Jual Milagros disini
Loading...

Kunjungan Penulis Utara Sarawak (PUTERA)

Sarawak Flag
Catatan Asep Haryono

Kemarin segenap jajaran redaksi Harian Pontianak Post yang "habitat" nya di lantai 5 Gedung Graha Pena yang terletak di Jalan Gajah Mada Nomor 2-4 Pontianak itu mendapatkan kunjungan kehormatan para anggota Penulis Utara Sarawak (Malaysia Timur).

Kunjungan singkat yang dimaksudkan untuk mengadakan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri kepada awak media itu diterima langsung oleh Editor In Chief , Bapak Drs Salman , didampingi oleh Saudara Donatus Budiono atau yang akrab disebut dengan bang Miank.

Acara diskusi sederhana namun hangat itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB kemarin (Selasa, 12 February 2013) di lantai 5 Gedung Graha Pena Harian Pagi Pontianak Post. Tadinya saya asyik saja dengan kegiatan saya hari itu di meja kerja saya namun saya dipanggil oleh Pak Salman untuk turut hadir di pertemuan tersebut. Selidik punya selidik diantara para tamu atau undangan yang hadir dari Penulis Utara Sarawak (PUTERA) itu ada yang blogger. Hiheihiehie

Kamar Kecil dan Tandas
Agak sulit bagi saya untuk mencari tahu sama tempe keberadaan atau informasi lengkap tentang Penulis Utara Sarawak atau disingkat dengan PUTERA ini karena saya sudah ubek ubek Google juga belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai asosiasi atau ikatan penulis dari Sarawak ini. Tidak punya atau tidak website resmi atau blog dari Penulis Utara Sarawak atau disingkat dengan PUTERA ini. Saya hanya menjumpai blog pribadi saja yang hanya "secuil" membahasnya.
Penulis dan Bang Jayaramba
Sayang sekali saya tidak menyimak nama nama daripada Anggota Penulis Utara Sarawak atau disingkat dengan PUTERA ini saat dialog dengan jajaran Redaksi Harian Pontianak Post.  Mungkin saat mereka memperkenalkan diri saya asyik ber SMS ria dengan istri saya yang berkoordinasi dengan saya perihal siapa yang menjemput Abbie, putra kami yang bersekolah di TK Islam Al Azhar.

Begitu saya kelar dengan "hajat" saya ber SMS ria, saya baru ngeh ternyata acara perkenalan sudah selesai hiheihee jadi saya tidak tau si A dan si B daripada anggota Penulis Utara Sarawak (PUTERA) ini.   Saya hanya berkenalan dengan bang JayaRamba, salah satu anggota dari mereka, dan ternyata bang JayaRamba ini hoby nyanyi, menulis buku, sekaligus juga seorang Blogger yang cukup dikenal di Sarawak.  Wow gitu :)))

"Maksud dan tujuan daripada Penulis Utara Sarawak (PUTERA) yang dahulunya dikenali sebagai Perkampungan Penulis Sarawak bertujuan untuk membina dan membangunkan kegiatan keilmuan, pemasyarakatan, penataran sastera dan kegiatan wacana ilmu. Selain itu, tujuannya adalah untuk memasyarakatkan serta menyebarluaskan sastera kebangsaan melalui pembentangan kertas-kertas kerja dan pembicaraan karya para pengarang pelbagai kaum di Sarawak"  katanya

Silaturahmi nya pun berjalan santai dan diselingi cerita lucu mereka. Misalnya cerita tentang "kamar kecil" dan "Tandas".  Bagi mereka kata "tandas" itu berarti Water Closet atau WC, sedangkan bagi kita "tandas" itu artinya "tegasnya, atau katanya".   Begitu pula dengan "kamar kecil" yang bagi orang Indonesia (bukan : Indon ya-red) diasosiasikan dengan Water Closet atau WC, padahal kata itu berarti benar benar kamar yang berukuran kecil bagi mereka. Inilah asyiknya perbedaan bahasa. Hiheiheiee.


TEAM : Inilah team lengkap Penulis Utara Sarawak (PUTERA) yang bertandang ke lantai 5 Graha Pena Pontianak Post dalam rangka silaturahmi dan audiensi rencana penganugerahan Borneo Award For Borneo Journalists.  Foto Asep Haryono
DITERIMAA :  Editor In Chief , Bapak Drs Salman , menerima kunjungan para anggota Penulis Utara Sarawak (PUTERA) yang bertandang ke Pontianak Post.  Foto Asep Haryono

KUE   : Para anggota Penulis Utara Sarawak (PUTERA) yang bertandang ke lantai 5 Graha Pena Pontianak Post ini senang mendapat sambutan hangat dari kami. Ada kue kue khas Pontianak juga disajikan di sini  Foto Asep Haryono
Karena perbedaan penafsiran dan arti bahasa itulah beberapa staf Penulis Utara Malaysia (PUTERA) saat berjalan jalan di kota Pontianak sering kikuk karena benar benar ditunjukkan WC padahal mereka ingin mencari ruangan yang kecil untuk rehat (istirahat-red) hiheiheiehiehiee.  Menurut rencananya sih kelompok ini akan mengadakan kegiatan lanjutan di Miri sekaligus mencanangkan Award atau penghargaan khusus untuk Journalis di seluruh Borneo.  (Asep Haryono) 

45 comments:

  1. mari kita menandaskan komitmen kita di belakang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada apa neh kok ke belakang?

      Delete
    2. @zachflazz : hiheiheiee akhirnya pertamax lagi wih hiheiehiee. Tapi kok dibelakang ya. Kalau mas Rawins tau pasti senang dia tuh karena senangnya di belakang karena ada Doggie katanya hiheihieiehiehiehiheihe

      @Ririe Khayan : Iya neh senangnya di Belakang nanti bisa saling membelakangi kan repot juga kalau mainnya belakang belakang. Tapi kalau urusannya di depan nanti bingung juga sebutannya. Masak disebut depan mendepani sih.

      Delete
    3. ya sudah, tengah menengah sajo kalu begituu

      Delete
    4. @Ririe Khayan : Kalau ditengah tengah bisa ditabrak. Enakkan di sudut aja hiheiheiee secara saya suka sekali di sudut hiiehehiehee. Ya udah ditengah aja dulu sama sama. Tapi truk sama mobil sudah lewat nda ya. Mau duduk ditengah nih

      Delete
    5. logat bekasinya jadi berubah logat serawak ya kang...hehe

      sama dengan rumah sakit = rumah korban lelaki kali ya

      Delete
    6. harap dimaklumin...
      sesepuh kita kan kalo makan suka sampe licin tandas...

      Delete
    7. Haha pingin ketawa baca comen bang zach, perpaduan bahasa yang menggelitik..

      Pasti banyak dapet ilmu baru ya kang dari silaturahmi kemarin. Bahasa negara tetangga memang unik, beda beda tipis dengan bahasa kita ya.

      Delete
    8. @Cilembu Thea : hiheiheihiehiee iya saya masih ingat sama akses Bekasi yang unik dan asyik hiheiheiehieee. Gimana kabar Bekasi ya?. Untung aja tempat ortu di Kranji, Bekasi Barat, tidak terkena Banjir. Hmmmmmm

      @Rawins : hahahahahaa mangcapps. Mas Rawins termyata mahir berbahasa Melayu hiheiheie secara kita memang masih satu "ras" di pulau Kalimantan ya hiehiehiee. Eala SARA juga nih artikel saya hiheiheiheiheie

      @Uzay : Tepatnya adalah "Rumah Sakit Bersalin" biasa disebut dengan "Rumah Sakit Korban" lelaki. Banyak diinternet glossary bahasa Melayu - Indonesia tinggal dicari aja hiheiheihiee

      Delete
    9. saya sempat kaget liat bendera di atas.
      kirain Kang Asep udah punya bendera sendiri

      Delete
    10. HHiheiheiheie nda nda. Itu saya comot dari mbah Google aja, Bendera Negara Bagian Malaysia, yakni Sarawak. Bendera saya tetap Merah Putih, INDONESIA hiheiheihiehiehiehiee

      Delete
    11. gak ditambah kupu2 kang? *ehh

      Delete
  2. PUTERA = Penulis Utara Sarawak, berarti ada juga penulis selatan, tmur, barat serawak yang KAng.

    #pantesan kemarn KAng Asep ngacir ke WC duluan...tibaknya sms-an tho sama sang stri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Ririe Khayan : Hiheiheie iya saat mereka pada perkenalan diri saya malah sibuk liat screen di HP Jadul saya soalnya jam meeting dengan PUTERA mendekati jam atau waktu menjemput anak di sekolah. Hiheiheiee.

      Mau tau nda ternyata hari itu , setelah meeting dengan PUTERA selesai, saya menjemput ke sekolah ternyata sang istri juga ikut menjemput. Hahhahaa. Jemput bareng. Kurang koordinasi kayaknya. Tapi ada hikmahnya juga.

      Ternyata anak saya mendapat banyak hadiah Ultah (ada perayaan ultah kawan kelasnya). Jadi banyak cantelan oleh oleh hiheiheie. Jadi bisa "berbagi" cantelan di motor saya, dan motor istri

      Delete
    2. Penulis Utara Sarawak...
      ga nyambung amat ya..?
      harusnya disingkat PUSAR, pak...

      Delete
    3. @Rawins : Hahhahahaha iya bener sekali mas Rawins. Kadang singkatannya tidak pas dengan kata atau susunan kalimatnya. Ini memang sering kita dapati dalam istilah lainnya seperti Perdagangan, dan lain lain. Jeli sekali mas Rawins hiheiheihiehee

      Delete
    4. PUSAR kan singkatan dari Penulis Utara Selatan Adalah Rawin.

      Delete
    5. Nah nah itu yang sudah menyerempet "pusat alam semesta: ya tentu mas Rawins lebih paham karena sudah disiplin ilmu dan bidanya. Guru Besar bidang "gituan" ya mas Rawins

      Delete
    6. Doctor Honoris Causa

      Delete
  3. Pertemuan seperti ini dapat menambah wawasan terutama dalam hal sastra dan bahasa,, dengan begini bahasa2 disana kayak apa.. hehe.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali. Khusus untuk Kuching dan Sarawak saya sudah 2 kali berkunjung ke sana. Yang Pertama saat saya masih di SENAT FKIP Untan Pontianak tahun 1994, dan yang kedua saat ikut rombongan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB Kalbar) yang dipimpin oleh Bapak Yasmin Umar ke Sarawak- Kuching di Malaysia. Jadi bisa tau lah keadaan di sana hiheiheiee. Mau juga ke sana lagi kalau ada sponsor hiheiheiheieee

      Delete
  4. hehehe.. perbedaan bahasa walopun masih satu rumpun seru juga ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @keke naima : Iya benar sekali. Kuching dan atau Sarawak sangat dekat dengan perbatasan ENTIKONG (Sanggau) Kalimantan Barat. Banyak warga Pontianak yang bahasa sehari harinya memang bahasa Melayu yang sangat pas dan cocok dengan aksen logat Melayu Jiran Malaysia itu. Kita memang serumpun :)))

      Delete
  5. semoga ke-akuran ini bisa memotivasi kita semua ya ... akrabnya... tuker2an blog dong :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Deby Putra Bahrodin : Iya dengan ini juga blogger Indonesia (bukan Indon ya-red) dan Blogger Jiran Malaysia bisa saling menguatkan dalam ikatan silaturahmi dan persaudaraan. Melalui pertukaran budaya, sastra, dan puisi kita bisa saling tukar pengalaman, cinta dan juga persaudaraan serumpun

      Delete
  6. pak asep memang sudah mendunia
    namanya berkibar sampai ke mancanegara

    *kapan dikereknya pak..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rawins : Iya kah? Saya tadi iseng iseng ketik kata kunci "asep haryono" dengan mesin pencari Google Indonesia (google.co.id) banyak sekali keluarnya. Lalu saya iseng ketik lagi "asep haryono" dengan katagori "images" di google.co.id hasilnya wedewwwwwww keluar foto foto nya. Ada banyak juga foto saya ya. Hiheiheiheieehhee. Narsis kumat

      Delete
    2. edyann, dikerek.
      jangan mau Kang... kami masih memerlukanmu

      Delete
    3. Oh tenang kalau dikerek nanti sudah kaya bendera aja. Hieiheiee tapi dicontohin dulu sama yang punya idenya : Mas Rawins. Yuk sundul sundul mau nda dikerek hiheiheiheiee. Melambai lambai kaya Sempax tertiup angin hihiehiheiee

      Delete
  7. wah sampe ke Malaysia :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuh, Kang Asep berkunjung ke Malaysia.
      (rasain ke ketemu Mas Reo!)

      Delete
    2. Saya akan pesan tiket KLM kalau ketemu mas Reo. Hiehiheiehie kan mas Reo di Kuala Lumpur ya. Sekalian mau foto bareng sama Mas Reo mau minta tanda tangannya. Sekalian cari bubur Ayam bareng bareng

      Delete
  8. Salam kenal. Selalu Membaca tapi silent reader

    ReplyDelete
  9. temans, dapet salam dari mas reo. doi belum bisa eksis karena ada proyek di luar kota, masih di malaysia juga. semoga rejenkinya melimpah dan berkah. dan jangan lupa makan-makan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiiik makan makaan

      Delete
    2. @zachflazz : Iya nih mas Reo sedang banyak project kayanya, dan mudah mudahan Mas Reo yang wajahnya mempunyai kemiripan yang amat tinggi dengan Vokalis Jamrud itu bisa kembali ke dunia maya. Kelamaan di dunia nyata bisa bikin sakit perut hahahahahhaa. *plak

      Delete
  10. weh, dapet award nih ntar kang asep walopun posisinya di ptk post bukan jurnalis :D

    btw, seriing sekali saya liat foto ruang pertemuan ptk post. Sayang sekali, belom2 juga mampir ke sana. Pengen ke situ deh sama rombongan. Jadiin tempat kopdar KPK boleh gak kang? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kang, dan siap2 kebanjiran komen di situ

      Delete
    2. Boleh juga. Mau kopdar di Graha Pena Pontianak Post. Tinggal cari SPONSOR Tiket Pesawat PP nya buat para anggota KPK kira kira ada yang mau nda ya hiheiheiheiheiee

      Delete
  11. hehehe.. seru juga.. tapi emang jadi penasaran knp mereka menyebut kita indon iia..?!?! atau saiia nya ajja yg ikut2an karena uda lebih banyak kata2 itu beredar di inet iia..?!?! :( hmm...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ingin sekali menjawab pertanyaan mu cuma saya kuatir berdampak kurang baik. Namun dari berbagai referensi yang saya dapat sebutan INDON lebih ditujukan kepada kelompok migran yang bekerja sebagai Tenaga Kerja

      Delete
  12. semoga jurnalis kita semakin profesional dan memiliki nilai edukasi, fakta dan menjadi kebanggan masyarakat mas.
    Amin

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog