Jual Milagros disini
Loading...

DISIPLIN : Bagaimana sebaiknya

Catatan Asep Haryono

Disipilin barangkali di Indonesia adalah barang "mewah" atau "mahal" dan jarang disentuh ataupun dilaksanakan. Banyak contoh sebenarnya dan itu semuanya menyangkut disiplin yang hanya akan bagus jika diperhatikan atau sedang dilihat orang. 

Contoh yang paling sederhana misalnya pelanggaran di lampu merah atau lampu lalu lintas.  Sederhana saja, jika kendaraan sepi, dan kebetulan di sana tidak ada satu pun officer (petugas-red) lalu lintas yang turun mengamankan, haruskah kita berhenti pada saat lampu lalu lintas menyala Merah? Pada momen seperti inilah kesabaran kita akan diuji.

Jika saya yang ada di sana, tentu saya akan melanjutkan kendaraan saya tidak perduli sama lampu lalu lintas yang masih menyala warna Merah.  Kita semua paham bahwa saat lampu lalu lintas menyala merah itu tanda kendaraan semuanya harus berhenti, dan boleh lanjut jika lampu lalu lintas berubah warna menjadi HIJAU.  Nah bagaimana dengan situasi "darurat" seperti ini?.  Haruskah saya berhenti?

Nah gimana coba.  Haruskah kita menghentikan kendaraan kita saat lalu lintas memang lengang, dan tidak ada polisi lalu lintas saat itu?  Saya tidak menganjurkan kawan kawan untuk melanggar lalu lintas, karena itu bukan hal yang baik. Tapi membaca situasi yang saya contohkan di atas, silahkan kawan kawan menyimpulkannya sendiri. Apa yang kawan kawan lakukan jika mengalami hal di atas?

Serba Salah Jadinya
Adalah penting juga bagi kita untuk bisa :"membaca" dalam situasi yang bagaimana, dan dalam kondisi yang seperti apa yang namanya DISIPLIN itu harus ditegakkan. Adakah hukuman atau sanksi yang akan dijatuhkan jika melakukan pelanggaran disipilin yang bersifat Syar'i atau kasat mata yang mudah diidentifikasi.  Contohnya tentu banyak sekali.  Helm misalnya. Kita semua paham HELM adalah penting untuk keselamatan, dan penerapan peraturan HELM standar sudah menuai pro dan kontra.

Belum lagi urusan Marka jalan Raya.  Salah seorang teman istri saya yang mengajar di sebuah sekolah menengah pernah mengalami nasib yang kurang beruntung saat motor yang dikendarainya berhenti melewati marka Jalan. Padahal banyak sekali contoh contoh sikap dan behavior seperti ini yang terjadi dan :"aman aman saja" tidak mendapatkan sangsi.  Saya mencoba mencantumkan beberapa foto di bawah ini.  Silahkan diliat di bawah ini dan komentarnya ditunggu :

SENGAJA :  Sudah jelas ada larangan, masih juga diparkir. Foto ini diambil kemarin (20 Maret 2013) di halaman parkir KB TK Islam Al Azhar Pontianak.  Mumpun sepi, cuek aja kali ya. Foto Asep Haryono

TAK PERDULI :  Ini saya ambil gambarnya dari jarak jauh. Kamera yang digunakan KODAK Z812 IS dengan zoom 25 kali.  Sudah ada larangan dilarang merokok, tapi masih saja melakukannya. Lokasi Bandara Soekarno Hatta Banten.  Foto Asep Haryono

LEWAT : Dua pelajar ini seperti tidak sabar menunggu antrian. Melewati Marka Jalan dan menjadi tontonan pengendara lainnya yang tertib berhenti di belakang garis marka seperti sayah. HIheiheiee.  Foto Asep Haryono
Aji Mumpung atau Terpaksa?
Hhiehiehiee ajian ini memang sudah lama saya terapkan. Beda dengan Ajian jurus Kodok Mati Menahan Nafsu yang sudah mau saya patenkan hiheihee.  Jurus "Aji Mumpung" ini biasanya saya terapkan jika ditraktir kawan di kafe untuk makan siang atau apa saja even even gratisan. Maklum saya termasuk pemburu gratisan bersertifikat.  Jadi begitu ada kesempatan ditraktir, tentu saya cari yang mahal.  Dengan kata lain mumpun di traktir ya cari yang mahal. Hiheiehiee.  Don' t try this at home.

Kadang "Aji Mumpung" ini dijadikan justifikasi (Pembenaran-red) untuk melanggar DISIPLIN. Contohnya banyak sekali. Salah satunya misalnya saat hari Jum'at di mana kaum muslimin mendirikan Sholat Jumat dan kadang mereka menempuh dan atau memilih Masjid yang agak jauh. 

Mungkin mereka memegang teguh prinsip "Makin Jauh Pahala Makin Gede".   Jadi dipilihnya Masjid yang agak jauh atau mungkin Jauh. Nah kesempatan tidak pake HELM.  Jadi dengan mengandalkan kopiah (Peci-red) toh Polisi punt tidak akan memberhentikannya. Kan mau ke Masjid pak.  Nah gimana ini kawan kawan?

SANTAI : Pengemudi Becak dan penumpangnya melenggang dengan tenang di tengah jalan raya saat lampu lalu lintas menyala merah. Menerobos ya mas?    Foto Asep Haryono


Belum lagi kebiasaan buruk penumpang pesawat. Bagi yang sering bepergian dengan pesawat tentu sudah tidak asing lagi melihat "pemadangan" para penumpang seperti tidak sabar untuk turun dari pesawat. Sang pesawat masih melaju di runway tapi penumpangnya sudah mengaktifkan gajet atau alat komunikasinya. Padahal sang pramugari sudah "teriak teriak" dengan pengeras suaranya agar jangan mengaktifkan alat komunikasi sebelum pesawat benar benar berhenti. (Asep Haryono)

62 comments:

  1. Horeee....dpt pertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut hemat saya sikap disiplin harus di tanamkan pada diri kita sewaktu masih kecil. teruma orang tua harus bisa mendidik dan memberikan rasa disiplin kpd anaknya. Jika tidak, jgn harap jika klw udah dewasa akan mengabaikan sikap disiplin meskipun itu di dalam rumahnya sendiri.

      Delete
    2. @Indah P : Hiehiheiee akhirny PERTAMAX berhasil dengan gemilang kemilau sukses diraih oleh mba Indah. Segenap staf dan karyawan SIMPLYASEP BLOGSPOT turut bergembira dan bersuka ria karenanya. Kami mengucapkan selamat atas PERTAMAX nya. HIhiehiehiheiee. Mangcappssss

      Benar sekali. DISIPLIN memang seharusnya ditanamkan sejak usia DINI sejak masih kecil. Dengan memberinya contoh.

      Hal yang sederhana saja misalnya merapikan mainan yang sudah dipake, mengembalikan pinsil ke kotaknya, membuang sampah pada tempatnya. Anak anak dilatih untuk bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungannya. Tepat sekali mba Indah

      Delete
    3. betul tuh.. kalo mainan mah suka tak tinggal tidur , giliran entar ada yang kesapu mama malah nangis ngosek ngosek.

      Delete
    4. @Miz Tia : Benar banged Miz Tia. Kadang giliran lagi dicari atau diperlukan MENDADAK barangnya nda ada , ilang ntah kemana. Lenyap bagai ditelan BUMI. Giliran lagi nda dicari, eh tuh BARANG nongol di atas Kulkas. Puyeng juga kalau gini

      Delete
    5. akhir-akhir ini mba Indah sukses dapet pertamax kayanya

      Delete
    6. dasar Mbak Indah
      Indah P.
      Indah Pertamax.

      Delete
    7. wkwkwk,, dapet julukan baru,, keren juga,

      Delete
    8. aku ketinggalan... memang klo blog PR 3 ya harus sehebat Indah P.

      Delete
    9. Indah Pertamax =))))))

      Delete
    10. wkwkwwkkw indah Pertamax.

      Delete
  2. itu hebatnya orang indonesia. kalau ada tulisan larangan malah di langgar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kstiawan : Hiehihee iya Bli. Di mana mana biasanya begitu. Kebiasaan orang Indonesia konon nda bisa berubah sejak jaman kuda gigit Dunkin DOnats sampai sekarang. Jam karet misalnya sudah terkenal di mana mana hihiehieehieee

      Delete
    2. kalo di kasi denda pasti patuh, kayak kena tilang gitu.

      Delete
    3. penasarannya tinggi, klo dilarang malah dicoba, enake disetrum aja orang-orang gitu mah

      Delete
    4. dikasih pil peluru, lebih pas

      Delete
  3. miris sekaleee ya itu.. udah jelas2 ada logo no smoking, eh dia ngerokok.. ckckck.. pernah juga waktu ke bandung, tepat di bawah tulisan dilarang berjualan di kawasan ini, di situlah pedagangnya jualan hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : Iya benar sekali Miss Syahdini. Miris sekali memang. Inilah yang saya tidak mengerti apakah ini disengaja, aji mumpung, atau memang dasarnya orangnya tidak perduli dengan sekitarnya. Disiplin memang hal yang unik dan harus sejak kecil dibiasakan mulai dari hal yang kecil dan remeh sekalipun

      Delete
    2. klo untuk urusan merokok di kantor saya juaranya mbak dan mas! Baru berhenti setelah ada edaran bakal ada sanksi bagi yang masih melanggar. Akhirnya pd ngungsi ngerokok di bawah pohon ceri di dekat parkiran. Kuapookkk!

      Delete
    3. di KPK juga ada juaranya kalo soal rokok. coba tebaak

      Delete
    4. waaah mbak bunga juara rokok :o

      siapa? mas reo bukan? *tebak2 tidak berhadiah*

      Delete
    5. @diniehz : Tebak berhadiah? Wah asyiik mudah mudahan hadiahnya Tiket pesawat terbang jurusan Jakarta- London pulang pergi. Wah saya juga mau tebak tebakan iheiheiheiheihee. Nebak sambil ngarep.

      @tujuh bunga : merokok juga dilarang di kantor saya. Tapi kadang kadang di kamar mandi (di Graha Pena setiap lantai ada kamar mandinya sendiri sendiri) kadang tercium bau asap rokok. Dugaan kuat ada yang merokok di kamar mandi

      @zachflazz : Wah ada juara soal rokok di KPK ya? Hobi merokok atau pebisnis rokok nih? hiheiheiheiheiheiee

      Delete
    6. ayo pada monyongin bibir, yang paling gosong itu juaranya

      Delete
    7. Hadiahnya nanti PANCI satu set lengkap dengan Buku Manualnya. Panci Canggih buatan Mas Rawins yang sudah dilengkapi dengan fasilitas WIFI dan bisa berubah bentuk seperti robotnya OPTIMUS PRIME di TRANSFORMER

      Delete
  4. aturan itu untuk dilanggar .. sepele banget ya, maksutnya mereka menyepelekan. diantara di atas yang pernah saya lakukan itu parkir ahahah.. jelas di larang tapi gimna ya *garuk-garuk* .

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Miz Tia : Benarkah,peraturan dibuat untuk dilanggar? Hiehiehiehe. Ya ya saya sering dengar itu. Tapi habis gimana lagi, kalau memang peraturan itu dilanggar tapi tidak mengakibatkan apa apa atau aman aman saja, ya mengapa tidak? Hiehieiee *ngajarin yang nda benar nih saya. *plak

      Delete
    2. Wah wah terima kasih atas dukungannya buat saya, dan juga *plak nya. Nanti saya akan menambahkan sendiri plak nya buat kedua pipi saya. Nih *plak

      Delete
  5. Seharusnya sih disiplin ini antara ada atau pun nggak orang lain tetep harus taat sama peraturan ya kang, tapi kebanyakan memang seperti itu, ala aji mumpung, yang penting cepet (atau buru-buru) yang lain nggak peduli lah. ckckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. @uzayzie : Hahahaha yang namanya buru buruh wih kapok dah saya. Ini pernah saya alami beberapa tahun yang lalu saat ngejar Sholat Jum'at, saya pacu kendaraan roda dua saya kuenceng kuenceng, ujung ujungnya saya tabrakan sama 2 pelajar SMA. Untung saja kaki saya tidak di atas pedal rem belakang

      Delete
    2. lah, koq sampe tabrakan Kang. sekarang gimana?

      Delete
    3. udah lama kejadiannya. Dua anak sekolah SMA itu terjungkal ke kiri, saya jatuh ke kanan. Karena kita sama sama mau menghindari lubang di jalan, namun arah kita menghindar bersamaan atau nyaris bersamaan, jadi terjadi tabrakan

      Delete
  6. Hal seperti diatas memang sering kerap terjadi di mana2 tempat kang... Yg terpenting kita jangan mencontoh hal2 semacam itu.. Tapi kalau yg aji mumpung ada yg mau traktir nah itu boleh di tiru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @cik awi : Hahahahah khusus Aji Mumpung memang banyak juga peminatnya, cuma masalahnya bisa runyam karena yang ntraktir kita bisa kopak eh salah kapok. Nda mau traktir kita lagi. Sebagai pemburu Gratisan yang cukup pengalaman, saran saya sih AJI MUMPUNG nya diterapkan dengan Bijaksana dan Bijaksini. Hiehihihie

      Delete
  7. 'cuek' dan tak mau tau sepertinya kebanyakan dari 'kita' dan sayapun juga merasa seperti itu :'(


    [ Gabung yuk ke Direktori Backlink Gratis Berkualitas No.1 Indonesia ]

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh,, jangan dong mbak,, jangan sampe kita menjadi bagian dari yang salah :D

      Delete
    2. @sweatangel : Hiheiie iya kadang CUEX juga ada manfaatnya kadang juga membawa masalah setidaknya kalau sudah menyangkut disiplin. Sebab salah menempatkan cuex bisa jadi orang lain yang menjadi tidak nyaman atau kena imbasnya.

      @tujuhbunga : saya setuju berat. Mungkin demikian, menjadi bagian yang tidak baik jangan ah hiheiheiheiehiehihee

      Delete
  8. yak begitulah kondisi negara kita tercinta, dimana-mana terjadi pelanggaran, apalagi di Jakarta sini mas. Kadang mikir "mulai dari diri sendiri", di lampu merah kita berhenti eh yg belakang pengen jalan trus jadi klakson2 gitu,, nyebelin! kita yang bener tp malah kita yg di-bully.

    Pernah punya pengalaman waktu di Borobudur, jelas2 ada tulisan dilarang duduk di atas arca,, eh lha kok hampir setiap orang santai duduk disitu, sampe anak saya komen "bunda, kan ada tulisan dilarang duduk, kok mereka pd duduk sih?", aku jawab aja kenceng2, "iya mereka kan ga bisa baca", wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihhh, suka yang frontal-frontal nih Mbak Bunga

      Delete
    2. trus disambit gak mbak sama orang2nya? wakakak

      Delete
    3. @tujuh bunga : Benar sekali. Saya pernah ditabrak dibelakang oleh pengendara lain di belakang saya saat di lampu merah. Rupanya dia mengangkut kaleng kerupuk.

      Saya sampai bergerak ke depan karena ada ditabrak dari belakang. Anehnya justru yang menabrak malah terjungkal dan terjatuh dari motornya. Saya lanjut aja jalan bersama pengendara lainnya, karena lampu lalu lintas sudah HIJAU

      @zachflazz : Kalau urusan frontal, bisa jadi rekanan atau partnernya Bang Rawins. Eh salah Mas Rawins dink

      Delete
    4. gapapa frontal klo buat orang-orang yang "tambeng" gitu, moso kudu ngomong lembut sambil bilang ga boleh duduk disini,, ihhh nehi banget :D

      Delete
    5. @tujuh bunga : Hieiheiheieie iya bener juga. Jadi ingat sama acara SKETSA ya. Ada pemalak di Candi Borobudur yang pake baju Jawa lengkap dengan Blangkon dan kerisnya. "Permisi mas, Nyuwun sewu. Minta duitnya donk mas. Matur Suwunnn"

      Delete
  9. internalisasi budaya bangsa yang luhur di sini ternyata gagal Kang.
    masyarakat sekarang cenderung berkutat dengan egonya masing-masing dan berfikir praktis yang negatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Internalisasi itu apa ya. Nah kalau EGO agak nyambung sayah hiheiheiee. Agak tulalit. Belum minum obat cacing dari semalam. Kadang kita merasa cuek kalau keadaan tidak ada orang, jadi memang serba salah dalam menerapkan disiplin ini

      Delete
  10. sepertinya....emang udah hukum alam di negeri ini..kang..
    peraturan dan larangan di buat memang untuk di langgar....ups cape deh...
    #mbil tepok jidat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas budi kayaknya keseringan tepok jidat deh. bahaya loh nanti jidatnya lama2 ilang

      Delete
    2. Wah kalau keseringan tepuk Jidat nanti jidatnya jadi bersih, jadi tidak perlu dicuci pake baiklin lagi hiehiehiehe. Kalau jidat licin dan bersinar kan enak bisa menerangi semuanya hieiehiehiehiee

      Delete
  11. bahkan dg terabg terangan n' sengaja untuk di langgar...
    #mbil tepok pramuka... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ada memanh. Dan yang sering saya liat ya pelanggaran di lampu merah itu. Lampu masih menyala Merah namun masih bersikeras menerobos

      Delete
  12. Di negara kita komplit, masalah disiplin, masalah copas, dll, soalnya orangnya pada kreatif ngakali.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, kreatif ngakali apa aja haha

      Delete
    2. @Payz0 : Hhiehiehie iya betul sekali. Apalagi di pemerintahan yang sarat dengan berbagai kepentingan. Banyak akal akalin misalnya saja penggelembungan dana atau bahasa kerennya Mark Up. Masih banyak lagi hal "kreatif" lainnya sayangnya banyak yang tidak bertujuan baik

      Delete
  13. diselipin ato disiplin yang paling enak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. abis pak Asep ngetiknya DISIPILIN diawal posting. jadi punya ide buat kasi komentar DISELIPIN kan??


      ahahahahaha

      Delete
    2. Hiheiheiei iya yah. Kalau dipikir beda beda TIPIS antara DISIPLIN dengan DISELIPIN. Kalau dibaca cepat ujung ujungnya sama juga ya. Misalnya PUTRA dengan PUTERA kalau dibaca cepat ujungnya sama juga hiheiheiehiehiehiee.

      Delete
  14. hello kang, salam kenal, blognya dah di follow, follow back jika berkenan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih atas kunjungannya ya SOb. Insya Allah saya akan segera kunjungan balasan. Ditunggu ya. Salam kami sekeluarga di Pontianak. Kalimantan Barat

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog