Jual Milagros disini
Loading...

Balada Laskar Pelangi

Gbr dari Internet
Catatan Asep Haryono

Suatu ketika saya membaca twit dari salah satu rekan saya, Iwan Setiawan yang juga seorang blogger di Pontianak, Ibukota Propinsi Kalimantan Barat yang memposting "Andre Hirata menuntut Blogger. Pengacara nya Yusril pula.. http://bit.ly/W2yMK4 @gm_gm , ada tanggapan? Blogger,masuk UU Pers atau ITE ?", sontak membuat saya kaget bukan kepalang. Siapa yang tidak kenal dengan Penulis kenamaan mas Andrea Hirata?

Saya sendiri yang memang bukan ahli sastra apalagi ahli bahasa, memang mengenal sekilas saja Mas Andreas Hirata sebagai penulis Novel "Laskar Pelangi" dan itu pun hanya dari website, dan TV . Saya sendiri belum melihat film "Laskar Pelangi" secara utuh dalam artian menonton dari awal hingga akhir, hanya sekilas saja namun sudah cukup untuk mengetahui jalan cerita film yang cukup terkenal di Indonsia dan di mancanegara itu.


Ada apa masalahnya sekarang dari Twit kawan saya tadi? Biar saya tidak penasaran saya pun langsung "meluncur" URL yang ditautkan di Twit kawan saya itu. Saya sendiri sudah membaca kedua URL tautan tautan tersebut.  Nah bagi kawan kawan yang belum tahu permasalahannya antara mas Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi nya itu silahkan untuk membacanya di sini.  Sekalian juga baca artikel yang diposting oleh mas Damar Julianto , Senior Copywriter @DentsuID | Founder/Developer Tanam Ide Kreasi yang menulis "Pengakuan Internasional Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya" di sini.

Kronologis Peristiwa
Gimana apa sudah jelas duduk permasalahannya? Sebagai kesimpulan awal bolehlah saya abstraksikan : Ada seorang blogger yang bernama mas Damar Julianto yang memposting artikel yang berisi dan berjudul "Pengakuan Internasional Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya" yang menggugat sebutan "“International Best Seller yang disematkan pada Novel "Laskar Pelangi" (LP) yang menurut mas Damar Julianto tidak jelas dasar penetapannya.

Kemudian oleh mas Andrea Hirata kemudian dijawab sendiri oleh beliau yang kemudian dipublikasikan oleh Agus Hermawan  yang menulis artikel yang berisi dan berjudul " Andrea Hirata Menjawab: Penulis Indonesia Mencari Keadilan".  Dalam tulisan beliau tersebut mas Andrea Hirata berang dan berencana akan membawa mas Damar Julianto ke ranah hukum dengan tuduhan "Pencemaran Nama Baik".  Gonjang ganjing beritanya sangat ramai di twitter.   

-->



Yusril Ihza Mahendra  dalam akun twitter pribadinya @Yusrilihza_Mhd pun langsung memposting twitnya sendiri "Saya memberikan masukan kepadanya supaya tulisan2 spt itu diibantah saja secara intelektual dan serahkan kepada masyarakat untuk menilai".   Nah dari pihak Mas Damar Julianto sendiri tidak memfokuskan kepada Nobel maupun isu isu lainnya yang beliau angkat adalah persoalan Publisitas daripada "Laskar Pelangi:" tersebut yanh menurut mas Damar Julianto adalah "Pembohongan Publik". 

Tak Perlu Ke Ranah Hukum
Saya sendiri bukan Ahli Hukum apalagi mengerti akan hukum. Tapi apa yang dialami oleh mas Andea Hirata mungkin bisa sedikit saya pahami. Bukannya sok solider karena dalam hal ini saya tidak berpihak siapa siapa. Saya hanya mau mengatakan betapa sakitnya "dibantai" orang di dunia maya.  Beberapa tahun yang lalu saya pun pernah merasakan betapa galau nya kalau ramai dibacarakan orang di jejaring sosial semacam Twitter.  

Beberapa tahun yang lalu yang sempat dituduh sebagai seorang Plagiator atau melakukan aktifitas atau kegiatan Plagiat hanya karena saya sendiri khilaf atau lupa mencantumkan sumber atau referensi aslinya. Saya sendiri sudah menyatakan permintaan maaf saya kepada si penulis aselinya.  Dia pun juga meminta maaf karena sudah "membombardir" saya di Twitter dan "membantai" saya lewat Twitter.  Namun Alhamdulillah "kasus" ini sudah selesai dan berakhir damai.  Namun hikmah dari itu semua bagi saya adalah betapa tidak nyamannya perasaan saya waktu itu.



Setelah saya membaca tulisan Mas Damar Julianto dan membandingkannya dengan jawaban Mas Andrea Hirata yang dipublikasikan oleh mas Agus Hermawan, saya punya pendapat sendiri dalam hal ini. Pendapat saya mungkin saja berbeda dengan pendapat para blogger yang saya cintai di mana saja berada.  Rencana Mas Andrea Hirata yang akan "menyeret" mas Damar Julianto ke ranah hukum dengan tuduhan "pencemaran nama baik" adalah hak dari mas Andrea Hirata. Namun menurut pendapat saya tidak perlu.  Ya menurut hemat saya tidak perlu (harus) melalui ranah hukum. 

Saya setuju dengan pendapat mas Yusril Ihza Mahendra dalam hal ini agar "perseteruan" antara mas Andrea Hirata dan Mas Damar Julianto yang seorang Blogger itu tidak perlu lah sampai ke ranah hukum karena bisa dipastikan akan memakan waktu lama dan sangat melelahkan.
Lebih baik berdamai, bukanlah damai adalah hal yang terindah yang ada di planet bumi ini. Saya senang dengan perdamaian. Saya rasa semua sepakat dalam hal ini. Damai itu Indah

Saya setuju dengan pendapat mas Yusril Ihza Mahendra yang mengusulkan "berdamai" saja dalam artian dibantah dengan tulisan.  Jika sudah berbicara kepada fakta dan bukti bukti tentunya akan semakin menarik bukan? Bukankah tanda kita dewasa dalam bersikap dan bertindak adalah dengan berdasarkan pada fakta dan bukan Opini.  Nah Mas Damar Julianto sudah membeberkan fakta, dan saya harap fakta itu bisa dipertanggungjawabkan.  Begitu pula sebaliknya klaim mas Andrea Hirata juga bisa dipertanggungjawakan. Wait and See. (Asep Haryono)


40 comments:

  1. say hello dulu: siang kang asep

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, pertamax????? masak sey? heheheh..lebay

      Delete
    2. blagu deh ih...hehehe

      Delete
    3. Orang Lebih Keren dari yang di atas saya4:11:00 PM

      blagu itu yang biru-biru buat nyuci pakaian putih ya?

      Delete
  2. semoga semua berakhir dengan damai

    ReplyDelete
  3. hah? andrea hirata? kok gitu sih :(

    setuju banget kang.. tulisan dijawab dengan tulisan. kultwit, balas kultwit. buku, dijawab dengan buku. sah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga mas andrea tidak keblinger ya. saya terlanjur simpati dengan tokoh IKAL di film/novel itu.

      Delete
    2. aku malah baru kenal ahahhahhahhah *harap maklum* .

      Delete
    3. saya ingetnya sama Andrea dan Yusril karena ada sohib kentel orang Blitung namanya FAUZI ACHDIAR(alm),
      selebihnya buat saya mereka cuma orang biasa saja seperti mamang ubi makan nasi dan doyan makan ubi.

      Delete
  4. kan kebenaran kalo itu kisah nyata juga endak tau to pak, terus untuk mas damar julianto kan juga berpendapat, bagaimana mencemarkan nama baik?

    Siapa yang benar kita juga gak tau, karena pasti yang salah pada nutup2in kesalahannya... embuhlah ...

    ReplyDelete
  5. ahh bener, Kang. saya baca-baca di situs yang dirujuk Kang Asep, rupanya AH ada di area "lupa" rupanya. nggak semestinya sedemikian itu. ini bakalan membawa opini masyarakat bahwa AH memang nggak ngerti hukum, wong kayak gitu doang cukup dijawab dengan lugas, dibalas di jejaring, selesai. maksimal konferensi pers. semua udah tau koq kualitasnya. kalo diteruskan di pengadilan, kebayang dong nanti, seandainya si lawan makin nemu kebohongan lain (if any). semoga tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nahh itu dia *apa coba*

      kebenaran dan kejujuran..
      pergaulilah orang orang yg jujur karena blablablabla.... gitu sih kalo gak salah kata mutiara dalam islam
      sumber : *baca di artikel* .

      seperti yg kang asep alami itu di atas. tapi semua clear !!. berdamai.

      Delete
    2. contohlah perseteruan kita bersepuluh soal siapa yang paling saru dan keren ya kang....
      cukup dengan #mlengos dan huh..beres!

      selebihnya kelak kalau ketemu didarat bakbukbek pletak pletok gombrang...breng pring gusrek..benjol dan keluar darah dari kuping sedikitdoangan.
      setelahnya...pelukan dengan mesra dan penuh cinta...udah selesai...ya kang yah?!

      Delete
    3. perseteruan komen KPK...mesti lebih seru

      Delete
    4. kang asep sebagai suhu gimana nih ngebiarin kita para murid ruwet

      Delete
  6. Saya sependapat dengan kang Asep.. Sebaiknya diselesaikan dengan kekeluargaan saja :). Yang namanya konflik memang gak selalu enak.

    ReplyDelete
  7. kapan saya pertamax disini y?
    bentar kang saya baca dulu sampe tuntas y

    ReplyDelete
  8. maaf pak damar itu penulis buku juga ya?? saya gak paham soalnya :D

    kalo menurut saya di biarkan saja deh, damai gitu..

    maksutnya kalo masalah gituan di perpanjang pasti ribet itu masalahnya tentang pencemaran nama baik ya.. kalo di ajukan kehukum dijelaskan dulu pak damar maksutnya gimana, dan faktanya gimana. kalo sama sama salah paham yang bijak sajalah.. kalo udah jelas.. bicarakan sama publik yg bener ini loh.. atau gak perlu dibeberkan deh pasti publik bakalan tau yang sbenarnya.
    tapi kalo gak mau berlarut larut kata "mama miztia" lebih baik diem aja, yang bener pasti menang.. kalo banyak omong itu gak baik. tabahkan hati. kita bantu doa saja pasti membantu.


    salam persahabatan !! piss ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terusnya dagangan ubi cilembu saya gimana dong kalau cuman diem?...#sedakep dengan nyantey

      Delete
    2. boleh sambil koprol atau kayang gitu kang ubi.

      Delete
  9. setuju dengan pemikiran kang asep dan kang yusril, damai itu lebih indah dan cantik, mendingankita berpelukan dan buka hati bareng bareng, ada hal yang lebih penting,mendingan bergandengan tangan bagaimana anak anak muda negeri ini bisa lebih mandiri dalam bidangnya masing2 melalui kelebihan mereka yang sedang berseteru itu.
    misalnya kang hirata ngasih modal buat saya mengembangkan dagang ubi kemanca negara seperti buku ciptaannya yang mendunia itu..misalnya!!

    soalnya akhir2 ini saya sedang berfikir untuk membuat sensasi gila lewat blog supaya blog saya mendunia yang pada akhirnya ubi dan desa cilembu ikut mendunia, caranya saya akan menyerang barak obama dengan tulisan diblog desa, nantinya kan saya bisa masuk tipi...(walaupun dengan mata tertutup)buwahahaaa.....
    gimana?hebat kan rencana sayah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Kang Cilembu masuk tivi, saya kaul, akan makan enak seharian!

      Delete
    2. ada ide ngga buat nguyel-nguyel kang barak?

      Delete
    3. betul...kalo kang Cilembu masuk tipi pasti cool,damai itu indah.

      Delete
  10. Itu artikel cerpen atau kutipan buku yah gan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. agan belum polow blog saya loh...lupa ya?

      Delete
    2. itu artikel cermin sob...

      Delete
    3. itu artikel curhat loh.

      Delete
  11. sob, aku udah follow blog ini. kunjungi n follow back, ya... di kanginanjaya.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Handhita : aku juga udah polow blognya polbek y...hihihiii

      Delete
    2. pollow blog miztia juga ya horree.

      Delete
  12. manusia mungkin memiliki wajah yg mirip, tetapi tidak ada satupun yang memiliki kepribadian yg sama. intinya adalah ketika ia merasa di injak harga dirinya, maka ia akan berontak.
    sebenarnya prinsip seperti ini ada baik dan buruknya. Namun jika ada satu kata saja "MAAF" maka seharusnya sudah bisa menjadi acuan untuk mengandalkan kemanusiawian seseorang. tinggal cara implementasinya saja bagaimana!
    mungkin ini sedikit masukan buat yang lagi perang teluk kang Asep hehehehe..

    ReplyDelete
  13. mantap-mantap kang,setail dan alur ceritanya komplit kang.

    ReplyDelete
  14. nanti bukan laskar pelangi lagi
    judulnya ganti laskar menggugat hehe

    ReplyDelete
  15. Kok bisa jadi gini kejadiannya,kok ada pencemaran yah?

    ReplyDelete
  16. terlambat asal selamat.

    damai itu Indah ya kang. biasa lah namanya sudah agak terkenal, langsung main hukum.

    saya sudah baca keduanya tuh.
    *lucu tuh orang..xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadi komen ini ilang saat saya bales komen diatas...

      Delete
    2. pasti dikandang.

      Delete
  17. untuk urusan seperti ini memang pak
    lebih baik hanya di bantah secara bijak saja
    itu sudah cukup


    untuk masalah hukum lebih baik dalam hal yang bersifat lebih ke pelanggaran hak cipta...



    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog