Jual Milagros disini
Loading...

Kita Semua Akan Menjadi Tua

Gbr dari Internet
Seakan sudah menjadi sunatullah bahwa setiap mahluk yang namanya Manusia akan menjadi tua, dan setiap dari diri kita tentu akan merasakan masa masa itu. Sekedar menoleh ke belakang dari pertama kali kita dilahirkan ke dunia ini oleh ibunda kita, tentu kita akan menangis karenanya, dan orang orang yang menyaksikan kita lahir ke dunia tentu akan tertawa dan tersenyum karena tangis nakal kita.

Tentu hal ini akan berbeda jauh saat kita kelak kembali kepada sang pecipta, Allah SWT, semua orang yang menyaksikan kita diturunkan ke dalam tempat peristirahatan terakhir akan menangis, dan berlinangan air mata. Tulisan pendek ini ditujukan untuk diri saya sendiri sebagai cerminan diri untuk lebih bijak dalam menata hidup, mengisi waktu dan juga beramal kebajikan. Namun apakah arti semua ini, dan apa hikmah dari masa tua yang cepat atau lambat akan segera kita masuki itu sebagai. Refleksi Hari Lanjut Usia (Lansia) yang jatuh pada hari ini Selasa, 29 Mei 2012.

Menghargai Sang Waktu
Banyak sudah tulisan, artikel, opini dan pendapat masyarakat yang mengulas tuntas seputar waktu, dan ini sangat berkaitan sekali dengan usaha kita untuk memanfaatkan sang waktu semaksimal mungkin.  Mungkin tidak banyak yang tahu kalaw dari satu kali dua puluh empat jam (baca : 1x24 jam) waktu kita dalam sehari, berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk beribah dan berbakti kepada Allah SWT?  Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk merawat dan memberi kasih sayang kepada orang tua kita?.

Jawaban dari kedua pertanyaan itu tentu berbeda beda antara satu dengan lainnya, lalu kalaw kedua pertanyaan itu ditujukan kepada diri saya sendiri, apa yan harus saya jawab?.  Haruskah saya menjawabnya di forum blog saya seperti ini?.  Kalaw mau jujur, saya akan katakan bahwa tidak banyak waktu yang saat ini saya sediakan untuk memberikan perhatian kepada oran tua,

Entah karena saya lupa, atau karena kesibukan pekerjaan sehari hari dan mengurus keluarga sehingga lupa memberikan perhatian kepada orang tua?. Saya rasa kalaw semua itu dijadikan justifikasi (pembenaran-red) saya tidak memberikan kabar kepada orang tua tentu tidak dapat dibenarkan. Sudah selayaknya alasan alasan itu  tidak dapat paksakan sebagai alasan untuk tidak memberi kabar kepada orang tua. Berulang kali saya sudah siapkan rencana untuk menelpon kedua orang tua walau cuma sekadar "say hi" apalagi memberikan kabar gembira.

Orang tua kita tentu tidak mengharapkan sang anak memberikan kiriman wesel atau transfer uang kepada mereka setiap bulan, kiriman makanan, ataupun bentuk bentuk pemberian yang sifatnya duniawi atau kebendaan lainnya.  Walau pemberian materi tentu juga bermanfaat, namun bentuk perhatian dan kasih sayang anaklah yang selalu diidam idamkan orang tua kita semua.

Orang tua lebih mengharapkan perhatian sang anak kepada mereka walaupun cuma sekedar mengucapkan selamat siang , selamat pagi atau bentuk perhatian sekecil apa pun , tentu kedua orang tua kita akan merasa senang.  Apalagi mendapat ucapan selamat ulang tahun kepada orang tua, nah loh, apakah kalian juga sering mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada Orang Tua saat mereka ber Hari jadi?.

Saya sendiri saja jarang melakukan itu, nah bukankah saya bukan contoh yang baik. Bagi saya, buat apa mengkritik orang lain, kalaw dalam diri saya sendiri banyak cacat dan kesalahannya.  Lebih baik sibuk dengan mengurusi kesalah diri sendiri sebagai bahan introspeksi daripada mengurus aib dan kesalahan orang lain. Saya rasa rekan rekan blogger tentu sepakat untuk hal terakhir yang saya sebutkan tadi.

Kalaw saat ini kita memandang kedua orang tua kita sudah berusia lanjut, percayalah suatu saat giliran kita yang akan menjadi seperti mereka.  Usia tua atau lanjut usia adalah ketentuan dari Allah SWT, dan semua dari kita tanpa kecuali setelah melalui serangkaian lika liku kehidupan, akan datang suatu masa dimana kita semua akan menjadi tua.  Saya sendiri sudah merasakan hal sejak lama, dan kalaw dahulu saya disebut dengan kakak, abang, mas atau om, kini sedikit demi sedikit sapaan "Bapak" atau "Pak" kerap hinggap ditelinga saya. Bukankah itu suatu "pertanda" bahwa saya kini sudah tidak muda lagi.

Ada sebagian orang yang kalaw dilihat secara fisik terlihat tua, namun dari segi umur ternyata orang tersebut tidak setua dalam pandangan kita, dan mereka ternyata berusia muda, begitupula sebaliknya.  Ada orang yang terlihat muda dari kacamata penampilan fisik, namun ternyata usianya jauh dari yang kita bayangkan, usianya sudah tidak muda lagi.   Tak pelak lagi ini dijadikan ajang bisnis para pengusaha dan periklanan yang berlomba lomba menawarkan krim atau produk anti penuaan (Anti Aging-red) yang laris dipasaran. Berbagai suplemen dan terapi ditujukan kepada masyarakat untuk mencegah atau memperlambat proses penuaan. Mengapa semua itu mereka lakukan? Takutkah mereka memasuki masa masa tua?

Waktu akan terus berputar sesuai dengan sunah Allah SWT, dan waktu akan terus bergerak sesuai dengan porosnya. Kala dahulu kala kita lahir ke dunia sebagai bayi mungil lucu dan menggemaskan , disayang dan diasuh oleh kedua orang tua kita, kemudian kita bersekolah di TK , SD, SMP, Kuliah, Menikah, Berbakti Kepada orang tua, Bekerja, dan Akhirnya tentu Tua dan kembali menghadap kepada sang Pencipta.

Sekilas memang sederhana garis "nasib" kita di masa depan.   Jika anda beragama Islam seperti saya, sudah jelas dicantumkan dalam Kitab Suci Al Qur;an "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (QS. Al-Imran:185).  Nah jadi tidak usah berebut untuk ke "sana" , toh cepat atau lambat ajal pasti akan datang menjemput kita dengan cara yang tidak kita ketahui.  Persoalannya sekarang bukan bersiap menghadapi sang kematian yang datang bisa kapan dan dimana saja kepada manusia, tetapi bagaimana waktu yang tersisa sekarang dimanfaatkan sebaik baiknya untuk mencari "bekal" yang cukup untuk bisa sukses di dunia dan di akhirat.  Kita semua dituntut untuk bekerja keras untuk memanfaatkan sang waktu

Tiap Generasi Memang Berbeda
Saya sendir merasakan 40 tahun sudah saya lewati, dan begitu banyak catatan kesalahan , kekhilafan, kekurangan, serta kekeliruan yang saya lakukan sejak usia kanak kanak dan mungkin sudah pada sampai saat pada sekarang ini.  Banyak sudah catatan dan lembaran hitam yang saya torehkan dan menjadi catatan yang amat berharga, dan tidak mungkin saya lupakan sampai akhir hayat.  Dengan menikah, sunah Rasul , yang saya lakukan pada tanggal 11 Desember 2008 dan sudah menghadirkan sepasang buah hati yang lucu dan manis mengoyak hati saya terdalam bahwa masih ada "PR" yang belum saya tuntaskan.

Separuh dalam dalam diri ini menjadi tanda tanya besar akan diapakan hingga di usia senja saya nanti, karena begitu banyak "pekerjaan rumah" , kebajikan, kebaikan, dan amanah yang belum sempat saya tunaikan sejak masa SD, SMP, SMA , Kuliah , Menikah dan hingga sekarang ini. 

Kita semua tahu bahwa yang namanya rezeki, dan maut memang hak preogratif Allah SWT, dan kita tidak pernah tau kapan dan dimana manusia itu "ditarik" dari peredarannya di dunia ini.  Kita mungkin boleh terkekeh kekeh akan keberhasilan karir, dan mapannya rezeki yang berlimpah yang Allah SWT percayakan kepada kita, namun tidakkah kita sadari bahwa dari Harta itulah sebenarnya ada bagian , ada hak orang lain. 

Sedekah misalnya.  Akankah harta mampu menolong kita nanti di akhirat?.  Saya bukan ahli agama, dan pengetahuan saya tentang agam sangat dangkal.  Saya rasa harta juga bisa dijadikan "jembatan" yang bisa membantu kita "menyeberangi" dunia ke Syurga dengan memanfaatkan harta untuk kebaikan, membangun Masjid, Membantu fakir miskin, dan lain sebagainya. Banyak cara untuk bisa bersedekah, bahkan tanpa harta sekalipun. Menyingkirkan onak dan duri dari jalanan juga merupakan amalan dan sodakoh yang luar biasa.

Setiap generasi memandang berbeda tentang usia tua ini, tidak jarang dari para "senior" (Baca : orang dewasa) kita memandang hari tua adalah hari saatnya lebih "bandel" baik dalam hal urusan keduniaan maupun urusan kepentingan pribadi lainnya, dan tidak sadar diri kalaw usianya sudah tidak muda lagi.  Lupa diri, dan lupa memikirkan masa depan biasanya menjadi ciri dari para orang tua sekarang ini, dan sepatusnya model orang tua seperti itu tidak layak menjadi panutan kita yang saat ini calon menjadi orang tua.  Kita boleh saja menganggap selalu muda dalam artian semangat, visi membangun dan visi berkarya , namun tetaplah akan menjadi usia lanjut dari segi fisik, karena setiap tahun usia manusia akan berkurang 1 tahun.

Sebagai penutup tulisan amburadul ini, saya mencoba mengingatkan kepada diri saya sendiri untuk segera sadar diri, jangan lupa diri, dan bersiap untuk memanfaatkan sebaik mungkin masa waktu yang tersisa dalam menyambut usia lanjut usia lansia nanti.   Beberapa catatan cita cita, harapan dan impian yang membuncah dalam dada semoga akan tetap menjadi bara dalam dada untuk terus bekerja keras mewujudkannya kelak di masa yang akan datang.  It's just matter of time, hanya persoalan waktu saja. 

Selamat Hari Lansia, Lanjut Usia, 29 Mei 2012


Asep Haryono
Blogger

5 comments:

  1. ok om, saya akan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin...

    ReplyDelete
  2. hari lansia ya? wah baru tahu Kang.

    "selalu muda dalam artian semangat, visi membangun dan visi berkarya , namun tetaplah akan menjadi usia lanjut dari segi fisik, karena setiap tahun usia manusia akan berkurang 1 tahun", saya salin dalam ingatan.

    ReplyDelete
  3. Iya nih, baru tau juga hari ini hari Lansia.

    Selamat hari lansia kalo begitu. Semoga usia kita semuanya bermanfaat untuk hal2 baik hingga hari tua kelak.

    ReplyDelete
  4. trus buat apa ingin hidup 1000 tahun lagi kalo badan tetap menjadi tua ya..?

    ReplyDelete
  5. Namanya manusia mah pasti bakalan jadi tua.

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog