Jual Milagros disini
Loading...

Menikmati Nasi Jinggo Di Bali

Mejeng di Pop Haris Bali.
Rasa Yang Seunik Penampilan
Catatan Asep Haryono

Nasi Jinggo? Yah benar namanya nasi Jinggo, dan kadang disebut menjadi Jenggo yang asyik murah meriah dan cukup lezat untuk ukuran lidah saya. Nah Jika kota Jogyakarta punya makanan cemilan khas Jogjakarta yang dinamakan Sego Kucing atau dalam Bahasa Indonesia berarti "nasi kucing", maka Pulau Bali punya nasi jinggo.

Mohon mangap eh maaf sebelumnya dalam postingan ini saya coba improvisasi dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia campur saari dengan Bahasa Inggris agar para pengunjung yang kebetulan dari Luar Negeri seperti Europe, dan lain sebagainya bisa sedikit tahu. Jadi buat kawan kawan yang alergi sama Bahasa Bule yah silahkan akan pass alias dilewatkan saja.

Ini terinspirasi sama postingannya Mba Una yang berjudul "ketemu Mbak Gingsul" yang full Bahasa Jawa yang saya tidak mengerti sama sekali hiehiehiee.  Selain itu juga alasan SEO karena keyword "Bali" atau "Pulau Dewata", dan "Kuta" banyak dibidik orang manca negara jadi siapa tahu saya ketiban panci eh salah rezeki kan banyak trafik ke sini hiehiehiehiehiee. Ngarep bin Ngayal dot kom. Hiehiheheiheieee

Pedas Dan Mengenyangkan

Saya beruntung sekali pernah satu kali mencicipi Nasi Jinggo langsung di Bali saat kunjungan ke pulau Dewata bersama Kang Guru Indonesia pada bulan April 2011 yang lalu.  Seperti apa sih rasanya Nasi Jinggo Bali ini?.  Eitts sabar ya. Tahan nafsu. Hiheiheiheihee.  Ehm Ketika Taxi yang mengantar saya dari Bandara Ngurah Rai akan menuju Hotel Pop Haris Kuta, sang sopir Taxi yang kemudian saya ketahui namanya, I Gede Suparta,  menjawab rasa penasaran saya akan kuliner yang satu ini.

"ah paling juga nda beda dengan Nasi Kucing Jogjakarta yang juga sudah terkenal dan menjadi icon Pariwisata kota Jogjakarta ya kan Bli?" tanya saya kepada sang Sopir.  Oh ya sebutan "Bli" atau sering diprononsiasikan dengan "beli" adalah kosa kata Bahasa Bali yang artinya "abang" atau "pak" sapaan buat orang dewasa laki laki di Bali.  Kalau sapaan buat perempuan yang lebih tuanya biasa disebut dengan "Mbo".  Mohon dikoreksi jika saya salah tulis ya hiehiehiee.  Mana nih Blogger Bali mampir donk ke sini ya?  Ken ken kabare?

Do you know about "Nasi Kucing"? Have you ever heard that good traditional famous food in Jogjakarta, central Java in Indonesia?. I have visited Jogjakarta two times, and the brand new visit happened in the early November, 2010 during Merapi Eruption. Flash back my memories in Bali where I have visited ten times, I was very luck to enjoy "Nasi Jingg" in Bali.

A Taxi driver called I Gede Suparta, told me that those Nasi Jinggo is very cheap and can be eaten by all people in all generation without worrying about the material used in the Nasi Jinggo. I found that the content of the Nasi Jinggo are very common and can be found every where in all across Indonesia such as Noodle , fish , tempe and some local recipes.
TOPI : Inilah uniknya Nasi Jinggo khas Pulau Dewata, Bali, yang saya tampilkan buat kawan kawan semuanyua di sini.  Hidangan ini free alias gratis jika stay di Pop Haris Kuta, Bali. Bentuk pembungkusnya sudah menyerupai topi.  Unik juga.  Foto Syahrir Badulu/Makasar
NIKMAT Sebungkus Nasi Jinggo yang sempat saya ambil fotonya saat makan pagi di Pop Haris Kuta Bali (April, 2011)  ini, nah bisa diliat sendiri konten atau isi dalam sebungkus Nasi Jinggo.  Hmmm ada suiran Ikan, mie goreng, tempe, serundeng,, sambel, dan potongan telur ayam.  Pedas? Oh ya cukup pedas.  Nyam nyam nyam. Foto Asep Haryono
 
"Bedanya dengan Nasi Kucing Jogajakarta, nasi jinggo jarang menggunakan menu Ayam, tetapi sama-sama enaknya disantap dan menjadi ikon pariwisata di sini. Nah Nasi Jinggoini unik karena dibungkus pake daun pisang berbentuk Topi, diberi lauk mi goreng, serundeng, potongan tempe, potongan ayam pedas manis, dan sambal" kata Gung Dwinta, Mahasiswa Bali .

Unlike Nasi Kucing which famous for its tasty food and recipe , the Nasi Jinggo in Bali which I can easily find them when I was staying at Pop Haris hotel located in Jalan Teuku Umar, Denpasar Bali. This happen during my visit to Bali last April 2011. The hotel location is not far away from Ngurah Rai International Airport. It needs around 25 minutes to reach the hotel from the air port.

The first impression when you are looking at this Nasi Jinggo is their physical appearance which very similar to the form of hat. What do you mean by the hat?. Well just look at the outside of the Nasi Jinggo, and what big image in your mind when you see this small image? It looks very closely with a hat right? Yes, that is absolutely right. The Nasi Jinggo performance is similar to the form of hat. It is really unique, isn't it?



Video pendek tentang sekilas Hotel Pop Harris yang ada di jalan Teuku Umar, Denpasar Bali saat saya berkunjung ke sini bulan April 2011 yang lalu.  Suasananya cukup oke , warna warninya funky dan ada fasilitas internetnya juga. Sarapan pagi cuma disajikan nasi Jinggo aja. Video Recorded By Asep Haryono


Berapa harga per bungkus Nasi Jinggo jika harus beli dari luar hotel?  Wah sayang sekali saya tidak mengetahui berapa harga pasaran sebungkus Nasi Jinggo ini jika beli di luar hotel tempat saya menginap karena pada waktu memang tidak sempat sekali sama eh sama sekali hiehiheiheiheee.  

Rekan saya dari Bali, Gung Dwinta, p[ernah bilang lokasinya juga dekat dengan hotel tempat saya menginap. "Dekat kok, malah ada yang jual juga di sekitar Pasar Badung and juga disekitar Pasar Kumbasari" katanya.  Ah kapan ya ke Bali lagi? Hiehiheie mauuu donk. 

 Cara makannya gimana?  Wah ini dia nih.  Pertanyaannya simpel namun jawabannya bisa macam macam.  Kalau menurut saya sih dimakan pake sendok yang sudah disediakan juga boleh, mau pake tangan aja juga silahkan. "Saya sih enaknnya makan pake Sendok soalnya tangan kita masih bersih dan nda belepotan sama Nasi di tangan kan ngeliatnya nanti jijay" kata Syahrir Badulu, rekan saya dari Makasar.  Kalaw sobat blogger gimana nih?  (Asep Haryono)

74 comments:

  1. Waktunya makan anak-anaaaaak!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Hiheihiheiheiiee horee mari kita makan, siapkan panci masing masing. Hiheiiehiehheiee

      Delete
    2. Tumben artikelnya gak lenyap kang?

      #ngumpet


      Delete
    3. karena pake mantra bin salabin

      Delete
    4. @Rudy Arra : HIhiieieieiee ya kebetilan eh kebetulan aja dipostingnya tepat hari ini sebagaimana yang sudah dijanjikan. Kalaw lenyap lagi wah berarti dipindahkan ke tayang dijadual mendatang. HIheiheiheie. Udah kaya tukang sulap

      @Zachflazz : Hiheiheeie betollllllll

      Delete
    5. sulapan terus gara2 panci

      Delete
    6. Panci is Magic. Bisa dijadikn alat peraga oleh dapid koperpil.

      Delete
    7. Pasti si dapidnya hobi ngupil. Hihiehiehiehiee. Nah nah siapa di sini yang hobi korek hidung? sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh

      Delete
  2. wahh...bikin perut laper tu kang....kayaknya enak tu kang...hi..hi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mahbub ikhsan : Hihehiehiehiee iya Nasi Jinggo ini memang enak, pulen nasinya, dan lauknya Nasional karena rata rata orang Indonesia tau dan pernah merasakannya seperti suiran daging ikan, tempe, potongan telur dan juga sambal atau pedas.

      Delete
    2. iya soalnya yang masak kan mbak-mbak di sana. kalo yang masak Kang Asep, lain lagi.

      Delete
    3. Betul bang Zachflazz. Kalaw saya yang masak hasilnya nda karu karuan. Ada asam, manis, asin campur jadi satuu

      Delete
    4. Itu namanya Bhinneka Tunggal Ika. Atau mungkin Bhinneka Tinggal Ngaga? karena terkejut dengan rasanya.

      Delete
    5. @zachflazz : Iya bener . Hiehieheie pahadal eh padahal nyoba resepnya langsung dari buku resep eh masih aja rasanya nda karu karuan. Apa yang kurang ya jadi bingung sendiri. Ujung ujungnya beli juga di warung depan.

      @Rudy Arra : Kalaw gitu rasanya memang galau, ya udah nda jadi deh dimakan

      Delete
  3. kyknya kl liat penampakannya sy lebih suka makan pk tangan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @myra anastasia : Hiheiheei ya benar sekali mba. Saya pribadi kadang makan pake tangan saja yang sudah terlebih dahulu dicuci dengan bersih.

      Kuku tangan juga saya pastikan bersih dahulu sebelum mencuci tangan. Saya sekarang udah jarang makan nasi pake Sendok. Kalaw makan Bubur Ayam saya selalu pake Sendok mba hieheiehie. Fans Bubur Mania

      Delete
    2. Aku juga, kalau makanannya disajikan dengan cara seperti itu, lebih nikmat makan menggunakan tangan dan makanannya dimasukkan ke mulut. mungkin karena bawaan orok atau mungkin karena aku memang orang sunda sejati.

      Delete
    3. @Rudy Arra : HIheiheiheiee orang Sudan sejati berarti sapaannya Kang Arra atawa Kang Rudy atuh. Ayah saya dari Cirebon dan biasa berbahasa Sunda. Saya nda bisa sama sekali bahasa Sunda. Waktu di SMP dulu ada pelajaran bahasa Sunda namun jeblok aja nilainya hiheiheiheiee

      Delete
    4. apalagi pake tangan dan pake kaki

      Delete
    5. hiehiehieei saya sampai salah ketik kok malah jadi SUDAN sih, maksudnya mau nulis SUNDA. Tapi memangnya mas Rudy Arra masih sodaraan sama orang SUDAN? Hiehiheie tapi mas Rudy Arra kan suka yang gelap gelap ya. Penguasa kegelapan (Master of Darkness) jangan jangan beneran orang SUDAN nih.

      Delete
    6. Timnya bukan Persib lagi dong

      Delete
    7. Iya dong, kini Timnya jadi Perci.

      Delete
    8. Huaaa Timnas Perci kalaw gitu bisa Go ikit eh ikut olimpiade Panci tingkat dunia. Panci competition. Acaranya bertema panci mulai dari gebuk panci, panci kreasi , panci berteknologi buat keperluan militer seperti pemasang GPS dan WIFI. Ck ck luar biasa temuannya mas Rawins. Nda main main

      Delete
  4. hmm.. Nasi Jinggo, saya baru dengar tapi liat gitu jadi penasaran pengen icip hehehe...
    kunjungan perdana disini, salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali

      Delete
    2. @De Widiani : Hiehiehiee terima kasih sudah berkunjung ke Blog sayah yang humble ini hieheiehiee. Selamat datang. Welcome to the jungle. Salam kenal kembali dari Pontianak, Kalimantan Barat

      Delete
    3. jadi Kang Asep di jungle ya? hidup bersama dengan Mas Rawin dong..

      Delete
    4. Kan beliau berdua deketan Mas.

      Delete
    5. @zachflazz : Hiehiheieie hadeeuh yang mau berangkat ke Denpasar Bali hiehiehie mancaaaps bang Zachflazzz. Nitip kaca mata Item yang banyak dijejerin di lesehan sepanjang KUTA.

      Harganya sekitar 20-30 ribuan kalaw nda salah. Kaca mata bulet guede yang biasa dipake para selebritis seperti Sarah Vi hiehiehie. Ada yang kesinggung nda ya saya sebut tante?. Jenis kacamata itu saya beli juga di KUTA, dan sekarang rusak beantakan keinjak kaki sendiri. Hikssssssssssssss.

      @Rudy Arra : Oh yayayayayaya benul eh betul sekaleee. Secara Kalimantan memang banyak hutan hutannya. Bisa dikatakan kita mahluk hutan

      Delete
  5. ee.. dapat sertifikat halal belum nih.. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mahal Mas bikin ijin sertifikasi kayak gitu. warteg di sini juga nggak bikin bukan?

      Delete
    2. nah, itu mungkin sulitnya kalo ke bali...

      *pengalaman ketika beberapa hari disana..

      Delete
    3. yang penting niat kali ya Mas

      Delete
    4. Niat kalau mau jumpa Bubur Ayam atau Bubur Bali atau mungkin Nasi Jinggo pasti diyakini bakalan ketemu di Denpasar Bali. HIheihiehiehiehee.

      Delete
    5. sama mas zach...tukabg pecel tp ku...aja ga ada seetifikat nya....hehe

      Delete
    6. @a.i.r : Wah komentar mas sangat menarik, dan mengelitik saya buat komentar hihihi. Urusan HALAL memang isu yang seirus eh salah serius di Bali. Pengalaman saya ke Bali sejak tahun 2005 s/d April 2011 banyak menemukan kendala wisatawan lokal kesulitan mencari jajanan halal di Bali.

      Jadi bagi yang Muslim kudu teliti untuk icip icip Kuliner di Bali, pastikan bahwa produk makanannya halal. Biasanya di rumah makan sekitar kUTA misanya, resto atau rumah makan memasang plang "rumah makan Muslim". Atau kalaw mau cari alteratif masakan Padang aja. Wah bisa jadi SARA ini.

      Delete
  6. ahh, iya kalo ini sih sega kucing banget Kang. adanya malem di Bali yang kayak gini? boleh juga dicoba ntar malem Insya Allah, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Hiehiehiei ya mau berangkat sore ini Ke Denpasar cieeeeeeeeeeeee hiheiheie jangan jangan berenang ya perginya? Wih ck ck ck kuat sekali mantapsssss. Bisa mask MURI.

      Saya belum search Nasi Jinggo diluaran bang Zach, selain yang sudah ada di hotel aja waktu itu. Kata orang orang sana sih banyak dijual di sekitar Pasar Badung and juga disekitar Pasar Kumbasari

      Delete
    2. kacamatanya item ya Kang?

      Delete
    3. hm...jadi sebenarnya ke Bali itu dalam rangka tugas atau mau wisata kuliner Pak? **siap2 lapor boss besar**

      Delete
    4. @zachflazz : Iya bener sekali. Modelnya amat mirip sama yang dipake mantan saya KD tuh hiehiehiehe. Halah *plok

      @Popi : hiheihiehieiee godaan memang buanyak di Denpasar, Kuta dan daeah Sanur. Untuk Siomay yang di depan JOGER saya sudah coba namun rasanya kurang enak. Namun yang berasa terkesan adalah sate lilit ikan Khas Bali yang disebut Sate Languan. Saya waktu itu icip icip sate lilit Ikan ini di resto BARUNA di Kuta. Mancapssssss

      Ih saya jadi kangen Bali. *Berasa 10 kali ke Bali masih kurang*

      Delete
    5. godaan apa nih Kang? jangan bilang cuma kuliner doank!
      Banyak bule terdampar loh di Kuta!

      Delete
    6. Huheueuheue huaaaaaaaaaaa hihwihaiwhaiwhai prikitiwwwwwwwwwwwwwww BrrrrrrrRRRRRrrrrrr hiheiheiheiheiheieiee.

      Delete
  7. denger makanan jadi lapar ini....apalagi kayanya nikmat sekali tuch...jadi penasaran ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Urang Kampoeng : HIheiheiei iya udah mau jam makan siang gini mata jadi berkunang kunang kalaw ada yang nulis soal makanan hiehieiehie. Ini emmang mantaf soalnya bahan dasarnya umum disukai orang Indonesia seperti mie goreng, potongan tempe dan telur. HIehiheiee waaaaaaaa jadi laper beneran

      Delete
  8. Saya belum pernah nyobain mas kalo Nasi Jinggo, cuman kalo di bali saya pernah makan nasi betutu, hampir sama juga ada suwiran ayam, serundeng maupun telor. Tapi sayangnya ndak berasa, ndak berasa bayar maksudnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Seagate: Nasi Betutu? wah belum cuba nih saya. Namun kalaw yang dimaksud ayam Betutu saya sudah icip waktu ada kegiatan KangGuru di Bali lalu ngacir ke daerah Buleleng, dan sekitar Tabanan. Ada kafe di atas bukit ada menu Ayam Betutu. Harga Bule seporsinya sekitar 60 ribu rupiah seporsi, ayam Betutu.

      Iya apalagi gretong alias Gratis. Hueeeeeeeeeeeee enyak enyak enyaaaaaaaaaaaaaaak

      Delete
  9. nasi jinggo, wa baru dengar,kaya nama rokok yah hihi..tapi kayanya enak tuh, jadi pengen juga tapi sayang harus ke bali hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menak Jinggo itu musuhnya Damar Wulan

      Delete
    2. @Muro'i El-Barezy : Hiheiheie komentar mas sangat menarik. Ini memang benar. Saya jadi terinspirasi membuat postingan ini. Hmmmm. Ini namanya melirik bisnis kuliner dengan memanfaatkan semangat primordial.

      Sebagai contoh di Pontianak aja banyak kedai atauu warung Tegal, Soto Banjar, Pecel Lele khas Lamongan, Siomay Bandung dll. Padahal lokasi jajanan itu di kota Pontianak. Saya mau patenkan ide ini sebagai bahan postingan saya kelak.

      Delete
  10. ooohh itu toh namanya nasi jinggo, kemarin ke bali uda ribut mau nyoba nasi jinggo ga taunya baru nyadar sekarang uda pernah makan LOL. nasi jinggo harganya 4 ribu beli di pasar, enak + murah meriah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Audrey Subrata : hiehiheie wah Tossssssss kita. BALI memang wokehhhhhhhhhhhh. Jadi kangen dan ingin ke sana lagi apalagi GRETONg alias gratis. Secara saya termasuk pemburu gratisan yang bersertifikat. Hiehiehiheiee. Gretong never dies.

      Delete
  11. wah mantap ih kayaknya pak asep, makasih infonya, akan saya cobain pas main ke bali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mencobalah sebelum mencoba itu dilarang

      Delete
    2. Tapi jika untuk anak, jangan coba-coba.

      #iklan

      Delete
    3. @ailend : Huaaaaaaaaaaaa hiks hiks saya jadi kangen sama Bali. Terakhir ke Bali sekitar bulan Nopember 2011 saat selebrasi 20 TaHUN KangGuru Indonesia, bandara NGURAH RAI masih direnovasi. Saya kira renovasi Ngurah Rai sudah jadi ya. Hiheiheiheie

      @zachflazz : Hueee iya benar sekali. Mencoba silahkan saja. Kecuali satu , Jus Lele, don't try this at home. Bisa semaputttttttttttt

      Delete
  12. Nyimak ajalah. Thanks udah mau berbagi. Sesekali berkunjung dan berkomentar donk di blog butut saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Juniyarsa Ardilla : Wah ade Blogger Kubu Raya gak ne,HIheiheiheieiee. Ya saya sudah mampir dan meninggalkan utang eh salah komen di blog hiheiheiheiee. Mancapsssssssssss

      Delete
  13. @Juniyarsa Ardilla : Ah siapa bilang butut sih? saya sudah liat liat blognya bagus dan keren kok. Hiheiheiheiheie. Eniwei terima kasih sudah sudi mampir dimari.

    Artikel mu tentang Twitter sungguh menarik sekali. Saya sudah ke sana dan memberikan komentarnya. Salam kenal ya. Salam dari Pontianak

    ReplyDelete
  14. been a long time didn't eat this kinda of rice nih kang.. yang versi bali belum coba, baru coba yang versi pontianak.. ouuwh I really miss the taste of nasi jinggo

    *kruyukan perutnya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : Hheheiheieiei ow really?. It seems to me the nasi Jinggo will be available in Pontianak real soon. Who knows ya. Thanks for beimg here Miss Syahdini. I really appreciate it

      Delete
  15. Nasi Jinggo enak kalau lagi laper dan malem2 hehe.. apa lagi tempat makan lainnya uda pada tutup

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cintya Nak Jegeg : HIheiieie iya kah? Wah selama ini saya icip icip nasi Jinggo saat makan pagi aja. Rasanya 1 bungkus sudah lebih dari cukup, porsinya memang agak banyak saat itu.

      Ntah di bagian lain di Bali apakah juga yang banya konten nasinya. Unik juga yah kuliner Indonesia :))))). Oh y Terima kasih sudah mampir ya. Salam dari Pontianak

      Delete
  16. Kalau mau yang enak di WIsata atau kumbasari nasi jinngi semat merah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Budi Bukan Bidadara : Hiheiehie oh ya kah? Wah semakim banyak pilihan yang tersedia nih hiehieieie Mancaapssss

      Delete
  17. waaahh.. asik ya bisa jalan2 kebali.. jadi pengen nih kebali.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Apa lagi kalaw Jalan Jalan ke Bali nya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun alias Gretong. Secara saya termasuk pemburu gratisan atai Free Seeker hiheiheiheiheiheiheiee. Dimana mana yang namanya gratis itu enyak enyak enyak hiheiheihiehieiee. Terima kasih ya sudah mampir. Duh sudah larut malam nih. Time to turu

      Delete
  18. Jadi ingat pada saat saya melakukan berkunjung di Bali Kang. Nasi dan lauknya memiliki ciri khas sendiri, dengan penamilan yang unik dan tentunya yang tidak kalah menariknya adalah rasanya. He...x9

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    ReplyDelete
  19. ahhh gw pernah makan tuh nasi jinggo, beberapa kali dibeliin temen buat sarapan, tapi porsi nya serba dikit, ga nendaaaanggg!!! hahaha *perut karet*

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog