Jual Milagros disini
Loading...

Jadilah Pelopor Dalam Keselamatan Berlalulintas

Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan
Catatan Asep haryono

Slogan yang menjadi judul dan subjudul tulisan ini diambil dari kampanye yang dilancarkan secara gencar oleh Satlantas di seluruh Indonesia dan telah memikat hati saya untuk menyampaikan pandanagn dan pendapat saya melalui tulisan yang sederhana ini. 

Saya terkejut ketika baliho yang besar yang bertuliskan yang intinya adalah agar kita waspada dan disiplin di jalan raya, sudah ratusan orang tewas di Jalan karena tidak berhati hati dalam berkendaraan.  Saya kaget juga karena ukuran balihonya besar ukurannya. Tertulis di baliho itu " Dari tahun 2011 sampai akhir Mei 2012 sudah 861 orang tewas di Jalan Raya" .

Beberapa waktu yang lalu , mungkin tepatnya tahun 2010 yang lalu, dan bulannya juga saya tidak ingat persis, saya mengambil foto foto yang berhasil saya jepret saat saya berkendaraan di jalan raya. Beberapa foto tersebut sengaja saya unggah di blog ini, dan untuk menghormati sang pelaku maka nomor kendaraan dan wajah beberapa tokoh dalam foto foto tersebut di samarkan.

Semuanya menyangkut disiplin. Ah apa pula itu disiplin, ya disiplin yang mana lagi dan disiplin apa yang saya maksudkan dalam tulisan ini. Saya sempitkan lingkupnya menjadi disiplin lalu lintas. Mendengar kata displin lalu lintas, sudah terbayang dalam benak kita masing masing seperti penggunaan helm standar, pemasangan kaca spion, kelengkapan surat surat berkendaraan dan lain sebagainya. Yah kalau gambaran itu yang ada dalam benak anda, benar sekali, karena memang tidak jauh dari urusan yang satu itu

Semuanya menyangkut disiplin. Ah apa pula itu disiplin, ya disiplin yang mana lagi dan disiplin apa yang saya maksudkan dalam tulisan ini. Saya sempitkan lingkupnya menjadi disiplin lalu lintas. Mendengar kata displin lalu lintas, sudah terbayang dalam benak kita masing masing seperti penggunaan helm standar, pemasangan kaca spion, kelengkapan surat surat berkendaraan dan lain sebagainya. Yah kalau gambaran itu yang ada dalam benak anda, benar sekali, karena memang tidak jauh dari urusan yang satu itu

Bersabar Juga Baik
Dalam beberapa hal banyak para pengendara kendaraan roda dua (tidak selalu memang-red) , namun ada beberapa yang tidak sabar menunggu lampu lalu lintasnya berubah menjadi warna hijau yang artinya kita diperbolehkan melanjutkan kendaraan.

Dalam beberapa kali kerap saya jumpai pengendara roda dua (memang pada umumnya roda dua yang banyak menerobos lampu merah-red) baik di persimpangan bundaran Untan, persimpangan Bundaran Kota Baru , dan persimpangan Gajah Mada di kota Pontianak. Dan mungkin saja ini sering terjadi di kota lainnya di Indonesia.

Coba saja rekan rekan simak sebuah cuplikan foto yang berhasil saya jepret. Foto ini diambil pada tahun 2011 lalu, dan sayang sekali saya tidak ingat bulannya.  Kebetulan saat itu saya melintas di bundaran depan persis Kantor Pajak simpang Jalan Ahmad Yani - Ahmad Dahlan- Kota Baru.  Kebetulan sekali posisi kendaraan saya berada di belakang Marka, dan dengan kamera yang sudah stand by di posisi ON siap jepret saat saya melihat "pemandangan" persis di depan saya.  Tanpa ragu lagi, saya jepret, dan hasil fotonya saya unggah di blog kesayangan saya ini. Take a look at below:


MELEWATI MARKA :  Pelajar ini melewati batas Marka di lampu merah.  Nomor kendaraan saya samarkan dengan menghargai privacy mereka dan tidak menjadi malu karenanya.  Jangan contoh prilaku tak disiplin ini ya.  Photo Hak Cipta Asep Haryono

Nah jelas di sini adalah sikap pengendara kendaraan roda doa yang tidak disiplin melewati marka dan juga tidak sabar menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi HIJAU sebagai tanda boleh lewat.  Padahal walaupun lampu masih berwarna MERAH pun banyak pengendara kendaraan baik roda dua dan roda tidak dua menerobosnya, seolah seolah tidak sabar sekali.  Kan bisa menunggu dulu dengan tertib, dan masing masing sudah diberikan jatah waktu untuk berhenti atau maju.

Mungkin rekan rekan sudah banyak yang tau apa sih MARKA itu? Sebenarnya banyak penjelasan tentang marka yang bisa bikin pusing kepala, dan njelimet untuk memahaminya, namun demikian penjelasan sikap tidak disiplin yang ditampilkan dalam foto di atas adalah pelangaran serius terhadap Undang Undang Lalu Lintas yang berlaku di negara antah berantah (minjem istilah Justin Bieber-red) ini yang berpotensi ancaman hukuman pidana.

Dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000. Nah loh ancaman hukumannya tidak main main bukan.  Nah untuk itulah saya menganjurkan untuk bersabar dan berhentilah di belakang Garis Marka yang sudah ditentukan. Lagipula nda selama anda antri tiket Bioskop di Ayani Mega Mall, daripada menunggu lampu HIJAU di Garis Lalu Lintas bukan?

Kan sudah banyak dan jelas tandanya. Jika anda perhatikan di kiri dan kana Marka Lalu lintas,  sudah jelas terpampangt tulisan ”Silahkan berhenti di belakang garis marka”. Tulisan ini juga dilengkapi dengan foto posisi kendaraan terhadap ’garis marka’, baik mobil maupun sepeda motor. "Saya rasa tulisan itu sangat mudah dicerna, dan sangat mudah dipahami oleh mereka yang bisa membaca dan menulis, jadi cobalah untuk memahami dan mematuhi peringatan tersebut, dan jangan dianggap angin lalu aja," seperti kata Pak Leo Sutrisno , seorang Dosen Senior di Universitas Tanjungpura Pontianak

Kita Memang Tidak Disiplin
kalaw berbicara soal data data seperti yang saya kutip di atas memang memusingkan kepala. Biarlah bapak bapak yang berkompeten masalah data data itu yang mengurusnya, sekarang kita coba telaah dan berintropeksi pada diri kita sendiri bahwa sebenarnya kecelakaan di jalan memang bisa kita minimalisir. Kejadian kecelaan lalu lintas ataupun kecelakaan moda transportasi lainnya bisa dihindari walaupun juga bisa dikatakan takdir. Ya takdir.

SPONSOR : Swasta pun terlibat dalam upaya mengkampanyekan budaya tertib lalu lintas seperti yang saya lihat di simpang Godean Jogjakarta. Foto Hak Cipta Asep Haryono

JANGAN MELANGGAR :  Tidak menerobos lalu lintas dan baner larangan ini sudah terpasang di hampir setiap sudut di kota Pontianak.  Patuhi lalu lintas berhentilah dibelakang marka demi keselamatan anda sendiri. Foto hak cipta Asep Haryono

Walaupun anda sudah berhati hati sekalipun, dan kendaraan anda memang moncer di segala sisi, kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang tiba tiba dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu. Beberapa catatan kecil saya di bawah ini bisa menggambarkan betapa sering ceroboh dan teledornya kita dalam disiplin berkendaraan dan menggunakan moda transportasi.
  1. Kelaikan Kendaraan
    Salah satu amanat PBB ini telah diwujudkan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) dalam betuk Safer Vehicle (Kendaraan yang berkeselamatan), nah inilah yang saya maksudkan dengan Kelaikan Kendaraan.  Ini salah satu hal mendasar bagi kita semua. Biasanya menjelang mudik saja banyak para pemudik yang berbondong bondong mengecek kendaraannya di bengkel bengkel terdekat.

    Mereka dengan suka rela memeriksakan kendaraannya pada bengkel. Mengecek dengan cermat aki kendaraan, busi, pergerakan rem tangan. rem kopling, rem depan , rem belakang dan rem udara kalau perlu (pesawat kaleee-red). Ini memang bagus dan amat terpuji, namun kenapa harus ada momen mudik dulu baru disiplin?. Saya kira kapan saja kita harus disiplin mengecek kendaraan kita kapan saja kita akan menggunakannya di jalan raya.

    Ini juga berlaku pada kendaraan ataupun moda transportasi umum yang akan kita gunakan seperti bis mudik, bis bertingkat, TAXI, kapal laut, pesawat udara dan juga kereta api. Adalah tanggung jawab para penyelenggara moda transportasi itu untuk melakukan pengecekan ulang kelaikan kendaraannya yang akan digunakan oleh masyarakat.

    Ingatlah selalu masyarakat adalah pengguna kendaraan umum yang disediakan oleh negara dan juga penyelenggara. Nyawa nyawa kita semua berada dalam gerbong kereta, dalam bis, dalam pesawat serta berbagai moda transportasi lainnya yang telah dipercaya sebagai angkutan mudiknya. Nah ujilah kelaikan moda transportasinya sesuai dengan peraturan keselamatan yang sudah baku dan standar. Baik diri kita sendiri sebagai pemakai kendaraan dan juga anda sebagai penyelenggara moda transportasi harus sama sama bekerja mencek kelaikan kendaraan dan moda transportasi yang akan digunakan bersama sama. Untuk poin ini kita sepakat tentunya.


  2. Asuransi Kecelakaan
    Nah ini dia yang pernah menjadi tren berita di nasional bahwa masyarakat Indonesia memang tidak gandrung asuransi. Ya benar juga. Bagaimana mau grandrung asuransi lawong untuk makan sehari hari saja susah. Yah yah stigma negatif dan persepsi masyarakat kita terhadap segala jenis dan bentuk asuransi memang bisa dimaklumi.

    Pola pikir masyarakat kita yang terpusat pada perut, menyebabkan anggapan negatif berapapun rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk barang pada dirinya jika tidak mau uang itu keluar dari kantong sakunya. Pola pikir perut seperti ini memang banyak menimbulkan konsekuensi. Daripada harus membayar premi kecelakaan yang banyak jumlahnya itu mendingan uangnya ditabung atau dibelikan sandang pangan buat makan. Pemikiran seperti ini benar di satu sisi, namun kurang tepat di sisi yang lain.

    Sekarang banyak tersedia berbagai jenis asuransi kecelakaan diri. u Khusus untuk asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) juga banyak tersedia di mana mana baik itu asuransi jasa raharja, maunpun asuransi jiwa yang diberikan dan di sediakan oleh kalangan swasta seperti perbankan dan lain sebagainya.

    Asuransi kecelakaan ini selain berfungsi sebagai tabungan juga mempunyai fungsi yang menjamin risiko Kematian, Cacat Tetap, Cacat Sementara, Biaya Perawatan dan atau Pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan yang dibuktikan oleh keterangan dari dokter dan kepolisian. Sedangakan batasan kecelakaan menurut Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasu keracunan, mati lemas attau tenggelam.

    Jadi mulai dari sekarang memberikan jaminan rasa aman pada diri sebelum berkendaraan atau menggunakan moda transportasi umum lainnya dengan asuransi diri. Tidak kah kita sadari setiap tiket yang kita bayar untuk kendaraan umum maupun moda transportasi lainnya sudah termasuk dana kita untuk asuransi jiwa.

    Nah hal hal semacam ini perlu lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas betapa pentingnya memberikan jaminan rasa aman dalam sendiri dengan mengasuransikan diri sendiri pada paket paket asuransi jiwa yang sudah tersedia dimana mana. Pillih paket asuransi jiwa maupun asuransi kecelakaan diri (personal accident) sesuai dengan kemampuan kita masing masing. Jangan takut uang anda akan hilang karena toh dana itu masuk kepada negara dan akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk jaminan perlindungan kecelakaan. Ingatlah kecelakaan bisa datang sewaktu waktu, dan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan akan memberikan jaminan pendanaan jika hal musibah itu datang kepada kita. Mari kita budayakan asuransi

  3. Disiplin Berkendaraan
    Nah ini juga perlu kita garis bawahi sub bahasan ketiga ini jauh lebih luas tidak hanya berlaku pada kendaraan di jalan raya saja tetapi juga pada moda transportasi laut dan juga udara. Coba saja kita lihat dalam kehidupan sehari hari terutama disiplin berkendaraan di jalan raya di kota Pontianak terutama di jaluar Ahmad Yani.

    Sudah jelas ada rambu warning peringatan bagi kendaraan roda dua untuk menggunakan jalur kiri yang sudah dibatasi oleh traffic corn namun juga masih banyak yang mengguanakan jalur kanan yang memang diperuntukkan untuk kendaraan roda dua.  Disiplin Berkendaraan lebih mengarah kepada manusia yang menjalankannya dan wajar kalau disiplin kendaraan ini sudah termasuk dalam amanat PBB yang dirangkum dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang kemudian disebut dengan Safer People (Manusia yang berkeselamatan)

    Belum lagi batas maksimum kecepatan 40 Km yang sudah ditunjukkan secara jelas dalam rambu lalu lintas tetap saja banyak pengendara kendaraan roda dua dan juga roda empat yang memacu kendaraannya melebihi kecepatan 40 KM. Saya sendiri melihat di speedometer saya yang bertengger di angka 40 KM dan melihat banyak kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan yang saya gunakan. Mengapa mereka ngebut? Apakah mereka terlambat ke sekolah? Terlambat ke kantor? Makanya bangun pagi oi...

    Seperti beberapa waktu yang lalui saya melihat tayangan berita TVoNe, sepasang pelajar putri yang tewas tersambar kereta api yang datang melintas dari arah bogor. Saya jadi heran apa yang dilakukan kedua siswi SMA itu kok sampai tidak mendengar ada kereta api yang lewat dari arah Bogor sehingga tidak sampai terlihat sama sekalil.

    Menurut saksi kejadian yang melihat peristiwa itu mengatakan bahwa kedua siswi itu bersenda gurau saat menyeberang rel kereta api dan tidak menyadari kalaw ada kereta api arah bogor yang datang dengan cepatnya menyambar kedua siswi malang tersebut. Untung tidak dapat diraih, malah tidak dapat ditolak, kedua siswi itu tewas dengan kondisi mengenaskan.   Selain itu juga banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudinya berkirim SMS ataupun menerima telepon saat mengendarai kendaraan. Bukan main. Hal hal sederhana inilah yang saya katakan tidak disiplin. Mengapa kita tidak pernah bisa disiplin?.

    Begitu juga dengan moda transportasi udara. Sebagai salah satu yang paling sering menggunakan moda udara saya melihat memang banyak dari kita yang tidak dsiplin dalam menggunakan moda udara. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri banyak yang menyalakan telepon genggamnya walaupun pesawat masih di runway dan menuju apron untuk mendarat.

    Padahal awak pesawat sudah dengan lantang, melalui pengeras suara, agar para penumpang duduk dengan tenang dan tidak menyalakan HP sebelum pesawat benar benar berhenti seperti tidak berarti apa apa. Mengapa kita tidak mematuhi peraturan keselamatan penerbangan walau cuma sebentar saja. Mengapa kita bisa disiplin barang 1 atau 1,5 jam saja di udara, bukankah waktu itu tidak lama bukan?. Kita memang tidak pernah bisa disiplin , dan tidak pernah bisa belajar disiplin.

Nah itulah catatan kecil saya, mengenai tema tulisan saya pada hari ini. Seperti yang sudah saya singgung pada bagian atas bahwa kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang sewaktu waktu  dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu.

Namun demikian , terlepas dari takdir itu tadi, kecelakaan betapapun kecilnya itu, bisa kita hindari dengan meningkatkan rasa keperdulian kita terhadap orang lain dan diri sendiri dengan berdisiplin berkendaraan di jalan raya , mematuhi aturan lalu lintas yang ada, serta disiplin dalam menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi lainnya. Selebihnya serahkan semua itu kepada Allah SWT Maha Penguasa Bumi dan Langit ini. Berdoalah sebelum kaki melangkah menuju tujuan, memohon perlindungan Allah SWT sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat. Ingatlah selalu. Keluarga menanti anda di rumah dengan selamat.

Mari kita disiplin mulai dari diri sendiri
Mari kita disiplin dari hal yang kecil. Mari kita disiplin berlalulitnas mulai dari sekarang


Tulisan ini sebagai bentuk dukungan kepada Kepolisian Lalu Lintas dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) di Seluruh Indonesia.  Mari disiplin Berlalu Lintas.  Disipilin Diri Bukan Patuh Karena Takut

26 comments:

  1. bayar asuransinya mudah banget, tapi ketika ada kejadian and kemudian ngurus asuransinya..tak semudah yg dibayangkan. bertele-tele!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Bung Penho : Iya kah? Wah ini kalaw benar menjadi masukan yang sangat berharga dan harus ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Bukankah demikian Bung Penho?

      Delete
  2. di jakarta apalgi gan udah ga disiplin banget deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. @weather station : Oh ya kah? Saya rasa yang namanya disiplin hampir terjadi dan hampir selalu ada di hampir wilayah di Indonesia. Terima Kasih sudah mampir ya

      Delete
  3. pengguna motor sudah terlalu banyak susah diatur

    ReplyDelete
    Replies
    1. @timbangan digital : Benar sekali. Berbagai kemudahan perusahaan dalam memberikan kredit kepada masyarakat bisa jadi menjadi salah satu sebab pengguna kendaraan roda dua jauh lebih banyak. Terima kasih sudah berkunjung. Salam dari Pontianak

      Delete
  4. kalau sudah diatas motor...."jalan ini milik kita" itulah pepatah bodoh dari anak2 muda sekarang.
    semoga kita tidak tergolong yang begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @M.Haykal : Betul mas M Haykal. Saya aja tidak mengerti kenapa anak muda sekarang sukanya ngebut ngebut padahal yang namanya ngebut nda melulu didominasi anak muda aja.

      Orang seumuran kaya kita kayaknya juga sering ngebut ihieiheihee. Saya aja sering begitu. Ini pelajaran berharga buat saya juga. Salam

      Delete
  5. Saya malah takut kalo naek sepeda motor, Pak. Soalnya sering ngeliat kecelakaan pengendara sepeda motor itu loh. Kadang kitanya udah disiplin berkendara, motornya masih laik pakai, tapi pengendara lain yang nyetirnya serampangan. >.< Apalagi di kota asal saya (Malang-Jatim) banyak pengendara motor yang sebenarnya belum terlalu lancar dan bisa menyetir sepeda motor tapi nekad aja bawa motor. Wadoooh, sereeeem.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Fely Funakoshi : wah kok sama ya mba. Di Pontianak juga gitu juga, masih banyak anak pelajar SMP atau SMA yang bawa motornya ugal ugalan, udah gitu knalpotnya di "permak" sedemikian rupa sehingga menimbulkan suara bising dan memekakkan teling.

      Ngeri juga kalaw liat kayak gini. Terima Kasih sudah berkunjung ya Mba Fely Funakoshi. Salam kami sekeluarga di Pontianak

      Delete
  6. iya Kang, ayo kita disiplin, kalo semua orang berdisiplin, pasti akan tercapai ketertiban itu. apesnya memang, kita udah disiplin tapi orang lain nggak melakukan itu, bisa terjadi kesialan kan? makanya kita mengaharapkan ini kembali kepada tiap-tiap orang. ayo berdisiplin.

    btw, tadi bangun tidur jam berapa? jam 8? ya udah, nggak jadi kita ngomong disiplin kalo gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disiplin kita cenderung disiplinnya rombongan Bebek Mas, bila yang berada didepan kita kesini, maka kita ikutan kesini, bila yang berada didepan kita begini, kita juga ikutan begini. Bener gak sih?

      Delete
    2. bener Mas. paternalistik memang.

      Delete
  7. yang penting pengguna kendaraan bermotor sebaiknya patuh dan mentaati aturan dan Rambu^ lalulinta, membiasakan disiplin dalam lalulintas memang sulit, tapi tetap kita harus belajar terus dan diawali dari diri sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Penyuluh Pertanian : Benar sekali Pak. Disiplin lalu lintas sebaiknya ditanamkan sejak dini bahkan sebelum anak anak kita memperoleh SIM yang pertama. Ajarkan kepada mereka santun berkendaraan dan berlalu lintas di Jalan raya. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua

      Delete
  8. sebagai pengguna sepeda motor... saya pribadi masih ada bbrp kali melanggar marka jalan. Di jakarta sepeda motor sdh seperti semut jumlahnya. Membaca tulisan ini, jadi ingin memantapkan hati utk lbh disiolin dalam berkendaraan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Niken Kusumowardhani : Terima kasih sudah mulai membiasakan diri untuk tertib dalam menunggu lampu hijau baru boleh jalan. Sebaiknya tidak menerobos lampu merah atau melewati Marka Jalan.

      Baru baru kawan saya kena "apes" nya saat melewati marka kena semprit polisi. Sudah syukur cuma ditilang aja, nah kalah sampai denda setengah juta repot juga nantinya. Terima Kasih sudah berkunjung ya Mba Niken. Salam

      Delete
  9. Anonymous6:43:00 PM

    Hi my family member! I want to say that this article is amazing, great written
    and come with approximately all significant infos. I would like to look
    more posts like this .
    my website > how to lose weight fast

    ReplyDelete
  10. berhubung belakangan sudah jarang keluar rumah, jadinya jarang juga deh lihat hal-hal yg berkaitan dengan lalu lintas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : Hiheiheiheiee ya ya bisa dimengerti hiehiheiheiheie.

      Delete
  11. betul sekali karena banyaknya kelalian yg disebabkan oleh personnya...sms ama telp. saat mengendarai itu banyak penyebabnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Mbak Iis : Ya jelas sekali SMS itu memang sangat mengganggu pengendara. Ber SMS sambil naek kendaraan roda dua sangat berisiko sekali. Selain mengundan bahaya bagi orang lain, diri sendiri juga bisa fatal misalnya kena rampok.

      Saya punya teman yang mengirim SMS nya dipinggir jalan sambil duduk di atas motor dengan mesin menyala. Mendadak didatangi rampok, dan motornya di rampas. Semoga ini menjadi pelajaran buat kita semua

      Delete
  12. Berbicara tentang disiplin lalu lintas, aku jadi ingin mengungkap pemahaman orang-orang serkitarku yang cukup menggelitik hati. Ini contoh lain dari pengendara yang berhenti melebihi batas Marka pada Lampu Merah. Ini tentang pemahaman menggunakan Helm. Sering kali aku mendengar ungkapan “Sudahlah gak usah memakai helm, toh jalan yang akan kita lalui tidak pernah dijaga oleh Polisi kok!”. Aku jadi tertawa dalam hati. Pada dasarnya helm ini digunakan untuk melindungi kepala dari benturan akibat kecelakaan bukan?, lha ini kok alasan memakai helm malah semata-mata karena takut oleh Polisi?!. Benar-benar pemahaman yang sesat. Aku rasa paradigma seperti inilah yang harus dirubah dari otak kebanyakan masyarakat kita. Masalah ini pernah aku bahas pula pada postinganku terdahulu yang berjudul “ Aku, Helm Dan Bapak Polisi” (20 Februari 2012).

    Mengutip dari tulisan Kang Asep diatas “...kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang tiba tiba dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu...”, aku rasa semua orang (pengendara) sudah sangat paham tentang ini. Prepare sejak dari rumah dengan mempersiapkan perlengkapan yang menjadi standar keselamatan akan menjadi langkah antisipasi yang cerdas. Akan tetapi yang aku heran kenapa mereka tidak melakukan itu. Apa mereka itu tidak mengerti ataukah mereka tidak mau mengerti?, padahal kan ini demi keselamatan dirinya sendiri juga. Bahkan aku sendiri sering mendapat ejekan ‘takut polisi’ karena aku selalu memakai helm saat berkendara motor, dan motorku selalu disebut motor yang selalu berdo’a karena kedua kaca spion selalu konsisten menengadah diatas stang motorku. Sudahlah...sebaiknya saat dijalanan kita tak usah cari mati, ingatlah keluarga pasti menanti.

    Untuk para pengedara yang menjalankan kendaraannya melebihi batas kecepatan, anggap saja dia lagi kebelet pipis Kang, atau anggap saja dia lagi inget sama jemurannya yang takut keujanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rudy Arra : Benar sekali mas Rudy Arra. Walaupun pengendara sudah berhati hati maksimum, jika sudah "takdir" nya pasti akan mengalami musibah juga. Soal ejekan juga sering disematkan kepada saya. Saya kan kalaw bawa motor nda lebih dari 40 KM dibilang "lelet" lah, naek motor kaya cewek lah, dan lain sebagainya.

      Juga dengan kaca spion motor saya yang dulu gede aseli dari dealernya juga tidak luput jadi bahan ejekan dan tertawaan kawan kawan. Tak perduli. Bagi saya keselematan berkendaaran adalah hal yang utama. Model atau fashion nomor belakangan

      Delete
    2. ya ampun Mas Rudy bikin postingan disini!!

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog