Jual Milagros disini
Loading...

Beasiswa PRESTASI dari USAID

Gambar dari Internet
Catatan Asep Haryono

Bercita cita melanjutkan ke jenjang pendidikan pasca sarjana (S2) di Amerika Serikat? Tentu banyak peminatnya bukan. Tapi apakah peluang itu terbuka untuk umum? Ataukah kesempatan itu hanya untuk batas umur tertentu saja yang boleh ikut? Pasti syaratnya ribet dan berbelit belit khan?

Tadi siang (7 Maret 2013) Jajaran Redaksi Harian Pontianak Post menerima kunjungan atau tamu dari USAID (United States Agency for International Development) beserta stafnya dalam rangka mempromosikan salah satu beasiswa yang tebruka untuk umum dan tidak dibatasi oleh usia yang bernama program beasiswa PRESTASI.

Nama PRESTASI ini kepanjangan dari "Program To Extend Scholarships and Training To Achieve Sustainable Impact" yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira kria berarti "Program Beasiswa untuk memperluas kesempatan dan pelatihan Dalam Rangka Mencapai Pembangunan Berkelanjutan".  Turut hadir dalam meeting sederhana itu Editor In Chief , Bapak Drs B Salman,  Bapak Khairulrahman (Redaktur), Budi Dharmawan (Departemen Even), Undangan para mahasiswa dan juga kawan kawan dari departemen lain juga hadir di pertemuan itu.

"Wartawan boleh saja apply program PRESTASI ini seperti halnya ada alumni kita yang berasal dari TEMPO, namun demikian untuk jurusan Jurnalistik memang tidak secara khusus disediakan namun bisa diambil program Pendidikan dalam artian cakupanya lebih luas tidak bermain di Media saja tetapi lebih menyangkut kepada Policy (Kebijakan)" kata Wahoo Kolopaking, Bagian Rekruitmen AUSAID.

Peluang Besar
Sebelum acara sosialisasi Program Beasiswa PRESTASI USAID, pimpinan rombongan mereka, Bapak Wahono Kolopaking (Yang ini tidak ada hubungannya dengan artis Novia Kolopaking-red) terlebih dahulu acara pemutaran Video Dokumentaer.

Wahono Kolopaking
Video AUSAID ini berkisah tentang beberapa alumni penerima beasiswa PRESTASI yang ditampilkan , salah satunya adalah DR. SRI MULYANI  yang namanya terus dikait kaitkan dengan skandal Mega Bank Century yang tidak jelas penyelesaiannay itu.

"Kami punya 5 bidang besar yang menjadi fokus bidang kerja yang meruoakan sumbangsih USAID kepada Indonesia yaitu sektor Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Linkungan dan Demokrasi Tata Kelola Pemerintahan" tegas Wahono Kolopaking.   Ketika dikejar pertanyaan mengapa tidak ada jurusan spesifik Seperti Jurnalistik atau Media Studies.

Saya pun turut interaktif dengan mas Wahono Kolopaking ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan juga perbandingan dengan beasiswa AMINEF FULLBRIGHT.

"Dua tahun lalu saya ikut seleksi FullBright AMINEF namun tidak lulus, saya ada suratnya dari panitia karena lulus ataupun tidak tetap mendapat pemberitahuan" kata saya.    Ternyata pernyataan saya ini direspon oleh Bu Saidah, staf AUSAID di pertemuan itu.

"Beasiswa PRESTASI ini memang sudah lama ada, tahun ini saja sudah lebih dari seratus yang berhasil lulus namun demikian program ini secara khusus ditawarkan walau tidak seterkenal beasisa FULLBRIGHT AMINEF" kata Ratna Pratiwi.    Wahono Kolopaking juga menambahkan bahwa untuk tahun 2013 ini sudah dibuka kesempatan untuk 25 orang di seluruh Indonesia.  "Baik PNS dan ataupun mereka yang sudah bekerja di swasta karena syarat mutlak bagi calon penerma beasiswa PRESTASI ini haruslha sudah memiliki pengelaman kerja (Pengalaman Teknis)" katanya

Yang unik dari Seleksi Program PRESTASI AUSAID ini adalah pada tahap Wawanca Regional.  "Setelah sang calon penerima beasiswa PRESTASI lulus seleski adminsitrasi dan wawancara di Pusat, maka sang calon akan menghadapi panel wawancara di tempat terdekat dengan tempat domisili sang calon penerima Beasiswa PRESTASI" tegas Wahono.  



PENJELASAN : Ratri Pratiwi dari AUSAID juga menjelaskan kepada peserta yang hadir di ruangan Lantai 5 Graha Pena dihadiri oleh banyak undangan, dan juga adik adik mahasiswa. Foto Asep Haryono

HADIR : Tebak yang mana saya di pertemuan ini iheiieiee.  Foto Haryadi/Pontiamak Post

 "Misalnya yang dari Pontianak yang sudah lulus tahapan seleksi Administrasi harus lulus wawancara regional yang diadakan di Banjarmasin yang nati panel JURI nya diambil dari tokoh masyrakat setempat yang memang paham dan mengerti isu isu yang berkemang di wilayahnya dan itu termasuk syarat yang menentukan kelulusan program ini" kata Wahono.

Siapa Saja Boleh Ikut
"Apa saja yang dicover oleh Pemerintah Amerika kepada penerima program Beasiswa Prestasi ini?" tanya Budi Dharmawan, dari Departemen Even Pontianak Post. "Semuanya ditanggung oleh program Beasiswa PRESTASI termasuk uang saku selama masa persiapan keberangkatan, uang kuliah , biaya hidup dan tiket perjalanan dari dan ke negera asalnya hanya untuk yang bersangktuan saja.  Tidak ada funding untuk mengangkut anggota keluarga di sana" jawab Wahono Kolopaking.

Bagaimana dengan skore TOEFL atau IELTS nya?  Program Beasiswa PRESTASI ini didukung sepenuhnya oleh USAID dan dilaksanakan oleh IIEF (Indonesian International Education Foundation) yang salah satu pelaksanaannya di Gedung Menara Imperium di Jakarta. "Minimal TOEFL ITP 450 dan itu sangat rendah sekali karena itu hanya syarat minimal untuk seleksi dan bukan syarat untuk masuk kampus" tegas Wahono Kolopaking.

Wahono menambahkan bahwa banyak calon peserta yang berasal dari kalangan profesional mereka yang paham akan ilmunya, dan banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat terkendala syarat Bahasa Inggris, jadi kami buat sistem yang memungkinkan mereka tercover semua. "Program beasiswa PRESTASI ini tidak dibatasi umur, jadi siapa saja boleh ikut, dan khusus untuk PNS minimal masih ada waktu sisa minimal 5 - 10 tahun setelah pulang dari program ini" kata Wahono Kolopaking

 "Jika sudah lulus dalam seleksi dan sudah berhak menyandang awardess atau penerima beasiswa barulah kami berikan lagi pelatihan Bahasa Inggris agar skornya memenuhi kriteria dari kampus yang dipilihnya" tegas Wahono Kolopaking. Bagi yang tertarik silahkan berkunjung ke website resminya www.prestasi-iief.org  atau email langsung ke panitia Seleksi di pretasi@iief.or.id   (Asep Haryono)

35 comments:

  1. wah pengen skul ke luar negri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Uswah : Hiehiheie iya kah? Saya juga sama ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Tapi program PRESTASI ini 2 thn loh. Kalau lulus siap siap aja nda ketemu sama orang tua, pacar, kekasih, suami atau istri, jadi siapin mental 2 tahun nda boleh mudik.

      Delete
  2. ingin cobaaaaa......
    tapi bisa gak yaa...
    soalnya aku pun masih kacau-kacau englishnya,, hahaha :D


    ehya, aku Pertaminax :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @A.Y.Indrayana : Hiehiheie iya saya juga pengen ikut. 2 TAHUN lalu saya udah coba ikutan FULLBRIGHT jurusan News Media Studies tapi nda lulus. Mungkin tahun ini mau coba lagi, program 1 tahun aja, non gelar. Kalau kelamaan di LN nda enak juga ninggalan eh ninggalin keluarga

      Delete
  3. cari duit dulu ^_______^ .

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo keluar negeri bawa kamus :D

      eehh ngimpi keluar negeri.

      Delete
    2. @Miz Tia : jangam berhenti bermimpi. Selama mimpi itu gratis segratis gratisnya. Saya aja mimpi mau melanjutkan studi lagi di OZ karena kadung sudah banyak channelnya ke sana.

      Delete
  4. kapan ya bisa beasiswa ?? ipk juga jelek hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @vina devina : Oh ya kah? Saya kira lanjut aja terus kirimkan applikasinya. Karena standar penilainnya cukup bervariasi dan IPK tidak satu satunya yang menjadi standar. Namun diusahakan lah syarat umumnya harus dipenuhi agar lolos syarat administrasi. Tidak mudah memang, namun tidak ada yang tidak mungkin

      Delete
  5. Saya sangat berminat, tapi jika masalah bahasa inggris pasrah deh lebih baik mundur sebelum malu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djangkaru Bumi : Kendala Bahasa memang menjadi momok bagi mereka yang mau ikutan. Terutama kelompok profesional atau mereka yang punya ilmu dan disiplin dalam bidangnya dan sudah memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya enggan ikut karena kendala Bahasa.

      Program PRESTASI ini diset dengan standar skore TOEFL yang rendah, sehingga tiap peserta punya peluang lolos seleksi. Bukan lolos ke Perguruan Tingginya loh. Jika sudah lolos tahap seleksi, dan menjelang keberangkatan, maka akan diberikan pendidikan dan training lagi agar Skornya memenuhi standar Kampus yang dimasuki kelak

      Delete
  6. Wah, sik dpt beasiswa..bisa keluar negri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuk sekali Mba Iis. Bisa dapat beasiswa, 2 tahun ke Amerika Serikat lagi. Tapi seperti kata pak Wahono Kolopaking, bagian Rekruitmen, harus siapin mental juga karena sekali "melesat" studi di Amerika 2 tahun, berarti selama itu pula nda ketemu anggota keluarga, anak, istri, misua dan lain sebagainya. Bagi saya ini cukup berat mengingat anak anak saya masih kecil kecil. Mungkin jika mereka sudah agak besar, saya akan bertarung lagi

      Delete
  7. dulu waktu masih kuliah sering banget nyari info beasiswa luar negeri,
    sekarang kok malah saya gak pernah kepikiran ya,
    waduh, gak pantes ditiru saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yudi Darmawan : Hal ini malah berbanding terbalik jaman saya kuliah dulu di era 90 an. Saya malah nda ada kepikiran sama sekali untuk berjibaku mencari informasi beasiswa pendidikan di Luar Negeri. Bahkan mencari beasiswa SUpersemar (saat itu terkenal) juga tidak berminat. Eh malah saat sudah bekerja malah kembali semangad, Beda yah

      Delete
  8. kalo ada program kayak gini, sangat membantu orang-orang yang pengen lanjut S2. saya juga pengen.. tapi.. ya sudahlah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Suparwanta : Oh ya kah Agus Suparwanta? Ya sudahlah gimana tuh maksudnya. Jelaskan donk. Apa kendala mu untuk bisa ikutan program ini. Syaratnya mudah kok, Yang penting punya pengalaman teknis atau pengalaman kerja di bidangnya.

      Delete
    2. Skripsi belom selesai mas.. hahaha

      Delete
  9. kang asep ikut dong ini :D

    saya sekarang sudah tak seberminat dulu untuk kuliah ke luar negeri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekadau lebih adem di hati ya Mbak..

      Delete
    2. @diniehz : Ini memang pilihan. Malah bagi saya ini sudah agak terlambat, di usia yang sudah tidak muda lagi harapan membuncah tetap di dada untuk bisa melanjutkan studi di LN.

      Motivasinya kini sudah semakin kreatif selain menambah ilmu untuk diterapkan di negara asal bisa menghasilkan duit, tujuan lainnya adalah biaya hidup (living cost) nya yang bisa dijadikan tabungan. Saya dengar dari alumni penerima beasisw ADS Australia yang pulang studi bisa membeli rumah, mobil dll. Wowwwwwwww

      Delete
  10. kesempatan emas untuk nambah ilmu dan pengalaman, pulang dari sono pasti langsung naik pangkat dan jabatan, asal jangan bawa pulang cewe bule azh.

    ayo ikut kang, kami mendo'akan akang kepilih..kan asik ntar chat diblognya dari amerika dan saya bisa sombong ke orang desa..."coy..jelek jelek gini, temen gw orang amerika loh"....hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jadi pengin bawa wonder woman

      Delete
    2. @Cilembu Thea : hiehiheiee ada juga memang cerita lain mereka pulang studi dari Luar Negeri membawa segundang cerita termasuk urusan "cinlok" alias cinta lokasi dengan pemuda/pemudi warga setempat.

      Biasanya ini menjadi salah satu alasan orang Indonesia yang studi di LN "ogah" pulang karena akhirnya menikah di negara tersebut. Hhahaa saya terharu dengan harapan kang Lembu. Semoga doa dan Harapan Kang Lembu dikabulkan Allah SWT, dan saya bisa berangkat melanjutkan studi di LN

      @Zachflazz : Wah wah obsesi Bang Zachflazz dengan Wonder Woman luar biasa sebiasa biasanya iheiheiee. Salut salut atas konsisten dan kesinambungan Wonder Woman mania nya hiheiheiheiheee

      Delete
  11. saya pingin keluar negeri... *tapi jadi TKI..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bali juga udah kayak luar negeri loh Mas

      Delete
    2. pengaruh dari bule sama pale nya ya mas :)

      Delete
    3. @Kstiawan : Hiheiheihee iya bang Zachflazz sudah sering ke Bali jadi paham daerah Bali yang banyak bule nya hiheiheihee. Jadi TKI juga enak lok.

      Sayang sekali yang ditampilkan di TV cerita yang jelek jelek aja soal TKI. Padahal banyak cerita TKI yang sukses di rantau orang malah jarang diberitakan.

      @zachflazz @budi os 19 :
      HIheihiee Bali memang top setop setopnya. Banyak Bule di sana. Kawan sayang orang Indonesia namun berkulit Putih bersih malah dikira orang Taiwan sama Korea hiheiheiee

      Delete
  12. di atas ada USAID dan AUSAID. keduanya beda loh Kang. Mbak Mulyani bukan pejabat BI loh Kang..
    (biarin saya kritisi terus... soalnya saya tau, Kang Asep baru sakit, pasti belum fit bener. sekarang membaik terus kan Kang..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Ya beda. Ada USAID ada AUSAID. Yang saya tulis ini beasiswa dari Pemerintah Amerika Serikat (USAID). Mbak Sri Mulyani bukan Pejabat Bank Indonesia. Terima Kasih atas koreksiannya. Sudah diperbaiki. Jeli sejeli jelinya bang Zachflazz

      Delete
  13. kalo saya....ga pengen ke luar negeri kang asep...pengen uang sakunya aja deh :)
    #mesti ga boleh..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi os 19 : Hiheihiee iya sama saya juga. Uang sakunya lumayan juga loh mas Budi. Sebagai perbandingan beasiswa sejenis untuk non Gelar di Australia lewat program beasiswa Endeavour untuk masa 1 tahun studi, uang sakunya kalau dirupiahkan bisa mencapai 15 juta rupiah sebulan.

      Delete
    2. boleh Mas Budi. sana minta sama Kang Reo

      Delete
  14. Om, doain yaa... Dija kelak dapet mahasiswa fullbright...
    aaamiiin aaamiiiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Om Doakan siang malem deh

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog