Jual Milagros disini
Loading...

Karena Saya Bos Yang Lucu

Gambar dari Internet
Catatan Asep Haryono

Apa enaknya jadi bawahan atau pegawai? Baik pegawai swasta maupun tidakk swasta di mana mana tentu ada enak dan tidaknya.  Atau bisa juga disebut ada SUKA dan DUKA nya namun jika diprosentasikan kira kira banyakan enaknya atau banyakkan tidak enaknya?.

Untuk menjawab pertanyaan ini tentu hal yang mudah saja. Tinggal jawabannya dikembalikan kepada masing masing, mau jawab banyak enaknya atau lebih dikit enaknya atau sebaliknya. Berkhayal jadi Bos siapa juga yang tidak mau?. Di mana mana biasanya orang berkhayal jadi pemimpin, jadi kepala apa kek, yang penting judulnya bisa "nyuruh nyuruh orang".


Kalau kata kawan saya disebut "Dewan Suroh" (cuma dibacanya jangan lempeng seperti Dewannya sebuah partai politik tertentu ya-red) tapi lebih kepada "disuroh" alias "disuruh" atau diperintah hiehiehihee.  Jadi lah dewan pesuruh alias OBE hahahahhaa. Enggak enggak bukan itu yang saya maksudkan.  Kalau dalam dunia peran, ada aktor yang memerankan peran yang baik, peran "jagoan yang membasmi kejahatan", namun ada juga peran jadi orang yang jahat atau Antagonis.  Nah saya mencoba "memerankan" lakon antagonis.  Bagaimana rasanya jadi "Bos lucu".

  1. Gaji Standar
    Namanya juga bos, suka suka saya donk.  Mau saya beri gaji karyawan saya tinggi tinggi atau tidak tinggi gimana sayanya aja.  Tidak perduli karyawan saya cerdasnya kaya Einstein asal bisa bekerja keras dan dibayar murah itu yang saya sukai.  Lain donk kalau pegawainya masih sanak family tentu beda lah, masa disamain sih. Yang benar aja taa.  Kalau tidak suka, ya silahkan saja cari perusahaan lain.  Kalau mengancam mengundurkan diri saya malah senang, toh masih ada ratusan yang antre menunggu jabatan yang akan anda tinggalkan.

  2. Sistim Kontrak Abadi
    Saya akann menerapkan sistim kontrak abadi (full time outsourcing system) di mana para karyawan saya tidak perlu segera saya angkat status kepegawaiannya. Selama masih bisa kontrak ya kontrak aja.  Tidak perlu diangkat statusnya menjadi pegawai Tetap. Toh mereka hanya bekerja di perusahaan saya dan bukan karyawan saya.  Apa tidak takut ditegur sama Departemen Tenaga Kerja? Mengapa pula harus takut. Karyawan saya juga tidak berani melakukan tuntutan semacam itu, sudah syukur saya terima bekerja di sini.

  3. Tidak Nurut Pecat
    Saya yang mengurus dan mengamati hasil kerja anak buah saya, jadi jika perkerjaan mereka tidak sesuai dengan stadard dan kriteria yang saya tetapkan, sebaiknya tidak usah bekerja sama saya, silahkan berhenti saja. Ini kan perusahaan saya, jadi harus sesuai dengan standar yang saya mau.  Staf saya pun sudah saya "atur" sedemikian rupa supaya tidak "tunduk" atau "disetir" oleh bawahan saya.  Caranya gampang, saya beri fasilitas "lebih" dari karyawan biasa mulai dari jabatran yang empuk, gaji yang baik, dan Bonus Pelesir ke Luar Negeri.  Mau menikam saya dari belakang? Nanti saya cabut fasilitas yang saya berikan tadi tau rasa.

  4. Kasih Makan Beres
    TidaK ada itu yang namanya upacara upacara penganugerahan, gelar gelar segala macam di perayaan hari besar Ulang tahun atau liburan.  Mau ngadaian apa coba? Pake penganugerahan gelar segala macam. Gelar pegawai teladan lah, karyawan berprestasi lah, tidak perlu ada selebrasi semacam itu, Buang buang uang saja.  Cukup ngadain acara makan makan aja beres, murah meriah, pegawai saya senang dapat makan gratis. Mau apa lagi coba?.  Segala urusan yang menyangkut keuangan, kalau uang masuk tentu dipermudah. Uang keluar tentu akan saya persulit.  Selama masih bisa dipersulit napa pula harus dipermudah?

  5. Kerja Terus La yau
    Tidak ada yang namanya hari libur besar itu libur alias tidak masuk kerja.  Mau hari Nyepi kek, mau ada hari besar apa kek, tidak ada libur. Semua pegawai saya harus bekerja full time dari Senin sampai Senin lagi kalau perlu.  Hari Minggu? Ohooooooo tetap kerja lah.  Biar pun cuma setengah hari, pokoknya kerja, kerja, dan kerja.  Yang penting produksi meningkat terus, tidak perduli dengan kesejahteraan atau fasilitas penunjang. Selama masih bisa memakai alat yang ada ya gunakanlah. Hemat. Cari duit itu susah.  Nda Nurut? Liat pasal 3 di atas.

  6. Pilih Kasih
    Namanya juga bos, suka suka saya donk.  Mau saya beri penghargaan Gaji tinggi, karir yang cemerlang atau apa kek terserah saya mau milih siapa dari bawahan saya. Kalau perlu akan saya ajak pelesir ke Luar Negeri sama sama.  Alasan bisa aja, mau studi banding kek, yang penting bebas bisa ke luar negeri.  Kan mahal ya? Oh tenang, namanya juga perusahaan saya sendiri , jadi dibebankan saja ke kas atau pengeluaran perusahaan. Tenang aja toh semuanya sudah saya "atur" sedemikian rupa. Gampanglah tu. Kan saya BOS, masa lupa sih...

  7. Tidak Perlu Demokrasi
    Saya pikir Demokrasi memang sudah harus dilindungi di mana mana, namun itu tidak perlu bagi saya. Tidak ada demokrasi. Yang ada hanyalah saya. Ini perusahaan saya.  Orang Perancis bilang "I Etat C moi"  Negara adalah saya. Perusahaan ini saya punya.  Jadii karyawan atau bawahan saya tidak perlu membentuk serikat pekerja segala.  Apa mau demo minta naik gaji? Yang penting kerja, kerja, kerja ajah.  Sudah syukur punya pekerjaan dari sayah.

  8. Penghematan Kalau Perlu
    Saya minta kepada staff saya untuk memperhatikan setiap detil pengeluaran yang tidak perlu jangan dikeluarkan.  Kalau uang masuk boleh dipermudah.  Jaminan kesehatan buat pegawai kalau perlu yang standard aja tidak perlu mewah. Mewah hanya untuk saya saja, dan staff kesukaan saya. Gajian tanggal 1 aja dikeluarkan biar mirip Pegawai Negeri hiehiehiee.  Jadi para PNS gajiannya tanggal 1, ya kita juga ikut. Kompak kan hiehiheiehiheie
Kalau sudah begini masih betah kerja sama sayah?  Jangan bilang saya kejam ya, karena saya buat peraturan kan suka suka saya aja, kan saya BOS , masa lupa siiih.  Kalau orang bilang "peraturan dibuat untuk dilanggar" maka jangan coba coba diterapkan di perusahaan saya. Tidak perduli sudah bekerja belasan tahun, kalau sudah menyatakan mengundurkan diri ya silahkan saja.  Tidak ada uang jasa, uang lelah.  Jadi tidak ada uang lelah sama sekali jika mengundurkan diri? Kan sudah diatur dalan undang undang tenaga kerja?  Terserah saya donk. Saya kan Bos Lucu. (Asep Haryono)

61 comments:

  1. yang tepat bukan bos lucu kayaknya kang, kalau lucu berarti senang menggembirakan dan membahagiakan bawahan, tapi kalau yang seperti diatas bos amit-amit kejamnya deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Thanjawa Arif : Iya sebenarnya itu yang saya maksudkan adalah "lucu" dengan menggunakan tanda kutip. Pencantuman "lucu" dengan tanda kutip ini sebagai personifikasi betapa ngaconya tipe bos seperti ini, BOTOL = bos yang benar benar tolol

      Delete
    2. siapa dia Kang Asep???

      Delete
    3. Ow ow siapa dia. Saya jadi inget kuis kuisnya mba Ani Sumadi di era taon 70 an. Salah satunya Kuisnya Berpacu Dalam Melodi yang kondang sekali waktu itu. Saya aja sampai nda pernah lewat untuk menyaksikan tayangan itu. Seruh soale

      Delete
    4. Wah kalau kang asep jadi bos, bisa saya pecat, trus saya jadikan karyawan... hehehe

      Delete
    5. kalo kang asep jadi boss, saya bisa bisa dikasi bubur terus sampe mluberr.

      Delete
  2. beberapa poin diatas kayaknya udah banyak diterapkan di dunia kerja nyata, suhu...... brrrrrrrrrr.. merinding jadinya.
    makanya saya sekarang merintis usaha biar jadi wirausahawan saja daripada kerja ikut orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budy Shinichi : Saya sebenarnya sudah lama mensinyalir isu isu seperti ini, dan yang saya tuliskan ini juga real, dan banyak dipraktekkan dalam manajemen modern yang lebih fokus pada kepentingan sesaat atau semangat kapitalis. Usaha atau wirausaha juga sangat bijaksana, dan konon kata orang kalau mau lekas sukses sebaiknya usaha swasta, atau berdagang

      Delete
    2. kerja ikut wonder woman, itu baru impian

      Delete
    3. Hahahaha sosok Wonder Woman begitu fenomenal dan melekat sekali di benak Bang Zachflazz. Yang namanya fave atau idola, tokoh idola selalu meninggalkan kenangan bagi para pecintanya ermasuk Wonder Woman

      Delete
    4. ihirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr... saya sejuta eehh setuju sama propesor budi-chan.

      Delete
  3. Betul banget mas, byk perusahaan seperti jaman kolonial. kerja rodi dan Romusha yg sering kita lihat di layar kaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indah P : "Kerja Rodi" kini sudah banyak diterapkan oleh manajemen modern sekarang ini, dan para pegawai bisanya tidak punya "bargaining" atau posisi tawar menawar yang lemah, dan jadilah sering diperalat atau dijadikan "atm" bagi pengusaha. Miris memang

      Delete
    2. yahhh, Kang Asep dipanggil Mas, saya dipanggil Pakdhe.

      Delete
    3. Hahahhaa ini yang sering membuat saya "confuse" saya kira tadi Pak dhe nya benar benar Pak De Cholik karena sering disapa Pak Dhe, Setelah saya cek dan runut nda taunya yang dimaksud bang Zachflazz. Hiehiheiheiheie. Sama saya pun dipanggil "pak" sama mba Sonna Anggoro

      Delete
  4. BOS : Bekas Orang Susah.

    Kali ini bener2 BOS nya jadi : Bikin Orang Susah

    ckckckckckckck

    *ampuni baim ya Allah, ampuni pak Asep juga. Karena telah khilaf merencanakan menjadi BOS yang zalim.*

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Sonna Anggoro : Hahahahahhaa pandai sekali mba Sonna. Bisa aja membuat kepanjangan istilah dan atau definisi dari BOS itu sendiri.

      Wah wah ini kosa kata baru buat saya dan menambah wawasan saya. Memang ini hanya penggambaran bo ongan saja, namun substansi dari artikel ini memang sering terjadi dalam dunia kerja. Kapitalis meraja lela

      Delete
    2. Kang Asep nih yang bikin gara-gara, menciptakan figur boss layak gantung beginih

      Delete
    3. hahahaha iya kah? saya pikir hanya Koruptor aja yang layak digantung di MONAS hehiehe. Yah yah bos model seperti ini sebaiknya jangan digantung. Kasian juga khan. Enanya dinasehatin aja, biar sadar. Kalau nda sadar juga ya udah ditembak aja

      Delete
    4. ahahaha.. ganti kata BOS jadi DIREKTUR .. sama aja ya.?? *mikir* .

      Delete
  5. hahahahaha bener2 bos yg lucuk ih kang asep :p

    gak mau aaah jadi karyawannya kang asep..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya curigation Mba Dini ketularan Mbak Indah nihh

      Delete
    2. @diniehz : Iya benar sekali. Ini tipe bos yang benar benar "lucu" karena semuanya sudah tidak mengindahkan Hak para pegawainya lagi. Kapitalis seperti ini jangan dibiarkan hidup dengan tenang. Balas dendam bukanlah tujuan, dan biarlah semuanya melalui mekanisme balasan dari Allah SWT. Cepat atau lambat tipe bos seperti ini akan segera ditinggalkan

      Delete
    3. pasti cuma baca judulnya doang wkwkwkkwkw .. *ora ding* .

      Delete
    4. emang mbak indah kenapa pak zach? hihi

      sindiran yang oke doke yah kang.. semoga dibaca sama si bos lucuk itu :)

      ah, miz tia *sok* tau ajah =))

      Delete
    5. @diniehz : Biar saja searching yang bicara. Saya tidak perlu memberi tahu dan atau memberi tau tautan link ini kepada BOS. Biar hukum searching aja yang bicara bahwa ini semua cuma sindiran aja.

      Karena toh saya tidak menyebut nama. Jika ada BOS yang kesinggung ya silahkan aja. Mau nuntut dari hongkong? Ada banyak BOS di sini. Napa pula dia yang tersinggung. Saya tidak menyebut nama

      Delete
  6. Kayaknya Kang Asep curhat ya? hahaha... hihihi...

    Yuk Kang si bos yang lucu ini kita sandera aja, lalu kita itik-itik pake lidi. abis itu dibarengin sama Mbak Indah lalu ita setraap di tengah lapangan upacara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Kalau distrap ditengah lapangan upacara kapan mau dikitik kitiknya? kalau gitu yang mengkitik kitik juga ikutan distrap di lapangan aja deh sekalian. Biar ada temennya hiheiheiheiheiheihee

      Delete
  7. judulnya bkn bos yg lucu tp bos yg kejam.wkwkwk.....
    sadis mas, jd atut kerja di tmpat mas...hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @andy langit : hiheihehee banyak yang akhirnya kerja juga karena memang tidak punya pilihan lain. Ada memang yang seperti itu. Sudah tau dirinya diperdaya dan diperlakukan demikian tapi masih betah aja di "gituin". Ini fenomena yang menarik,. Ada apa sebenarnya yang terjadi. Trims Andy sudah mampir. Salam

      Delete
  8. Wah kalau saya kerja dengan "bos lucu" mendingan saya nyangkul, yang penting cukup makan, badan sehat, dan kebutuhan selalu tercukupi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting halal... aamiin :D .

      Delete
    2. @Payz0 : Benar sekali mas PayzO. Kadang kala hal yang seperti ini memotivasi orang untuk wirausaha dan membuat usaha sendiri.

      Menjadi karyawan atau bekerja sama orang lain tentu ada SUKA dan DUKA nya. Banyak motiv dan alasan yang melatar belakangi mengapa orang "terpaksa" bekerja atau "bertahan" di satu tempat.

      Delete
  9. kalo aku punya boss masih muda, si istrinya aja masih 20tahun .. tapi sejak si boss menikah jadi beda suasana kantor :D wkwkwk.. lahh curcol #abaikan
    kalo pagi pasti briffing kan di kantor, kayak mau masuk kelas #salah fokus


    biasanya kemana-kemana banyak yg ngeluh cz jarak yg ditempuh tp ini tumben keluahannya kang saep eehh asep?? tentang lingkungan ya?? tentang temen-temen di kantor ya. kalo keluhan duit sih sesuai dengan UMR masing-masing dan jabatannya juga , kalo kerja di kantor cuma duduk manis justru di bayar mahal karena punya ilmu dan berpendidikan bukan pendidikan yg tinggi tp yg pntg berpendidikan *catet* .
    nah kalo yang jadi pesuruh malah sedikit bayarannya, padahalnya dia (maaf) yg kerjanya lebih berat kenapa dibayar biasa aja.

    semoga aja direktur utama saya gak anatgonis :D

    jalan ceritanya gimana sih ini?????????????? .

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Miz Tia : saya aja bingung sebingung bingungnya sama komentar Miz Tia mungkin saya aja yang salah fokus *abaikan*/ Hiheiheiheiheiheiee.

      Memang dilema juga di satu sisi orang butuh pekerjaan yang bisa menunjang karir dan masa depannya, apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Di sisi lain dihadapkan pada kenyataan posisi tawar menawar yang bagaimana yang bisa diterima. Ada banyak cara memang

      Delete
  10. maaf mas,saya singgah sebentar saja dan belum baca postingnya.
    sekedar informasi,saya belum bisa ngumpul disini seperti sedia kala.
    semoga sukses selalu mas asep

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Reo Adam : Iya mas Reo Adam. Saya dan semua kawan kawan KPK tetap akan setia menanti kedatangan dan kunjungan mas Reo Adam hadir di tengah tengah dunia persilatan dan carut marut duni Blog KPK yang penuh komentar komentar tidak jelas, lucu, dan kadang tidak sesuai dengan postingannya. HIheiieiehiehiheee

      Delete
  11. gimana komen saya? memuaskan kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya tentu sangat memuaskan. Komennya puanjang sekali dari A sampai Z persis sama yang saya ketik. Jadi untuk sementara saya "ungsikan" dahulu di pos Satpam biar dijagain sama pak Satpam. Karena sama sama Satpam jadi enak, bisa saling mengerti

      Delete
    2. hahaha... asem tenan.
      ntar saya tunggu di perempatan dah, bareng Kang Cilembu, hehe

      Delete
    3. Siapa talut eh takut. Nanti saya mau panggilkan Wonder Women aja biar nemenin saya di perempatan. Wonderrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ke sini donkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk. Bantuain saya Wonderrrrrrrrrrrrrrrr Plis donk ah

      Delete
  12. jadi boss juga ga enak, lbh ga enak drpd jd karyawan loh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih nggak enak lagi di antara atasan dan bawahan. tanpa status, baju bukan, celana bukan. hehe

      Delete
    2. @Mila Said : Minimal jadi bos untuk diri sendiri aja hiehiheiheiehiheihei. Enak juga jadi bos untuk diri sendiri yang kata orang enak jadi bos alias buka usaha wirausaha sendiri. Untung dan rugi bisa diatur sendiri. Tidak perlu jam kerja, dan jam kerja terserah kita aja. Enak kali ya dagang.

      @zachflazz : Urusan celana mah saya yang jagonya. Sini mau diplorotin? hiheihiehiehiheiheee

      Delete
  13. hahhaa bisa saja kang asep nih..
    terkandung makna yang tersirat dari kata "lucu". ternyata bos yang menyimpang :D


    ReplyDelete
    Replies
    1. @Fian Syauqi : Iya seharusnya kata "lucu" nya menggunakan tanda kutip dalam artian yang tidak sebenarnya. Bukan lucu karena tingkah polah yang mengundang tawa namun lebih berarti negatif dan atau berkonotasi negatif. Terima Kasih sudah mampir berkunjung ya Fian. Salam dari Pontianak

      Delete
  14. sungguh benar-benar bos yang lucu...saking lucunya maka tak ada orang yang melamar jadi bawahan-nya karena sibuk ketawa-ketiwi menertawakan kelucuan sang bos, sehingga lupa untuk melamar jadi bawahan sang bos yang lucu....luarbiasa :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @BlogS of Hariyanto : Justru yang melamar jadi karyawannya tidak mengetahui kalau kelak akan menjadi "bulan bulanan" atau "sapi perah" sang Bos.

      Jika tidak tahan akan kondisi seperti yang saya ilustrasikan di atas biasanya tidak akan betah atau tahan lama. Alias resign dan atau mengundurkan diri. Sudah banyak orang yang pintar sekarang, tinggal pintar pintar kita aja mensiasati semuanya

      Delete
  15. Demi perut kenyang nurut saja deh, dari pada anak dan istri kelaparan...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djangkaru Bumi : Benar sekali. Seperti yang sudah saya tulis di komentarnya mas Blogs of Hariyanto, tentu ditambah lagi banyak faktor yang menyebabkan mengapa kita terpaksa bekerja atau "bertahan" dalam suasana yang tidak kondusif seperti yang saya ilustrasikan di atas.

      Faktor ekonomi mungkin menjadi salah satu alasan kuat seseorang "bertahan" bekerja dalam suasana seperti gambaran di atas. Jika ada kesempatan yang lebih baik tentu akan dicoba. Namun alasan orang bekerja juga banyak, dan GAJI yang layak bukanlah satu satu alasan mengapa orang bekerja

      Delete
  16. Boss nya bikin gemes ajah, minta di cubit pipinya.
    **Jika di daerah saya ada boss yg lucu seperti itu mungkin ndak akan lama jadi Boss. ya maklum lah, di daerah sini harga santet di jual eceran. #Serius loh
    Mungkin ini bisa dijadikan renungan khususnya para "Pembesar" agar tidak seenaknya dalam memerintah bawahannya, meskipun Boss adalah si pemilik perusahaan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indah P : Sebenarnya nda cuma di Jawa, di Kalimantan juga ada banyak yang ahli "gituan", dan jika ada pegawai yang sakit hati karena diperlakukan semena mena seperti dalam ilustrasi saya di atas, saya kuatir ada pembalasan yang tidak sehat dari bawahannya. Saya rasa ini tidak benar juga.

      Masih banyak cara yang santun dan elegan untuk "menjiwir" bos bos semprul seperti ini, dan itu sudah terbuka jalan dengan landasan Undang Undang KetenagaKerjaan yang sudah diperbaharui.

      Delete
    2. haha, santet dijual eceran tuh.. hihi

      Delete
  17. mav kang asep baru hadir...jaringan lelet banget nih....
    dah du hari ini....
    al be..... bek ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi os 19 : Hi hi mas Budi. Ah tidak apa. Saya aja dulu "ngotot" agar bisa mosting setiap hari, namun banyak kendala juga hiheie. Akhirnya saya coba "nyantei" dan "rileks" aja dalam menulis. Yang penting tidak asal "kejar setoran". Yang penting menulis karena saya suka dan senang, bukan karena target target lain

      Delete
  18. begitulah enaknya yaa jadi bos :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Si Ruslan : Dimana mana kalau jadi BOS kadang ada ENAK dan kadang ada NDA ENAK nya. Salah satu ENAK nya ya itu tadi asyik nyuruh nyuruh

      Delete
    2. yang enak anak istrinya pasti

      Delete
  19. Sungguh bos yg lucu..lun

    ReplyDelete
    Replies
    1. tinggal dipasangin make up RIA JENAKA ya

      Delete
    2. iya sesudah itu digantung di MONAS. Contoh yang kurang baik

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog