Tuesday, October 4, 2011

Etika Ber SMS


SMS atau singkatan dari Short Message Service atau Jasa Pengiriman Pesan Singkat. Nah bagi kita SMS adalah hal yang biasa dalam dunia telekomunikasi. SMS tentu tidak sama dengan Telepon dalam hal aktfitas kegiatannya, namun satu hal yang menjadikan kedua aktifitas itu menjadi sama adalah tujuan. Tujuannnya adalah menyampaikan pesan. Kalaw SMS pesan dari sumber menuju tujuan dalam bentuk kata kata (huruf) baik kata pendek maupun kalimat panjang. Sedangkan berTELEPON dalam bentuk suara (sound) dan penggunaan telepon bisa menggunakan Telepon Genggam (handphone-red) maupun telepon bukan genggam seperti telepon rumah, maupun telepon Umum. Ngemeng ngemeng soal Telepon Umum memang sudah amat jarang digunakan oleh orang jaman sekarang ini.

Dengan ramainya Handphone, maka praktis orang sudah kurang memerlukan lagi telepon Umum. Bahkan hadirnya telepon genggam telah memukuk telak TELEGRAM dan PAGER. Namun demikian baik antara aktifitas bertelepon maupun ber SMS mempunyai beberapa batasan menyangkut etika ber Telepon maupun Etika Ber SMS. Nah sudah banyak orang yang menulis tentang etika ber SMS diberbagai media maupun forum, sedangkan yang saya paparkan secara singkat ini adalah versi saya saja. Just my opinions that need to be discussed with all of you

Menyingkat Bahasa
Pernah suatu ketika saya menerima pesan singkat (SMS) dari seorang kawan lama di Jakarta yang saya sendiri jadi bingung membacanya. Pesannya berbunyi kira kira begini "Hey p kbrnya sekarang?. q lagi perlu bantuanmu gt". Nah sekilas saya bisa membayangkan pengirimnya mungkin terlalu gaul sampai pesan SMS pun dibuat dengan bahasa gaul seperti contoh yang saya sebut di atas. Bahasa SMS memang amat mirip dengan bahasa Chatting yang biasa dilakukan orang di dunia maya semisalnya Yahoo Messenger atau orang kadung menyingkatnya dengan YM atau ber YM an.

Bahasa ini juga kerap disebut dengan bahasa Alay atau bahasa suka suka anak muda yang juga konon biasa dilakukan di media jejaring Chat yang lain semisalnya MIRC yang biasa ditemui orang di warnet warnet. Bagi sebagian kalangan, mengirim pesan dengan menyingkat nyingkat bahasa memang tampak gaul atau keren, karena sang penerima SMS pun tidak bisa menerka usia si pengirim pesan singkat itu. Menurut hemat saya boleh boleh dan sah sah saja menyingkat nyingkat bahasa dalam ber SMS jika memang pesan SMS nya panjang. Namun resiko orang yang membaca pesan SMS itu tidak mengerti, adalah resiko yang harus anda tanggung. Tidak ada larangan mau disingkat atau tidak disingkat SMS anda adalah hak anda sendiri. Jadi dengan kata lain Gunakan singkatan yang tidak hanya dimengerti oleh Anda, tapi juga sang penerima sms.

Mencantumkan Nama
Ini memang sering terjadi pada momen hari besar Keagamaan. Dalam agama Islam yang saya anut , berkirim ucapan Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah juga sering saya lakukan dengan menggunakan SMS. Suatu ketika saya menerima beberapa SMS dari nomor nomor yang tidak saya kenal, maksud saya nomor si pengirim SMS memang tidak tercantum dalam address book di Handphone saya, jadi walhasil pesan SMS yang saya terima tidak bernama. Yang lebih parah lagi adalah ucapan selamat lebaran tersebut tidak disebutkan nama pengirimnya. Misalnya saja bunyi smsnya seperti ini "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah. Mohon maaf lahir dan bathin" dari nomor 123456789101 misalnya.

Saya tidak kenal nomor itu karena tidak tercantum dalam daftar alamat telepon di HP saya, dan saya tidak tau siapa pengirimnya. Sedangkan untuk menelpon balik atau mengirim ucapan SMS balik kepadanya juga tidak. Jadi kalaw begini siapa yang salah?. Well tidak ada yang salah dengan SMS SMS yang anda terima itu, jadi memang sebaiknya kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan kepada orang lain. Kita tidak akan pernah tau apakah nomor kita masih mereka simpan atau sudah hilang. Jadi tidak ada salahnya juga kalaw kita mencantumkan nama kita pada SMS SMS yang akan kita kirimkan, khususnya pada SMS SMS hari keagamaan. Jika kita sangat yakin nomor kita masih ada pada mereka, dan yakin nomor HP kita masih tercantum pada mereka, barulah kita kirim SMS yang berisi konten saja, tanpa nama atau identitas diri kita. TOh kita sudah yakin nomor HP kita masih mereka catat.

Sadar Waktu
Mengirim ucapan singkat SMS adalah hal yang biasa biasa saja, dan tidak ada yang salah pada SMS yang anda kirimkan sejauh pesan SMS yang anda kirimkan itu tidak mengandung unsur SARA, caci maki, maupun yang bernada permusuhan. SMS ucapan selamat kepada mereka yang berulang taun adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap orang sebagai tanda persahabatan. Mungkin ada orang yang memakai layanan sms untuk curhat ataupun bertukar informasi. Amankah itu? Coba anda pikirkan, jika anda mengirim sms yang sifatnya terlalu detail atau pribadi, ada kemungkinan bahwa sms itu dapat dibaca oleh pihak yang tidak berkepentingan. Kalaupun terpaksa harus mengirim sms yan sifatnya pribadi, pastikan tidak ada orang lain selain penerima sms yang dapat membaca dan mengerti sms anda tersebut. Atau bila berisi hal yang sangat penting, sebaiknya sms tersebut dihapus setelah dibaca, demi mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. SMS juga bisa menimbulkan prasangka buruk atau bahkan cenderung fitnah yang tidak pada tempatnya.

Selain itu juga kita harus sadar waktu dalam SMS. Waktu sedang ngapain. Apakah setiap saat kita harus ber-sms ria? Sekalipun misalnya itu dengan sahabat atau pacar misalnya bagi yang masih remaja. Tolong pilih-pilih tempat ketika anda asik ber-sms. Jangan misalnya anda sedang mengobrol dengan teman anda atau siapa pun itu, lalu ada sms masuk, anda main lihat sms masuk dan mengabaikan teman ngobrol anda. Coba bayangkan bagaimana rasanya diabaikan ketika anda sedang berbicara lalu teman anda malah asik sms-an, pasti ga enak kan..? Emang enak dicuekin. Nah jika anda saja tidak merasa nyaman jika dicuekin orang lain, maka janganlah kita yang memulai pertengkaran dengan mencuekin teman bicara kita. Jadi saling harga menghargailah. Juga jika anda sedang mendengarkan ceramah atau sedang diskusi penting, maka matikan SMS anda, atau set dalam posisi silent sehingga tidak mengganggu orang lain yang sedang serius.

Juga anda harus sadar waktu jika dalam berkendaraan. Apakah anda pernah sms-an ketika sedang membawa mobil atau motor? Waduh bahaya itu! Tindakan anda itu sebenarnya sudah membahayakan orang lain dan diri sendiri! Jika anda sedang membawa kendaraan lalu ada sms masuk, dan kiranya sms itu penting, lebih baik anda menepikan. Walaupun sudah ada rencana yang akan memberikan sanksi jika melakukan panggilan dan menerima SMS dalam berkendaraan, namun sebaiknya anda mematuhinya. Yang sering terjadi sekarang ini adalah kita ber SMS bahkan sedang mengendarai kendaraan di jalan raya, bukankah tindakan itu benar benar keterlaluan karena bisa membahayakan orang lain di jalan terlebih membahayakan diri anda sendiri. Jadi hindari anda membalas SMS atau bahkan mengirimkan SMS saat anda sedang berkendaraan di jalan raya.

Nah ini saja dahulu tips tips ber SMS dari saya pribadi. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, selamat mengirimkan pesan singkat SMS ya.


0 comments:

Post a Comment