Jual Milagros disini
Loading...

Sampai Jumpa Lagi Al Azhar

Abbie di Sekolah. Foto Ayah
Siapa pun pasti tidak ingin berpisah, hal itulah yang membuat hati saya remuk redam saat mengantar anak saya, Abbie Muhammad Furqan Haryono (4,3 tahun) , tadi pagi saat menerima Raport dari Guru di kelas TK A Perguruan Islam Al Azhar yang terletak di bilangan jalan Ahmad Yani Pontianak. Hari itu adalah hari terakhir Abbie bersekolah di Al Azhar.

Anak saya, Abbie yang mendapat julukan sayang dari Ayah Bundanya dengan sebutan "si ganteng" ini memang bersekolah di kelas Kelompok Bermain (KB) di perguruan Islam tersebut

Sekian lama saya saya antar jemput Abbie dari rumah menuju Sekolah, dan juga sebaliknya dari Sekolah menuju Rumah seminggu tiga kali yakni setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat. Praktis aktifitas rutin setiap minggu tersebut bisa jadi akan menjadi kenangan.

Ayah dan bundanya sudah berunding dengan seksama dan mempertimbangkan banyak hal dan akhirnya sampai pada suatu keputusan final bahwa Abbie melanjutkan sekolahnya di Kubu. Mungkin rekan rekan belum tau mengapa harus melanjutkan sekolahnya di daerah Kubu Kabupaten Kubu Raya? Mengapa tidak melanjutkan saja ke jenjang selanjutnya ke TK B sesuai dengan alurnya di Al Azhar?.

Single Parent

Bukan perkara mudah bagi keluarga (Ayah dan Bunda) nya untuk memutuskan Abbie tidak di Al Azhar lagi, dan harus berangkat melanjutkan sekolahnya di daerah tempat bundanya mengajar di Kubu Kabupaten Kubu Raya bersama bundanya.  Sedangkan adik kecilnya , Tazkia Montesorri Putri Haryono (1,6 thn),  diputuskan bersama saya, Ayahnya.  Jadi singkat ceritanya adalah Abbie ikut Bundanya, dan adiknya Tazkia Montesorri Putri Haryono atau julukan sayang dari Ayah Bundanya "cah ayu" ikut Ayahnya.

Abbie dan Tazkia di Pagi Hari. Foto Ayah
Selama ini saya, ayahnya, "membesarkan" Abbie dan Tazkia seorang diri selama kurang lebih 4 hari dalam seminggu dan sisa hari berikutnya kami formasi lengkap, ayah bunda, mengurus anak anak.

Hal ini karena bundanya adalah Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Kubu Kabupaten Kubu yang berjarak lebih kurang 5 jam dari Pontianak harus mengajar dari hari Rabu sampai dengan hari Sabtu setiap minggunya.  Praktis waktu bersama keluarga di rumah adalah "sisa" harinya yakni Ahad (Minggu) hingga hari Selasa.

Nah selama masa di Kubu itulah saya menjadi "single parent" untuk kedua anak saya, Tazkia dan Abbie, disamping bantuan pengasuhan dari "orang tua" angkatnya Pak Muhyar sekeluarga yang membantu kami mengurus anak anak selagi ayah dan bundanya bekerja. 

Di rumah setiap harinya saya ke kantor atau istilah biasanya "ngantor" dari hari Senin s/d Sabtu, tidak jarang hari ahad juga karena pekerjaan saya mengonlinekan berita atau portal perusahaan nyaris tidak kenal hari libur.  Di mana koran cetak, di sanalah versi websitenya berkibar di jagat raya Internet.

Bisa dibayangkan saya mengurus anak anak seorang diri , mulai dari menemaninya di waktu malam hingga ke pagi hari memandikannya, memakaikan bajunya, membersihkan popok adik bayi dan segala sesuatunya kadang juga menyiapkan makan pagi anak anak.  Semuanya harus "on time" sebelum pukul 07.00 WIB anak anak semuanya sudah rapih, dan siap sarapan pagi di rumah.

Jika sarapan belum sempat di buat, maka anak anak akan sarapan di rumah pengasuh (orang tua angkat-red) nya yang letaknya sangat dekat dari rumah.  Bagaimana "serunya" memandikan mereka, memakaikan baju, adiknya yang ribut terus hingga memasakkannya sarapan pagi. Hhihihihihi seru tapi mengasyikkan.

Aktifitas rutin ini berlaku setiap harinya mulai dari hari Selasa s/d Sabtu setiap minggunya, dan  selama masa itulah saya menjadi "single parent" bagi kedua anak saya.   Seperti yang saya sebut di atas tadi adalah karena "single parent" di mana bundanya berada di Kubu untuk mengajar di sekolah.    Bundanya pulang dari Kubu biasanya hari Sabtu.  Nah saat itulah kami semua kumpul lengkap. 

Pertimbangan Emosional
Agar cerita postingan ini tidak melebar ke mana mana, ingin saya kembalikan sesuai dengan Tema tulisan hari ini nah ini juga sudah merupakan keputusan final dan bulat dari ayah bundanya.  Selama ini anak anak memang bersama ayahnya terutama di 4 hari setiap minggunya, dan kalaw saya liat dari kedekatan emosionalnya Abbie lebih cenderung dekat dengan Bundanya, sedangkan Tazkia Putri lebih dekat dengan Ayahnya. Mungkin ini agak klise atau relatif, tapi memag kurang lebihnya begitu.

Abbie bersekolah di KB Islam Al Azhar yang konon merupakan salah satu sekolah keIslaman yang sudah punya nama dan sekmen tersendiri. Beberapa rekan kantor saya juga ada yang juga menyekolahkan anaknya di sini.  Fasilitas pendidikan dan fasilitas sekolah yang dimiliki Al Azhar cukup lengkap mulai dari sarana dan prasarana olah raga, masjid yang megah, kantin sehat berjumlah dua buah, dan yang lebih utama lagi adalah metodologi pengajaran dan kualitas tenaga pengajarnya yang terus menerus di tingkatkan.


SENAM PAGI:  Salah satu aktifitas rutin di TK Kb Islam Al Azhar adalah senam pagi didampingi oleh staf dan guru gurunya.  Photo Hak Cipta Asep Haryono


Secara emosional bundanya memang memiliki keterikatan dengan Perguruan Islam Al Azhar ini karena bundanya memang tercatat pernah menjadi Guru TK KB Al Azhar selama dua tahun sekitar periode 2005-2007 yang lalu , dan bundanya satu partner dengan Guru Kelar Bu Eka atau tepatnya Miss Eka. 

Di Al Azhar ada ketentuan tidak tertulis adalah sapaan atau panggilan kesesama guru guru di kelas dengan sebutan Miss.  Namun waktu berjalan cepat, hingga akhirnya Bundanya memutuskan untuk mengundurkan diri secara resmi kepada Yayasan Kejayaan Islam Khatulistiwa(YKI) yang menjadi "induk" dari Al Azhar. 

Bundanya mundur karena diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008.  Tak terasa waktu demikian cepatnya berjalan hingga sekarang bundanya sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil penuh dengan pangkat Penata Muda atau III A.  Rencana tahun ini bundanya mengajukan kenaikan tingkat, dan masih menunggu lebih kurang 2 tahun lagi untuk bisa pindah ke Pontianak.

Abbie dan Guru ksayangannya.
Kesehariannya Abbie memang lebih dekat dengan Bundanya, setiap kali sehabis main Komputer (bundanya memang punya laptop kecil-red) biasanya Abbie senang main Game ANgry Bird selalu minta ditemani Bundanya.

Kalaw mau bobo malam pun maunya sama bundanya.  Mau Makan dan mandi pun minta ditemani bundanya.  Eh giliran  Abbie mau Be A Be (BAB-red), baru mau sama sayah. Huaaaa.  Giliran ginian baru sama ayahnya hehehehe. 

Tapi tak apa, itulah nikmatnya berkeluarga. Nikmatnya menjadi seorang Ayah, dan riuh rendahnya di rumah semakin lengkap dan semarak dengan hadirnya canda riang anak anak.  Nah kami melihat Abbie memang lebih dekat kepada bundanya.   Di sekolah pun Abbie banyak disayang oleh guru gurunya terutama Guru kelasnya di TK A yakni Bu Nur dan Bu Emma.

Saya beruntung sempat menjepret Bu Emma dan Abbie di suatu hari kelas di sekolah, dan saya liat betapa sayang gurunya dengan Abbie, saya jadi terharu melihat pemandangan ini. Membayangkan apakah Abbie juga akan menemukan dan mendapatkan guru yang baik hati seperti Bu Nur dan Bu Emma di Al Azhar ini di sekolah barunya nanti di Kubu?.  

Sebenarnya bukan selamat tinggal yang ingin saya sampaikan di sini, namun ucapan sampai berjumpa lagi karena Ayah dan Bundanya tetap tidak ingin melepaskan ikatan silaturahmi dan persahabatan yang sudah dibangun sejak lama dengan Al Azhar.  Secara kongkritnya Abbie masih diproyeksikan "mudik" atau "pulang kampung" dan kembali ke Al Azhar dalam waktu dan kesempatan yang akan datang mungkin di jenjang SD atau SMPnya. Wallahu Alam.  Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu.  Manusia hanya merencanakannya, dan keputusan akhirnya di tangan Allah SWT.

Hari hari ke depan adalah survey dan penataan kembali sekolah Abbie di lokasinya yang baru menemani Bundanya.  Ini masih perlu penyesuaian kembali dan juga memerlukan proses dan setiap proses yang akan dijalani Abbie dan saya sendiri di sini yang hanya mengurus adiknya juga pasti memerlukan penyesuaian kembali. Sebagai penutup dari tulisan sederhana ini, saya ingin menyampaikan kesimpulan bahwa pada akhirnya anak anak akan jatuh ke pelukan ayah bundanya.  Saya, ayahnya, mengurus Tazkia Putri adiknya Abbie.  Sedangkan Abbie sendiri akan "diurus" oleh Bundanya.

Seperti roda yang berputar, skenarionya akan sama seperti dulu dimana 4 hari ke depan, saya mengurus adiknya Tazkia Putri di rumah, dan  Abbie bersekolah dan menemani Bundanya di Kubu.  Mereka akan kembali pulang ke Pontianak di hari Sabtu dan saat itulah kami semuanya kumpul lengkap sekeluarga di rumah.  Kami harus bersabar hingga waktu yang tepat , kami sekeluarga kembali kumpul utuh ber 4 (ayah, bunda, abbie dan Tazkia) di rumah.  Bersama sama sekeluarga di rumah, dan tidak terpisah pisahkan lagi seperti sekarang ini.  Sampai jumpa lagi Al Azhar.  See you again soon. (Asep Haryono)

4 comments:

  1. wah selamat ya abbie sudah mau masuk SD..semoga jd anak yg pinter

    ReplyDelete
  2. :( kok jadi sedih ya.. hikz hikz

    Dimanapun sekolahmu abbie, semoga selalu bisa menjadi anak yang membanggakan untuk ayah bunda :')

    ReplyDelete
  3. pasti berasa banget kehilangannya untuk menit2 pertama tuh pak.. rumah akan lebih sepi dari biasanya, tapi.. pasti itu untuk yang terbaik saat ini :)

    ReplyDelete
  4. Inilah kenapa saya gak mau hidup terpisah dari suami saya. Walau dia harus ke tempat terpencil sekalipun, (dengan berat hati, hehe) akan tetap saya buntuti. I can't imagine how to be a weekend-family only :'(

    Tapi sepertinya keluarga Kang Asep lebih matang dalam menyikapi hal seperti ini. All the best for you and the family, Kang :)

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog