Jual Milagros disini
Loading...

Lalu Lintas di Jalan Raya : Disiplin Diri Bukan Patuh Karena Takut

Tulisan Ini Diikut sertakan Dalam Lomba Telkomsel-Komunitas Blogger Makasar
Oleh Asep Haryono

Saya terkejut ketika baliho Gede banged yang bertuliskan agar kita waspada dan disiplin di jalan raya, sudah ratusan orang tewas di Jalan karena tidak berhati hati dalam berkendaraan. Kaget juga karena ukuran Balihonya gede banged. Tertulis di baliho itu " Dari tahun 2011 sampai akhir Mei 2012 sudah 861 orang tewas di Jalan Raya" Huaaa seyeem eee. Hmmm. Ini memang menarik, dan sudah lama saya ingin ngeblog soal ini.

Beberapa waktu yang lalu , mungkin tepatnya tahun 2010 yang lalu, dan bulannya juga saya tidak ingat persis, saya mengambil foto foto yang berhasil saya jepret saat saya berkendaraan di jalan raya. Beberapa foto tersebut sengaja saya unggah di blog ini, dan untuk menghormati sang pelaku maka nomor kendaraan dan wajah beberapa tokoh dalam foto foto tersebut di samarkan.

Semuanya menyangkut disiplin. Ah apa pula itu disiplin, ya disiplin yang mana lagi dan disiplin apa yang saya maksudkan dalam tulisan ini. Saya sempitkan lingkupnya menjadi disiplin lalu lintas. Mendengar kata displin lalu lintas, sudah terbayang dalam benak kita masing masing seperti penggunaan helm standar, pemasangan kaca spion, kelengkapan surat surat berkendaraan dan lain sebagainya. Yah kalau gambaran itu yang ada dalam benak anda, benar sekali, karena memang tidak jauh dari urusan yang satu itu

Bersabar Juga Baik

Dalam beberapa hal banyak para pengendara kendaraan roda dua (tidak selalu memang-red) , namun ada beberapa yang tidak sabar menunggu lampu lalu lintasnya berubah menjadi warna hijau yang artinya kita diperbolehkan melanjutkan kendaraan.

Dalam beberapa kali kerap saya jumpai pengendara roda dua (memang pada umumnya roda dua yang banyak menerobos lampu merah-red) baik di persimpangan bundaran Untan, persimpangan Bundaran Kota Baru , dan persimpangan Gajah Mada di kota Pontianak. Dan mungkin saja ini sering terjadi di kota lainnya di Indonesia.

Coba saja rekan rekan simak sebuah cuplikan foto yang berhasil saya jepret. Foto ini diambil pada tahun 2011 lalu, dan sayang sekali saya tidak ingat bulannya.  Kebetulan saat itu saya melintas di bundaran depan persis Kantor Pajak simpang Jalan Ahmad Yani - Ahmad Dahlan- Kota Baru.  Kebetulan sekali posisi kendaraan saya berada di belakang Marka, dan dengan kamera yang sudah stand by di posisi ON siap jepret saat saya melihat "pemandangan" persis di depan saya.  Tanpa ragu lagi, saya jepret, dan hasil fotonya saya unggah di blog kesayangan saya ini. Take a look at below:


MELEWATI MARKA :  Pelajar ini melewati batas Marka di lampu merah.  Nomor kendaraan saya samarkan dengan menghargai privacy mereka dan tidak menjadi malu karenanya.  Jangan contoh prilaku tak disiplin ini ya.  Photo Hak Cipta Asep Haryono

Nah jelas di sini adalah sikap pengendara kendaraan roda doa yang tidak disiplin melewati marka dan juga tidak sabar menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi HIJAU sebagai tanda boleh lewat.  Padahal walaupun lampu masih berwarna MERAH pun banyak pengendara kendaraan baik roda dua dan roda tidak dua menerobosnya, seolah seolah tidak sabar sekali.  Kan bisa menunggu dulu dengan tertib, dan masing masing sudah diberikan jatah waktu untuk berhenti atau maju.

Mungkin rekan rekan sudah banyak yang tau apa sih MARKA itu? Sebenarnya banyak penjelasan tentang marka yang bisa bikin pusing kepala, dan njelimet untuk memahaminya, namun demikian penjelasan sikap tidak disiplin yang ditampilkan dalam foto di atas adalah pelangaran serius terhadap Undang Undang Lalu Lintas yang berlaku di negara antah berantah (minjem istilah Justin Bieber-red) ini yang berpotensi ancaman hukuman pidana.

Dalam penjelasan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya adalah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000. Nah loh ancaman hukumannya tidak main main bukan.  Nah untuk itulah saya menganjurkan untuk bersabar dan berhentilah di belakang Garis Marka yang sudah ditentukan. Lagipula nda selama anda antri tiket Bioskop di Ayani Mega Mall, daripada menunggu lampu HIJAU di Garis Lalu Lintas bukan?

Kan sudah banyak dan jelas tandanya. Jika anda perhatikan di kiri dan kana Marka Lalu lintas,  sudah jelas terpampangt tulisan ”Silahkan berhenti di belakang garis marka”. Tulisan ini juga dilengkapi dengan foto posisi kendaraan terhadap ’garis marka’, baik mobil maupun sepeda motor. "Saya rasa tulisan itu sangat mudah dicerna, dan sangat mudah dipahami oleh mereka yang bisa membaca dan menulis, jadi cobalah untuk memahami dan mematuhi peringatan tersebut, dan jangan dianggap angin lalu aja," seperti kata Pak Leo Sutrisno , seorang Dosen Senior di Universitas Tanjungpura Pontianak

Kita Memang Tidak Disiplin
kalaw berbicara soal data data seperti yang saya kutip di atas memang memusingkan kepala. Biarlah bapak bapak yang berkompeten masalah data data itu yang mengurusnya, sekarang kita coba telaah dan berintropeksi pada diri kita sendiri bahwa sebenarnya kecelakaan di jalan memang bisa kita minimalisir. Kejadian kecelaan lalu lintas ataupun kecelakaan moda transportasi lainnya bisa dihindari walaupun juga bisa dikatakan takdir. Ya takdir.




SPONSOR : Swasta pun terlibat dalam upaya mengkampanyekan budaya tertib lalu lintas seperti yang saya lihat di simpang Godean Jogjakarta. Foto Hak Cipta Asep Haryono

JANGAN MELANGGAR :  Tidak menerobos lalu lintas dan baner larangan ini sudah terpasang di hampir setiap sudut di kota Pontianak.  Patuhi lalu lintas berhentilah dibelakang marka demi keselamatan anda sendiri. Foto hak cipta Asep Haryono

Walaupun anda sudah berhati hati sekalipun, dan kendaraan anda memang moncer di segala sisi, kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang tiba tiba dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu. Beberapa catatan kecil saya di bawah ini bisa menggambarkan betapa sering ceroboh dan teledornya kita dalam disiplin berkendaraan dan menggunakan moda transportasi.
  1. Kelaikan Kendaraan
    Ini salah satu hal mendasar bagi kita semua. Biasanya menjelang mudik saja banyak para pemudik yang berbondong bondong mengecek kendaraannya di bengkel bengkel terdekat. Mereka dengan suka rela memeriksakan kendaraannya pada bengkel. Mengecek dengan cermat aki kendaraan, busi, pergerakan rem tangan. rem kopling, rem depan , rem belakang dan rem udara kalau perlu (pesawat kaleee-red). Ini memang bagus dan amat terpuji, namun kenapa harus ada momen mudik dulu baru disiplin?. Saya kira kapan saja kita harus disiplin mengecek kendaraan kita kapan saja kita akan menggunakannya di jalan raya.

    Ini juga berlaku pada kendaraan ataupun moda transportasi umum yang akan kita gunakan seperti bis mudik, bis bertingkat, TAXI, kapal laut, pesawat udara dan juga kereta api. Adalah tanggung jawab para penyelenggara moda transportasi itu untuk melakukan pengecekan ulang kelaikan kendaraannya yang akan digunakan oleh masyarakat.


    Ingatlah selalu masyarakat adalah pengguna kendaraan umum yang disediakan oleh negara dan juga penyelenggara. Nyawa nyawa kita semua berada dalam gerbong kereta, dalam bis, dalam pesawat serta berbagai moda transportasi lainnya yang telah dipercaya sebagai angkutan mudiknya. Nah ujilah kelaikan moda transportasinya sesuai dengan peraturan keselamatan yang sudah baku dan standar. Baik diri kita sendiri sebagai pemakai kendaraan dan juga anda sebagai penyelenggara moda transportasi harus sama sama bekerja mencek kelaikan kendaraan dan moda transportasi yang akan digunakan bersama sama. Untuk poin ini kita sepakat tentunya.


  2. Asuransi Kecelakaan
    Nah ini dia yang pernah menjadi tren berita di nasional bahwa masyarakat Indonesia memang tidak gandrung asuransi. Ya benar juga. Bagaimana mau grandrung asuransi lawong untuk makan sehari hari saja susah. Yah yah stigma negatif dan persepsi masyarakat kita terhadap segala jenis dan bentuk asuransi memang bisa dimaklumi.

    Pola pikir masyarakat kita yang terpusat pada perut, menyebabkan anggapan negatif berapapun rupiah yang dikeluarkan harus kembali dalam bentuk barang pada dirinya jika tidak mau uang itu keluar dari kantong sakunya. Pola pikir perut seperti ini memang banyak menimbulkan konsekuensi. Daripada harus membayar premi kecelakaan yang banyak jumlahnya itu mendingan uangnya ditabung atau dibelikan sandang pangan buat makan. Pemikiran seperti ini benar di satu sisi, namun kurang tepat di sisi yang lain.

    Sekarang banyak tersedia berbagai jenis asuransi kecelakaan diri. u Khusus untuk asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) juga banyak tersedia di mana mana baik itu asuransi jasa raharja, maunpun asuransi jiwa yang diberikan dan di sediakan oleh kalangan swasta seperti perbankan dan lain sebagainya.

    Asuransi kecelakaan ini selain berfungsi sebagai tabungan juga mempunyai fungsi yang menjamin risiko Kematian, Cacat Tetap, Cacat Sementara, Biaya Perawatan dan atau Pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan yang dibuktikan oleh keterangan dari dokter dan kepolisian. Sedangakan batasan kecelakaan menurut Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan baik yang bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan, termasu keracunan, mati lemas attau tenggelam.

    Jadi mulai dari sekarang memberikan jaminan rasa aman pada diri sebelum berkendaraan atau menggunakan moda transportasi umum lainnya dengan asuransi diri. Tidak kah kita sadari setiap tiket yang kita bayar untuk kendaraan umum maupun moda transportasi lainnya sudah termasuk dana kita untuk asuransi jiwa.

    Nah hal hal semacam ini perlu lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas betapa pentingnya memberikan jaminan rasa aman dalam sendiri dengan mengasuransikan diri sendiri pada paket paket asuransi jiwa yang sudah tersedia dimana mana. Pillih paket asuransi jiwa maupun asuransi kecelakaan diri (personal accident) sesuai dengan kemampuan kita masing masing. Jangan takut uang anda akan hilang karena toh dana itu masuk kepada negara dan akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk jaminan perlindungan kecelakaan. Ingatlah kecelakaan bisa datang sewaktu waktu, dan asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan akan memberikan jaminan pendanaan jika hal musibah itu datang kepada kita. Mari kita budayakan asuransi

  3. Disiplin Berkendaraan
    Nah ini juga perlu kita garis bawahi sub bahasan ketiga ini jauh lebih luas tidak hanya berlaku pada kendaraan di jalan raya saja tetapi juga pada moda transportasi laut dan juga udara. Coba saja kita lihat dalam kehidupan sehari hari terutama disiplin berkendaraan di jalan raya di kota Pontianak terutama di jaluar Ahmad Yani.

    Sudah jelas ada rambu warning peringatan bagi kendaraan roda dua untuk menggunakan jalur kiri yang sudah dibatasi oleh traffic corn namun juga masih banyak yang mengguanakan jalur kanan yang memang diperuntukkan untuk kendaraan roda dua.

    Belum lagi batas maksimum kecepatan 40 Km yang sudah ditunjukkan secara jelas dalam rambu lalu lintas tetap saja banyak pengendara kendaraan roda dua dan juga roda empat yang memacu kendaraannya melebihi kecepatan 40 KM. Saya sendiri melihat di speedometer saya yang bertengger di angka 40 KM dan melihat banyak kendaraan yang kecepatannya melebihi kecepatan yang saya gunakan. Mengapa mereka ngebut? Apakah mereka terlambat ke sekolah? Terlambat ke kantor? Makanya bangun pagi oi...

    Seperti tadi pagi saya melihat tayangan berita TVoNe, sepasang pelajar putri yang tewas tersambar kereta api yang datang melintas dari arah bogor. Saya jadi heran apa yang dilakukan kedua siswi SMA itu kok sampai tidak mendengar ada kereta api yang lewat dari arah Bogor sehingga tidak sampai terlihat sama sekalil.

    Menurut saksi kejadian yang melihat peristiwa itu mengatakan bahwa kedua siswi itu bersenda gurau saat menyeberang rel kereta api dan tidak menyadari kalaw ada kereta api arah bogor yang datang dengan cepatnya menyambar kedua siswi malang tersebut. Untung tidak dapat diraih, malah tidak dapat ditolak, kedua siswi itu tewas dengan kondisi mengenaskan. Selain itu juga banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudinya berkirim SMS ataupun menerima telepon saat mengendarai kendaraan. Bukan main. Hal hal sederhana inilah yang saya katakan tidak disiplin. Mengapa kita tidak pernah bisa disiplin.

    Begitu juga dengan moda transportasi udara. Sebagai salah satu yang paling sering menggunakan moda udara saya melihat memang banyak dari kita yang tidak dsiplin dalam menggunakan moda udara. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri banyak yang menyalakan telepon genggamnya walaupun pesawat masih di runway dan menuju apron untuk mendarat.

    Padahal awak pesawat sudah dengan lantang, melalui pengeras suara, agar para penumpang duduk dengan tenang dan tidak menyalakan HP sebelum pesawat benar benar berhenti seperti tidak berarti apa apa. Mengapa kita tidak mematuhi peraturan keselamatan penerbangan walau cuma sebentar saja. Mengapa kita bisa disiplin barang 1 atau 1,5 jam saja di udara, bukankah waktu itu tidak lama bukan?. Kita memang tidak pernah bisa disiplin , dan tidak pernah bisa belajar disiplin.
Nah itulah catatan kecil saya, mengenai tema tulisan saya pada hari ini. Seperti yang sudah saya singgung pada bagian atas bahwa kalaw memang sudah ditakdirkan mengalami musibah kecelakaan siapa pula yang bisa mencegahnya. Yang namanya musibah bisa terjadi kapan saja. Kecelaakaan bisa datang tiba tiba dan datangnya pun tidak pernah memberi tahu.

Namun demikian , terlepas dari takdir itu tadi, kecelakaan betapapun kecilnya itu, bisa kita hindari dengan meningkatkan rasa keperdulian kita terhadap orang lain dan diri sendiri dengan berdisiplin berkendaraan di jalan raya , mematuhi aturan lalu lintas yang ada, serta disiplin dalam menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi lainnya. Selebihnya serahkan semua itu kepada Allah SWT Maha Penguasa Bumi dan Langit ini. Berdoalah sebelum kaki melangkah menuju tujuan, memohon perlindungan Allah SWT sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat. Ingatlah selalu. Keluarga menanti anda di rumah dengan selamat.

Mari kita disiplin mulai dari diri sendiri
Disiplin dari hal yang kecil, dan disiplin mulai dari sekarang




1 comment:

  1. Semangat mengindonesiakan indonesia...
    semangat Indonesia!!
    salam anak negeri

    Blogwalking & Mengundang juga blogger Indonesia hadir di
    Lounge Event Tempat Makan Favorit Blogger+ Indonesia

    Salam Spirit Blogger Indonesia

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog