Jual Milagros disini
Loading...

Kenangan Jaman NgeKoZ Dulu

Catatan Asep Haryono

Tidak terasa sudah lebih dari 10 (Sepuluh) tahun saya menjabat sebagai "kontraktor" alias ngontrak terus mulai dari tahun 2005 hingga sekarang sudah beranak pinak di tahun 2012. Dalam catatan saya sih sudah sudah lebih dari 3 (tiga) kali saya berpindah tempat sebagai "anak kos" sampei "kontraktor" mulai ngekos untuk terakhir kali di jalan Sekadau Komplek Universitas Tanjungpura tepatnya di rumah gede nan indah milik Bapak Ir.H.Joeko Gutomo yang terletak Komplek Untan Jalan Sekadau Nomor P.50.

Pasca dari Kosan  jalan Sekadau Komplek Universitas Tanjungpura, lalu saya kemudian berpindah lagi di Komplek Bank Duta Jalan Danau Sentarum, lalu kemudian setelah menikah masih ngontrak lagi hingga sekarang di Komplek Duta Bandara atau disingkat dengan Komplek Duban (Minjem dari Diar Adhihafsari  A). Kalaw merunut cerita ke belakang atau istilah kerennya plesbek ke masa jaman kuliah dulu di era taon 1990 an , saya ngekos ala Mahasiswa tentunya mulai dari Jalan Tanjung Sari Nomor 143 milik Staf Fakultas Hukum UNTAN Bapak Drs.Sabirin,.

Kemudian berpindah lagi ke Rumah pengusaha asal Sintang di Gang Darsyad Jalan Adi Sucipto kemudian berpindah di Gang Sago. Nah untuk yang Kosan Gang SAGO ini sebut ini agak risih juga karena penghuni rumah kosannya kebanyakan perempuan jadi serba salah kalau mau jemur pakaian hihiehiheie. Udah nda saya teruskan. Berapa harga sewa kosan Mahasiswa jaman saya dulu di Era Taon 1990 an dulu, wah itu sudah lama sekali tentunya ya,  sepuluh tahu lalu, ya harga sewa perbulannya sekitar Rp.25.000,- (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah), nah saya dengar sewa kosan Mahasiswa era taon 2012 ini sudah di atas angka 300 ribu rupiah ya? Tolong donk di update informasinya ya. Let me know please

Alumni Komplek Sekadau
"karir" kontraktor saya akhirnya berlabuh di pelabuhan Kosan Kompek Sekadau Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontiana, tepatnya di Komplek Sekadau UNTAN Nomor P.50 rumahnya Bapak Ir.H.Joeke Goetomo .  Bagaimana dengan pola makan sehari hari saya jaman saya kuliah dulu di Era taon 90 an, wah wah ini jadi cerita memori hihihihi ya ya saya masih ingat jaman saya dulu ada yang makan di warung, atau makan di rumah makan.  Di kota Pontianak banyak sekali tempat kuliner (rumah makan, kedai, warung makan baik yang sederhana sampai kelas restoran), namun untuk yang harga Mahasiswa tentu juga tersedia. Di kampus Negeri Universitas Tanjungpura (UNTAN) sudah tersedia Cafe atau food court yang disediakan untuk mahasiswanya dan silahka memilih menu yang disukai hiihihi.

Ada juga yang katering baik makan di warung ngutang dulu baru di bayar di awal bulan, atau pesen meals langsung di antar ke rumah, nah banyak pilihan juga sih.  Kembali ke cerita ngekos saya, dan ini juga berlanjut sampai saya mendapat pekerjaan tetap sebagai Website Content Operator Portal di salah satu media atau surat kabar di Pontianak pun saya masih ngekos. Ya kosannya sudah saya sebut di awal cerita ini, yakni di rumah Dosen Fakultas Teknik Bapak Ir.H.Joeko Goetomo yang terletak di komplek Untan P.50.   Gambarnya bisa dilihat di bawah ini :

Mejeng di Rumah Kos Jalan Sekadau UNTAN. Foto dokumen tahun 2005. 
Foto Asep Haryono

MY ROOM :  Inilah kamar kosan saya di Era 2005 saat masih jaya (SIngle-red). Ada banyak pernik pernik.  diruangan ini.  Bahkan Botol saos  pun ada. Hahahaa. Foto Dokumen Asep Haryono

Menyebut nama Jalan Sekadau, pasti sangat familiar karena sangat pas dan sama persis dengan nama location nya Miss Syahdini The Kupu , dan kebetulan saja namanya sama.  Sekedar informasi kembali, bahwa Kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN)  dikelilingi oleh komplek perumahan para staf dan Dosen, dan kebanyakan dari mereka menyewakan rumah atau kamarnya untuk dikoskan baik untuk Mahasiswa maupun mereka yang sudah berstatus karyawan.   Ada komplek Karangan, ada Komplek Sekadau UNTAN dan lain sebagainya.  Harga sewanya tidak saya sebutkan di sini karena rasanya kurang etis. 

Jika kawan kawan kawan melihat dua foto di atas adalah dokumen lama foto saya yang sempat saya ambil saat masih "jaya" dan sudah menetap di rumah Pak Ir.H Joko Goetomo itu.   Coba dilihat ada beberapa pernik yang menurut saya menarik untuk diceritakan sedikit yakni Bendera Amerika, Saos Sambal Botol, Buku Merah, BOX FEDEX, Jaket Warna Putih dan Sopenir Berbentuk Tameng Perisai. Semua penghuni rumah kos Sekadau ini cowok dan sudah bekerja dengan kata lain pak H.Joko Goetomo hanya menerima kos pria dan sudah bekerja.


Nah Bendera Amerika adalah aseli kiriman dari rekan saya dari AMRIK yang berisi pecahan dolar AS nilai 1 USD dan juga bendera Amrik.  Buku Merah dekat PC adalah Buku Pelajaran bahasa Inggris Dari Radio Australia. BOX FEDEX adalah pembungkus CD DISCMAN dari Singapura.

Botol saos sambal di gambar itu karena saya suka ngemih saat pulang kerja dan makannya di kamar hahahaa. Ngaku Dot Kom.  Jaket Warna Putih di bangku adalah jaket kakak perempuan saya yang kini sudah tidak ada lagi, rusak karena waktu hahaha.  Sedangkan sopenir Tameng Perisai khas Suku Dayak adalah pemberian dari Angle Samson, Mahasiswi Institute Technology Mara (ITM) Sarawak saat saya dan senat FKIP UNTAN berkunjung ke sana periode 1994 lalu.

Cerita Tentang Box FEDEX
Dulu waktu sering ngenet di CYBER CAFE (warnet) kampus UNTAN saya sempat brosing ke salah satu banner Iklan yang berisi kuesioner.  Entah kenapa saya tertarik mengklik banner iklan tersebut lalu saya redirect ke salah satu portal penjualan komputer di Amerika Serikat yang menawarkan undian berhadiah dengan syarat mengisi kuesioner yang disediakan.  Saya masih newbie dengan Internet di era 2005 an itu , maka saya ikut saja mengisi kuesioner tersebut.  Lalu mengisi formulir identitas yang disediakan di form itu seperti nama lengkap, alamat rumah, dan lain sebagainya.  Saya awam waktu itu, ikut saja ngisi. Setelah itu saya lupakan.

Dua bulan kemudian saya ditelepon dari kantor FEDEX di Pontianak bahwa ada kiriman paket dari Singapura yang berisi CD DISCMAN merek apa saya lupa.  Yang jelas gambarannya kira kira saya pastekan di postingan ini.   

Nah gambar di samping kiri ini adalah gambarannya, dan bukan gambar ASELI dari DISCMAN yang saya terima.  Gambar ini hanya ilustrasi saja yang saya ambil dari Internet.  Oke lanjut lagi ya  Nah kemudian operator itu bilang bahwa paket berisi CD DISCMAN ini akan diantar ke rumah saya dengan ongkos kirim Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah).  Wah masih ingat juga saya.      Kemudian barang itu datang di antar dengan mobil bertuliskan FEDEX.

Setelah saya terima, lalu membayar biaya kirim, dan menanda tangani berita acara serah terima, maka paket BOX Putih bertuliskan FEDEX ( ada dalam foto yang saya postingkan di atas) saya baca surat pengantarnya dan baru lah saya ngeh.  Bahwa inti dari surat pengantar dalam Box FEDEX tersebut menyebutkan saya menang undian dalam kuesioner yang sudah saya isi , dan hadiahnya berupa CD DISCMAN yang dikirim dari perwakilan mereka di Singapura.  Oala  rupanya beneran taa itu?  Dan kebetulan menang ya.  Hiheiheiheiieie.  Itulah cerita sekilas tentang BOX FEDEX dalam foto saya tersebut.

Saat itu saya sudah ada radio kaset murah meriah, dan tidak perlu CD DISCMAN, akhirnya ada teman saya di kampus yang menawar barang tersebut cash Rp.500.000.- (Lima Ratus Ribu Rupiah), ya sudah saya lepaskan aja.  Toh selain saya waktu itu nggak doyan DISCMAN, toh ini dari hadiah internet dan bisa diuangkan hahaha. Ya sudah saya terima saja.  Barangnya sudah tidak ada pada saya lagi.  Ini cerita true story era jaman saya ngekos di rumah tersebut taon 2005 an lalu.    Nah apakah temen temen suka dapat link link yang berisi kuesioner kuesioner ONLINE?   Saya tidak menganjurkan untuk ikut gituan sebab kuatir SPAM atau virus.  Mungkin saat itu saya mujur aja kali ya, ikut kuesioner ONLINE, dan menang Undian hahaha. Thanks for reading. (Asep Haryono)

29 comments:

  1. hehehe kontraktor..

    rumah kosnya seriiing dilewati jaman masih ngampus dulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @diniehz : hahaha ya kah. DUlu pak Joko ketua RT dan sekarang sudah tidak lagi. Sampai sekarang saya masih tercatat di sana dan memiliki KK (Kartu Keluaga) sendiri dan beralamat di rumah kos Pak Joko Goetomo itu

      Delete
    2. Wah, saya malah baru tahu kalo rumah gede tersebut ternyata rumah kos. Selama ini saya kira rumah gedongan biasa.

      Tahun 2009 sebelum nikah saya sempat ngekos di Jl. Tanjung Harapan (lurusan Jl. Media), tapi tempatnya biasa aja. Untuk kamar ukuran sekitar 2x2 per bulannya dulu 300ribu. Dan kebetulan (sedihnya) kamar saya dan kamar sebelah saya selalu kebanjiran setiap hujan lebat :(

      Delete
  2. kost-annya enak banget pak, nyaman dan aman ya, tapi sayang digabung ya cewek cowok

    ReplyDelete
    Replies
    1. @NF : Yang saya maksud rumah kos di jalan Sago. Rumah kos di jalan Sago itu bukan digabung kos anak cewek. Yang saya maksud adalah pemilik rumah kos itu banyak anak anaknya yang gadis gadis.

      Sedangkan dua foto di atas adalah kosan saya di Jalan Sekadau P.50 rumahnya Pak H Joko Goetomo yang full cowok semua dan semuanya karyawan swasta.

      Delete
  3. kostnya sangat mewah sekali. dulu kost san saya sangat kumuh..heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Djankaru Bumi : Iya kah? Terima Kasih sudah mampir ya mas

      Delete
    2. yaaa..saya jadi malu..justru saya jarang bisa berkunjung...harap maklum internet lagi olala olili..heheee...selamat menyambut bulan ramadhan !

      Delete
    3. @Djangkaru Bumi : hahahaa ya sama sama. Met menyambut Ramadhan juga ya

      Delete
  4. Wah, kok enak kamar kos.nya, Om :O
    Calon kamar kos sy, kayaknya gag bisa diisi PC kyk kamar Om gitu T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Happy Fibi : Hihieieieiieiehiee Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah SWT. Terima Kasih atas kunjungannya ya mba. Salam dari Pontianak

      Delete
  5. Jaman kuliah dulu (4-7 tahun lalu) biaya kos 150.000. Sekarang ngekos di Aceh setahun 1,5 juta.

    Eh, temannya yang orang Brebes, siapa namanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Millati Indah : Namanya Ade Riyanto teman sekantor. Dia bilang tinggal di Brebesnya di wilayah Kersana. Hiheieiehiei makasih sudah mampir ya mba

      Delete
  6. wew keren jg kos2an nya sob.....^_^
    hahahah wkwkwkwkw ckckckckc kamar nya gk kalah ancur nya sama kamar ku...^_^

    ReplyDelete
  7. saya sih angkat kaki dari kos baru bulan februari kemarin.. :)
    kamarnya termasuk rapi lo pak.. rajin dibersihkan berarti. :D


    hmm. soal kuisioner online seperti itu, saya biasanya malah tidak pernah menanggapi.. :)

    ReplyDelete
  8. Ternyata masih lebih mujuran saya, Pak. Waktu kuliah, saya malah ga' ngekos, tapi gratis. ruangannya sangat luas dan bersih. saking brsihnya sampe ga ada perabotannya sama sekali. Hehe... alias jd takmir msjid. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @ Irham Sya'roniJuly : Iya mas sama juga. Saya pernah juga mengalami seperti mas. Dan sudah saya tulis temanya di postingan tentang Masjid Al Muhtadin UNTAN. Sebagai pengurus masjid hiheiheiheiheiheiei, Makasih sudah mampirsss

      Delete
  9. kost tu rumah sewa ye.. sori kurang faham..

    pastinya sebuah kenangan yang sangat menarik kan Asep....
    dari anak kost hingga kontraktor ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. @nita : Iya mba bener bangeds. Rumah yang disewakan biasanya buat mahasiswa atau bisa juga buat karyawan. Ada juga rumah kos yang berisi banyak orang yng ngekos di rumah itu jadi biayanya saweran. Ada juga kamar kos alias kita Menyewa kamar dari sebuah keluarga beneran. Terima Kasih

      Delete
  10. selamat sore pak, saya dulu juga pernah kos cuma 15.000

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Cerita Tugu : Huaaa keren keren, memang tidak beda jauh tarif ngekos saya jaman kuliah dulu di era 90 an memang rangenya sekitar 25 ribuan. Nda beda jauh ya sama 15 ribu hehehe. Asyik asyik asyik

      Delete
  11. mana gitarnya Kang? masa kos-kosan cowoq nggak ada gitarnya sih, hehe piss..

    asik koq, saya jadi banyak tau soal Kang Asep. Jadi nanti kalo diperlukan dalam konteks apapun, saya siap jadi saksi deh, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Ya ada bagian cerita yang belum diposting karena saya pikir nda seru. Gitar ada, dan belajar juga sama temen ngekoz. Metik metik asal bunyi genjreng hehehee. Makasih mas

      Delete
  12. wah, foto jaman dulunya ternyata kurus ya, hehehhe, sekarang lebih subur berarti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Stupid Monkey : Oh jelas naik beberapa kilo hehehehe. Ini mungkin kena dampak Global Warming. (Hah apa hubungannya). Makasih ya sudah mampir

      Delete
  13. Hehehe, foto jaman dulu ya itu...
    Aku belum pernah ngekos hihihi,
    oiya asik banget tuh hadiah discmannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Tebak Ini Siapa : Wah iya kah belum pernah ngekos? Its oke donk yee. Iya tuh bener lumayan DISCMAN-nya walau sudah tidak ada lagi sama sayah hiheiheiehiehie

      Delete
  14. langsung deh tertuju pada penampakan rumah kostnya yang mewah, maklum tmpt kos saya dulu SNI ~ Standar nasional rata-rata di Indonesia..hehehee

    Sekalian mengucapkan Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, semoga kita bisa meraih iman dan taqwa yg lebih baik..mohon maaf lahir dan bathin:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Riri Khayan : Iya sama sama. Selamat Menjalan Ibadah di bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriah. Salam kami sekeluarga di Pontianak, Kalimantan Barat

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog