Jual Milagros disini
Loading...

Jaminan Hari Tua

Tag : - Asep Haryono | Jaminan Hari Tua - Powered by Blogger
Catatan Asep Haryono

Kalau ngomongin "Tua" memang cukup sensitif seperti halnya membicarakan soal uang (duit, fulus, arto, money) dan umur karena sebagian orang memang ada yang kurang berkenan jika ditanya dua hal tersebut yakni umur dan uang (baca : penghasilan). 

Seperti kata Bapak Dahlan Iskan (dahulu adalah pimpinan Jawa Pos News Network kini menjabat sebagai Menteri BUMN) dalam sebuah bukunya beliau pernah menulis bahwa setiap Generasi memang berbeda beda, dan setiap generasi yang berbeda itu tidak bisa dipaksa untuk didekat dekatkan.

Menjadi tua adalah hal setiap mahluk yang bernama manusia. Tuir kata orang sekarang juga bukan hal yang mudah untuk dilalui bagi orang yang tidak bisa menerima kenyataan sejarah kalau dia sudah dimakan usia, sudah menjadi sejarang, menjadi tuir.  Seperti kata mas Rawins "Makin tua makin banyak santan" nya. HIhehiehee.

Kita kita yang lahir di era taon 1970 mau tidak mau harus menerima takdirnya kini berusia di atas 40 an.  Life begins at 40 kata orang namun benarkah demikian bahwa usia sebenarnya mulai "hidup" pada saat seseorang itu berusia 40 tahun?.  Jika menjadi Tua adalah hal setiap orang, lalu apa yang menjadi persiapan bagi mereka yang saat ini masih berusia muda?  Lalu bagaimana yang sudah "karatan" alias sudah tidak muda lagi iehieihehieee.

Tak Tau Kapan Waktunya

Saya sendiri merasakan 40 tahun sudah saya lewati, dan begitu banyak catatan kesalahan , kekhilafan, kekurangan, serta kekeliruan yang saya lakukan sejak usia kanak kanak dan mungkin sudah pada sampai saat pada sekarang ini. Banyak sudah catatan dan lembaran hitam yang saya torehkan dan menjadi catatan yang amat berharga, dan tidak mungkin saya lupakan sampai akhir hayat. Dengan menikah, sunah Rasul , yang saya lakukan pada tanggal 11 Desember 2005 dan sudah menghadirkan sepasang buah hati yang lucu dan manis mengoyak hati saya terdalam bahwa masih ada "PR" yang belum saya tuntaskan.

 
Separuh dalam dalam diri ini menjadi tanda tanya besar akan diapakan hingga di usia senja saya nanti, karena begitu banyak "pekerjaan rumah" , kebajikan, kebaikan, dan amanah yang belum sempat saya tunaikan sejak masa SD, SMP, SMA , Kuliah , Menikah dan hingga sekarang ini.  Berbakti kepada orang tua juga masih belum maksimal saya tunaikan sampai sekarang ini.

Kita semua tahu bahwa yang namanya rezeki, dan maut memang hak preogratif Allah SWT, dan kita tidak pernah tau kapan dan dimana manusia itu "ditarik" dari peredarannya di dunia ini. Kita mungkin boleh terkekeh kekeh akan keberhasilan karir, dan mapannya rezeki yang berlimpah yang Allah SWT percayakan kepada kita, namun tidakkah kita sadari bahwa dari Harta itulah sebenarnya ada bagian , ada hak orang lain.

Sedekah misalnya. Akankah harta mampu menolong kita nanti di akhirat?. Saya bukan ahli agama, dan pengetahuan saya tentang agam sangat dangkal. Saya rasa harta juga bisa dijadikan "jembatan" yang bisa membantu kita "menyeberangi" dunia ke Syurga dengan memanfaatkan harta untuk kebaikan, membangun Masjid, Membantu fakir miskin, dan lain sebagainya. Banyak cara untuk bisa bersedekah, bahkan tanpa harta sekalipun. Menyingkirkan onak dan duri dari jalanan juga merupakan amalan dan sodakoh yang luar biasa.


JAMSOSTEK :  Surat dari Jamsostek yang berisi informasi saldo angka angka ini hanya bisa dicairkan jika yang bersangkutan berhenti bekerja. Apakah ini yang dimaksud Jaminan Hari Tua? . Foto Kekes  


Menghargai Sang Waktu
Banyak sudah tulisan, artikel, opini dan pendapat masyarakat yang mengulas tuntas seputar waktu, dan ini sangat berkaitan sekali dengan usaha kita untuk memanfaatkan sang waktu semaksimal mungkin. Mungkin tidak banyak yang tahu kalaw dari satu kali dua puluh empat jam (baca : 1x24 jam) waktu kita dalam sehari, berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk beribah dan berbakti kepada Allah SWT? Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk merawat dan memberi kasih sayang kepada orang tua kita?.

Jawaban dari kedua pertanyaan itu tentu berbeda beda antara satu dengan lainnya, lalu kalaw kedua pertanyaan itu ditujukan kepada diri saya sendiri, apa yan harus saya jawab?. Haruskah saya menjawabnya di forum blog saya seperti ini?. Kalaw mau jujur, saya akan katakan bahwa tidak banyak waktu yang saat ini saya sediakan untuk memberikan perhatian kepada oran tua,

Entah karena saya lupa, atau karena kesibukan pekerjaan sehari hari dan mengurus keluarga sehingga lupa memberikan perhatian kepada orang tua?. Saya rasa kalaw semua itu dijadikan justifikasi (pembenaran-red) saya tidak memberikan kabar kepada orang tua tentu tidak dapat dibenarkan.

Sudah selayaknya alasan alasan itu tidak dapat paksakan sebagai alasan untuk tidak memberi kabar kepada orang tua. Berulang kali saya sudah siapkan rencana untuk menelpon kedua orang tua walau cuma sekadar "say hi" apalagi memberikan kabar gembira.

Orang tua kita tentu tidak mengharapkan sang anak memberikan kiriman wesel atau transfer uang kepada mereka setiap bulan, kiriman makanan, ataupun bentuk bentuk pemberian yang sifatnya duniawi atau kebendaan lainnya. Walau pemberian materi tentu juga bermanfaat, namun bentuk perhatian dan kasih sayang anaklah yang selalu diidam idamkan orang tua kita semua.

Orang tua lebih mengharapkan perhatian sang anak kepada mereka walaupun cuma sekedar mengucapkan selamat siang , selamat pagi atau bentuk perhatian sekecil apa pun , tentu kedua orang tua kita akan merasa senang. Apalagi mendapat ucapan selamat ulang tahun kepada orang tua, nah loh, apakah kalian juga sering mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada Orang Tua saat mereka ber Hari jadi?.

Saya sendiri saja jarang melakukan itu, nah bukankah saya bukan contoh yang baik. Bagi saya, buat apa mengkritik orang lain, kalaw dalam diri saya sendiri banyak cacat dan kesalahannya. Lebih baik sibuk dengan mengurusi kesalah diri sendiri sebagai bahan introspeksi daripada mengurus aib dan kesalahan orang lain. Saya rasa rekan rekan blogger tentu sepakat untuk hal terakhir yang saya sebutkan tadi.

 Kalaw saat ini kita memandang kedua orang tua kita sudah berusia lanjut, percayalah suatu saat giliran kita yang akan menjadi seperti mereka. Usia tua atau lanjut usia adalah ketentuan dari Allah SWT, dan semua dari kita tanpa kecuali setelah melalui serangkaian lika liku kehidupan, akan datang suatu masa dimana kita semua akan menjadi tua.

Saya sendiri sudah merasakan hal sejak lama, dan kalaw dahulu saya disebut dengan kakak, abang, mas atau om, kini sedikit demi sedikit sapaan "Bapak" atau "Pak" kerap hinggap ditelinga saya. Bukankah itu suatu "pertanda" bahwa saya kini sudah tidak muda lagi.  Lantas apa yang dijadikan jaminan buat hari tua kita nanti? Uang Kah? Harta yang banyak kah?  (Asep Haryono)

39 comments:

  1. bukan harta Kang, jaminannya.
    tapi mencetak generasi yang kelak mendoakan kita, itu the real guarantee buat kita.

    kita, (semoga menjadi) generasi emas dari orang tua kita, yang selalu mendoakannya setiap saat, patuh dan taat setiap waktu.

    saat orang tua kita berusia 40 tahun dahulu, kita merasa orang tua kita sudah tuaa sekali. sekarang Kang Asep sudah melalui usia itu (kalo saya belum Kang, masih lamaa), dan saya yakin Kang Asep merasa masih seperti jaman SMA saja kan? teori relatif(itas) ada di situ ya.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Super sekali bang Zachflazz. Saya termangu membaca komentar bang Zachflazz karena begitu inspiratif dan mengundang decak kagum saya. Saya terinspirasi dari postingan seorang blogger yang membahas saat nya kelak kita semua "ditarik" dari peredaran DUnia lantas apa yang kita bawa.

      Kadang menjadi bahan tertawaan di jaman serba Millenium ini ngomongin soal MATI atau Kematian. Bukankah hal itu juga bisa menjadi penyemangat kita untuk memanfaatkan waktu sebaik baiknya? Selama nafas masih ada, masih terbuka kesempatan untuk beramal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

      Delete
    2. gak ada salahnya inget mati, inget masa sulit gitulah....
      kita kan gak tahu kapan kita bisa jatuh sakit , kapan kita mati, kapan kita terpuruk dan kpn sukses. kita cuma bisa berambisi.. kayak ambisi bikin postingan sehari 1 kali tapi gak ngertinya besoknya anda sibuk/ada halangan jadi gak bisa bikin postingan ..dan ambisi anda gagal total *seumpama*

      kalo ingat itu (HIDUP_MATI_MISKIN_KAYA) justru akan membuat lebih kusyyu dan menjalani sisa umur yg semakin tahun semakin bertambah dengan hal-hal yg postif buat ortu terutama :) .

      Delete
    3. sepakat kat kat sama pak zach + kang asep + miztia

      Delete
    4. @Miz Tia : Benar sekali MiZ Tia. Dulu saya berambisi sekali buat postingan rajin setiap hari namun akhirnya sedikit demi sedikit menjadi luntur tak bertepi laksana hujan di siang hari disinari matahari di embun pagi. Halah ngaco *plak

      Delete
    5. Kalian semua memang mengesankan.

      Delete
  2. saya nggak nyangka deh, koq pertama begini.
    huhh sebel. saya ntar lagi aja deh komennya, takut pertamax terus-terusan, kan bisa dimarahin mama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti gak boleh ngabisin pertamax sama mama ya.

      Delete
    2. Pertamaxnya nda akan ada habis habisnya boleh dibawa pulang dibungkus dengan rapi diikat dengan tali atau pengikat.

      Boleh juga pertamax nya dipanaskan dulu, kalau sudah panas boleh disajikan untuk keluarga. Diberi tambahan sambel sama kerupuk juga boleh tergantung selera aja

      Delete
  3. tuh kan, masih pertamax juga.. huhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren sekali hari ini pertamaxnya Bang Zachflazz yang sudah memborong pertamaxnya dari pertama hingga berikutnya. Luar biasa perlu mendapatkan sertifikat kepertamaxan 2013 khusus buat bang Zachflazz hiheiheiheiheiee. Hadiahnya Klepon bisa diambil

      Delete
  4. siapapun menginginkan hari tuanya terasa tentram ya mas, termasuk saya..mumpung belum terlalu tua, kayanya harus mempersiapkan diri juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap grak ......... lencang depan grak.. hormat grak. bubar jalan.

      Delete
    2. @Muro'i El-Barezy : betul sekali mas. Selagi ada kesempatan pergunakan waktu nya sebaik mungkin. Sesal kemudian tidak akan berguna. Banyak hal yang indah di luar sana jangan habiskan waktu mu hanya untuk satu hal saja

      @Miz Tia : Siaaaaap komandan. Pasukan diistirahatkan. Laksanakan komandan

      Delete
  5. kang asep.. keningnya bentuk ai lap nyu :D .. ihi.

    jaminan hari tua.. sg pnting mbesuk anakku nurut n sholeh n rukun n sukses , rzqinya lancar n blablabla yg baik baik. selalu dalam lindungan ALLAH dan dijalaNYA .
    aamiin aamiin ya rab ..


    gak papalah doa disni :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Miz Tia : Iya kah ada apa dengan kening ku hiehiheiee? Kok bisa ya berbentuk "i love you" padahal itu nda direkayasa, karena tepok jidat dari kemarin jidat saya saya segitu aja. Nda lebar nda juga sempit sesuai selera aja deh hhiheiheihee. Terima kasih atas doanya Miz Tia, smoga di Jabah dan diKabulkan oleh Allah SWT

      Delete
  6. Jaminan hari tua itu ... doa dan kasih sayang anak.

    Bila sudah meninggal hanya satu minta di doakan selalu :)

    Harapan orang tua cuma mendidik anaknya agar sukses dunia dan akhirat nanti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rayen Hendra : Iya benar sekali. Konon kata orang salah satu berkah dan harta yang tidak ternilai sekarang ini adalah doa dari anak yang salih dan salihah dan hanya itu yang akan "menyertai" kita di alam sana. Wallahu Alam. Mendidik anak anak menjadi sesuatu tugas yang tidak muda karena didalamnya banyak dimensi yang saling terkait

      Delete
  7. enak iia kalau hari tua uda ada jaminannya ;(
    sekaligus teringat sama orang tua saiia nii kang ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita saling mengingatkan satu sama lainnya. Apa yang bisa kita rasakan sekarang ini adalah akan dirasakan oleh generasi mendatang.

      Bekal apa kah yang bisa kita tawarkan kepada anak anak kita nanti kelak? Apa yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan ALLAH SWT? harta ? Jabatan? Uang yang banyak? Semua itu memang penting, namun jangan sampai membuat hati kita menjadi batu.

      Hati yang batu, sombong, pongah akan harta dan jabatan biasanya tidak bisa menggunakan kata hatinya. Tidak dapat merasakan pendertiaan sesamanya. Orang yang seperti hanya bisa kita kasihani

      Delete
  8. Lantas apa yang dijadikan jaminan buar hari tua kita nanti? Uang Kah? Harta yang banyak kah? (Asep Haryono)
    **Koreksi : yg bener buat buakan buar .
    ** Inilah tanda2 blogger yg selalu membaca semua artikel, jd setiap huruf ketahuan jk ada yg salah
    ** Ngacir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Indah nulis di baris ketiga:
      **Koreksi : yg bener buat buakan buar.

      lihat, harusnya "bukan" tapi Mbak Indah nulisnya "buakan".

      dari fakta ini, terbantah sudah bahwa Mbak Indah baca semua artikel, wong tulisannya sendiri aja juga nggak dibaca koq, apalagi postingan orang.

      #modyarr

      Delete
    2. membenarkan malah dibenarkan huahahahaha

      Delete
    3. @Indah P : Terima Kasih atas koreksinya. Begitu semangatnya saya mengetik sampai ada kesalahan cetak , huruf, penggunaan tanda baca dan lain lain. Maklum aja bodi masih kurang fit. Hiehiheiee jadi alasan ya hiheihee. Terima Kasih atas koreksinya. Sudah saya perbaiki :)))))))))

      @zacfhlazz : Bagi saya yang luar biasa itu bang Zachflazz yang entah apa resepnya kok bisa blogwalking kemana mana. Hampir semua blog yang saya BW kan selalu ada komentar bang Zach. Sistim apa yang dipakai untuk menangani itu semua. Itu sebuah tanda tanya besar buat saya

      Delete
  9. jadi inget mak bapak di Pontianak kang..

    smoga saya terhitung sebagai anak sholihat oleh Allah, agar tiap kali mendoakan mereka, Allah ijabah doa2 saya :')

    *hiks jadi terharu

    kalo finansial, Insya Allah dicukupkan. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kita semua berkecukupan secara materi, juga berlimpah anugerah ukhrawi dari Allah senantiasa.

      Delete
    2. @diniehz : Penyesalan selalu datangnya terlambat. Belum pernah saya dengar penyesalan itu datangnya duluan. Selalu belakangan. Dengan 40 tahun sudah saya lampaui di usia ini, terasa banyak sekali "bolong" amal, kebajikan dan bantuan yang saya berikan.

      Seperti dua sisi mata uang yang sama sama sulit. Satu sisi berhadapan dengan takdir, sisi yang lain bergelut dengan perjuangan hidup. Terlepas dari itu semua, motivasi diri harus tetap tegar. Di luar sana dunia masih indah, banyak hal yang bisa kita nikmati di luar sana. Jangan habiskan waktu mu hanya di satu tempat saja

      @zacfhlazz : Benar sekali. Pasrah tidak sama dengan pasrah. Dalam Pasrah artinya terdapat nilai keteladanan dalam diri kita yang sudah berusaha semaksimal mungkin menggapai asa dan harapan. Jika itu tidak tercapai, bukan karena orang lain, tapi karena diri kita sendiri yang kurang gigih dalam memperjuangkannya

      Delete
  10. saya hanya mengomentari paragraf terakhir, suhu.... mengenai masalah 'panggilan' karena usia...

    lha klo hanya dipanggil 'pak' atau 'bapak' aja sih nggak masalah.. lha ini saya masih muda kinyis-kinyis kayak gini udah dipanggil 'kakek' ama beberapa orang yg jelas2 levelnya bukan 'cucu' saya...#sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budy Shinichi : Seperti dalam lirik lagu barat yang sering saya dendangkan "Forever Young" oleh Alphaville, ini menjadi salah satu hal yang membuat kita merasa "muda" dalam artian semangat. Semangat harus tetap menyala. Semangat hidup harus ada apa pun tantangan yang ada di depan kita. Walau secara fakta dan sejarah kita sudah tidak muda lagi, namun semangat hidup haruslah selalu muda dan meremaja setiap saat

      Delete
    2. Aku suka Babak-bapak ini...sangat berenergi!

      Delete
  11. Dari paragraf awal sampai paragraf terakhir aku membaca tulisan Akang, rasanya ada yang berkecamuk di benakku ini. Waktu...ya waktu.

    Duh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mas Rudy Arra. Waku akan berlalu dengan cepatnya jika tidak segera disadari. Waktu akan cepat dan bener benar sangat cepat. Baru saja kemarin hinggar binggar Tahun Baru 2013 , dan ternyata kini sudah memasuki bulan Maret. Cepat sekali, Saya aja belum banyak berbenah udah masuk bulan Maret 2013

      Delete
  12. ku kira harta dunia akhirat aja bang
    entah itu bentuknya uang atau akumulasi pahala
    dan juga perhatian dari anak cucu

    *ciye masi muda gini mikir cucu*
    >,< :D

    tapi aku juga senang kata2
    "harta adalah jembatan untuk jalan akhirat"

    ReplyDelete
  13. gimana caranya dapet jamsostek ya Om?
    Dija belom punya jamsostek
    hehehhee

    ReplyDelete
  14. Nabungnya pake emas kang, gram demi gram di kumpulkan deh, Insya Allah sesuai dengan fitrahnya emas akan mampu menjaga nilai dari harta kang asep...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog