Jual Milagros disini
Loading...

Manajemen Warung Internet – Bagian ke 2

Foto atau Gambar  dari Internet
Jarak Warung Internet Dengan User /Customer (Distance)
Bagian kedua dari 5 tulisan Pendek
Oleh Asep Haryono

Dalam tulisan sebelumnya sudah saya paparkan secara sederhana dan singkat saja mengenai pengelolaan warung Internet yakni dengan cara memanjakan user atau calon konsumen warung internet kita dengan fasilitas (Facility) yang memadai, atau minimal standar.

Adapun maksud dan tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah membuat nyaman dan betah para user warung internet kita, dan membuat mereka datang dan datang lagi sehingga dengan demikian warnet kita akan menjadi tempat tetapnya.

Persaingan dengan warung internet di tempat lain tentu tidak dapat dihindakan, dan bahkan sampai sekarang pun disinyalir persaingan tersebut semakin frontal dengan ditawarkannya berbagai macam fasilitas yang agak tidak biasa semata mata hanya untuk menarik konsumen untuk datang ke warung internetnya.

Berbagai macam perusahaan yang menyediakan jasa internet cepat ramai ramai di usung oleh berbagai macam provider (saya tidak sebutkan merek atau namanya demi menghindari polemik-red) lengkap paket harga di tawarkan kepada para pengusaha warnet di kota Pontianak dan kota kota lainnya di Seluruh Kalimantan Barat.

Adanya akses internet yang mudah dan mobile disajikan di Handphone, Smarphone, BB (bukan Bau Badan-red), dan berbagai gadget canggih lainnya sekarang ini juga merupakan “lawan baru” bagi para pengusaha warnet.

Padahal peluang untuk berkembang dan mengembangkan warung internet kini sudah tidak bisa lagi dengan hanya mengandalkan akses internet saja bagi para usersnya, dan terdapat 5 faktor (berdasarkan pengalaman-red) dalam menentukan tingkat keberhasilan pemasaran warnet/

Ada banyak factor di sini, dan disamping factor teknis dan non teknis lainnya yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja seperti biaya operasional (sumber daya manusia- biaya gaji karyawannya-red) , Biaya Listrik, Biaya fax (Jika ada), biaya langganan akses internet, serta biaya taktis jika mengalami kerusakan, yang sudah pasti akan menimbulkan cost dibagian perawatan (maintenance).

Nah agar tidak terlalu melebar kemana mana bahasan kita, baiklah sengaja saya lanjutkan postingan tentang manajemen pengelolaan warung internet (berdasarkan pengalaman saya tentunya-red) di bagian paruh kedua kali ini adalah mengenai factor Jarak (distance). Nah dari judulnya saja sudah jelas terbayang di benak kawan kawan semua mau dibawa kemana arah cerita saya kali ini, ya sudah pasti jarak dalam artian jarak fisik antara lokasi warung internet kawan kawan dengan user atau calon konsumennya.


Lokasi Strategis: Suatu telaah
Pengalaman saya bertugas di 3 (tiga) warung internet di 3 (tiga) kota yang berbeda yakni Pontianak, Singkawang dan Sintang di propinsi Kalimantan Barat yang sudah saya lakoni dari periode tahun 2000-2002 memang unik dan berbeda beda antara satu warnet dengan warnet yang lainnya. Prinsip dasar adalah letak dan posisi bangunan warung internet kita yang dipinggir jalan konon diyakini banyak pengusaha warnet amat menguntungkan.

Salah satu indikatornya adalah kemudahan untuk mencapai lokasi warnet tersebut bisa diperoleh oleh masyarakat luas para pemakai warung internet yang dalam hal ini saya sebut saja dengan user untuk lebih memudahkan menghafalnya.

User atau calon konsumen warnet kawan kawan adalah unik, dan kita sebagai pengusaha warnet tidak bsia menjeneralisasikan bahwa mereka punya kendaraan sendiri, baik kendaraan roda dua maupun roda yang tidak dua. Bahkan ada user yang datang ke warnet menggunakan sepeda dan ada yang berjalan kaki saking dekatnya warnet dengan mereka.

User atau calon konsumen bisa saja tidak punya kendaraan sendiri, dan untuk itu mereka harus mencari warung internet yang terdekat dengan lokasi rumahnya dan bisa dicapai dengan menggunakan moda transportasi massal atau umum misalnya BIS, angkot, becak, Taksi, bahkan ojeg sekalipun.

Akses warnet yang dipinggir jalan umum yang biasa dilalui kendaraan angkuran umum diyakini banyak orang sebagai kawasan yang amat menguntungkan dari sisi bisnis. Tapi persoalan akan timbul ke permukaan jika warnet kita berada di dalam sebuah kawasan , dipelosok bahkan di daerah terpencil dimana akses kendaraan umum tidak bisa dilakukan , diadakan atau disediakan. Nah bagaimana mengatasi hal semacam ini?

Jika logika sederhana ini saya balik ke awal, maka penentuan lokasi warnet yang sudah jadi atau sudah ada dari dulunya (atau takdir warnet kawan kawan sudah di sana lokasinya) maka kendala jarak sudah tidak lagi menjadi persoalan tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya saja akses ke warnet kawan kawan sudah dibangun jalan umum atau jalur kendaraan umum maka persoalan jarak antara warnet anda dengan calon konsumen sudah bisa di atasi.

Pengalaman saya bertugas di 3 (tiga) warung internet di 3 (tiga) kota yang berbeda yakni Pontianak, Singkawang dan Sintang di propinsi Kalimantan Barat rata rata berada di kawasan pinggir jalan dimana akses kendaraan umum sangat mudah. Hal ini bisa saja tidak terjadi bagi warnet yang kawan kawan kelola sekarang ini. Lantas apa solusi yang bisa ditawarkan jika warnet yang kita kelola ini lokasinya terpencil atau akses kendaraan umumnya susah diperoleh?

Saya menawarkan solusi versi Asep Haryono tentunya. Pendapat saya saja yang bisa saja keliru atau kurang tepat. Namanya juga pendapat khan bisa saja berbeda dengan pendapat dan ide kawan kawan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar tentunya bukan? Jadi kita sepakati dahulu hal yang satu ini.

Nah menurut pendapat saya lokasi warung internet yang kita kelola diusahakan di pinggir jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan umum DAN ATAU berada di daerah yang dilintasi oleh jalur kendaraan umum ATAU tidak jauh dari jalur kendaraan Umum. Ini pendapat saya. Kalaupun lokasi warnet kita tidak persis di pinggir jalan, minimal user atau calon konsumen tidak harus berjalan terlalu jauh untuk bisa mencapai warnet kita. Itu saja solusi dari saya.

Dari sisi user atau calon konsumen, mereka cenderung menyukai lokasi warnet yang tidak jauh atau tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya walau ini masih bisa dipatahkan dengan adanya transportasi umum (bis, angkot, taksi, ojek) dan atau menggunakan kendaraan user sendiri untuk mencapainya. Sejauh apa pun warnet (Asal jangan jauh jauh amat seperti antar kota hehehe-red), kaum user atau konsumen masih bisa mencapainya baik kendaraan umum maupun pribadi .(Asep Haryono)


Bersambung - To be Continued

3 comments:

  1. hny saran mas.., klo bs dipasangkan IP dr Nawala telmom agar para pengunjung gk bs akses konten porno...

    selamat berakhir pekan & happy Bloggng.... *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Rohis Facebook : Kebijakan memblocking konten porno memang harus segera diterapkan, pengawasan juga perlu dilakukan tanpa harus mengganggu privacy atau kenyamanan user. Perlu bijak

      Delete
    2. Setuju ane bnag ....

      di tempat ane nch gan mesum az di warnet apa lagi liat gituan ....

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog