Jual Milagros disini
Loading...

Rumah Ku (Pernah) Kebanjiran

Foto Dok Asep Haryono
Bisa Merasakan Betapa Sengsaranya Kebanjiran
Catatan Asep Haryono

Tulisan ini bukannya ikut tren atau ikut numpang tenar karena flood disaster alias musibah bencana Banjir yang melumpuhkan Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi)  yang ramai diberitakan di hampir seluruh televisi swasta dan media cetak di seluruh Indonesia.  Terakhir tadi malam saya menonton acara Wideshoot MetroTV dan TransTV juga banyak menggambarkan derita, dan kesusahan para korban banjir yang sangat memlukan hati.

Apalagi saat  ditayangkan proses evakuasi warga yang dilakukan oleh Basarnas, Anggota TNI dan Tim SAR ke tempat yang aman juga sangat heroik menurut saya.  Heroik tidak selalu berada digarda peperangan saja, namun "bertempur" menyelamatkan warga dari musibah banjir juga bisa dikatakan tindakan heroik. Saya salut dengan kerja keras Basarnas, Anggota TNI, Marinir, Tim Sar, dan Masyarakat yang bahu membahu dalam membantu para korban banjir.

Sekali lagi bukan maksud untuk ndompleng atau latah soal banjir yang melanda Jabodetabek, namun kenyataannya rumah kontrakan saya memang pernah kebanjiran. Saya beruntung berhasil mendokumentasikan saat genangan air banjir memasuki rumah kontrakan saya itu.  Ini adalah dokumentasi saat komplek saya Duta Bandara Blok C6/14 kebanjiran pada tanggal 24 Nopember 2010 yang lalu.  Berikut catatan saya

Dokumen Basah dan Ular
Saya masih ingat satu hari sebelumnya, tanggal 23 Nopember 2010 sudah terlihat awan gelap di atas komplek Duta Bandara Supadio Kabupaten Kubu Raya.   Awan hitam bergumulan di atas sudah terlihat di hari sore yang kalau dilihat dengan mata telanjang tentu cukup menakutkan.

Betapa tidak menakutkan menyaksikan gumpalan awan hitam kebiru biruan disertai dengan angin kencang dan hujan rintik rintik.  Kalau mau liyad kaya apa gumpalan awan gelap pekat tersebut bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Berburu Mendung Ala Twister" yang lalu. Nah seperti itulah awannya, Gelap masbro. Akhirnya hujan seharian pun sukses, dan blok C kebanjiran juga.

Saya dan istri  yang saat itu masih mengandung 8 (delapan) bulan anak kami yang kedua sibuk membereskan segala sesuatunya dari terjangan air banjir yang mulai merembes kemana mana.  Bebas Banjir. Iya benar artinya banjir bebas kemana mana, ada yang masuk ke loker buku, ke koleksi buku buku, dan dokumen yang cukup penting lainnya.  Semuanya "diungsikan" ke bagian atas yang lebih tinggi dari genangan air yang sudah setinggi mata kaki. 

Dalam tayangan TV swasta saya sudah melihat ada warga Jakarta yang menangkap basah Ular di tengah banjir di Jakarta.  Kok bisa ada ular keluar di tengah banjir? Ya mengapa tidak.   Kenyataan seperti itu juga saya alami saat itu.  Sudah beberapa kali saya melihat sekelebat ular kecil bersilewaran di belakang rumah karena belakang kami ada sawah dan dimana mana banyak rawa yang juga kebanjiran.  Saya sudah menyiapkan kayu panjang yang ujungnya runcing sebagai senjata jika bertemu binatang melata. Kuatir juga karena ada anak dan istri yang sedang mengandung.


KEBANJIRAN : hujan turun berhari hari belakangan ini menyebabkan rumah ku kebanjiran. Oh komplekku hiks hiks huaaaaaaa. Foto ini diambil 24 Nopember 2010 jam 0730 WIB. Foto Asep Haryono

BELAKANG RUMAH: Dan gentong air di belakang rumahku juga tidak luput diliputi air. Oh air dimana air. Banjirrrrrrrrr huaaaaaaaa.. Foto ini diambil 24 Nopember 2010 jam 0730 WIB. Foto Asep Haryono

KEBANJIRAN : Banjir keliatan di samping kanan rumahku. Rintik rintik hujan masih turun saat foto ini dijepret. Foto ini dijepret Rabu 24 Nopember 2010 jam 07.30 WIB pagi. Foto Asep Haryono


Masih Sempat Bakar Sate
Begitu sudah masuk sore hari akhirnya hujan tralala pun masih turun terus menerus hingga seharian hingga akhirnya "tsunami kecil" akhirnya sedikit demi sedikit mulai merangkak naik dai halaman depan rumah hingga ke ruang tamu dan menjalar hingga ke dalam kamar tidur keluarga.   Rumah Kebanjiran dengan sukses dan gemilang. .Dan akhirnya saat masuk tanggal 23 Nopember 2010 pagi hari semua isi rumah sudah dimasuki air. Nyaris tidak ada sudut di rumah yang tidak terkena air banjir. Semuanya kebanjiran.

Anak saya, Abbie, justru malah senang dengan air masuk rumah. Dia pikir ada kolam renang gratis hiheiheiheiheiee. Bukannya membantu ayah dan bundanya membereskan barang barang yang ada dalam rumah agar terhindari dari genangan air banjir, dia malah sibuk bermain banjir banjiran. Hiehiehiheiee. Namanya juga anak anak hiehiheiheiee.  

Saya pun mengamankan jaringan listrik untuk sementara di OFF kan guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan.  Mulai dari colokan listrik, hingga kepada instrumen yang memakai sambungan listrik. Dengan cukup mematikan jaringan listrik langsung dari saklarnya, dan mematikan sementara agar tenang dalam beres memberesin barang barang.  Walhasil menjelang malam kami semuanya candle light party alias pake lilin karena masih kuatir jika keadaan banjir dalam rumah, listrik dinyalakan karena sangat beresiko.


DALAM BANJIR :  Inilah banjir yang menggenangi bagian dalam kamar ku. Udah sip dah tinggal berenang aja. Yuk Mareee. Foto Dokumentasi Asep Haryono
KAMAR BANJIR :  Dimana mana air, yah namanya juga kebanjiran. Foto dijepret pada hari Jumat 19 Nopember 2010 jam 20.00 WIB. Foto Dokumentasi Asep Haryono
BAKAR SATE  : Biar banjir dan sudah jam 20.00 WIB malam, masih nyempetin bakar Sate. Jatah daging kurban Ied Adha. Nda pake arang, ya pake kompor juga jadilah. Dagingnya empuk karena sudah direbus sebelumnya. Hehhee Yuk maree. Foto Dokumentasi Asep Haryono

Saat itu kebetulan masih memakai kompor manual alias pake minyak tanah, jadi untuk menyiapkan makan malam semuanya memakai kompor itu yang ditempatkan di atas bangku atau kursi.  Saya sempat sempatnya membakar sate di atas kompor. Dan kompornya di atas sebuah bangku hiehiehiee.  Karena saat itu belum punya bakaran sate, dan juga tidak sempat beli (bakaran sate).  Ya udah daging sapinya direbus dahulu agar empuk dan tidak keras saat dibakar. Begitu sudah empuk, barulah ditusukkan pada tusuk sate.  Bakarnya diatas kompor seperti dalam foto di atas hhiehiehiee. 

Dinner pake Sate donk hiheiheihee?  Cuma masalahnya saat itu tidak ada sambel kacang atau saus kacang yang biasa disajikan oleh para penjual sate.  Jadi untuk mensiasatinya saya pake Bumbu Pecel yang praktis dan banyak dijual di Mal Mal atau di supermarket.  Tinggal cari kecap aja, dan nasi panas hangat.  Jadi biar malam malam "gelap gelapan" pake Lilin dan lampu templok suasana menjadi "hangat" karena dinner sate di atas kompor dan makan bersama keluarga.  Biar menderita karena banjir kami masih bersyukur tidak harus mengungsi karenanya.  Dari sini saya bisa merasakan betapa sengsaranya kebanjiran.  (Asep Haryono)

99 comments:

  1. luar biasa,,, masih sempet2nya nyate yo mas...
    ada tuh di jkt, kebanjran plus kebakaran, mungkin pemilik rumahnya mau nyate juga ya... haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh..eh... pertama lho...

      Delete
    2. @Sun : Hiheiheieei terima kasih atas PERTAMAX nya. Selamat selamat. Kebanyakan nomor 1 di kotak komen alias PERTAMAX paling diburu hiehiheiheiee. Hari ini gelar PERTAMAX berhasil disabet oleh mba SUN. Mangcappsssssssssss hiheiheiheihiehieieee

      Delete
    3. saya mewakili mbak sun utk bepertamaxx ria :p

      Delete
    4. iehiheiheiehiee kalau saya sih PERTAMAX nya masih tebruka eh salah terbuka untuk umum dan tersedia buat siapa saja yang berhasil memperolehmya. Pertamax nbuat siapa saja yang berhasil datang lebih awal dan memberikan komentarnya yang pertama iheiheiheiehiehe

      Delete
    5. cm skali, peringkat pertamax di kelas pak asep :D

      Delete
    6. nanti pasti dikasih yang kedua kali sama kang Asep..:P

      Delete
    7. biar saja nggak pertamax, yang penting saya menganggap bahwa saya ini pertamax

      Delete
    8. dapat sate dong yg pertamax...

      Delete
    9. Hhiehieiie wah wah baru buka Peceh nih hiehiheiee. Buat yang pertamax bisa bawa pulang panci hiheiheihiehiee. Kalaw gitu pertamaxnya bisa dibuatkan piala dan penghargaan hiehiehiheihee

      Delete
    10. mana pialanya, lempar ke sayah

      Delete
  2. kalo melihat aernya mah, di rumah kang asep ini jernih aernya kang.. nah kalo di jakarta itu aernya udah kayak aer comberan gitu ... kasian juga warga yang kena banjir. sebenarnya yang kena banjir dan harus di bantu itu bukan hanya di jakarta saja, tapi banyak daerah lain yang terkena juga. Menyibak di bencana ini, pasti ada hikmah yang habisnya itu tidak akan habis-habis .... #jadi berasa kolam renang dimana-mana kang, dan gratis.. hehehehe.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @deby putra bahrodin : Iya bener juga sih airnya jernih namun tetap tidak higienis alias tidak bersih. kaki saya kadang kadang terkena kutu air jika lama lama berendam di dalam kubangan air. Yang tidak banjir aja sudah kena kutu air, apalagi berendam terus seperti kebanjiran yang pernah saya alami ini

      Delete
  3. Bedanya banjir di Pontianak sama Jakarta itu, klo Pontianak banjirnya lebih cepat surut ya gak kang hehe. Waktu itu, kalo gak salah 2010 juga tapi lupa bulan apa, daerah rumah saya juga sempat kebanjiran, sampe masok rumah. Sekitar 30cm klo tak salah. Tetangga2 teman pengajian mama saya yg tinggal di gang seberang, di tepi sungai kapuas, rumahnya pada banjir sampe pinggang. Mereka beramai2 mengungsi ke rumah. Duh, seru, tapi sedih juga kalo diingat2. Waktu itu laptop bapak saya juga jadi korban banjir, tak sempat diselamatkan. Untungnya bapak ridho laptopnya rusak hehe.

    Yak, komennya bisa jadi 1 postingan nih :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok Mbak, aku pernak kok melakukannya, sampai 4 paragraf malah. :D

      #serius deh

      Delete
    2. @diniehz : Hiheiheie iya memang ada bedanya juga ya antara Banjir di kota Pontianak dengan kota kota lainnya di seluruh Indonesia. Umumnya memang banjir di Pontianak lebih cepat surutnya dan tidak sampai berhari hari lamanya.

      Maunya sih malah jangan sampak banjir, karena kalau sudah kebanjiran memang menyusahkan. Soale pernah mengalami kebanjiran. Apa apa susah basah melulu. Dimana mana air. Namanya juga kebanjiran.

      @Rudy Arra : Oh ya mas Rudy Arra pernah menuliskan komen terpanjang yang pernah saya lihat bahkan mungkin lebih dari 4 (empat) paragraf, dan itu fakta kenyataan beliau pernah menuliskan sebanyak itu. Sampai keder saya membacanya

      Delete
    3. kalo bikin jurnal di tempat komen boleh kah..?

      Delete
    4. ntar aku ta' mindahin salah satu postinganku kesini deh biar rame sekalian

      Delete
    5. kasian para anggota KPK mpe kekurangan lahan komentar...ahihihi

      Delete
    6. kalau mbak Cii merasa kasian sama anggota KPK. ya disumbang lah buat sewa webhosting...xixixi

      Delete
    7. @mas rudy, itulah ciri2 orang yg baca postingan, jadi banyaaak yg dikomenin huehehe

      @mas rawin, boleeeh.. bikin skripsi aja boleh mas..

      Delete
    8. saya bertekad, suatu saat akan bikin kolom komen disini njeblug!

      Delete
    9. ihh mas set, dimana2 yg namanya nyumbang tuh se'ikhlasnya :p

      Delete
    10. Hiehiheihiee sebagai pemburu gratisan bersertifikat, yang namanya gratis gratis tentu disukai dan diminati. Cuma diliat liat dulu, kalaw dapat jitak gratis nda ah. Nda mau ihiehheihehheheiheie.

      @cii yuniaty : Hhehiehiheie iyo eh iya. Yang namanya nyumbang biasanya sih seikhlasnya. Minimal nyumbang doa gitu hiheiheiheiheiheie

      @Budy Shinichi : wah wah kalaw cak Budy mindahin postingannya dimari bisa puanjang scrolling ke bawahnya hiehiheiheiheiheihie

      Delete
  4. Kemarin aku menyimak berita di TVOne, katanya diperkirakan curah hujan akan tatap tinggi hingga pertengahan Februari, belum lagi akan ada pasa air laut yang disebabkan oleh Bulan Purnama. Makanya dengan kondisi Jakarta yang terendam seperti sekarang ini, akan dikhawatirkan ketinggian air (banjir) akan terus naik saat Pasang air laut nanti. :(

    Untuk cerita Kang Asep diatas, aku rasa akhirnya hapi ending ya Kang, karena akhirnya bisa bakar sate juga walau ditengah banjir hihi...Tapi tahu ini rumah Kang Asep tidak kebagian jatah banjir kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Iya benar sekali mas Rudy Arra. Saya pun menyimak beritanya demikian diperkirakan sampai bulan February 2013 yang akan datang.

      Ngeri juga membayangkannya. Sekarang saja sudah sedemikian parahnya banjir di Jakarta bahkan sudah masuk wilayah yang lebih luas lagi cakupannya menjadi Jagodetabek. Banjir ini serius sekali sampai sudah menelan korban jiwa 12 orang menurut informasi dari MetroTV.

      Iya bakar satenya lucu juga. Soalnya sang Kompor diletakkan di atas bangku. Dibawahnya kecupak kecupak air alias banjir menggenang. Hiheiheiee. Dingin dingin air hiheiheiheiee

      Delete
    2. aku wegah liat tipi
      bawain beritanya suka lebay
      merusak asumsi publik dan buntutnya meresahkan...

      Delete
    3. @Rawins : Saya sepakat juga dengan mas Rawins. Kadang dari media juga suka memblow up sehingga menjadi sedemikian rupa. Mungkin ini sudah masuk logika bisnis karena yang namanya Gosip atau berita terkini bisa mengundang minat para pembacanya.

      Bisa lebih menarik lagi jika ada sisi humanisnya, seperti kasus penyelematan korban banjir yang dramatis, itu bisa menjadi liputan yang sangat memikat.

      Delete
    4. iyah, si penolong malah jadi korban.tragis :(

      Delete
    5. :( innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun..

      Delete
    6. iyah itu nama penolongnya?

      Delete
    7. Iya kalau nda salah sih salah satu korban tewas yang berhasil ditemukan (kata wideshot metrotv) adalah salah satu team SAR juga. Mau menolong malah menjadi korban. Pahlawan sejati bagi saya

      Delete
    8. iya, ini baru pahlawan

      Delete
  5. kalo banjir lokal sering ya pak..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banjir yang sponsornya TELKOMSEL pastinya. Hheiheiee ngomongin sama TELKOMSEL (Halah saya malah nyebut merek hieieie bayarin donk nih), nah poin terkumpul sudah 242 nih.

      Lumayan bisa dapat tiket nonton gratis di Bisokop eh bioskiop XXI di Ahmad Yani Mega Mall. Cuma bisa redeem (tukarnya) hanya hari Jumat aja. Mau akh nonton. Gratis soale. Tertanda pemburu gratisan bersertifikat

      Delete
    2. hahaha iklan.. kali aja ada karywan TELKOMSEL lewat, mending mungkin bisa kecepretan dduit $$$$ :D

      .

      Delete
    3. ngobrolin apa sih..
      (lagi makan kentang goreng lalap daun muda nih)

      Delete
    4. wah wah wah bang zachflazz doyan 'daun muda,, ck ck ck ck

      Delete
    5. daun hijau kekuning2an. itu tepatnya

      Delete
  6. yg terbaru, 27 januari jakarta bakal tenggelam oleh banjir..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mosok seh...?
      tau aja nih mbak Cii..

      *kayak peramal aja

      Delete
    2. jangan mbak ci :(

      Delete
    3. tanggal 27 januari, saya ulang bulan.

      Delete
    4. ihh mas set, sy kan cuma ngikutin tren sekarang. kaya headline news gitu loh :p

      Delete
    5. sapa yg nanyak pak zach,...idih :p

      Delete
    6. nggak ada. hehehe..

      Delete
    7. ternyata ada, hehe

      Delete
  7. Waktu rumah kang Asep kena banjir terus pada ngungsi apa nggak? Terus bagaimana pemerintah setempat menanggulanginya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @cik awi : hiehiheieie Alhamdulillah nda sampai ngunsgi. Karena banjirnya hanya setinggi mata kaki. Nah walaupun setinggi mata kaki saja sudah repot. Apalagi setinggi lebih dari 1 meter yang meinmpa sodara sodara kita di Jakarta yang dilanda musibah Banjir.

      Delete
  8. Benar sekali mas..
    aku sangat prihatin kepada mereka yang tertimpa kebanjiran.
    semoga mereka mendapatkan kesabaran dan bantuan dari pemerintah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @lukman hakim : Terima kasih atas kunjungan sobat, mas Lukman Hakim. Orang tua saya di Bekasi, dan wilayah bekasi juga termasuk wilayah yang parah diterjang banjir. Namun syukur Alhamdulillah, saya telp orang tua di Bekasi, khusus wilayah tinggal orang tua di Inkopo; Krani Bekasi tidak terkena dampak banjir

      Delete
  9. kang Asep perna ngalami kebanjiran juga rumahnya ya.

    saya juga perna ngalami seperti itu di tahun 2008 saat hujan melanda kota denpasar dua hari dua malam. ngenes banget rasanya..hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngenes koq ketawa

      Delete
    2. hohoho...*ketawanya genderuwo..
      ihik..ihik..ketawane pak zach...*melengos :p

      Delete
    3. jadi ada gendruwo diantara kita?

      Delete
    4. gendruwo datang nih.....gleeek

      Delete
    5. wah wah yang diatas saya jelas bukan Gendruwo. Tapi vokalis Jamrud. Ya kan mas Reo Adam?

      Delete
    6. jadi sekarang vokalis jamrud, gendruwo?

      Delete
  10. ehem rumah banjir.. sempat ada ular di blakang rumah. hm bahaya ntooh. buang aja jauh jauh dari rumah ntar knapa knpa lagiii.. sempatkan bakar sate diatas kompor yg diatas bangku, enyak enyak... malam nya pke lilin..
    banjir oh banjir. bikin tambah susah pekerjaan saja heee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ahmad rizal samsi : Iya benar sekali mas Ahmad. Saya bisa merasakan betapa sengsaranya jika rumah kebanjiran, Semua perabotan yang penting, buku buku dan dokumen yang dianggap penting harus diungsikan ke atas atau kebagian yang tidak terkena air

      Soal ular? Ya kata orang Pontianak ulAR Tidong atau ular sanca. Saya pernah suati kali ketemu sejenis itu, ukurannya kecil saja, begitu saya siapkan sapu buat memukuilnya si ular mendadak tegak kepalanya. Mau menantang saya. Saya mundur 1 meter dari sang ular. Saya kuatir sang ular menyemburkan bisanya ke arah mata saya.

      Saya panggil tetangga untuk bantu saja membunuh sang ular, dan saat tetangga sudah datang dengan membawa berbagai "senjata" seperti tombak, batu , dan potongan kayu, si ular sudah hilang

      Delete
    2. haha si ular nya kabuur ntuh, krna kalian mau main kroyokan... haha

      Delete
  11. salam silaturahmi..
    ada juga melihat di tv tentang kebanjiran di Jakarta. semoga saja saudara2 di Jakarta bersabar dan iya mendapat bantuan sewajarnya..
    mudah-mudahan ada hikmah yg besar dari musibah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nurr kasih : Terima kasih atas kunjungannya. Saya yakin banyak pihak yang bersedia mengulurkan bantuannya buat sodara sodara kita yang tertimpa musibah Banjir di Jakarta yang sudah menelan banyak korban jiwa itu.

      Saya lahir di jakarta, dari SD sampai SMP saya di Jakarta Utara tepatnya didaerah Pademnangan. Walau pun saya sudah puluhan tahun di Kalimantan Barat, saya usahaklan "pulkam" orang tua di Bekasi. Saya memantau perkembangan banjir jakarta dari internet

      Delete
  12. alhamdulillaah udah berlalu ya Kang...
    yang penting sekarang udah aman dan tenteram.
    semoga selalu begitu selamanya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blok C Komplek Duta Bandara sudah diperbaiki saluran airnya, drainasenya, dan juga lebih teratur tempat pembuangan sampahnya. Hujan pun jika turun berlarut latrut juga bisa merusakan tanggul yang kami perbaiki bersama warga komplek.

      Mudah mudahan sudah tidak ada lanjur banjir di komplek, dan semoga masyarakat juga lebih disiplin dalam menata dan memelihara kesehatannya

      Delete
  13. terus, banjir begitu, pahlawan dokumentasi cuma motretin ajah? dasar wartawan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi aku suka petikan kata mas asep diatas....
      Rumah Kebanjiran dengan sukses dan gemilang...hihihi
      senyum adalah obat murah dan mujarab

      Delete
    2. @zachflazz : Hiehiheihiehie inilah salah satu manfaat dokumentasi foto. Kita tidak akan pernah tau kapan dokumentasi foto ini akan berguna kelak di suatu saat nanti. Hiheiehieh setidaknya ada catatan rekam kalaw rumah saya (pernah) mengalami kebanjiran.

      @reo adam : hiehiheiiee iya itu sebagai penghibur aja, karena biarpun banjir yang melanda rumah saya waktu itu hanya setinggi mata kaki, namun derita karenanya lumayan juga repot sana sini.

      Selain itu juga untuk mentertawakan diri sendiri saja tidak ada maksud apa apa. Apalagi mentertawakan banjir karena itu tidak santun. Mendingan mentertawakan diri saya sendiri dijamin aman terkendali hiehiheiheie

      Delete
  14. hebat banget ni mas asep , waktu banjir sempet-sempetnya bakar sate....tapi banjirnya cepet surut ya mas?

    ngomongin soal banjir yang sekarang lagi menyerang jakarta, moga-moga aja cepet surutnya agar nggak memakan korban lagi dah gitu jakarta kembali pulih lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @BeeBekkkk : hiheiheieei lama nda ketemu nih Bek, kemana aja. Selamat datang kembali ke alam maya iheihehehiee. We miss u a lot Bek. Apa kabar selama ini dikaw?. Nah Alhamdulillah banjirnya cepat surut kok. Biasanya selalu begitu hiheiheiheie'

      Ya mudah mudahan Jakarta dibawah kepemimpinan Mas Jokowi ini bisa segara menuntaskan malah macet dan banjir yang sudah seperi "warisan" bagi Jakarta sejak puluhan taon yang lalu.

      Delete
  15. selamat malam mas. tpi skarang udah gak'y mas sukurlah klu begitu hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulillah sudah sejak beberapa bulan terakhir ini kota Pontianak sudah berkurang banjirnya. Sekarang malah sedang musim panas dan kemarau/. Hujan turun terakhir sih bulan Desember 2012 yang lalu.

      Delete
  16. turut berduka cita ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kita semua turut berduka cita atas jatuhnya korban Jiwa (yang tadi pagi saya pantau dari TV sudah 14 orang yang meninggal dunia karena banjir Jakarta).

      Semoga warga Jakarta tabah dan sabar menghadapinya. PE ER berat bagi Gubernur yang baru Mas Jokowi beserta wakil untuk segera mengatasi masalah yang mendesak ini

      Delete
  17. alhamdulillah saya beum pernah merasakan kebanjiran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntung sekali kalauw begitu, Dan mudah mudahan tidak mengalami (kebanjiran)

      Delete
  18. saya belum pernah mengalami kebanjiran pak, tapi saya yakin peristiwa ini pasti sangat2 nggak enak ya...hehe

    saya geli membaca cerita tentang abbie putra pak asep yang terlihat senang saat air masuk rumah....anak-anak memang selalu suka dengan air ya pak...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mami Zidane : hiehiheie iya malah maen kecupak kecupak air di dalam rumah. Dikiranya ada kolam renang jadi pada maen air aja di rumah mumpun banjir hiehiehiheiee. Kan kapan lagi bisa punya "kolam renang" sendiri kalau nda banjir seperti ini.

      Iya benar sekali sangat kurang nyaman. Banjir setinggi mata kaki aja sudah buat kami sekeluarga pontang panting "amankan" barang berharga, dokumen penting dan buku buku dari genangan banjir. Apalagi banjir Jakarta yang lebih dari 1 meter tentu akan sangat menderita.

      Delete
  19. Assalamu'alaikum....
    selamat siang buat mas asep dan sahabat semua,semoga senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan-NYA.

    Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan, karena volume air yang meningkat.
    Banjir bisa terjadi karena luapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai dan juga sebab2 yg lain.

    Pada daerah yang gersang umumnya,tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air.
    Ketika hujan turun, yang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air dan daratan dengan air yang melimpah,banjir semacam ini disebut banjir bandang.

    Diantara penyebab terjadinya banjir adalah:

    Ilegal Loging atau penebangan hutan liar.
    Bertumpuknya sampah pada saluran air,sehingga terjadi penyumbatan pada saluran air. (hayoooo...sapa yg suka buang sampah sembarangan :D)
    Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pada daerah / hutan hutan yang baru di tebangi.
    Tidak adanya lagi tanah resapan untuk digunakan air sebagai tempat baginya beristirahat dikala hujan turun.
    Tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah,akibatnya, ketika hujan tiba, tanah menjadi terkikis oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa adanya penghalang alami yang kemudian menyebabkan banjir.
    Selain faktor alam, penyebab banjir adalah faktor manusia.
    Bahkan, faktor manusia dinilai paling dominan menjadi penyebab banjir di didunia.
    dan masih banyak lagi penyebab-penyebab banjir yang lainya.....silahkan anggota kpk menambahkanya dibawah komen saya.....hihihihie.


    Apapun kejadian yang menimpa alam semesta, termasuk manusia, sebagai ciptaan Allah SWT, tentu tidak terlepas dari izin Allah SWT.
    berbagai teori ilmu pengetahuan hanya mampu menganalisis secara tehnis bencana yang bakal terjadi.
    tapi tidak bisa memastikan kapan terjadinya, itulah yang kita saksikan bencana yang terjadi di dunia ini, mulai dari gempa bumi,tsunami,angin topan, meletusnya gunung berapi,banjir bandang, dan yang lainnya.

    Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan Ijin Allah,
    dan Barang siapa beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk
    kepada hatinya dan allah maha mengetahui segala sesuatu
    *QS At Taghabun (64) 11*

    Akhir kata....
    Wabillahi Taufiq Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum Salaam Warahmatullahi Wabarakatuh.

      Mbak Dinie, lihat ini!. Bisa kan?? hihihi

      Delete
    2. @Reo Adam : saya menyikam eh salah menyimak dengan seksama uraian yang disampaikan dengan apik oleh mas Reo Adam yang konon punya kemiripan yang amat tinggi dengan Vokalis band Jamrud itu.

      Luar biasa, dan inilah komen terpanjang kedua, setelah "senior" nya Mas Rudy Arra yang pernah membuat komen terpanjang di artikel yang saya tulis. Luar biasa mas Reo Adam. Saya sangat berterima kasih atas masukan, dan komentarnya. Matur Suwun mas Reo Adam

      Delete
    3. mas reo lagi klimaks

      Delete
    4. mas zac....klimaks itu kan oli mesin yah.

      mas asep....maaf hanya sekedar beerbagi pandangan,pada umumnya kita manisia suka terlena akan indahnya dunia tanpa mengambil hikmah dari bencana itu sendiri.

      mas rudy....saya belajar dari anda loh...hehe

      Delete
  20. Saya juga pernah mengalami kebanjiran, repot mau buang air hajat besar. karena sumur ikut terendam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djangkaru Bumi : Benar sekali mas. Banjir juga bikin bingung untuk kegiatan be-a-be soalnya (maaf) takut "bom" yang kita "jatuhkan" di dalam wc nda masuk ke dalam septic tank karena banjir alias kepunhan air di sana sini. Kan jadi tidak higienis hihiehiehiheiee

      Delete
  21. Kubu raya itu alamat asli saya om asep. di duta bandara juga ada keluarga saya. dan ada juga teman smp saya anak FKIP seni di untan tapi udh lupa rumahnya dimana.

    kalo soal banjir alhamdulillah rumah emak saya belon masuk kerumah, tapi di sekitar halaman udah. Padahal agak jauh dari sungai ya,, Kalo tempat saya lumayan deket dari sungai kapuas.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agus Suparwanta : Iya kah? Wah ketemuan donk sebagai sesama Blogger Kubu Raya kan? Oh ya dalam waktu dekat kita akan membentuk Komunitas Blogger Kubu Raya loh. Nanti bisa gabung ya bang Agus. Kite kite gak ne.

      Kasih tau aja di mana keluarga dan teman abang di komplek Duta Bandaranya tuh. Kalau saya di Blok C6 Nomor 14. Kontek kontek ya

      Delete
    2. Oke mas.. nanti saya kabarain berita baik ini sama temen blogger yang lain juga yang ada di kuburaya.. lumayan kok....

      Samping masjid mas.. namanya pak Suradi..
      tapi saya jarang kesana.. dan juga malu2.. hehehe

      Delete
    3. kapan tuh om akan diadakan komunitas blogger kubu raya.. kasi tau ya om.. :D

      kalo keluarga namanya pak suradi pensiunan supadio, tapi saya jarang kesana,, dan juga malu2.. :D

      Delete
  22. wah, ternyata ada arsip juga ya tentang banjir kang Asep. hehehe...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar sekali bung Penho. Inilah salah satu manfaat kita mendokumentasikan kegiatan apa saja yang menurut kiya menarik , unik, atau langka. Siapa tau kelak dokumen itu berguna.

      Kebiasaan saya (hobi) dokumenteasi memang sudh lama, dan kadang apa yang sudah direkam datanya melalui foto bisa bermanfaat kelak dikemudian hari. Minimal bua dokumentasi sendiri atau keluarga sebagai kenang kenangan

      Delete
  23. waktu aku tinggal di Depok, pernah kebanjiran dua kali...
    yang paling parah, saat terjangan air dari atas atap menyemburkan kabel listrik sehingga bapakku harus mematikan sekring listriknya.
    gelappp ..... plus kebanjiran sampai lima sentimeter .....


    sekarang sih udh dibuat tanggul penahannya. alhamdulillah rumah aku masih selamat dari banjir...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @A.Y.Indrayana : Terima kasih sudah add saya di Facebook ya. Soale kemarin ada sms notifikasi dari facebook kalau mas A.Y.Indrayana meng-add saya, dan Insya Allah akan saya approve. Soale Facebook di kantor saya diblocking, jadi kudu pinter pinter "ngakalin" nya hiheiheiheihee.

      Depok kampus UI ya. Wah masa sih? Jadi sudah pengalaman kebanjiran donk ye hiehiheiheie sama sama. Tosssssssss

      Delete
  24. Aku skip bacanya, ada kata ular soalnya, hahaha... maap banget Kang :p
    Klik post lain ah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Untje van Wiebs : Hieiheihiehiehiehiehiehie. Ya silahkan silahkan mba Una. Mariiiii

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog