Jual Milagros disini
Loading...

Merasakan Terbang Dengan Garuda Seri 737-800 Next Generation

Catatan Asep Haryono

Dalam penerbangan sekembalinya dari Denpasar ke Jakarta pada tanggal 14 April 2011 yang baru lalu, saya berkesempatan mencoba terbang dengan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 405 tujuan Denpasar- Jakarta dengan pesawat Tipe Boeing 737-800 NG. Nah "NG" di sini adalah kepanjangan dari Next Generation. Hmm, Memang pengalaman yang pertama buat saya mencoba terbang dengan Garuda Indonesia untuk tipe atau seri 800 Next Generation ini yang saya bagikan pengalamannya buat kawan kawan semua..Eh ada Videonya Juga loh di postingan ini hehehehehe

Sedangkan untuk terbang dengan Garuda Indonesia sendiri sudah tidak ingat lagi. Dalam catatan saya sendiri sih mulai terbang dengan Garuda Indonesia sejak tahun 2007 yang lalu untuk tujuan ke Denpasar, Bali. Rata rata saya naik Garuda Indonesia hanya untuk tujuan ke dan dari Denpasar, Bali. Pesawat Tipe Boeing 737-800 Next Generation ini mempunyai jarak tempuh (range) 5.425 Km, dan memiliki kapasitas sebanyak 12 (dua belas) tempat duduk untuk kelas Eksekutif dan 144 (Seratus Empat Puluh Empat) kursi tempat duduk untuk kelas Ekonomi, dan ini saya baca dari berbagai sumber.

Sedangkan awak kabinnya sebanyak 6 (Enam) orang dan terdapat 2 (dua) orang di kokpit. Sedangkan kecapatan maksimum pesawat tipe 800 NG ini adalah 853 kph, dan menggunakan mesin jenis LCDM56-7 B. Ketinggian jelajah pesawat ini adalah sekitar 38.000 diatas permukaan laut. Waktu tempuh pesawat ini dari penerbangan Denpasar menuju Jakarta ditempuh dalam waktu 1 jam 25 menit. 

Konon pesawat jenis Garuda Indonesia 737-800 Next Generation ini direncanakan akan mendudukung ekspansi operasi perusahaan pada rute-rute domestik dan regional. Salah satu keistimewaan Boeing 737-800 Next Generation yang dimiliki oleh Garuda Indonesia adalah interior terbaru dengan televisi LCD layar sentuh pada setiap kursi di kelas bisnis dan kelas ekonomi dengan audio video on demand (AVOD) entertainment systems yang menawarkan 25 feature film and 25 audio tracks. Dengan in-flight entertainment (IFE) canggih yang terdapat di setiap kursi, maka para penumpang bisa menonton film dan mendengar musik selama penerbangan.

AVOD Yang Lumayan
Hari itu hari kamis, tanggal 14 April 2011 , saya berangkat dari Denpasar menuju Jakarta setelah mengikuti kegiatan KangGURU Indonesia di Denpasar Bali dengan menggunakan Garuda Indonesia. Menurut rencananya setelah sampai di Jakarta, selanjutnya saya akan connect untuk langsung menuju kota Pontianak pada hari itu juga. Adalah hal yang rutin bagi saya menggunakan maskapai penerbangan plat merah itu dalam setiap kunjungan saya ke Denpasar Bali yang biasanya rutin setiap tahun.

Salah satu hal yang saya rasakan istimewa pada hari itu adalah pesawat Garuda yang saya tumpangi. Bernomor penerbangan GA 405, siang itu pesawat yang saya tumpangi sepintas, dari luar terlihat “livery” baru Garuda, sama seperti Boeing 737-800 baru milik Garuda lainnya. Begitu masuk ke dalam kabin, langsung merebak bau khas sistem pendingin udara yang masih baru. Sepintas saya berpikir ini adalah unit pesawat baru. Lantas, saya pun mendapati kursi-kursi penumpang berbalut warna-warna baru.

Ternyata dugaan saya tidak jauh melesat. Garuda Indonesia telah melengkapi armada barunya seri Airbus dan 800 NG dengan fasilitas terbaru yang biasa disebut dengan audio & video on demand (AVOD) yakni suatu perangkat dan sistem hiburan di dalam pesawat in-flight entertainment (IFE) yang canggih yang terdapat di setiap kursi, baik di kelas Ekonomi maupun bisnis. Dengan fitur canggih ini maka para penumpang bisa menonton film dan mendengar musik selama penerbangan.

LAYAR SENTUH : Inilah Garuda In-flight Personal Entertainment System dengan layar LCD di setiap bangku penumpang kelas bisnis dan ekonomi pada pesawat Boeing 737-800 Next Generation (14/4). Foto Asep Haryono


Pada kelas ekonomi, alat pengontrol navigasi antar muka alat hiburan untuk kelas ekonomi terletak pada sandaran lengan kursi yang mempunyai dua fungsi utamanya yakni sebagai alat untuk menyesuaikan volume suara dengan menekan tombol UP dan DOWN di bagian pengontrol Volume.

Sedangkan fungsi yang lainnya adalah sebagai sarana untuk bertukar saluran dari interaktif ke pertunjukan (Air show) begitupula sebaliknya. Saat saya mencoba fasilitas AVOD ini, saat duduk mendapati posisi layar sentuh (touch screen) yang belum diaktifkan. Beberapa saat setelah di udara, maka fasilitas AVOD di tiap kursinya diaktifkan, maka saya langsung dapat melihat di layarnya halaman depan (homepage) untuk in-flight entertainment (IFE) muncul dilayar di depan saya.


Cara pengoperasiannya pun cukup mudah. Kita tidak perlu lagi membuka buka buku panduan pengoperasian AVOD, karena semua fitur fitur yang tersaji di halaman depan (homepage) AVOD di tiap kursi ini bisa menggunakan pilihan bahasa yang tersedia. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Untuk memudahkan pemahaman saya yang baru pertama sekali mencoba B737-800 Next Generation ini saya memilih pilihan bahasa Indonesia. Kita cukup menyentuh layar di depan kita dan memilih katagori katagori hiburan yang mau kita nikmati selama penerbangan. Fitur fitur utama AVOD tipe B737-800 Next Generation terdiri atas beberapa katagori hiburan yang utama yakni Magazine Rack , Kid Worlds, Travel Info, Cultural Survey, Feature Update, Games dan juga Audio. Selain itu difitur utama yang lain ada Short Feature , New Release, Music Video, Destination Video, dan lain sebainya.

Sedangkan untuk seri AIRBUS A330-200 kelas bisnis dan seri Boeing 737-800 NG kelas Eksekutif menggunakan hand set yang berbentuk seperti alat Handphone yang berbentuk lonjong dengan panel panel kontrol di dalam alat itu. Hand set inilah yang digunakan oleh para penumpang untuk menavigasi sistim hiburan selama penerbangan.

Fitur Musik dan Film
Aplikasi ini dirancang untuk menggunakan alat kontrol pada posisi vertikal. Salah satu kendala dalam penggunaan fasilitas AVOD dalam Boeing 737-800 NG ini adalah kemampuan pemuatannya (loading) yang bisa terhenti beberapa detik sesuai dengan daya muat yang bersinergi dengan sistim navigasi pesawat. Jadi para penumpang harus bersabar menunggu beberapa detik sampai pemuatan (loading) video maupun musik yang kita pilih selesai sehingga bisa dinikmati dengan baik.


HIBURAN : Suasana kabin Boeing 737-800 Next Generation baru Garuda Indonesia tujuan Denpasar - Jakarta (14/4) dengan in-flight entertainment system. Foto dibuat ketika saya baru masuk pesawat dan layar LCD belum dinyalakan. Foto Asep Haryono


KENDALI : Fitur pengaturan suara dan saluran TV pada AVOD tipe Boeing 737-800 Next Generation baru Garuda Indonesia juga bisa dikendalikan di lengan kursi. Foto Asep Haryono


Karena jarak tempuh dari Denpasar ke Jakarta hari itu hanya berlangsung 1 jam 25 menit, jadi saya tidak sempat mencoba semua fitur fitur yang ada di dalam fasilitas audio & video on demand (AVOD) di pesawat seri B737-800 Next Generation yang saya tumpangi itu. Namun saya sempat menjajal fitur Destination Video dan Audio Musik nya. Ketika jari jemari saya menyentuh layar dan mengoperasikan Destination Video, saya bisa melihat bahwa konten dalam Destination Video itu berupa kumpulan klip video tujuan tujuan wisata terkenal yang ada di Indonesia seperti Mataram (Lombok), dan lain sebagainya. Sedangkan fitur Audio yakni pilihan musik bisa saya dengar dengan kualitas suara yang prima.


Video pendek tentang Saya yang berhasil saya rekam di penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar - Jakarta pada tanggal 14 April 2011 lalu.  Rekaman dibuat dengan menggunakan kamera poket Nikon L-19 Coolpix. Sederhana aja. Take a look this short video. Hehehe. Enjoy

Hanya saja untuk pilihan musik Video dalam B737-800 Next Generation ini kita tidak dapat memilih sendiri katagori jenis musik dan kelompok musik sesuai dengan pilihan saya. Semua fitur musik videonya berupa kompilasi video musik yang hanya kita bisa dengar secara berurutan dari track 01 hingga track yang terakhir.

Berbeda sekali fitur avod pada pesawat KLM tujuan Jakarta - Kuala Lumpur pada bulan Nopember 2009 lalu dimana fitur avod untuk katagori Musik Video dan FILM bisa kita pilih sesuai dengan selera kita. Mau film terbaru, film klasik , film laga, film horor serta film comedy bisa kita pilih dengan mudahnya. Hal itu juga mudahnya saat kita memilih musik video. Bahkan alat bantu dengar (head set) dalam KLM ini bisa boleh anda bawa pulang ke rumah sebagai kenang kenangan

Saya juga sempat mencoba menonton film dari banyak pilihan yang tersedia. Tapi, begitu tersadar bahwa lama penerbangan Denpasar-Jakarta tak lebih dari 1 jam 25 menit, maka saya segera pindah menu dari musik video untuk menjajal game. Dan salah satu Game favorit saya untuk membunuh waktu, selama di jalan adalah game Sudoku. Rilis resmi Garuda dalam majalah memang disebutkan bahwa di pesawat baru ini sudah tersedia 25 in-flight movies, 10 TV programs, 35 album musik dan 25 interactive video games.

Saya berangan angan andai saja ada kesempatan lain untuk menjajal lagi Boeing 737-800 Next Generation untuk penerbangan panjang misalnnya mungkin saya ada kesempatan untuk mencoba fitur fitur AVOD lainnya yang tersedia sehingga bisa membuat ulasan yang lebih rinci lagi. Sebagai penutup tulisan singkat ini saya berharap fitur AVOD pada B737-800 Next Generation ini bisa lebih terus ditingkatkan lagi performanya terutama pada konten seleksi dan pilihan musik video dan filmnya. (Asep Haryono)

10 comments:

  1. wah.. sudah bisa dibayangkan betapa nyamannya naik pesawat garuda yang baru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Tiket : hahahah ya Alhamdulillah kebetulan aja dan ini pun kebetulan juga ada sponsornya. Kalaw nda ada sponsor puyeng juga mbayarin tiketnya yang harganya aduhai itu hiheiheiheie. Terima Kasih ya sudah mampir. Salam kami di Pontianak

      Delete
  2. Kepengen juga nih pak Asep kebagian rizki bisa "nyicip" naik pesawat, seumur-umur belum pernah nyoba.....#ketoro desone..he.he.he..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Nedi Arwandi : Ah masa sih? Ya mudah mudahan saya doakan agar mas Nedi Arwandi juga punya kesempatan untuk bisa mencicipi terbang dengan burung besi ini. Enak kok dan Insya Allah aman. Salam kami di Pontianak

      Delete
  3. Layar sentuhnya tapi kayak lemot gitu... harus nunggu baru kebuka.
    Dan pengumuman dari pilot/awak kabin memang menyebalkan, karena bikin nge-pause, hahaha!
    Aku pernah nonton film India di Garuda, ketawa sendirian @.@
    Ampe Surabaya belum selesai nontonnyaaa :(
    Pas arah balik, diterusin lagi, tamat deh wkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Tebak Ini Siapa : Wah ada mba Una. Wah keren nih, komentar mba Una yang sudah berpengalaman dalam berkunjung ke Luar Negeri akan selalu saya dambakan. Memang loadingnya lambat. Wah bisa ya diterusin sampei tamat hiheiheiheiheiheiiee

      Delete
  4. hehehee...kalo gue hanya bisa berandai-andai aza kang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Penho : Ah nda juga. Yah siapa tau kelak di masa yang akan datang punya kesempatan terbang dengan pesawat yang jauh lebih hebat dari saya. Amin Ya Robbal Alamin. Salam kami sekeluarga di Pontianak

      Delete
  5. Siiip Kang.. bisa diceritain ke anak-anak tu, biar mereka makin termotivasi dalam belajar, biar bisa naik pesawat bagus kelak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Ah biasa aja hiheiheie. Senang juga sih kemana mana nenteng kamera digital jadi kalaw ada even atau momen bisa diceritakan lengkap dengan foto fotonya biar lebih bercerita. Hiheieiiehiehiehiheiehiehiheiheiee

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog