Jual Milagros disini
Loading...

Ketika Cinta Bersemi Di Udara

Metty dan Syahrul. Foto Asep
Catatan Asep Haryono

Ketika saya masih aktif tercatat sebagai "champion" Kang Guru Indonesia untuk wilayah Kalimantan Barat dari tahun 2005 sampai dengan 2010 kemarin, saya banyak dibantu oleh berbagai pihak selama saya menjalankan "pekerjaan" saya tersebut.

Kata "champion" adalah sebutan dari Radio KangGuru Indonesia yang bermarkas di Denpasar Bali untuk menyebut tenaga sukarelawan dari Indonesia yang sudah membantu program siaran Kang Guru di Indonesia.

Ini adalah catatan pribadi saya mengenai pihak pihak di kota Pontianak yang sudah membantu saya dalam menjalankan aktifitas saya di Pontianak pada khususnya dan di seluruh Kalimantan Barat pada umumnya.

Sebenarnya ada banyak pihak yang terlibat atau dilibatkan dalam menyukseskan kegiatan saya melakukan evaluasi program Kang Guru Indonesia di Pontianak selama kurun waktu tersebut. Salah satu team yang membantu saya adalah Metty dan Syahrul Sani. Nah kawan kawan tentu penasaran siapa sih Metty dan Syahrul Sani itu? Apa perannannya bagi saya yang saat itu masih aktif sebagai salah satu perwakilan Kang Guru Indonesia di Pontianak?

Ada Chemistry Diantara Mereka

Biar tidak pada bingung, yuk saya jelaskan apa itu Champion dan apa itu Kang Guru Indonesia. Singkat aja ya.  Kang Guru Indonesia adalah salah satu organisasi proyek program Indonesia Australia Partnership (Kemitraan Indonesia Australia) yang diatur atau dibawah naungan Indonesia Australia Language Foundation (I/A/L/F) yang berpusat di Denpasar. Bali.  KangGuru Indonesia ini didanai atau disponsori oleh Pemerintah Australia melalui program AusAID.   Sedangkan "champion" adalah sebutan atau istilah saja untuk menggambarkan tenaga Volunteer atau sukarelawan yang membantu mereka di seluruh Indonesia.

Di seluruh Indonesia baru ada 7 (tujuh) orang Champion yakni Suryadi (Madura), Syahril Badulu (Makasar), Asep (Pontianak), Ririn Pudya (Jakarta), Fadel (Lombok,NTB), Keyko (Semarang), dan Saptari Wibowo (Medan).   Nah kalaw mau lihat detail dari masing masing mereka dan apa saja profesinya masing masing bisa dilihat di sini.  Nah para sukarelawan ini "bekerja" tanpa dibayar makanya disebut sebagai sukarelawan. Hampir setiap tahun kami ber 7 ini mengadakan conference dan meeting di headquarter Kang uru Indonesia di gedung IALF Denpasar, Bali.  Nah cukup jelas ya. Mudah mudahan.

KOMPAK : Inilah mereka HOST program ENGLISH PROGRAM PRo 2 RRI Pontianak saat sedang membawakan acara terebut yang saya sempat ambil gambarnya.  Saat itu sekitar tahun 2007 saya masih belum punya kamera digital. Jadi hasil fotonya kurang baik.  Foto Asep Haryono
MESRA :  Saya minta Syahrul dan Metty berpose sejenak di depan hadiah hadiah ON AIR yang akan dibagikan buat penelpon (caller) yang beruntung menebak kuis di acara English Program Kang Guru Indonesia yang mereka bawakan. Foto dokumen Asep Haryono

Nah Syahrul dan Metty ini membantu saya di Pro 2 RRI Pontianak karena radio inilah yang menyiarkan program Kang Guru Indonesia yang dipancarkan melalui radio mereka (Pro 2 RRI Pontianak) dan dipancarkan ke seluruh propinsi Kalimantan Barat melalui radio mereka, dan siaran ini konon sudah bisa ditangkap di Kuching (Malaysia Timur).  Saya sendiri bukan penyiar di radio manapun dan juga di radio milik mereka berdua. Saya hanya mengevaluasi program siaran Kang Guru Indonesia yang bernama "English Program" yang dipancarkan via Pro 2 RRI Pontianak.  Syahrul dan Metty adalah HOST acara tersebut.

Progam "English Program" ini dibawakan oleh mereka berdua, selalu begitu, dan terasa kompak.  Acara ini mengambil materi atau bahan dari Majalah Kang Guru Indonesia yang diterbitkan 4 (empat) kali sebulan, nah materi dari Majalah dan juga diselingi dengan program kaset yang dikirimkan langsung dari markas Kang Guru Indonesia di Denpasar Bali. 

Acaranya dikemas menarik diselingi dengan Kuis Berhadiah. Penelpon menjawab Kuis yang diajukan oleh penyiar (Syahrul dan Metty-red). Hadiahnya macam macam ada kotak pensil, Pulpen, T-shirt, Buku, Notepad, Mouse sampei Jas Hujan dari Kang Guru Indonesia.  Acara ini adanya satu kali dalam seminggu dan disiarkan hamya pada hari minggu saja dengan durasi selama 1 jam.

Saya menduga sudah ada "chemistry" di antar mereka berdua yang selalu kompak. Saya tau karena mengamati cara kerja mereka berdua yang professional. Kefasihan Metty dalam membawakan Program English ini sangat lincah, segar, jenaka dan penuh sense of humour membuat program English Kang Guru Indonesia ini menjadi menarik.  Sedangkan rekannya Syahrul selain HOST juga reporter di "induk" nya RRI Pontianak. Kemana mana dua sejoli ini selalu bersama, dan mesra. Apakah mereka pacaran?

Pernah suatu ketika Metty ini di "tegur" oleh Syahrul karena tidak izin kepada saya selaku Perwakilan Kang Guru Indonesia di Pontianak karena belum sempat memberitahu kepada saya saat tidak siaran. Dari sini saya bisa melihat betapa "patuh" nya Metty kepada Syahrul Sani.  Feeling saya mengatakan ini akan menjadi istri yang taat, baik hati dan taat kepada Syahrul kelak jika mereka berlanjut ke jenjang pernikahan. Tau sendiri kalau saya sudah feeling akan sesuatu, atau dugaan terhadap sesuatu akan terjadi biasanya jarang meleset. Wallahu Alam

Memutuskan Mengundurkan Diri
Namun karena sesuatu dan lain hal terjadi konflik antara Penyiar atau Host English Program Pro 2 RRI Pontianak dengan "induk" nya di RRI Pontianak dalam hal kesejahteraan. Ini memang sudah lama menjadi isu bagi mereka , Syahrul dan Metty.  Saya mendengarkan baik baik keluhan, dan harapan yang disampaikan secara Lisan maupun tulisan dari Syahrul dan Metty kepada saya.  Posisi saya jelas sebagai Perwakilan resmi dari Kang Guru Indonesia dan bertugas mengevaluasi Syahrul dan Metty di RRI Pro 2, maka saya mendengarkan keluhan para presenter ini dengan baik.

Dra Agustini. Foto Asep
Salah satu keluhan yang disampaikan Syahrul dan Metty adalah tidak cukup dukungan atau support dari RRI Pontianak terhadap kerja keras mereka mengemas program English Program Kang Guru Indonesia.

Saya mencatat keluhan mereka dan mendiskusikannya dengan Project Manager Kang Guru Indonesia,  Kevin Dalton, dan Project Coordinatornya, Ogi Yutarini, di Denpasar Bali.   Selanjutnya keluhan ini saya diskusikan kepada Program Manager RRI Pontianak saat itu bu Dra Agustini.

Terus terang saja RRI Pontianak tidak menyediakan (dana) itu buat mereka karena kami mempunyai prinsip setiap ada kegiatan atau usulan kegiatan yang berasal dari luar RRI Pontianak tidak menganggarkan dananya" ujar Dra Agustini

Akhirnya Syahrul dan Metty memutuskan quit alias berhenti sebagai Host atau pembawa acara KangGuru Indonesia yang bertajuk "English Program" di Pro 2 RRI Pontianak itu. Mereka memohon izin kepada saya, dan saya pun bisa memahami kendala dan masalah yang mereka hadapi. 

Secara kebetulan tahun 2010 masa kontrak Kang Guru Indonesia winding down (diistirahatkan) oleh Pemerintah Australia, dan berdampak pada penyelenggaraan Kang Guru Indonesia secara nasional.   Saya belum tau apakah program Kang Guru Indonesia bertajuk "English Program" di Pro 2 RRI Pontianak masih berjalan atau tidak.  Saya pun putus kontak dengan Syahrul dan Metty.

Dalam suatu kesempatan saya sempat mengambil foto Metty dan Syahrul Sani saat in action membawakan acara "English Program" di Pro 2 RRI Pontianak.  Saat itu sedang berlangsung program siaran on air lengkap dengan tanya jawab berhadiahnya.  Saya publikasikan fotonya di sini.  

METTY IN ACTON.   Foto Asep Haryono

AROEL IN ACTION.  Foto Asep Haryono


Akhirnya Happy Ending
Baru sekitar tahun lalu saya mendapatkan kabar SMS dari Syahrul bahwa Aroel (nama akrabnya Syahrul Sani-red) akan melangsungkan pernikahan dengan Metty, siapa lagi kalau bukan rekan sesama penyiar radio di radio yang sama.  Orang Jawa bilang "witing tresno jalaran soko kulino" cinta ada karena sering ketemu mungkin ada benarnya juga.  Saya tidak tau proses penjajagan atau Ta'aruf Syahrul dan Metty pasca di radio tersebut, tau tau ada undangan mereka menikah. Alhamdulillah.
Syahrul Sani dan Metty.  Foto Hak cipta Syahrul Sani

Mereka kini sudah dikaruniai oleh satu orang anak yang ganteng yang bernama Egiee. Sayang sekali saya tidak dapat hadir di acara pernikahan mereka karena sesuatu dan lain hal dan juga kesibukan saya yang saat itu tidak dapat ditinggalkan.  Syahrul Sani atau Aroel masih bertugas sebagai reporter di RRI Pontianak sampai sekarang dan kami masih tetap menjalin tali silaturahmi..  Selamat ya Syahrul dan Metty.  Selamat mendapatkan momongan yang cakep dan sehat.  Terima Kasih sudah pernah membantu saya.  (Asep Haryono)

Catatan :
Pemuatan tulisan ini sudah mendapat izin (Permission) dari Syahrul Sani

37 comments:

  1. ini artinya tulang rusuk itu gak jauh kali ini ya Kang hehehe....!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bung Penho : Hiheiheie iya kah Bung Penho. Tapi memang keliatan sih kalau mereka sudah begitu serasi, dan saling pengertian. Terlihat dari keseharian mereka yang saya saksikan di beberapa kesempatan

      Delete
  2. ehh foto kang asep yang lagi siaran mana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Agung Ak : Saya bukan penyiar atau mengisi acara di radio kok Mas Agung Ak. Saya hanya "mengevaluasi" program Kang Guru Indonesia di berbagai stasiun radio di Pontianak (Kalimantan Barat). Salah satunya adalah Pro 2 RRI Pontianak yang di "gawangi" oleh kedua insan tersebut. Terima Kasih sudah mampir ya

      Delete
    2. siaran apa Mas? Kang Asep ini wartawan foto bervokal Sepultura. Kebayang kan kalo jadi penyiar

      Delete
    3. @zachflazz : hiheiheiheihee. Kalaw nda salah ini hari Kami saya buat postingan 2 buah. Satu ya tema CInta di udara, dan yang satu lagi khusus untuk diikut sertakan dalam kontes Blog Bank Mandiri. Jadi dari pagi sampai jam 10.00 WIB saya "blusukan" ketik sana sini hiheiheiheiheiee.

      Benul eh betul. Suara saya yang cempreng ini konon mirip suara perempuan. Ini sudah lama isu ini, dan sudah terbukti dalam berbagai kesempatan saya nelpon saya dianggap 'cewek' karena vokal suara saya di telpon mirip suara anak perempuan.

      Kadang saya di"manfaatkan" temen untuk "ngerjain" orang lain hiheiheiheie. Itulah karunia suara saya sampai sekarang. Namun untuk menjadi penyiar kayaknya nda deh. Selain tidak berbakat jadi penyiar , suara saya juga tidak mikroponis

      Delete
  3. Hahhh cinta...memang tak bisa ditebak. Tapi memang benar lho, jika sering bertemu dan merasakan ada kecocokan, seringnya malah jadi perasaan cinta.

    #assiiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Hiehiheie iya bener sekali. Cinta datang karena sering bertemu sering ngobrol lalu ada benih benih panci eh salah bubur eh salah lagi. Eala maksud saya ada benih benih asmara dan cinta. Syukurlah kini mereka sudah bahagia sudah dikaruniai 1 anak. Cinta memang indah

      Delete
    2. semoga di kalangan anggota KPK, tidak ada cinta yang bersemi. cukup komentar saja yang berkembang

      Delete
    3. Hahahhahahaa *lirik lirik ke Mas Rudy Arra

      Delete
    4. hahahahahaha....komene mas zac...warning loh :D

      Delete
    5. wkwkwkwk

      *ngebayangin 'cinta' berkembang antar anggota KPK*

      ih amit2 jangan sampeeee

      Delete
  4. ini yang dinamakan orang jawa "witing tresno jalaran soko ngglibet" kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... ngglibet forever

      Delete
    2. hahaha... kulino nggelibet

      Delete
    3. Saya kutip bahasa jawa tadi karena memang banyak disebutkan orang dan juga secara kebetulan tau arti dan maknanya jadi saya cantumkan di sini.

      Pahadal eh padahal saya aseli nda paham bahasa Jawa hiehieiehie. Jadi jika berkenan sudilah ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia biar saya yang tulalit ini bisa ikut memahami hiehiheheiee. Ngarep dot kom

      Delete
  5. kisah cintaku mungkin gak seperti mereka, tetapi sampai sekarang tetep bersemi, alhamdulillah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus seperti mereka dong

      Delete
    2. @A.Y.Indrayana : Oha ya kah jadi nda bersemi di Udara seperti mereka ya? Jadi berseminya dimanakah? Apakah bersemi di dunia maya? Hiehiehiehiee. Blogging donk yeeeeeeeee

      Delete
  6. luar biasa Kang Asep dedikasinya terhadap sahabat. kisah teman bisa jadi postingan yang positif begini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, seperti Mas Rudy sama Mbak Ay Sagira yaa..
      #hah.. haha

      Delete
    2. @zachflazz : Kata mas Farid Gaban, instruktur Pelatihan Jurnalistik dan Investigasi Jakarta pernah mengatakan bahwa salah satu hal yang menarik dari tulisan kita adalah menyangkut orang lain. Orang cenderung lebih tertarik membaca cerita atau kisah tentang orang lain.

      @A.Y.Indrayana : Wah kalau urusan "dua sejoli" Mas Rudy Arra dan Mbak Ay Sagira saya mah lempengan Panci saja sama Bubur Ayam ditambah Klepon yang membahana kelezatannya itu

      Delete
  7. Ohya kang. ketinggalan ...

    Kang Asep Haryono,
    Mau numpang promo blog baru nih. Hehehe ... Jika berkenan follow


    Hope u will follow my new one :)
    http://catatan-indrayanaenglish.blogspot.com/2013/01/a-first-introduction.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sekarang sedang tren ya bahasa Asing, tidak hanya inggris saja. Mba Una saja contohnya. Blogger fave saya itu juga sudah meluncurkan roket eh salah meluncurkan blog versi Bahasa Inggrisnya secara khusus.

      Beda dengan saya yang menjadikan satu blog saja namun isinya "gado gado" dengan bahasa Inggris. Namun demikian semuanya terpulang kepada minat, dan selera masing masing blogger. Yang namanya selera kan tidak dapat diperdebatkan

      Delete
  8. kalau pemain sinetron itu namanya cinta lokasi...hehehe
    kang Asep selalu membawahkan kisa nyata dalam postinganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kstiawan : Oh ya kah? Memang kayaknya sih saya lebih enjoy begitu semuanya True Story alias keseharian yang biasa saya liat, rasakan, dan dicoba dibagikan dalam forum blog ini. HIhiehiehe Inilah yang konon dinamakan orang "Citizen Journalism".

      Ada juga yang sifatnya ide atau Opini terhadap suatu kasus yang sedang ngetren, teknik blogging ala saya, dan juga hal lainnya. Namun bagi saya yang menarik adalah diangkat dari keseharian saja. Tentu banyak disekitar kita yang bisa dibagikan. Terima kasih atas kunjungannya ya

      Delete
  9. Jadi bener-bener cinta terbang di awan nih ya pak Asep...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Niken Kusumowardhani : Iya kira kira begitu deh hiheiheihee. Cinta di Udara konon identik dengan "break break" alias cuap cuap pake Interkom atau HT jaman jaman saya masih duduk di bangku SD dahulu saat masih di Jakarta.

      Cinta di Udara konon mirip juga dengan cintanya di jejaring sosial media yang sedang marak marak diberitakan diberbagai liputan. Hmmmm gitu lah kira kira mba Niken. Salam

      Delete
  10. rajin siaran berbuah cinlok ehehehe. :b

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Audrey Subrata : hi hi lagi mba Audrey. Iya nih kata orang ini yang namanya Cinta Lokasi alias CINLOK seperti kalangan selebritis Hiehiehiheiee. Tetapi memang sering terjadi hal hal seperti ini.

      Bahkan yang sudah berkeluarga, sudah berumah tangga pun kadang bekerjanya satu atap. Dengan kata lain banyak karyawan yang suami istri bekerja di kantor yang sama. Nah nah gimana coba? hiehiheiheiee

      Delete
  11. ealah fotone kancane to yang dishare...
    awas marah lho...
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Dihas Enrico : Insya Allah tidak mas. Saya sudah mendapat restu dan izin dari yang bersangkutan kalau artikelnya di posting dalam blog saya. Lihat catatan kaki di artikel tersebut sudah saya pasangkan jelas jelas. atatan : Pemuatan tulisan ini sudah mendapat izin (Permission) dari Syahrul Sani

      Delete
  12. saya pernah beberapa kali berpartisipasi di program KGI Pro 2 ini, dan ngobrol dengan mereka berdua yang ternyata pasangan di darat dan udara hohoho..

    barokallahufiik buat kak metty dan arul.. semoga bahagia dunia akhirat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : ya benar sekali. Mereka pun tau profil Miss Syahdini di VOlare FM saat nge Host acara KangGuru Indonesia di Volare FM. Amin ya Robbal alamin semoga terkabul doa Miss Syahdini :)))

      Delete
    2. oh ya? aww jadi ngerasa keren :p

      Delete
  13. kaya superman yah....cinta bersemi di udara :D

    witing tresno jalaran soko kulino.....kata orang jawa

    kata philips lahm....wtting tresyen because off culinten :D

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog