Jual Milagros disini
Loading...

Salat Jumat Terakhir di Mujahidin


Hari Ini Peletakan Batu Pertama Masjid Agung

PONTIANAK –Jumat (18/11), hari ini bisa jadi merupakan salah Jumat terakhir di bangunan lama Masjid Raya Mujahidin. Pasalnya, usai salat, pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan. Bangunan masjid yang lama dirobohkan. Ummat yang akan salat bakal menempati bangunan sementara didekat lokasi pembangunan. Akan hadir Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ustaz Nur Maulana, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Pontianak Oesman Sapta Odang (Oso), tokoh Islam Kalbar dan jamaah Masjid Mujahidin. “Ketua panitia Pak Oso akan sampaikan kata sambutan sebelum peletakan batu pertama,” kata Sutarmidji Wali Kota Pontianak sekaligus Ketua Harian Pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak, kemarin (17/11).

Salat Jumat terakhir dibangunan lama itu nanti akan diisi Said Aqil Siradj sebagai khatib. Sementara Nur Maulana memberi tausiyah saat peletakan batu pertama.Sutarmidji meminta masyarakat Kalbar terutama muslim mendukung pembangunan masjid ini. Dia tidak ingin hal kecil seperti penyebutan nama masjid dijadikan masalah. Nama masjid itu, tegasnya, tetap Mujahidin. “Saya berharap masyarakat jangan permasalahkan hal kecil seperti sebutan. Tetap namanya sampai sekarang Masjid Raya Mujahidin,” tegasnya.

Nama Masjid Agung Pontianak memang sempat santer menjadi nama baru Mujahidin. Bahkan dalam undangan resmi yang disebarkan pantia menggunakan nama Masjid Agung Pontianak. Sutarmidji menjelaskan, agung hanya sebutan untuk memuliakan masjid terbesar di Kalbar itu.
Apakah setelah dibangun namanya lantas berubah ? Sutarmidji menjawab, tidak akan berganti. Setelah dibangun namanya tetap Masjid Mujahidin. “Ada aturannya untuk status masjid dari Kementrian Agama. Disematkan nama agung semata-mata untuk memuliakan masjid itu,” paparnya.

Kondisi terakhir keuangan panitia, lanjut Sutarmidji, sudah terkumpul sekitar Rp 40 miliar. Di rekening panitia sudah siap Rp 20 miliar, Rp 17 miliar di antaranya dari ketua panitia Oesman Sapta Odang. Pembangunan masjid sendiri membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar. Untuk fisik harus ada Rp 84 miliar tersedia, selebihnya untuk penataan lingkungan. “Ditambah Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak uang yang terkumpul sudah Rp 40 miliar,” ungkapnya. “Yang jelas kita masih membutuhkan Rp 30-40 miliar yang perlu dicari tahun depan,” tambah Sutarmidji.

Selain uang, banyak bantuan masyarakat berbentuk material. Ada yang menyiapkan marmer untuk lantai seluas 8.000 meter persegi. “Ada juga yang bantu semen dan sebagainya,” tuturnya.Sutarmidji mengungkapkan, panitia ingin berfokus menyelesaikan pembangunan Masjid Mujahidin. Masalah nonteknis dan tidak prinsip jangan dipermasalahkan. Panitia, kata dia, bertekad menyelesaikan pembangunan masjid itu antara 15-18 bulan. “Panitia bertekad paling lama 18 bulan Masjid Mujahidin yang baru sudah dapat diresmikan. Jadi jangan hadapkan pada masalah yang tidak terlalu penting,” pintanya

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Oesman Sapta Odang terlihat memantau persiapan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Mujahidin Pontianak, kemarin sore (17/11). Ruang depan masjid sendiri begitu ramai oleh pekerja yang berkemas. Terlihat sebuah layar besar dipasang di dalam masjid. Sementara kursi-kursi sudah dijejerkan menghadap ke panggung acara. Berhelai-helai kain warna hijau dan putih menjadi penghias utama ruangan tersebut. Tak banyak yang dikomentari Oso. Tokoh nasional asal Kalbar ini hanya berjanji akan menyampaikan semua saat acara peletakan batu pertama, usai salat Jumat nanti.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua MPR RI ini, mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan pengusaha di Hotel Mahkota, Jalan Sidas.Ketua KNPI Kota Pontianak Muhammad Rifal menyambut baik pembangunan masjid yang nantinya akan menjadi masjid terbesar di Kalbar ini. “Tentu kita akan mendukung. Dengan bertambah besarnya masjid ini akan dapat menampung jumlah jamaah yang lebih besar,” ujarnya.







Sumber : www.pontianakpost.com

1 comment:

  1. luar biasa ya semangat membangun masjid-nya. sama ternyata seperti di sini. bangun masjib bermilyar milayar, tapi setelah jadi sepi yang sholat di sana. sekdar shot jumat dan sholat ied. salam kenal dari guru SD di lombok, pak asep. ditunggu kunjungan baliknya

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog