Zachflazz : Hahahahah iya nih nama Asepso sudah sama persis sama nama merek sabun mandi anti septic. Nah kalau yang sabun mandi tidak anti Klepon sama pecel lele hiheiheiheihiehiee. Mas Rawins kemana ya? Apa masih sibuk sama Towernya hihiehiheiheie

      Delete
  14. bener banget Kang, mengkritisi sesuatu dengan cara yang santun dan masuk akal. salut dan apresiasi sekali untuk ini.

    dibikin nyantai aja Kang, meski saya tau gejolak rasa kecewa di hati Kang Asep, terasa kayak dizhalimi kan. tapi ya begitulah kehidupan di luar diri kita, nggak ada yang ideal. zhalim kayak sudah dianggap wajar dan semestinya. dibikin cuek sajalah, nanti lama-lama juga lupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Iya benar sekali. Saya santai aja kok dalam menyampaikan hal ini karena secara MORIL saya sudah JUARA dalam kompetisi ini. Seperti yang dituturkan oleh mas Rawins yang bilang bahwa kebenaran itu bukan semata-mata tentang kemenangan dan hadiah, melainkan tentang hati dan kemanusiaan.

      Delete
    2. kang zach: gejolak jiwa, kaya judul film tahun 80 an.

      Delete
    3. Hahahahaha saya juga kaget sama pemakaian kata "gejolak hahahhaa. Untung saja bukan gejolak Nafsu. Urusan itu mah baeknya konsultasi dulu ke Mas Rawins hiehiehe. Urusan canda "seru"

      Delete
  15. saya kerap merasakan ini, terutama saat anak2 saya berlomba, terutama lomba lukis atau mewarnai. yang dimenangin malah yang lukisannya (maaf) jelek.

    itu sempat bikin saya protes dan meminta klarifikasi juri. kadang2 alasan juri keliatan dibuat2, dibilang lukisan anak saya nggak memenuhi kriteria lah, alat lukis yang tidak sesuai persyaratan lah, sampai yang paling menyebalkan saat lukisan anak saya ternyata nggak ada lagi, alias (menurut dugaan saya) dihilangkan.

    tapi itu semua akhirnya mendewasakan anak-anak saya Kang, bahwa ketidakadilan memang kadang merupakan sebuah risiko dari sebuah perjalanan hidup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Zachflazz : Benar sekali bang Zachflazz. Idealnya memang JURI jangan satu. Minimal juri itu 3 sehingga keputusannya bisa obyektif. Dan guna menghindari hal hal yang saya alami seperti ini.

      Seperti biasanya keputusan JURI adalah MUTLAK dan tidak diadakan surat menyurat. Dari dulu sampai sekarang pedoman ini selalu dipegang oleh Juri dimana mana. Penghilangan karya seseorang atau mungkin barang bukti adalah perbuatan yang tidak santun, tidak etis, dan terkesan pengecut.

      Saya banyak belajar dari Arien dalam hal lomba atau kompetisi. Saya sadar bahwa semuanya kembali kepada hati nuraninya masing masing. Mengutip kata Mas Rawins bahwa "kemenangan dan hadiah, melainkan tentang hati dan kemanusiaan"

      Delete
  16. wah tapi heba tmas, sudah juara 2, selamat yah, walau mungkin pantasnya jadi yang the best, syukuri aja mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Muroi El-Barezy : Benar sekali mas. Saya hanya menuntut kejelasan dan juga peraturan yang dibuat agar diteggakkan dan dilaksanakan itu saja. Tidak ada yang dilebih lebihkan. Sakit memang tapi ini fakta yang harus saya alami. Betapa tidak enakknya dizholimi seperti ini

      Delete
  17. Mudah2an di lomba berikutnya mas asep akan jadi juara pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indah P : Terima Kasih atas dukungan moralnya atas "musibah"yang saya alami. Memang kadang hal kecil seperti ini tidak iindahkan orang padahal justru yang kecil kecil inilah yang menjadi cerminan diri kita. Kebenaran akan selalu bersinar walaupun ditutup oleh tirai hitam sekalipun

      Delete
    2. tapi hebat kang sudah juara 2

      Delete
    3. @Yono Karyono : Memang sih Juara II atau Runner Up. Namun ada masalah teknis karena sang juara ternyata melakukan pelanggaran ketentuan Juri. Kini sedang dibahas kemungkinan (opsi) menjatuhkan sanksi pengurangan poin si pemenang atau mungkin opsi didiskualfikasi.

      Kita lihat saja nanti pengambilan keputusan oleh INTEL dan semoga keputusan yang diambil ADIl dan BIJAKSANA

      Delete
  18. Kita memang harus berani kritis. Semangat Kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Evi Sri Rezeki : Terima Kasih atas dukungan Moralnya. Saya masih menunggu keputusaN FINAL dari pihak penyelenggara INTEL.

      Delete
  19. kalah menang itu hal yang biasa dalam perlombaan, mungkin lain kali bisa menang, yang terpenting semangat terus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mba Iis : Benar sekali mba Iis. Dalam setiap kompetisi atau perlombaan adalah hal yang biasa. MENANG atau KALAH adalah hal yang biasa. Ini juga akan memberikan semangat buat saya agar lebih fokus dan berhati hati lagi di masa yang akan datang. Terima Kasih atas kunjungannya mba Iis

      Delete
  20. saya sering sih pas ikut lomba semacam itu, menemukan peserta-peserta yang secara kasat mata juga sudah ketahuan bahwa word count-nya kurang.

    tapi kalau sampai jadi pemenang utama, memang mengecewakan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Hanifa : Kecewa sudah pasti. Saya kadang juga merasa seperti itu, tapi mau dikata apa lagi JURI kan keputusannya Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

      Delete
  21. detail bgt kang...
    jarang ada blogger yg kritis kayak gini..
    tetep kritis ma ditunggu postingan selanjutnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @pnet : Terima Kasih atas kunjungannya, HIhiihihi. Iya terinspirasi saja sama kasus yang pernah saya alami dahulu. Hmmmmmm. Kenangan memang hhihihihi

      Delete
  22. kan dah sering juara pak Asep gantian yang juara temennya hehehe, sip pak moga menang dilomba yg lainnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Dedaunan : Hahahaha iya kah? Maunya sih jadi Juara I terus donk hiehiehiee. Tapi selama itu masih bisa diusahakan dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menyalahi PAKEM layak diperjuangkan. Terima Kasiha atas dukungannya

      Delete
  23. kunjungan malem mas bro.. salam sukses slalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam selalu juga. Selamat datang dan selamat membaca artikel yang ada di halaman blog kesayangan saya ini. Salam kami sekeluarga di Pontianak

      Delete
  24. saya sih belum pernah ikut lomba2 macam itu, msh newbie nih bang asep, masih jauh dari kata pantes ikutan ...

    folbek has done

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nia Dewiasih : Hiheihiee iya kah? Wah tidak apa siapa tau kelak aada kesempatan untuk ikut berperan aktif dalam lomba lomba atau kegiatan seperti ini. Soale seru hiheiheiheihehieee

      Delete
  25. selayaknya juri tunggal juga mempublikasikan akan kelalaian yang telah dilakukannya..karena tidak memperhatikan jumlah kata yang menjadi persyaratan, bukannya malah menyerahkan semua keputusan kepada pihak Intel, sebab yang membuat kesalahan kan jurinya...jadi keputusan yang telah dibuatnya silahkan dianulir kembali oleh sang juri..., dan kemudian menyerahkan kepada pihak intel hasil anulir keputusannya....itu menurut pendapat pribadi saya yang belum pernah menjadi juri....,
    tapi saya juga heran...perusahaan sebesar intel kok tidak sanggup menyediakan hadiah buat juara II dan III...sungguh mengherankan :-)

    ReplyDelete
  26. harusnya even ini jurinya bukan tunggal ya kang, keputusan sudah ditetapkan penyelenggara, mudah-mudahan intel konsisten dengan peraturan jika ada kecurangan dan segera menganyulir

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog