Jual Milagros disini
Loading...

Mengurai Kemiskinan di Kota Pontianak

Viryan Azis. Foto Asep
Dari Milad Dompet Ummat Ke 11 tahun
Catatan Asep Haryono

Jumlah penduduk Miskin atau yang dimaksud adalah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di propinsi Kalimantan Barat pada bulan berjumlah Maret 2012 sekitar 363.310 orang (8,17 persen) (Data dari BPS Propinsi Kalbar, Juli 2012).

Jadi bukanlah hal yang mudah untuk diangkat menjadi keluarga sejahtera dan peran Dompet Ummat Kalimantan Barat dalam hal ini dituntut lebih mampu lagi dalam mensejahterakan masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya, dan di kota Pontianak pada khususnya.

Demikian kira kira kesimpulan dialog dan diskusi yang bertema "Strategi Pengurangan Kemiskinan di Kota Pontianak" yang berlangsung dengan sukses di lantai 6 Gedung Graha Pena Pontianak Post sekaligus menandai selebrasi Milad (Hari Ulang Tahun-red) Dompet Ummat Kalimantan Barat yang ke 11 (sebelas) sore kemarin Selasa tanggal 4 Desember 2012.  Hadir dalam dialog tersebut adalah perwakilan dari beberapa instansi yang terlibat langsung dalam operasional Dompet Ummat Kalimantan Barat termasuk Pemimpin Redaksi Pontianak Post, bapak Drs.Salman.

Milik Bersama
"Bagi kami Dompet Ummat sudah lama bekerja sama dengan Pontianak Post seperti misalnya ada musibah Tsunami di Aceh, gempa di Jogjakarta dan lain sebagainya, dan saya harap dari dialog pada hari ini akan kita dengar testimoni tesmoni akan manfaat dari Dompet Ummat ini" kata Bapak Drs.Salman, Pimred Pontianak Post mengawali kata sambutannya.

Beliau menyinggung pengertian "tidak mampu" bagi sebagian dari masyarakat dalam menyokong program program yang dijalankan oleh Dompet Ummat Kalimantan Barat ini. "Kata tidak atau belum mampu tentu banyak sekali pembahasannya, ada yang belum mampu karena tidak mampu dalam hal finansial dalam memberikan sumbangan , alasan belum diberikan hidayah oleh Maha Kuasa, atau memang ada sebab lain yang menyebabkan orang tersebut 'tidak mampu" jelas Pak Salman.

"Dompet Ummat kini lebih fokus untuk memberdayakan ummat agar bisa lebih berkontribusi dalam mensejaghterakan dirinya, dan saya tegaskan bahwa Dompet Ummat adalah milik bersama milik kita semua karena dana yang dihimpun adalah bersumber dari masyarakat' papar Viryan Azis, Direktur Dompet Ummat kepada para hadirin yang hadir dalam dialog hari itu.

Beliau menambahkan bahwa Dompet Ummat Kalimantan Barat bukan milik personifikasi dirinya, bukan milik seseorang yang banyak berjasa karena Dompet Ummat adalah milik bersama. "Jadi tidak benar kalaw ada yang menyebut Dompet Ummat milik perseorangan atau dimiliki seseorang, dan juga proses perekrutan anggotanya pun sama dengan yang lembaga atau instansi lainnya" tegas Viryan.

Bagi saya pribadi sosok bang Viryan Azis sangat berarti, karena dari beliau lah nama Abbie, anak laki laki pertama saya, itu berasal.  Dari bang Viryan Azis lah yang mengusulkan nama depan Abbie  untuk putra pertama saya yang waktu itu masih orok, dan usulan nama itu saya terima.  "Keren kang Asep udah mirip nama selebritis seperti Oddie Agam, gitu deh, jadi namanya dibuat gaul aja ABBIE..." kata Viryan Azis waktu itu.  Saya masih ingat hiheiheiheiheiee. Kini nama anak saya sudah lengkap dan panjang kaya kereta api, Abbie Muhammad Furqan Haryono
 
CINDERA MATA : Pemimpin Redaksi, Bapak Drs. Salman, saat memberikan cinder mata kepada Direktur Dompet Ummat Kalimantan Barat, Viryan Azis dalam acara dialog bertemakan pemberantasan kemiskinan (2/12) kemarin itu. Foto Asep Haryono

DIALOG :  Saat dialog tentang strategi pemberantasan kemiskinan di pontianak. Acaranya sendiri berlangsung cukup meriah (2/12) dan dihadiri banyak undangan yang hadir. Foto Asep Haryono
POTONG KUE :  Direktur Dompet Ummat Kalimantan Barat, Viryan Azis , saat memotong Kue dalam selebrasi Milad Dompet Ummat yang ke 11 Selasa kemarin (6/12) sekaligus menandai dimulai dialog bertema pengentasan kemiskinan.  Foto Asep Haryono



Lemah Dalam Maintenance
Saya menyimak detil demi detil pemaparan atau presentasi pemberantasan kemiskinan yang dibawakan langsung oleh Direktur Dompet Ummat Kalimantan Barat, Viryan Azis walaupun saya sendiri agak sulit menangkapnya mengingat cara penyampaian beliau dengan nada yang cukup cepat.

Untuk prosesor dalam otak saya yang masih Pentium I ini agak tulalit untuk menangkap maksud yang mau disampaikan oleh Bang Viryan Azis.  In other words dengan kata lain loading otak saja lama buat mencernanya hiheiheiheihee. Mungkin karena keterbatasan waktu dan masih ada beberapa keynote speaker lainnya yang juga akan menyampaikan sambutan atau presentasinya, maka pemaparan bang Viryan Azis dicepatkan. Saya bisa memakluminya saat itu.

Condro.  Foto Asep Haryono
"Masalah yang dialami oleh lembaga keuangan berbasis pengumpulan dana ummat seperti BAZIS, Rumah Zakat, dan juga Dompet Ummat nyaris selalu sama yakni lemah dalam maintenance atau merawat para relawannya" kata Condro, salah seorang peserta dialog di acara hari itu.  

Menurut Condro yang melihat begitu banyak relawan Dompet Ummat Kalimantan Barat yang keluar masuk dan seperti tidak fokus dalam kiprahnya di Dompet Ummat Kalimantan Barat.

"Sebaiknya perlu ada pemberdayaan pengetahuan dalam hal ideologisnya dahulu, dan ditanamkan pengertian bahwa konsistensi, dan loyalitas kepada Dompet Ummat adalah penting"
tambah Condro

Pria berkaca mata berbadan tinggi besar ini ternyata mantan pengurus Dompet Ummat Kalimantan Barat hingga beberapa tahun lamanya itu. "Ya benar sekali, dan saya banyak mendapatkan manfaat selama saya berkiprah di Dompet Ummat diantarnya adalah ketrampilan managerial atau management dan itu sangat saya syukuri" tegas Condro

itu menambahkan bahwa Dalam undang undang Zakat yang baru sudah disebutkan bahwa lembaga lembaga semacam itu (Bazis, Dompet Ummat, Rumah Zakat) harus menginduk kepada Ormas (organisasi masyarakat).    "Jadi bisa dikatakan illegal jika tidak memenuhi amanat dalam undang undang zakat yang masih dalam pembahasan tingkat MA, dan baru baru ini mereka mengajukan Judicial Review atas undang undang tersebut" tambah Condro. 

Sementara itu peserta dialog yang lain, Jumadi, menuturkan bahwa untuk hal hal yang bersifat administratif dalam operasional penghimpunan dana Ummat yang diselenggarakan oleh harian Pontianak Post berupa Dompet Simpatik sangat bagus.   "Untuk hal yang kecil saja seperti biaya administrasi, fotokopi misalnya bisa dipake dana CSR perusahaana atau dari pos lain, sehingga dana yang terkumpul atau yang dihimpun oleh Dompert Simpatik tidak diganggu" katanya menambahkan.(Asep Haryono)

63 comments:

  1. halo pak...lama saya nggak mampir kesini

    putra nya pak asep namanya panjang juga ya...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mami Zidane : Hiheiheiiee iya nih. Kebetulan aja namanya panjang kaya kereta api. Mungkin pertimbangan lainnya adalah huruf awalnya "A", yang kalau di absensi ya di deretan huruf A hiheiheiieee.

      Terima Kasih sudah mampir, wah saya jadi nda enak nih dikunjungi duluan. Insya Allah saya akan kunjungan balik

      Delete
    2. panjangnya 10 gerbong. kalo Kang Asep cuma 2 gerbong

      Delete
    3. Sebenarnya namaku juga Panjang lho Kang, yaitu Rudy Arraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...

      Nah, panjang kan!

      Delete
    4. @zachflazz : Hiehiheie iya kalau 2 gerbong masih pendek ya wah pendeknya udah segitu gimana panjangnya hiheieie, pasti panjang cekaleeeeeeeee

      @Rudy Arra : Oh iya bener panjang panjang sekali. Benar punya mas Rudy Arra panjang

      Delete
    5. hahahahahaha....topiknya jadi "panjang" nih

      Delete
    6. Iya punyaku memang panjang, mungkin karena aku sering berkunjung ke Sukabumi.

      Delete
    7. Nah ini sudah ada pengakuan dari mas Rudy Arra. Siapa lagi yang merasa panjang? Halah apa yang panjang ya?

      Delete
    8. bubur kacang panjang tu panjang

      Delete
  2. kemiskinan, jika itu sudah menjadi concern bersama semua warga masyarakat, sebenarnya bisa ditanggulangi, meski perlu upaya yang keras.

    ikut merasakan penderitaan, lalu mengimplementasikan niat baik menjadi amalan baik, Insya Allah bisa.

    Kajian teoritis juga perlu sih Kang ya dilakukan, ya itu, buat ngantisipasi ekses macam judicial review di MA kayak di atas itu, kalo kita beramal tanpa tau aturan tentang wadahnya, malah bisa-bisa membahayakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, lebih berbahaya daripada keracunan Jus Lele.

      Delete
    2. @zachflazz : Saya masih ingat Program "Koin Untuk Prita" yang diperoleh dari uang receh serupiah demi serupiah terkumpul sampei milyaran. Nah gerakan ini perlu diaktifkan lagi karena dengan program seperti ini kemiskinan di Indonesia bisa dibantu.

      @Rudy Arra : Wah bener bener kalau keracunan Jus Lele bisa bisa semaput dan bikin penuh Rumah Sakit aja hiheiheie. Ada yang pernah coba Jus Lele anyone?. Saya belum pernah hiheiheiee

      Delete
    3. mas zac....aamiin
      mas rudy...penawarnya makan bubur sama pancinya :D
      mas asep...mksh kunjunganya....huahahahahhaa

      siap2 dilempar panci nih

      Delete
    4. Nah mas Reo Adam, ini membuktikan bahwa Panci mas Rawins selain canggih ada WIFI nya juga serba guna. Bisa dipake buat masak Bubur Ayam, dan juga bisa dipakai buat melempar. Ini Panci prospeknya sangat cerah secerah bubur

      Delete
    5. kita kurang panci 1 biji. gimana kalo ada koin untuk KPK?

      Delete
  3. Usaha mengurangi kemiskinan memang tidak semudah menghabiskan semangkuk bubur ayam saat sarapan dipagi hari, tapi bukan berarti mustahil untuk dicapai. Wadah amal seperti Dompet Ummat seperti ini akan sangat berperan penting dalam usaha ini.

    Memberi pembekalan kecakapan hidup pada masyarakat yang membutuhkan dapat menjadi salah satu solusi. Karena kualitas sumber daya manusia yang baik akan membuat masyarakat lebih berdaya dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Salahsatunya dengan memulai usaha kreatif sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Peran Dompet Ummat ini akan semakin berat dalam memberdayakan Ummat di seluruh Indonesia, dan satu hal yang penting adalah tugas kita semua untuk bisa membantu sesama.

      Walaupun banyak dari kita yang suka Bubur Ayam, namun cita cita kita mengikis kemiskinan adalah tantangan yang luar biasa. Ini tanggung jawab para tukang Bubur Ayam, dan juga kita semuanya. Kita harus bersatu padu membangun bangsa ini agar lepas dari jeratan kemiskinan

      Delete
    2. coba wadahnya diganti panci....mesti lebih besar ruang lingkupnya :D

      Delete
    3. Panci ukuran XXXXXXXXX-L ya Mas?

      Delete
    4. itu namanya galangan kapal

      Delete
  4. oh ada peraturan yang harus menginduk ke ormas ya sob, la kalau seperti XTVPeduli,Dompet Simpatiknya pontianak post dll yang tidak bermuara pada ormas tertentu berarti ilegal, semoga judicial reviewnya berhasil ya sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Thanjawa Arif : Saya sendiri belum melihat revisi atau draft Undang Undang zakat yang masih dalam tahap penggodokan itu. Memang peraturan harus diteggakkan agar niat dan maksud yang baik ini bisa lebih profesional dan bersinergi dengan Pemerintah.

      Delete
    2. nanti beneran kebangeten kalo Undang2 Zakat masih dipelintir juga sama para oknum pembahasnya

      Delete
    3. oknum sama denga hama atau rayap..ya mas zach :)

      Delete
  5. banyak juga ya orang yg di bawah garis kemiskinan di pontianak.... kalo para pejabat yg korupsi ngebalikin duitnya buat mereka keknya lebih baik tuh ya... tapi apa mungkin ya, mimpiii kali

    ReplyDelete
    Replies
    1. #Bunda Kanaya : Banyak sekali ukuran kemiskinan yang masih bisa didiskusikan bersama sama. Tidak punya bahan makanan yang bisa dimakan juga sering disebut dengan kemiskinan. Tidak punya pekerjaan beakibat tidak adanya pemasukan untuk membeli makanan dan lain sebagainya.

      Tidak mimpi bunda, itu akan menjadi kenyataan Insya Allah. Koruptor dan korupsi memang musuh kita bersama yang harus kita perangi. Mari kita berharap KPK akan menuntaskan pekerjaannya menyeret koruptor ke pengadilan dan mengembalikan uang rakyat secepatnya.

      Beda dengan KPK di dunia maya, itu komunitas gokils pada ngumpul, apa aja dibahas dan kadang membahas satu topik sering tidak nyambung sama artikel atau postingan. Dari Bubur sampai kepada Panci. Semuanya dipaksain nyambung hiheiieieiheihee

      Delete
    2. Kalo sudah membahar KPK, Suhu memang jagonya. Terus sosialisasikan KPK kita ya Suhu!

      Delete
    3. @Eudy Arra : Saya selalu siap mensosialisasikan KPK karena perlengkapan saya banyak. Saya akan bawa Panci isi Bubur, dan juga celana.

      Tinggal cari lokasi buat jualan Bubur dimana kira kira yang prospeknya bagus. Lapak mana nih biar laku keras Bubur Ayamnya?. Apa perlu pake SPG buat jualin Bubur ayam kita?

      prospek cerah nih Bubur. Nanti saya buat Pasta Gigi rasa Bubur Ayam, atau inopasi Bubur Tablet atau Tablet bubur Siap makan

      Delete
    4. SPGnya kita2 aja Kang. G-nya diganti B. Boy.

      Delete
    5. Oh ya bener bener. Sales Promotion Boy kita kerahkan saja anak anak KPK semuanya hiheiheihieiee,

      Delete
    6. perlu MD nya.sekalian ga bang asep.hehe :)

      Delete
  6. dialognya memang sukses....^_^
    dan mudah-mudahan harapan masyarakat programnya juga berjalan dan sukses.

    aq juga miskin.....wong panci aja ga punya TeeeeeeT

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Reo Adam : saya sangat prihatin dengan Mas Reo Adam yang sampa sekarang belum punya Panci. Ternyata keprihatinan kita ternyata sama. Saya aja sekarang tidak punya Panci yang ada WIFI nya. Masih menunggu kiriman panci canggih buatan Mas Rawins.

      Delete
    2. Apalagi aku, bahkan aku belum terpikir untuk mempunyai panci.

      Delete
    3. panci kita terbuat dari apa sih, perasaan tangguh banget

      Delete
    4. Coba kita tanyakan kepada pembuat Panci

      Delete
  7. Andai saja masyarakat kita terbiasa dengan membiasakan zakat,infak,shodaqoh dan ada lembaga yang dapat menjadi wadah untuk mengelola dan menjadi pemberdayaan umat dalam mengatasi kemiskinan,memberdayakan saudara saudara kita yg kurang mampu dari hasil zakat,infaq,shodaqoh dengan cara pemberdayaan secara ekonomi berdasarkan ekonomi syariah

    ReplyDelete
    Replies
    1. @aligibran : huaaa super sekali komentarnya mas Eligibran. Wah namanya menyandang kata "gibran" mengingatkan saya akan filsuf/sufi kenamaan dengan nama yang sama. Saya harap demikian, dan peran dompet Ummat Kalimantan Barat ini akan semakin berad di masa yang akan datang. Mari kita dukung

      Delete
    2. Aku pernah membaca pada satu artikel (aku lupa lagi sumbernya). Disana disebutkan jika Muslim Indonesia menempati peringkat pertama sebagai Muslim paling dermawan diantara Muslim di negara-negara Muslim lainnya. Sayangnya aku lupa lembaga apa yang melakukan suvei tentang hal ini.

      Nah jika memang demikian, kenapa angka kemiskinan masih begitu besar ya? padahal konon katanya negara ini dihuni oleh Muslim paling dermawan didunia.

      Apa ada yang salah? dimana salahnya?. Yang pasti semua perlu dikaji kembali.

      Delete
    3. @Eudy Arra : saya rasa benar demikian, bahwa orang Indonesia terkenal ramah dan juga sangat dermawan. Masih ingat program "Koin Untk Prita"? Itu sangat fenomenal.

      Bayangkan dengan serupiah demi serupiah saja dikumpulkan dari seluruh penjuru Indonesia terkumpul sampai Milyaran rupiah. Bukankah ini luar biasa dermawannya orang Indonesia. Dari recehan serupiah aja bisa terkumpul Milyaran dalam waktu yang relatif singkat.

      Bayangkan jika tiap hari ada progra seperti ini tiap hari wah bakal ada puluhan sampai ratusan Milyar terkumpul dan dananya bisa buat rakyat. Ah negeri ini bisa berkurang kemiskinannya

      Delete
  8. seperti halnya 300 dus bubur haji Sulam yg disumbangkan setiap harinya unt kampund sebelah yg kena banjir..... :)"

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cii Yuniaty : Oh ya kah? saya cuma bisa bilang "WOW" ternyata Bubur juga sudah merambah kepada sodara sodara kita lainnya , dan saya rasa Bubur memang hidanhgan yang murah meriah, dan cukup bergizi buat segala usia. Hiehiheihee wah saya tau juga kagak soal Gizi bubur hiheiheiiee.

      Delete
    2. tu kan ada cerita menyejukkan begitu Mbak Cii hadir, dari tadi panci melulu

      Delete
    3. wah ada peminat baru nih
      bubur...is the best pokoke

      Delete
  9. Untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan memang bukan perkara mudah, di butuhkan upaya yg lebih serius dari semuah elemen yg ada terutama dukungan pemerintah pusat maupun daerah tentu sangat di butuhkan ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @cik awi : Super sekali komentar mas Cik Awi. ya benar sekali, dan wadahnya sudah ada seperti Dompet Ummat yang bersinergi dengan Rumah zakat, dan juga lembaga keuangan lainnya yang berbasis pada program pengentasan kemiskinan. Terima Kasih sudah berkunjung ya mas Cik Awi. Salam dari Pontianak

      Delete
    2. salam dari Bogor juga

      Delete
  10. aku belum pernah ksana , jd belu tahu jg kedaan disana ya.. tapi masalah kemiskinan emang udah gencar udah lama ya pak .

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Miz Tia : Hiheiheiie adqa Miz Tia. Saya senang sekali dikunjungi Miz Tia. Di sini aman tidak ada pagar apa ap, siapa saja boleh masuk dan berkunjung. Siapa saja boleh masuk dan berkomentar dan dijamin tidak akan dihapus atau dipagarin. Siapa saja monggo mampir, bahkan dedemit maya pun boleh mampir. Hiehiheiehiee.

      Delete
    2. gencar kayak serangan sekutu

      Delete
  11. Semoga setiap terobosan dan rencana untuk mengurai kemiskinan ini bisa tercapai dan membantu mengurangi tingkat dan jumlah yang semakin bertambah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Abed Saragih : Benar sekali bang. Kemiskinan nyaris ada di hampir setiap kota di Indonesia, dan sebab nya pun bermacam macam. Tantangan besar buat kita semua agar bangsa Indonesia ini bebas dari kemiskinan yang melanda

      Delete
  12. Postingan yang sangat bagus, saya sangat menghargai dan menyukai kegiatan seperti ini sobat, ini merupakan amalan yang sangat mulia di Dunia, semoga semuanya lancar dan tetap maju terus, demikian juga semoga kegiatan organisasi seperti ini bisa ditiru oleh anak Bangsa Indonesia
    terima kasih sudah berbagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Penyuluh Perikanan : Terma Kasoh atas dukungan, doa, dan juga support moril dari bapak terhadap kerja keras dan perjuangan tiada henti dari Dompet Ummat di mana saja berada di seluruh Indonesia. Mari kita bersama sama berantas kemiskinan di seluruh Indonesia. Maju Terus Dompet Ummat Kalimantan Barat.

      Delete


  13. sdh..memang jd pemandangan biasa dari jmn kompeni ada di negeri ini kali bang...kesenjangan sosial selalu di agung2 kan...si kaya selalu bangga akan predikat si kayanya..sedang si miskin selalu jadi penonton setia...

    andai aja kepedulian yg mengatas namakan kemanusian..ga cuma jd bahan utk rapat atau seminar orang2 top... aja..

    semoga aja kegiatan amal seperti ini,terus berlanjut ya bang asep..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @budi os 19 : Ya tepat sekali, kesenjanga semakin jelas sekarang. Yang kaya semakinkaya, dan yang miskin semakin jauh dari harapan untuk kaya.

      Tapi Bos BUMN, Pak Dahlan Iskan, sering mengingatkan bahwa KEMISKINAN itu harus DILAWAN. Saya pikir memang benar adanya. Pasrah karena miskin bukan ide yang baik, namun berusaha agar lepas dari jerat kemiskinan itu luar biasa

      Delete
  14. kemarin saya posting warta 3 untuk radio volare, tentang ini nih temanya :D

    jaya selalu zakat di kalbar.. moga makin banyak jumlahnya, makin makmur masyarakatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : Benar saya harap demikian agar kemiskinan di kota Pontianak pada khususnya dan di seluruh Kalimantan Barat pada umumnya bisa dikikis habis

      Delete
  15. Semoga kota pontianak kita tercinta bisa terbebas dari kemiskinan.. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Kumpulan Desain Grafis : Amiiin ya Robal Alaminnnnnnnnnnnnnnn

      Delete
  16. disela hut ke 11 DU, sejujurnya terselip sedih karena UU Pengelolaan Zakat yang baru disahkan DPR-RI "menghapus" keberadaan pengelola zakat di daerah.

    teman2x kami sedang mengajukan Judicial Review ke MK. namun sepertinya berattt... Kami berhadapan dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

    Dengan UU Pengelolaan Zakat yang baru, pengelolaan zakat dibawah "komando" langsung Kemenag dan BAZ. Bila ini terjadi, bisa jadi... acara kemarin adalah acara terakhir yang bisa DU lakukan.

    Salah satu contoh pasalnya, ada pasal yang kami pahami sebagai KRIMALISASI ZAKAT, yaitu: apabila ada orang yang bukan dari unsur badan zakat resmi menghimpun dana zakat dan menyalurkannya secara sendiri dapat dipidanakan. Ini hanya salah satunya. Selengkapnya bisa coba tanya dengan mbah gogel....

    Buat saya pribadi: Berbuat Baik Itu Tak Mudah.
    Btw, thx berattt untuk Kang Asep dan komen baik teman2x.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog