Jual Milagros disini
Loading...

Balada Duduk Ngangkang

Foto Asep Haryono
Catatan Asep Haryono

Beberapa hari yang lalu, saya lupa tanggal dan jam tayangnya , yang jelas acaranya dipandu oleh Najwa Shihab (Nah ini Mas A.Y.lndrayana mesti senang nih) yang menghadirkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dengan pokok bahasan utama seputar rencana melarang kaum perempuan di Aceh duduk mengangkang di sepeda motor.

Saya mengikuti dengan seksama acara tersebut namun masih banyak menyisakan sejumlah pertanyaan dalam batok kepala saya. Pro dan Kontra mengenai perda di Aceh ini marak diberbagai jejaring sosial hingga dibahas oleh berbagai forum.  Bahkan komentar yang bernada miring maupun tidak miring (komentar tegak, komentar terbalik, komentar di bawah, komentar diatas, komentar lurus, komentar bengkok dan lain lain) juga sudah sering kita dengar.

Tergantung Niatnya
Posisi saya dalam tulisan ini adalah netral saja dan menyampaikan pendapat saya secara pribadi melalui akun blog pribadi saya ini. Sungguh sulit untuk menyatakan bahwa rencana Perda Aceh yang melarang kaum wanita Aceh untuk tidak duduk ngangkang saat berkendaraan motor itu adalah perda latah.

Saya tidak mengatakan perda itu konyol  atau mengada ngada karena saya yakin perda tersebut bertujuan kebaikan agar kaum Wanita Aceh terjaga kehormatannya dari anggapan dan pandangan syahwat dari posisi duduk tersebut. Selain itu saya juga berkeyakinan Perda tersebut sudah dipertimbangkan masak masak sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. 

NGANGKANG :  Foto ini diambil diam diam bersamaan saat saya berada di lampu Merah persimpangan jalan Gajah Mada Pontianak.  Inikah yang disebut dengan duduk ngangkang?  Foto Asep Haryono
Pro dan Kontra adalah hal yang  wajar berkembang di masyarakat. Mereka yang perasaannya tersakiti oleh rencana perda Aceh tersebut akan dihargai, begitu pula mereka yang passion nya ingin membela apa yang diyakininya juga akan dihargai.   Namun terlepas dari pro dan kontra pelarangan duduk ngangkang ini memang menarik untuk didiskusikan dari berbagai sudut pandangan.  Dalam pandangan saya pribadi yang sudah bertahun tahun "ngangkangin" motor merasakan adanya perbedaan.

Mungkin karena saya berjenis pria atau laki laki yang biasa biasa saja duduk "ngangkang" seperti yang saya cantumkan gambarnya di atas.  Namun persoalan akan menjadi beda jika yang duduk ngangkang seperti itu dilakukan oleh kaum hawa.   Persoalannya di sini adalah niatnya dahulu yang harus menjadi fokus kita bersama.  Niat yang baik misalnya untuk keselamatan (karena secara teknis duduk ngangkang mempunyai tingkat keseimbangan yang lebih baik daripada duduk menyamping) tentu sah sah saja.

Jika kemudian dampak dari duduk ngangkang ini menimbulkan provokasi kepada lawan jenis sehingga tergambar dalam benaknya gambaran syahwat yang menggairahkan kaum adam (bukan kaumnya Mas Reo Adam ya hiheiehiheiehe) tentu menjadi sesuatu yang layak untuk didiskusikan bersama sama lagi.  Apakah anda setuju jika posisi duduk ngangkang seperti dalam foto ini dianggap menimbulkan syahwat kaum Adam (baca : kaum pria) sehingga menimbulkan nafsu birahi?

Multiplier Effect

Saya mau men coba bermain logika saja.  Alat apa yang kawan kawn gunakan untuk mengupas buah mangga yang manis itu?  Tentu salah satunya dengan pisau bukan?  Nah tapi sering kita dengar banyaknya tindakan kriminal (baca : kejahatan) yang dilakukan dengan menggunakan alat tersebut. Bukankah pisau itu adalah salah satu perlengkapan dapur yang banyak dijual di pasaran?  Apakah pisau kemudian disebut sebagai "senjata" yang bisa diakses dengan mudah di pasaran?.

Beda dengan kepemilikan senjata api, baik di Indonesia maupun di negara lain, peraturan ketat kini diberlakukan bagi siapa saja yang berniat memiliki senjata api.  Bahkan dalam pidato Term II Mr Barrack Obama saat dilantik menjadi Presiden kali keduanya yang saya liat tadi malam di MetroTV, alumni Menteng Dalam itu menyebutkan rencana pemberlakuan ketat (aturan ketat) mengenai kepemilikan senjata api. Perlakuan ini beda dengan Pisau yang dijual bebas di mana mana di Indonesia.

Apakah perlu Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian untuk membeli sebilah pisau di pasar? Tentu tidak bukan, pahadal eh padahal pisau termasuk dalam katagori benda tajam.  Jadi dengan kata lain Pisau adalah salah satu perlengkapan dapur namun bisa difungsikan sebagai senjata tergantung niat dari pemakainya.   Jadi tanpa duduk ngangkang pun, jika niatnya sudah jelek tentu tidak baik misalnya berpakaian seksi atau minim bagi kaum hawa saat dibonceng pun bisa menimbulkan "kerusuhan".

Kalau saya melihat masih ada titik celah atau kelonggaran dari Pro Kontra Duduk Ngangkang ini  misalnya saja kaum hawa yang duduk ngangkang sebaiknya berada dibelakang atau dalam posisi menumpang di belakang, dan bukan sebagai pengemudi.   Selain itu juga penggunaan rok tidak dianjurkan karena jika posisinya sebagai pengemudi tentu mengurangi konsentrasi dalam mengemudikan motornya.  Satu tangan di kemudi, dan satu tangannya menahan agar roknya tidak "mengelembung" karena tertiup angin. Bisa "horor" nanti. (Asep Haryono)



(Asep Haryono)

94 comments:

  1. bismillah... salam kenal pak asep.
    banyak tetangga saya yang ori aceh, iseng2 saya tanya tentang dilarang duduk ngangkang, eh mereka2 menanggapi dengan positif pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ee..pertama x (senyum manis)

      Delete
    2. selamat selamat,, pertamax! :D

      Delete
    3. malam juga selamat..

      Delete
    4. stres kumat #mlipir

      Delete
    5. di atas saya rajanya stress

      Delete
    6. Yah saya juga ikutan stress. Mari stress bareng.
      Stress dimulai

      Delete
  2. wkwk,, ambil fotonya diam², klo ketauan kan bisa digebuk pake helm

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu behind the scene-nya. kang asep belum cerita aja kejadian selanjutnya.

      Delete
    2. @tujuh bunga : dalam jurnalisme dibolehkan mengambil gambar diam diam untuk keperluan kelengkapan berita atau tulisan yang akan dimuat.

      Namun demikian ada memang daerah tertentu yang dilarang untuk diambil gambarnya seperti pusat militer, bank bank tertentu, stasiun pengisian bahan bakar dan masih banyak lagi.

      pernah liat pameran foto? Nah dalam pameran foto banyak ditampilkan foto foto wajah atau biasa disebut street journalism, foto humaniora dan lain sebagainya. Banyak wajah orang ditampilan dalam lomba foto foto tersebut.

      Jadi foto ini dicantumkan tentu dengan mempehatikan aspek terentu karena wajah sang 'model' tidak terlihat. Juga dengan plat kendarannya juga tidak terlihat. Jadi cukup aman untuk dipublikasikan untuk kelengkapan bahan tulisan, Saya sudah memperhitunhkan aspek ini

      Delete
    3. kalau wajahnya kelihatan bisa bisa kena royalti..:D
      takut kena royalti, akhirnya ambil foto kaki...

      Delete
    4. lagian sekarang lagi ngehits tuh foto kaki

      Delete
    5. @Kstiawan ; hiheiheiheie kalau pun wajah keliatan juga tidak masalah. justru yang bersangkutan akan bangga fotonya terpampang. Di koran pontianak post JPNN ini dinamakan foto lepas. foto yang tidak ada kaitan berita atau tidak ada beritanya. foto lepas hanya ada teks fotonya saja, tidak ada beritanya.

      sejauh ini masyarakat tidak ada yang komplen fotonya diambil oleh wArtawan, dan diterbitkan di koran sebagai foto lepas

      Delete
    6. best seller katanya ya

      Delete
    7. ternyata jadi wartwan banyak dapat pahala juga ya mas asep.
      tuh buktinya photo diatas dapat paha-la.....maksudnya dapat gambar yg fokus pada paha-la :D

      temen2 mesti bingung kan?
      tanya aja sendiri sama mas asep ya....hihihihi

      Delete
    8. @Reo Adam : Bwakakakakakakaka hiehiheiheiee wah wah mas Reo Adam jeli juga hiheiheiee. Kebetulan saja ada momen seperti pas di lampu merah. Namun aman aja kok safe di unggah karena wajah dan plat kendaraan si "model dadakan" ini tidak terlihat

      Delete
  3. saya klo pake rok ke kantor dan mbonceng suami tetep ngangkang kok, tapi pake daleman celana legging gitu, biar aman, ga "horor", wkwk

    lha pernah nyoba duduk miring pake rok, dari rumah ke kantor yang perlu waktu kurleb 30menit, sampe kantor sepatu lecet² karena nyrempet trotoar, bukan cuma sekali, kadang malah nyangkut mobil, apa ga lebih "horor" tuh T_T, itu yang pas ke kantornya pake sepatu, pernah juga pas pake sendal, alhasil, kaki yang lecet karena nyrempet trotoar, ngok ngookk

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurleb itu sejenis kupu ya?

      Delete
    2. -___-"

      mbak bunga tinggalnya di jekardah ya? kalo iya, wajar sih nyerempet2, mengingat padatnya jakarta.. kalo saya, malah ngerasa lebih aman kalo duduk nyamping.. suami saya udah 'lihai' mboncengin istri dgn duduk model nyamping, udah terlatih dari sebelum nikah karena punya adek akhwat juga dianya hihihi

      Delete
    3. mbak bunga mah biasa ngeboncengin suaminya.

      Delete
    4. @mas Zach : hahaha, sok teu sekali anda pak Zach! :P

      @mas Kstiawan : kurleb >> kupu tengkurep #maksa #yoben :D

      @mb diniehz : iye mbak di jekardah lalala yeyeye, jangankan duduk nyamping, duduk ngangkang aja kadang dengkul masih nyangkut mobil kok, sikut berapa kali nyrempet spion motor orang lain, sesuatu lah pokoknya klo disini, apapun ada :D

      Delete
    5. ohh berarti bukan, yang kemaren diboncengin?

      Delete
    6. Yang diboncengin kemarin itu kan ponakannya. Minggu lalu familynya yang di Palembang. Lalu bulan kemarin lagi ya pamannya yang baru pulang dari Ethopia. Wah macam macam yang diboncengin. Masa lupa sih bang Zach?

      Delete
  4. duduk ngangkang memang possisi yang enak saat di bonceng...
    Tapi kalo pakai rok ya bisa2 masuk angin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. angin duduk.
      itu istilahnya.

      Delete
    2. @binkbenk : ternyata angin juga bisa milih milih masuk ke bilik mana ya hiehiehiheie. Seperti yang sudah saya ceritakan ya begitulah.

      Bagi saya pribadi, pendapat saya pribadi, lebih safe dan aman memang duduk mengangkang karena lebih seimbang daripada duduk menyamping

      Delete
    3. kalo perjalanan jauh, misal dari sekadau - sanggau, pake motor, baru iya duduknya ngangkang.. ganti2an sih.. pegel juga kang kalo duduk ngangkang mulu di motor..

      *pengalamanpribadi*

      Delete
    4. emang bener neng dini:..kelamaan ngangkang bisa parises tuh
      (pengalaman sangat pribadi)

      Delete
    5. bisa kena panu juga

      Delete
    6. Nah yang panu di atas saya pasti pengalaman pribadi juga ya bang Zachflazz?

      Delete
    7. kok panu? panu warna merah ya ?

      Delete
  5. aku kok agak tidak sependapat ya kang dengan peraturan ini, soalnya kalo di fikir secara rasional. beban ketika bonceng miring itu kan tidak seimbang, apalagi kalo jarak jauh juga capek

    ReplyDelete
    Replies
    1. @deby putra bahrodin : saya ada rencana untuk menyampaikan hasil diskusi dan komen di halaman ini kepada pemerintah setempat di Aceh, khususnya di daerah yang rencananya akan diterapkan perda tersebut. Setidaknya ini suara dari blogger seputar tema yang dimaksud.

      benar sekali deby. Saya pun secara pribadi berpendapat yang sama. Duduk menyamping akan membuat jalan kendaraan menjadi tidak stabil. Namun bagi yabg sudah terbiasa pake vespa mungkin akan berpendapat beda. Mesin vespa kan disamping, jadi mungkin bagi mereka yang bisa mungkin tidak masalah

      Delete
    2. yang paling simpel dan tidak menyalahi perda, motornya digandeng dengan becak(depannya doang, roda belakang beca itu diamputasi) jadi penumpang tetep bisa ngangkang...aman terkendali kan?

      Delete
    3. perasaan..ini perasaan lo yah...komentar saya doang yang paling bijaksono deh ih

      Delete
    4. inget, saya juga Kang.

      Delete
    5. tapi kadang miring boleh juga sebentar,kalo ngangkan terus ya pingin ganti suasana juga :D

      Delete
    6. Hiehiehe usul yang bijaksana dan juga bijaksini, dan kadang bijaknya ada di sono. Tapi duduk yang bagaimanapun tetap ada manfaatnya dan juga ada sisi buruknya. Yang baiknya saja diambil yang buruknya jangan diterapkan atau diikuti hiehiheiheiee

      Delete
  6. haduh haduhhh....aya2 wae perda nya..apapun peraturannya, yang penting utamakan keselamatan dehh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mamie_funky : hahhahaha, maaf saya tertawa tadi. ini masukan yang saya tunggu tunggu dari mamie funky. Terima kasih sudah sharing pendapatnya di sini. Saya mencoba menghindari polemik dan tidak ada saling salah menyalahkan dalam isu pelarangan duduk ngangkang ini.

      Saya mengundang blogger yang dari ACEH untuk urun rembug di sini juga karena ada banyak kepala dengan latar belakang yang berbeda beda tumpah ruah di jagat maya, dan semuanya pasti pendapatnya berwarna warni. Ini yang mau saya dengar

      Delete
    2. saya ini salah satunya

      Delete
  7. Sudah lama tak berkunjung ke blog ini, maklum sibuk di dunia nyata. Heheheh tapi melihat foto di atas, saya makin rindu akan kota Pontianak. Sukses selalu pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Juniyarsa Ardilla : eh iya ya. saya dengar kamu blogger kubu raya juga donk ya. info terbaru nih kita segera membentuk komunitas blogger kubu raya dalam waktu dekat ini. jadi jika kamu tau alamat url/blogger kalbar yang dari kubu raya kabar kabari ya. mau didata loh, dan tunggu kabar selanjutnya ya.

      Delete
    2. kirain rindu mas asep....hihihi

      Delete
  8. istri saya malah taksuruh ngangkang kalo bonceng saya naik motor. lha demi keselamatan koq Kang. kalo duduk nyamping, terus kakinya sraweyan ke tiang listrik, apa nanti malah jadi gegeran to Kang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : nah asyik nih sudah masuk forum diskusi. Soale yang saya tulis di atas memang agak berbau "essay' artinya si pembaca lah yang memberikan masukan dan jalan keluarnya.

      Memang kalau dari segi technical kalau duduk ngangkang lebih aman dan lebih stabil kalaw boncengan berdua. Saya sendiri kadang suka 'protes' kalaw istri saya duduk menyamping.

      Ini bertolak belakang kalau paradigma yang dipake adalah kesantunan dan keanggunan dalam berkendaraan yang dibonceng tentu lebih indah diliat mata jika duduk menyamping. Namun sangat tidak nyaman dirasa karena pegal pegal dan resiko nyerempet sana sini, selain itu juga bagi yang didepan atau pengemudi akan terganggu keseimbangannya

      Delete
    2. saya mau panteng artikel tentang 'balada duduk ngangkang' hingga 1 atau 2 hari ke depan. saya mau undang blogger kaum hawa untik eh salah untuk diskusi di sini tentang dudu ngangkang ini.

      menurut saya ini menarik untuk sama sama diskusi karena sudah pasti banyak paradigma dan sudut pandang yang berbeda beda. saya mau dengar pendapat yang nyentrik, unik, dan ide kreatif tentang isu pelarangan duduk ngangkang ini

      Delete
    3. belum ada ide kreatif.

      *nol

      Delete
    4. saya kalo duduk nyamping terus, dan belom pernah nyeruduk tiang listrik..

      Delete
    5. eh sraweyan sama nyeruduk sama gak sih? wkwkwk

      Delete
    6. setuju demi keselamatan
      daripada jadi horor

      Delete
    7. bisa sama bisa juga nggak. tergantung mood

      Delete
    8. ngangkang itu meleluasakan...iya kan?

      Delete
    9. Secara duduk ngangkang juga bisa leluasa namun juga bisa lututnya menyenggol sana sini hiheiheiee. Semuanya ada sisi buruknya juga ya. Kalau makan bubur ayam kebanyakan juga bisa berakibat buruk juga buat kesehatan. *plak ngomong apa sayah

      Delete
  9. Aku termasuk orang yang tidak mempermasalahkan duduk ngankang diatas motor bagi wanita, Kang. Karena aku sepakat dengan Kang Asep, itu tergantung dari niatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra ; secara pribadi saya pun berpendapat hal yang sama dengan mas rudy arra. sebab lebih stabil jalan sang motor jika yang dibonceng itu duduk ngangkang.

      Tinggal persoalannya di sini adalah menyangkut busana atau pakaian yang dikenakan agar senyaman mungkin, enak diliat dan juga santun, hiehiheiheiheheie

      Delete
    2. pakai celana panjang, bukan kacang panjang.

      Delete
    3. *sodorin mas Rudy es kacang ijo*

      Delete
    4. edyann, malah kacang panjang.
      hahahaha.... Mas KS lucuu

      Delete
    5. lucu....ini kolom paling lucu

      Delete
    6. terutama setelah Mas Reo muncul

      Delete
    7. malah cenderung kiut

      Delete
    8. Hihieiee ya benar sekali mas Rudy Arra. Semuanya baik yang duduk ngangkan atau duduk nyamping juga bisa bikin pegal pegal badan dan pegal pegal di pinggang ihiheiheiee. Mau milih yang mana hayuu coba

      Delete
  10. gk setuju klo ngangkang.... mnrut saya susah klo mboncengin orang posisinya nyamping...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @iqbal sayap : Terima kasih sudah urun menyampaikan pendapatnya. Saya pun kadang merasa kesulitan mengemudikan motor jika posisi yang duduk di belakang saya itu duduknya emnyamping

      Delete
  11. kenapa di larang ya duduk ngangkang saat di bonceng motor?
    kalau perjalanan jau kan susah kalau duduk nyamping, capek lagi dan membahayakan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kstiawn : Hiheiieie satu lagi pendapat dari Bli Kstiawan soal rencana pemberlakuan perda tentag larangan duduk ngangkang. Kalau dirasa sudah cukup mewamkili pendapat kebanyakan akan saya saya "bungkus" semua dan selanjutnya akan diserahkan kepada alamat panyelenggarqa kegiatan

      Delete
  12. senang sekali membaca postingan ini, objektif :) ga seperti tv itu, yg ujug2 ngasi topik program: "Perda Bermasalah blablabla".

    Kadang saya sering heran sama sebagian orang Indonesia. Suka standar ganda. Di daerah tertentu, menerapkan sesuatu yg berkaitan dgn hal2 prinsip di daerah tsb, dianggap kearifan lokal. Giliran pemda Aceh mau menerapkan kearifan lokal yg mereka anut, lah kok ya dianya ribut2 sok ikut campur pake ngatain itu perda bermasalah.

    Padahal, menurut kepala daerah yg menerapkan perda tsb, perda duduk ngangkang itu diprioritaskan kepada wanita yg boncengan dgn lelaki yg bukan mahrom. Menurut saya malah bagus. Saya pribadi malah gak mau ah boncengan sama lelaki yg bukan mahrom, duduk ngangkang pula. Ntar kan merbahaya kalo tetiba ngerem mendadak, ciiiit ih gak mauuu ~

    sisi inilah yg tidak diblow up *atau sengaja tidak diblow up*, atau mungkin juga sudah diangkat tapi teteup gak mau tau.

    Ah begitulah. Bagi saya yg sehari2 pake rok ini, mana bisa duduk ngangkang walopun lagi boncengan sama suami hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak, jadi 1 postingan, tinggal dikasih foto :p

      Delete
    2. @diniehz : Hiheheiheihe kalau duduk ngangkangnya bareng sama suami mah seruh dan bertambah mesra hiehehiehheie. Tapi orang lain kan tidak tau ya kalaw kita pasangan suamui istri. Orang lain yang melihat anggapannya kita ini sepasang kekasih hiehiehiheiheihihihiheie

      Delete
  13. setuju banget dengan paragraf terakhir, pengemudi dilarang pake rok selain yang dituliskan diatas, bisa sangat berisik jalan raya, karena akan banyak bunyi sirine..tuiiiit...tuiiiit.

    jangan lupa polbeknya...:o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. luah bujug dah..genengan blogger bekasi juga tong?

      Delete
    2. blesteran itu kang

      Delete
    3. @Cilembu Thea : hieiheihiehe jadine ujung ujungnya MPO alias Menarik Perhatian Orang. Selalu ada solusi atau jalan tengah dari tema larangan duduk ngangkang seperti ini.

      Iya nih kebetulan aja orang tua saya di Bekasi tepatnya di daerah Inkopol, Kranji. Selain saya SMP dan SMA nya juga di Bekasi

      Delete
    4. eeala..inkopol, saya SMAN 2 Bekasi kang.
      mungkin ada yang kenal, coba klik muka saya deh

      Delete
    5. saya bukan SMA Bekasi loh

      Delete
    6. @Desa Cilembu (ubi Cilembu) : Wah saya sudah liat foto mu tapi blur ya agak tidak jelas gitu hiehiehiheiheiee.

      Alumni SMA NEgeri 2 Bekasi ya? Kan waktu itu sudah reunian angkatan 1988-1989. Kamu sendiri angkatan berapa nih? Saya 88. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bekasi waktu itu Ibu Siti Bulan. Walikelasnya Ibu Hajjah Malichatun B.A

      Delete
  14. saya setuju mas,posisi duduk ngangkan untuk kaum hawa sebaiknya jangan dilarang....alasan demi keselamatan.
    tapi klu ada persyaratan boleh duduk ngangkang tapi pake clana panjang....itu masih bisa dipertimbangkan.

    secara logika
    kalo kaum hawa dilarang duduk ngangkang diatas motor,berarti dilarang juga dong naik motor !
    bingung....kan sobat semua?

    gini....
    maksudnya,motor tu sudah disetel sebelum pasarkan dari kualitas dan kuantitsas serta modisnya.....jadi mau gimana pun naik motor ya tetap ngangkang.

    lah wong ngangkang sing penak kok yo do komplen tow....:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Reo Adam : Hheiehiehiehie iya bener juga apa yang disampaikan oleh mas Reo Adam dengan bijak di sini. Memang pastinya motor sudah dirancang sedemikian ruoa untuk kenymanan para penggunanya.

      Bagaiamana dengan di Malaysia mas Reo? Apakah juga diberlakukan peraturan dan ketentuan yang sama dengan di Indonesia?

      Delete
    2. gak lah mas,disini ga ada peraturan spt itu.

      Delete
  15. kelupaan belum minta maap...
    sengaja aku ga mau komen disini
    karena temanya bisa bikin aku tisoledat kata
    hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rawins : hiehiehiheieh wah ada kosa kata baru lagi nih dari mas Rawins. Kira kira apa ya artinya "tisoledat kata"? Mohon dijabarkan artinya agar diri ini tidak bertanya tanya pada dirimuh.

      Delete
    2. iya, ntar diserbu lagi kan bisa bikin panik grogi

      Delete
  16. Ikut baca saja gan...

    Ngangkang memang pas untuk perjalanan jauh, demi keselamatan

    ReplyDelete
  17. @Yahya Doank : Hiehiehiheiehi ya selamat membaca juga deh. Terima kasih sudah berkunjung di blog saya yang sederahan eh sederhaa ini hiehiehiheiehie. Banyak yang fans duduk mengangkang nih hiehiheiheihee

    ReplyDelete
  18. kayaknya aku masuk yang pro bang

    lebih adem aj liatnya
    woooe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kopi Susu : Terima Kasih sudah memberikan tanggapannya di sini. Insya Allah komentar yang masuk di sini akan menjadi masukan dan juga tanggapan dari masyarakat atas perda tersebut

      Delete
  19. untung aja gak di Semarang, hehehe...

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog