Jual Milagros disini
Loading...

Manajemen Warung Internet - Bagian 1

Memanjakan User Dengan Fasilitas (Facility)
Bagian Pertama dari 5 Tulisan Pendek

Oleh Asep Haryono

Teringat saat saya masih bertugas di daerah sebagai salah staf biling (kata orang lazim disebut jaga warnet-red) membuat saya memposting pengalaman ini untuk dibagikan kepada kawan kawan. Apa sih enaknya bekerja di warung internet yang bahasa kerennya Cyber Café itu?. Saya tidak membahas enak tidaknya bekerja di warung internet karena memang sifatnya relatif, enak bagi saya belum tentu enak bagi orang lain. Namun kenyataan bahwa saya sudah merasakan 3 (tiga) warnet yang berbeda di tiga kota yang juga berbeda menjadi pendorong kuat saya berbagi di sini.


WARNET KOPMA : Foto dokumentasi saya di tahun 2000 saat bertugas jaga billing di warnet Kopma UNTAN.  Pengalaman yang tidak saya lupakan. Mohon maaf kualitas fotonya agak kurang baik, maklum dokumen lama.  Foto Istimewa

Satu tahun di warung Internet Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Tanjungpura, kemudian di susul 1 tahun juga di Warung Internet Dragon Singkawang, dan hampir lebih dari 8 (delapan) bulan dihabiskan di warung internet Melawi di daerah Baning Kota, Sintang, propinsi Kalimantan Barat.

Banyak catatan yang saya peroleh dari pengalaman di tiga warnet dan di tiga kota yang berbeda tersebut, mulai dari pengalaman mengelola perangkat kerasnya (PC, Monitor dll), pengalaman melayani konsumen atau user hingga pengalaman diteror hingga sensasi “dunia lain”. Hehehe kok bisa ada “dunia lain” sih, ya ini memang pernah terjadi di Warnet Sintang yang akan saya bahas di lain kesempatan.

5 Perkara Warung Internet
Ada beberapa hal yang ingin saya coba bagikan di tulisan saya kali ini adalah pengalaman mengelola warung internet yang saya dapatkan dari pengalaman saya bertugas jaga warnet dari tahun 2000-2002 yang lalu, dn cukup unik karena berada dan mengelola 3 (tiga) warnet secara bergantian.

Pengalaman yang dialami sehari hari selama itu telah dirangkum dan disusun bersama dalam tulisan ini. Ke 5 (lima) hal yang saya bagikan di sini dan Insya Allah akan saya sampaikan secara bertahap sedikit demi sedikit.  Nah ke 5 faktor pengelolaan manajemen warnet tersebut sangat terkait juga dengan kebijaksanaan dan kemampuan masing masing jadi tidak harus se-ideal bahasan ini.  5 faktor tersebut adalah :  
1. Fasilitas (Facility)
2. Jarak (distance)
3. Pelayanan (service)
4. Kecepatan akses (internet speed)
5. Harga (price)



Fasilitas Warung Internet
Yang pertama yang ingin saya bagikan di sini adalah fasilitas atau bahasa kerennya facility, nah bagi pengusaha warung intenet sudah bisa melengkapi bangunan fisik warnetnya dengan berbagai fasilitas penunjang yang memanjakan para user maupun costumernya misalnya printer buat ngeprint, aneka minuman dan makanan, penjualan alat alat kantor (kerta HVS, jilid segala macem-red) selain untuk unsure keamanan seperti penyediaan petugas security (satpam, petugas jaga dll-red) dan sarana parkir yang memadai walau tidak harus luas.

Sepertinya kita harus punya warnet besar untuk menampung semua itu? Ya tentu saja tidak, dan semuanya disesuaikan dengan kemampuan finansial dan pengetahuan anda sendiri untuk memulai bisnis ngenet ini, tidak harus sebesar dan se “ideal” fasilitas fasilitas yang saya sebutkan di atas sebagai contoh contoh saja pada hakikatnya. Jadi bagaimana dengan pertanyaan “ warung internet saya hanya 2 bilik saja, 1 printer, dan satu PC dengan petuga satu orang, dan gedungnya kecil? Saya tidak mampu menyediakan semua itu”, jawabannya ya tentu sesuai dengan kemampuan anda tentu. Tidak perlu memaksakan membuat warnet se ideal itu.

Saya hanya membahas saja. Jadi para user maupun customernya sangat senang dengan fasilitas fasilitas yang memanjakan dirinya berselancar di warung internet. Pengalaman saya sendiri banyak menyebutkan sebagian orang senang ngenet sambil merokok atau cemilan kacang kulit.

Hehehe kadang ini sensitive juga, karena aroma rokok yang tidak sedap bisa mengganggu user lain, dan juga resiko sampah yang dihasilkan para gamers atau netters sambil ngemil kacang kulit. Jadi hal hal seperti ini juga patut diperhatikan oleh para pemilik atau pengelola warung internet. Nah selama memikirkan. Hehehhee. Jadi jika ada user atau pengunjung warnet anda yang merokok, hobi merokok atau membawa teman yang perokok , maka anda harus bijak mengatasi ini.

Belum lagi para maniak ceting, dan memang pengalaman menunjukkan hampir di setiap warung internet, terdapat satu atau beberapa orang yang "penggila" atau "fans" berat ceting , fesbukan atau sekedar brosingan dan umumnya selalu begitu selalu ada user user fanatik.  Pengalaman saya pernah saat bertugas di warung internet di Sintang, warnet belum buka, ternyata sudah ada satu orang yang duduk setia menunggu warnetnya dibuka. "wah awal sekali orang ini" gitu pikir saya.   Saat itu warnet di Sintang bisa dibilang dengan jari jumlahnya, di era tahun 2000an tidak seperti sekarang yang bejibun saking banyaknya.

Begitu juga jika warnet kawan kawan menyediakan fasilitas permainan Game game online seperti di era saya waktu itu yang terkenal game Ragnarok (Maaf kalaw saya tulisan), Street Fighter,  atau game game bertema startegi perang atau ketangkasan.  Nah kawan kawan harus bijak dalam penetapan harga (price) tapi yang ini nanti akan dibahas sesuai bagiannya nanti, Harga.   Kali ini soal fasilitas saja, nah berikan fasilitas itu buat user kawan kawan di warnetnya masing masing.  Siapa tau juga ada user yang mau make Wordnya saja. Nah gimana tuh coba.  :)))

Kalau anda punya board atau papan info bisa dibuat sendiri atau memesan dari pihak lain. Papan board info ini bisa digunakan untuk mencantel info info terbaru warnet , misalnya memberikan kursus singkat internet bagi pemula, atau info internet atau lainnya bisa dipajang di papan info ini. Jadi user anda selain menggunakan fasilitas warnet, mereka juga bisa upgrade informasi yang dipajang bak majalah dinding ini.  Jadi dengan demikian fasilitas warung internet yang baik dan lengkap sangat memanjakan user dan customer anda sehingga mereka bisa datang dan datan lagi ke warnet anda.

Ajak mereka bergabung dalam membership atau buat semacam kartu anggota dengan tarif khusus per bulan misalnya itu akan semakin baik lagi.  Jadi mereka bisa mendapatkan discoutn atau harga khusus dengan member card yang mereka miliki.   Bahkan jika perlu adakan Door Prize atau hadiah undian bisa perbulan atau perminggu dengan hadiah tertentu terserah anda.   Misalnya user pake 2 jam mendapat poin undian apa gitu dan diundi secara berkala.  Hal hal semacam ini akan membuat user anda kreatif, dan selalu ada sesuatu yang baru dan ini akan semakin menarik.  


BersambungTo be continued

16 comments:

  1. Warnet suami didominasi sama anak2 maen game online, kadang suka ribuuuut *yah, namanya juga anak2, lagi main game online pula hahaha*, dan kalo saya kebetulan lagi di warnet, pasti abis tu kena omel :p

    sungguh pelayanan yg buruk hehehe..

    ReplyDelete
  2. berbagi pengalaman dan ilmu akan lebih berkesan sahabat

    ReplyDelete
  3. pertama, dokumentasi fotonya itu lho, hebat!
    kedua, yang soal perokok disitu... hehe, iya, saya bisa membayangkan tu betapa ngepul abis di ruangan itu. mbok ya ngerokoknya diluar ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. @zachflazz : Ini jadi problema cukup njelimet saat saya kerja di warnet, banyak user yang makan kacang sambil merokok. Mereka penceting kelas wahid dari pagi ke pagi lagi, memang puyeng dah. Jadi kudu bijak mengaturnya, agar user yang bukan perokok atau bahkan tidak perokok tidak merasa terganggu.

      Delete
  4. Usaha warnet awal tahun 200o-an itu jauh lebih ribet ya dibanding dengan sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Colocation Server : Benar sekali. Saat itu warnet yang saya jagain, merupakan joinan 2 perusahaan. Yang satu nyediaan PC, Server, Jaringan net dll, yang satu lagi manajemen gedung, petugas jaga, dll.

      Delete
  5. tahun 2000 tarif sejam berapa kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Hadi Kurniawan. Saat saya bertugas di Sintang di era taon 2000 an harga sejamnya Rp.10.000,-. Sedangkan di kota Pontianaknya taon 2000 an sekitar Rp.5000 rupiah kalaw nda salah

      Delete
  6. prospeknya akhir2 ini gmn kang..?!?! soalnya... katanya sektor ini akan mulai tergerus dengan mamprahnya smartphone ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Indonesian Strong from Home : Wah untuk yang satu ini, data terakhir dan mutakhir bisa ditanyakan kepada Dini The Kupu (diniehz) karena dia sekarang manajer Warung Internet. Apa saya tulis sudah jadul, dan tentu suasana dan harga dan keadaan jauh berbeda sekarang.

      Delete
  7. melihat masa sekarang pasti beda dengan warnet jaman dulu ya sob. jaman dulu warnet full rokok ga masalah, sekarang dipisah antara smoking room dan non smoking room...

    ReplyDelete
  8. Iya hehehe jaman saya dulu taon 2000 an memang beda dengan jaman tahun 2012 sekarang. Bayangkan 12 tahun jaraknya sungguh beda di sana sini

    ReplyDelete
  9. smg dgn dibukax usaha warnet tdk menyebabkan org2 lalai dr hal2 yg wajib, misal shalat dll..., mksdx gmn agar kita berusaha membangun Warnet yg islami.., bukan hny keuntungan materi duniawi sj yg dicari tp jg Keuntungan Akhirat yg utama...

    happy blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masukan yang brilliant dri Mas Rohis Facebook. Saya setuju sekali.

      Delete
  10. wah! di taon 2000 an belum pernah aku ke warnet xD
    heheh

    ternyata kondisinya begitu ya!
    *geleng - geleng kepala ngebayangin banyaknya asep rokok mengepul*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Asap atau Asep hihiehiehiehiei, Terima Kasih sudah mampir ya. Insya Allah saya akan mampir ke blog mu juga. Don't worry. Be Happy :))

      Delete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog