Jual Milagros disini
Loading...

Akhirnya Saya Pakai Modem

Modem. Gbr dar Internet
Catatan Asep Haryono

Seperti yang sudah saya sebutkan secara tersamar dalam edisi tulisan saya sebelumnya yang berjudul dan berisi "Akhirnya datang juga" yang pada intinya adalah ketidak mampuan saya untuk melakukan aktifitas blogging full time seperti kebanyakan blogger lainnya.

Walaupun dalam hati ingin sekali aktif mengunjungi halaman situs web atau blog kawan kawan, tapi saya ingin menjadi diri sendiri. Kapan pun saya mau mosting tulisan, dan kapan pun saya ingin berbagi cerita kepada dunia. Saya ingin blogging menjadi sesuatu yang mengasyikkan dan tidak mau menjdi beban yang saya ciptakan sendiri untuk saya pikul.

Nah kali ini saya mau cerita (berbagi cerita-red) yang ringan saja tentang koneksi Internet di rumah. Selama ini saya memang dapat fasilitas sambungan internet dari kantor untuk akses 24 jam nonstop yang tentu saja tidak gratis. HIheiheiheie. Ironi memang ya.  Sebutan fasilitas tapi bayar.  Apa sama dengan negara. Ada fasilitas sambungan listrik (PLN-red) yang tersedia untuk warga namun teteup aja harus bayar iuran PLN setiap bulan.  Jadi apa donk yang disebut "fasilitas" tapi free of charge alias gratis.

Koneksi Cukup Stabil
Jaman sekarang apa aja dijadikan duit, apa aja dijadikan lahan untuk mencari keuntungan.  Saya jadi teringat pernah punya gelas keramik produksi JOGER BALI.  DI situ tertulis "Lebih baik kaya daripada miskin".  Kaya jelas lebik baik dari miskin tapi jika proses menjadi kaya tersebut dilakukan dengan cara yang tidak baik sama saja dengan miskin.  Jiwanya tetap miskin walaupun dia kaya. Bagi saya tulisan di gelas keramik itu bagi saya menarik, dan memberikan pelajaran hidup. Sayang sekali gelas keramiknya sudah tidak ketemu sampai sekarang. Ngumpet kemana ya hiheiheiee.  Eala ngomongnya jadi lari lari gini sih hieiheihee.

Kembali ke soal akses internet di rumah, karena kebetulan CPU saya yang masih katagori CPU jadul itu ternyata rusak di bagian koneksi LAN (local are network) nya sehingga kabel  UTV nya tidak bisa disambungkan ke CPU nya. Akhirnya saya memilih dengan menggunakan modem.  Pertama sih saya menggunakan Modem Flash dari Telkomsel dengan menggunakan Broadband Unlimited yang ternyatatidak saya ketahui amat borosnya itu hiehiehiehe.


Modem Huawei E173. Gambar dari Internet

Kemudian saya pun beralih ke"tiga" yang ternyata cukup memikat koneksinya dan juga masih bisa mengakses 11 (sebelas) situs gratis walaupun kuotapaket yang saya pilih sudah habis. Nah untuk Modemnya sendiri saya kebetulan saya sudah membeli sebuah Modem merek Huawei E173 seharga Rp.225.000,-(Dua ratus dua puluh lima ribu rupiah).  Saya pun memilih kartu "tiga" dengan kapasitas Kuota 800 MB dengan harga sekitar Rp.30.000,-(Tiga puluh ribu rupia).

"Kalau kuotanya sudah habis beli saja kartu yang baru, karena kalau isi ulang tidak banyak bedanya malah rugi kalau isi ulang. Kan kita perlu data kuotanya bukan nomornya" kata penjualnya.  Pikir pikir ada benarnya juga yahiehiehiee.   Sebagai salah satu user atau pengguna pemula Modem sebagai koneksi internet saya masih mempelajarinya.  Namun untuk mengakses Video Youtube masih agak lamban dan slow juga namun berpotensi "menyedot" kuota.  (Asep Haryono)

5 comments:

  1. mas kalo disini
    paling keren itu smart
    tapi belakangan leletnya minta ampun

    pake xl juga keren mas
    coba paket sebulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebulan atau sembilan bulan sepuluh hari coba?

      Delete
  2. saya tetap kompatibel dengan indosat di handphone saya, disamping gak modal, duitnya masih buat masuk ke kandang ... So, slowly saja, yang penting tetep narsis.... Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. slowly but narcism leninism?

      Delete
  3. terus sekarang gimana Kang, keren nggak ada problem di jaringannya kah? ceritaiin...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog