Jual Milagros disini
Loading...

Menolong Itu Menyenangkan


Dari judul tulisan singkat saya pada hari ini memang sudah bisa ditebak temanya yakni tolong menolong. Nah barangkali para pembaca setia blog saya juga sudah mengetahui bahwa hidup kita di Masyarakat tidak terlepas dari budaya tolong menolong yang memang sudah menjadi budaya dasar orang Indonesia pada umumnya.

Sifat ramah tamah dan murah senyum bangsa Indonesia sudah terkenal ke seluruh dunia dan itu adalah salah satu keunggulan Indonesia yang mungkin tidak ada yang bisa menyamainya di negara manapun di belahan dunia ini. Terkesan sombong memang, tapi memang itulah kenyataannya. Rakyat Indonesia yang murah senyum (smile) dan ramah tamah (friendly) menjadi icon bangsa Indonesia yang sudah amat terkenal ini. Belum lagi dengan keanekaragaman budaya dan banyaknya agama yang dilindungi di Indonesia menjadikan bangsa Indonesia menjadi salah satu bangsa yang menjadi contoh bagi negara lain. Kita bangga semua itu. Tema tulisan ini adalah menolong itu menyenangkan. Benarkah?

Mengapa Perlu Saling Menolong
Sebelum saya memulia menulis tulisan singkat ini, ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca sekalian. Sudahkah kalian menonton film yang berjudul Pay It Forward yang terkenal itu?. Film ini bercerita tentang Trevor Mc Kinney yang ( kalau tidak salah ) diperankan dengan sangat baik oleh Cevin Spacey, seorang siswa SMP yang hidup dengan seorang ibu yang pemabuk ( diperankan dengan sangat hebat dan menggugah oleh Helen Hunt --- bermain juga dalam What Woman Want ) bernama Arlene yang bekerja di dua tempat sekaligus untuk menghidupi anaknya. Di waktu siang hari ia bekerja sebagai pelayan kafe sekaligus tempat bermain judi, dan malam hari bekerja sebagai pelayan bar dengan pakaian seronok.

Singkat cerita film ini ditutup dengan adegan Ashlee dan Simonet menonton tayangan rekaman Trevor di televisi, dan secara mengagetkan diluar sana ternyata telah banyak orang yang berkumpul di kediaman trevor sambil membawa lilin dan bunga sebagai tanda berduka. Semua hadir diselingi oleh air mata ( adegan sama ada di fim Little of Tears, namun ini lebih menyedihkan ) dari kejauhan terlihat antrian mobil yang panjang yang semuanya mengarah ke kediaman Trevor. Sungguh, sebuah tontonan yang sangat menggugah. Inti dari film itu bisa menjadi pelajaran baik bagi kita. Saat ada orang lain yang menolong Anda, jangan membalasnya langsung kepada orang tersebut melainkan tolonglah orang lain. Dengan demikian, kebaikan tidak akan berhenti pada dua orang saja, tetapi akan terus berlanjut dan menyebar ke lebih banyak orang.

Dalam pada itu dalam literatur juga disebutkan secara jelas mengenai perilaku seperti menolong ini, yang lebih dikembangkan lagi dengan sifat berbagi, dan bekerja sama yang jelas disebutkan oleh Batson (1998), Walster dan juga Piliavin (19'72) . Mereka mendefinisikan bahwa altruisme sebagai perilaku menolong yang sukarela, menuntut pengorbanan dari pelakunya, dan digerakkan oleh sesuatu di luar harapan untuk mendapatkan keuntungan material ataupun keuntungan secara sosial (misalnya dipandang baik oleh lingkungan). Selanjutnya disebutkan bahwa prilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Menolong Adalah Kewajiban
Mengapa saya katakan "kewajiban"? Apakah mereka yang tidak menolong sesamanya bisa dikatakan melakukan "pelanggaran" yang berkonsekuensi kepada hukuman? Oh tidak sama sekali. Anda mau menolong orang lain atau tidak adalah hak anda sendiri. Saya menyebut "kewajiban" karena lebih bersifat kepada budaya dan karakter diri yang pada dasarnya adalah memiliki sifat dasar saling tolong menolong kepada sesamanya. Sifat dasar manusia itulah yang melekat pada dirinya sejak dia dilahirkan. Coba bayangkan saja apakah anda bisa memakai baju sendiri jikala anda masih bayi? Tentu saja tidak. Orang tua andalah yang memakaikan baju kepada anda karena anda masih bayi. Ini contoh sederhananya. Budaya tolong menolong akan semakin berkembang takala seseorang sudah beranjak dewasa dan mulai bersentuhan dengan masyarakat lain.

Menolong tidak semua orang bisa melakukannya. Juga tidak semua orang mau menolong orang lain. Jadi kalaw dirangkai dalam satu kalimat menjadi lebik lengkap. "Tidak semua orang bisa, dan mau menolong orang lain". Mengapa demikian?. Ada orang yang diberikan rezeki oleh TUHAN YME dengan kekuatan hartanya yang melimpah. Dengan hartanya yang banyak itu apa pun bisa dia beli dengan kekuatan materi dan harta yang ada padanya. Tapi sifat menolong orang lain tidak dia miliki. Dia sebenarnya bisa menolong orang lain yang membutuhkan bantuannya, tapi dia tidak mau melakukannya. Mengapa demikian? Mungkin saja dia berpikir dengan membantu orang lain dengan harta yang dimilikinya akan menyebabkan hartanya akan berkurang. Ini adalah sifat yang tidak baik dan tidak boleh ditiru. Menolong orang lain yang memerlukan bantuan, dan kita mampu membantunya adalah perbuatan mulia, dan tidak akan membuat kita jatuh miskin.

Apakah anda mau menolong orang lain atau tidak itu adalah hak anda. Namun demikian sifat tidak mau menolong orang lain disebabkan oleh banyak faktor yang melatar belakanginya. Salah satu faktor yang mungkin menjadi penghambat orang menolong orang lain adalah "kecurigaan" jika menolong orang lain bisa membahayakan dirinya. Kok bisa? Ya bisa saja bukan. Faktor "kecurigaan" bahwa kalaw menolong orang lain akan merugikan dirinya. Jika kerugian tersebut nampak nyata, manusia akan cenderung untuk mengurungkan niatnya untuk menolong. Kebanyakan orang Indonesia tidak mau mengambil risiko mengalami kerepotan untuk menolong orang lain. Kebanyakan dari mereka tidak mau "kena getahnya". Nah masuk akal bukan?

Menolong Itu Melegakan Jiwa
Dalam sebuah tulisanya, seorang bloger yang bernama Khustiawanm enuliskan makna tolong menolong diblognya. Menurutnya tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orangpun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.

Khustiawan dengan gamblang memaparkan bahwa dngan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain. Juga dengan mau menolong orang lain, pasti ada orang yang mau menolong kita, berlaku hukum sebab akibat, jika kita menolong A belum tentu A yang akan menolong kita, bisa saja B yang menolong kita. Dia juga mengatkaan bahwa kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya.

Menurut Khustiawan dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. "Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis. Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun. Mari kita tolong menolong" katanya menutup tulisan di blognya. Saya sangat setuju dengan pemikiran beliau, bahwa pada hakikatnya menolong orang lain adalah juga untuk menolong diri kita sendiri. Ada semacam kepuasan batin dan kepuasan jiwa yang amat melegakan jika kita berhasil menolong orang lain dari kesusahan yang menimpanya.

Penutup Tulisan
Jadi banyak sekali hal yang bisa kita tarik manfaatnya yang luar biasa betapa menolong orang lain itu amat menyenangkan khusunya bagi batin dan jiwa kita. Dahaga diri dan jiwa kita seakan segar seperti bunga yang disiram air dikala matahari kian terik menyengat dengan sinarnya yang panas itu. Bagaikan oase di padang pasir yang panas, dan sifat menolong yang ada pada diri kita seakan menjadi angin segar dan penyejuk batin kita semua. Menolong orang lain tidak harus dengan harta dan materi berbentuk uang. Tidak selalu harus seperti itu. Menolong orang lain dengan memberikannya fasilitas untuk bisa bangkit dari keterpurukannya sendiri adalah mulia. Jika kita tidak bisa memberikan orang lain Ikan, nah berikanlah dia kail yang bisa dia gunakan untuk mencari ikan sendiri.

Apa manfaat kita menolong orang lain? Seperti yang sudah saya singgung di paragraf terakhir tulisan pendek ini adalah jiwa dan batin yang terasa plong dan amat melegakan. Ada semacam perasaan membanggakan dan perasaan melegakan jika kita berhasil menolong orang lain dan bangkit dari keterpurukannya. Ini juga berarti kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai anggora masyarakat tertunaikan sudah, dan perasaan melegakan itu menghampiri diri kita setiap kali kita berhasil menolong orang lain. Ada semacam perasaan senang di jiwa dan perasaan yang lebih bahagia dalam diri kita jika kita berhasil menolong orang lain.

Menolong Itu Menyenangkan

1 comment:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog