Jual Milagros disini
Loading...

Khilaf, dan Salah, tapi saya Tidak Hobi Plagiator

Plagiator adalah kebiasaan buruk dan kurang terpuji yang dilakukan oleh seseorang dengan mengambil sebagian atau seluruh hasil karya orang lain, dan diklaim sebagai hasil kreasinya sendiri. Dunia Plagiat di Indonesia sudah sedemikian parahnya, dan isu ini kembali hangat setelah ada seorang profesor atau guru besar (kalaw tidak salah) yang dihukum ditunda gelarnya karena memiliki skripsi atau tesis yang berasal dari hasil karya orang lain. Julukan Plagiator adalah julukan yang sangat kasar, dan kejam dalam kacamata saya.

Seseorang yang mendapat julukan demikian biasanya kerjannya adalah copy pasnya te karya orang lain dan diakuinya atau diklaim sebagai hasil karyanya sendiri, tanpa mencantumkan sumber aselinya. Kebiasaan plagiat ini dilakukannya tentu mempunyai alasan dan maksud tertentu. Sudah pasti alasan plagiator apapun alasan yang dikemukakansudah pasti tidak akan didengar orang lain. Sekali saja berbuat salah dengan memplagiat orang lain, julukan plagiator akan terus melekat dalam dirinya tanpa ampun. Itulah kekuatan media. Dunia media memang bisa menaikkan nama orang setinggi langit, dan menenggelamkannya sedalam lautan. Ini (akhirnya) juga terjadi dan dialami oleh saya sendiri yang secara tidak sengaja hasil olahan materi milik situs orang lain yang dipublish di website saya sendiri namun saya tidak mencantumkan nara sumbernya KETAHUAN.

Saya Mengaku Khilaf
Kejadiannya berawal dari keasyikan saya untuk "mengejar target" konten website pribadi saya untuk katagori laporan perjalanan wisata ke Bali. Saya memang paling sering ke Bali bahkan saat saya menulis postingan di blog saya ini juga masih berada di Hotel All Seasons yang terletak di jalan Teuku Umar , Denpasar, Bali. Dan kunjungan saya ke Bali adalah kunjungan saya yang ke 10 (sepuluh). Mengenai substansi materi yang bertemakan KRISNA Bali itu memang mengambil data dan naskah milik orang lain yang saya tidak mencantumkan nara sumber atau URL dari websitenya yang beralamat di http://laurentiadewi.com/ tersebut. Mungkin karena terburu buru sedang ada kegiatan lain, ada saya lupa sudah tidak ingat lagi. Yang saya ingat adalah mencomot naskah orang lain, dan meng "edit" nya sehingga tidak mirip atau tidak terlalu mirip dari sumber aselinya. Orang bilang sih inspirasi atau memperkaya materi, namun tetap saja itu adalah tindakan menjiplak karya orang lain atau plagiat seperti yang orang tuduhkan kepada saya. Padahal dari niat yang paling dalam, tidak ada niat sedikit pun mengklaim karya orang lain dan diakui sebagai karya sendiri. Semuanya hanya untuk dokumentasi saya pribadi saja.

Tapi itulah internet. Jarum jatuh pun terdengar nyaring. Dunia semakin kecil, dan informasi sedemikian cepatnya berlalu lalang hingga pada akhirnya aktifitas ilegal saya ini terdeteksi oleh yang bersangkutan, dan menuliskan pesan di kontak form halaman website saya yang berlamat dii www.asepharyono.com itu. Isi dan pesannya memang masuk ke domain alamat email saya yang kemudian saya baca dengan perlahan, saya sangat shock dengan pemakaian bahasa yang digunakannya sangat menyayat hati. Bahasanya cukup kasar, dan cenderung kualitatif dan lebih mirip kepada menghakimi dan menghujat ketimbang memberikan informasi bahwa saya melakukan kesalahan dengan melakukan kegiatan seorang plagiator.

Saya Meminta Maaf
Saya memang khilaf melakukan aktifitas Illegal seperti plagiator ini, namun saya sedih disebut sebagai seorang pengecut hingga mengaitkan kesalahan saya ini kepada anak anak dan juga keluarga. Sungguh luar biasa dampaknya berimbas dan menjalar kemana mana. Dari kesalahan saya inilah kemudian saya menyatakan permintaan maaf dengan menuliskannya di website saya pribadi, www.asepharyono.com, tempat terjadinya perkara (TKP). Ini adalah kesalahan saya pribadi, dan dilakukannya aktifitas illegal plagiat ini juga diposting di website saya sendiri. Tidak atau bukan diposting di website media tempat saya bekerja. Semuanya menjadi tanggung jawab saya pribadi, dan saya sudah meminta maaf di website saya sendiri hingga beberapa hari lamanya. Kemudian saya hapus, dan saya posting tulisan saya sebagaimana biasanya. Dalam sehari saya biasa posting tulisan sendiri, atau memposting dari sumber lain dengan menyebutkan sumbernya. Namun yang kemarin itu benar benar khilaf. Kapok dah eui.

Saya tidak akan menyampaikan alasan pembenaran (justifikasi) dari aksi saya yang kemarin itu yang sudah sangat identik dengan aktifitas seorang plagiator. Tapi saya tidak HOBI plagiator. Kesalahan bisa terjadi pada siapa saja, dan itu juga berlaku pada diri saya sendiri. Saya kini bisa memahami perasaan orang lain yang jika melakukan KESALAHAN, lalu KESALAHANNYA itu diumbar kepada orang lain sehingga membentuk OPINI. Kesalahan saya yang mencantumkan naskah , meng copy paste naskah orang lain dan tidak menyebutkan sumbernya adalah sebuah kesalahan fatal. Saya sudah meminta maaf dalam website pribadi saya beberapa hari lamanya sesuai tempat terjadinya perkara (TKP).

Ada seorang teman saya di jejaring pertemanab facebook yang bernama Ideal Tasdik yang memasang foto dirinya yang sedang duduk di bibir sungai kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat. Foto dia itu saya jepret sendiri dengan kamera film milik saya dan dijepret sekitar tahun 1992 sudah lama memang. Saya memang pernah berjumpa dengannya , dan dia sudah kembali ke Palembang, yah si Ideal Tasdik ini wong kito Galo, orang Palembang. Itu foto jepretan saya, dan dia tidak mencantumkan nama saya sebagai fotografer atau tukang foto itu di foto primary facebooknya, tapi saya santai saja. Tidak ada masalah buat saya. Keluhan yang disampaikan pemilik situs http://laurentiadewi.com/ yang keberatan karya tulisnya dijiplak oleh saya dapat saya pahami dengan baik. Untuk itupula, sekali lagi, saya menyatakan penyesalan. Saya meminta maaf, Ini pelajaran berharga buat saya untuk lebih berhati hati lagi di masa yang akan datang.

Marilah kita kembali merajut silaturahmi, dan bersahabat.
Saya dengan tangan terbuka membuka diri menerima anda menjadi sahabat saya.
Please be myfriend










No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog