Jual Milagros disini
Loading...

Menjaga Semangat Ramadhan


Hai semua. Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali lagi hadir ditengah tengah anda anda semuanya, para pembaca dan pencinta blog Asep Haryono ini hehehe. Duile geernya minta ampun dah. Udah kaya artis aja saya ini macam ada fans gitu deh, ya biarlah pede aja lagi. Ehm senang sekali saya bisa kembali hadir memposting di blog kesayangan saya ini setelah absen beberapa hari karena Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah.

Setelah ramai diberitakan, dan kita semua sudah mengalami adanya perbedaan jatuh hari "H" Iedul Fitri yang ternyata diumumkan secara resmi oleh pemerintah jatuh lebarannya pada hari rabu tangg1l 31 Agustus 2011 atau 1 Syawal 1432 Hijriah. Saya pribadi tidak mempermasalahkan perbedaan itu, karena dan juga seperti pada taun taun sebelumnya saya selalu ikut pemerintah. Jadi kalaw pemerintah salah kalkulasinya, biar pemerintah nanggun dosanya rakyat Indonesia yang sudah mempercayakan kalkulasi jatuh hari Lebarannya kepadanya.

Semangat Ramadhan
Seperti yang sudah saya bahas pada postingan saya sebalumnya bahwa Ramadhan nan syahdu penuh berkah memang sudah berlalu. Kita memang patut merasa sedih, dan bersusah hati dengan perginya Ramadhan tercinta dari hadapan kita semua. Kita semua tidak akan pernah tau sampai kapan bisa ketemu lagi pada Ramadhan yang akan datang. Siapa yang bisa memastikan kalwa kita akan bertemu lagi di bulan Ramadhan tahun Depan? Siapa? Tentu tidak ada yang bisa meramalkan. Semuanya hanya milik Allah SWT. Allah lah yang Maha Tahu segala galanya. Allah Maha Kuasa atas apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah SWT Maha mengetahui apa yang ada dibelakang dan di depan kita.

Kita sudah bisa memaklumi kegundahan kita semua akan perginya Ramadhan terkasih. Ramadhan bulan yang amat dimuliakan. Sudah banyak yang menulis akan nilai nilai Ramadhan, dan juga hikmah Ramadhan di berbagai media, dan saya tidak akan membahasnya lagi. Saya kira teman teman blogger, dan para pecinta tulisan tulisan saya sudah bisa search sendiri mengenai makna, nilai terkandung, dan kebaikan Ramadhan 1432 Hijriah ini.

Nah sodara sodara sekalian, Ramadhan memang penuh berkah. Bulan Ramadhan lah masa masa "remisi" bagi dosa dosa kita yang sudah amat menumpuk bahkan berkarat sejak kita kecil hingga di usia sekarang ini. Di bulan Ramadhan itulah kesempatan bagi umat manusia, Hamba ALLAH SWT, untuk membakar dosa dosa yang telah lalu, lalu mencari pahala sebanyak banyaknya. Yah pahala memang "obral" besar besaran. Jadi amatlah rugi jika Ramadhan 1432 Hijriah dilewatkan begitu saja tanpa ada amalan kebaikan. Sia sia saja mereka yang berpuasa sebulan penuh namun hanya didapat lapar dan dahaga saja. Semoga amal ibadah kita selama Ramadhan 1432 Hijriah ini diterima oleh Allah SWT. Amin

Walau Ramadhan 1432 Hijriah sudah lewat, saya mencatat beberapa hal penting yang sebaiknya tetap kita jaga , kita bina bahkan kalaw perlu kita tingkatkan WALAUPUN sang Ramadhan terkasih sudah berlalu dari hadapan kita semua. Beberapa catatan itu antara lain misalnya :
  1. Masjid Tetap Makmur
    Coba kita lihat saja. Selama bulan Ramadhan 1432 Hijriah, dan juga biasa terjadi disetiap Ramadhan, yang namanya jamaah Masjid penuh sesak oleh orang yang mendirikan Sholat Tarawih bahkan meluber sampai ke pelataran , plaza hingga ke halaman parkir masjid (kalaw ada parkirnya loh-red). Nah mengapa saat Ramadhan berlalu, masjid masjid kini kembali menjadi "sunyi" dan "sepi" dari jamaah sholat?. Mengapa itu selalu terjadi dari taun ketaun pasca Ramadhan?. Yang namanya memakmurkan masjid adalah kewajiban kita semua, dan Ramadhan adalah trigger atau pemicunya. Semangat ayo. Mari kita tetap pertahankan masjid tetap makmur dan ramai orang sholat.

  2. Sodakoh
    Kalaw dalam Ramadhan dikenal dengan sebutan Zakat yang merupakan salah satu rukun Islam bukan. Amalam Ramadhan kita tidak akan sampai pada Allah SWT jika tidak dilanjutkan dengan kewajiban membayar Zakat. Nah dengan kata lain semangat membayar Zakat ini tentu kita alihkan dengan kegiatan amal sodakoh dan amal jariah lainnya. Zakat hanya ada di bulan Ramadhan, dan diluar ramadhan adalah amal jariah, infak dan juga sodakoh. Semoga saya tidak salah menyebutnya, maklum saja saya masih belajar agama nih hehehhee. Nah semangat memberikan bantuan kepada fakir miskin, dan kepada mereka yang tidak mampu sebaiknya tetap menyala walaupun Ramadhan telah lewat.

    Saya jadi ingat dengan koin cinta Balqis, dan koin buat Prita Mulyasari. Nah tentu masih segar ingatan kalian bukan akan gerakan koin itu. Nah jangan remehkan koin atau recehan di saat seperti masa kampanye kedua program itu. Dengan sekeping uang koin recehan pecahan Rp.100,- ( Seratus rupiah saja) bisa terkumpul hingga Milyaran rupiah. Nah bayangkan jika seluruh penduduk Indonesia ini menyumbangkan 100 rupiah saja setiap orang , bisa dibayangkan puluhan Milyar bisa terkumpul dalam waktu singkat. Bisa dibayangkan berapa banyak rumah, sekolah bisa dibangun dengan uang itu. Nah tentu akan banyak manfaatnya. Itu sekedar contoh saja. Bersodakoh tidak harus dengan nilai yang besar. Sodakoh dan infak dengan nilai berapa saja amat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Menyumbang besar itu baik, menyumbang kecil juga baik. Semua terpulang kepada niat dan ketulusan kita dalam beramal dan bersodakoh

  3. Silaturahmi
    Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya bahwa Berlebaran adalah momen yang tepat untuk melebur segala dosa dan kesalahan yang telah kita buat baik yang tidak sengaja maupun yang direncanakan kepada sodara, kerabat, dan handai tolan. Tradisi saling kunjung mengunjungi di hari raya Lebaran adalah hal yang sangat dianjurkan, dan itulah nilai utama dari lebaran raya, saling datang kunjung mengunjungi, dan saling bermaaf maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Walaupun Ramadhan dan Lebaran sudah lewat, tradisi saling kunjung mengunjungi sudah sepatutnya kita pertahankan. Bersilaturahmi harus tetap terbina walaupun Ramadhan dan Lebaran sudah berlalu. Setuju bukan?


  4. Menjaga Diri
    Dalam bulan Ramadhan 1432 Hijriah kita berpuasa. Berpuasa dari hal hal yang bisa membatalkan pahala puasa kita. Menjaga diri kita dari hal hal yang tidak perlu yang bisa membatalkan puasa bahkan mengurangi pahala kita berpuasa. Seperti yang sudah kita ketahui bersama yang namanya berpuasa kalaw hanya sekedar menahan DAHAGA dan LAPAR saya kira semua orang banyak yang bisa melakukannya.

    Tapi menjaga mata, hati agar tetap berpuasa dari hal hal yang bisa mengurangi pahala puasa adalah hal yang amat sulit dilakukan. Mata misalnya. Apakah selama puasa Ramadhan 1432 Hijriah kita bisa menahan mata dan pandangan kita dari hal hal yang tidak baik misalnya?. Nah jawablah dengan jujur. Kalaw pertanyaan ini diajukan kepada saya, ya saya sendiri banyak melakukan kesalahan. Mengapa kita tidak evaluasi diri kita sendiri terhadap puasa kita sendiri? Menjaga diri tidak hanya dalam Ramadhan saja. Mari kita pertahankan tradisi menjaga diri waalupun Ramadhan telah berlalu. Ayo kita bisa.
Nah 3 (tiga) pilar di atas lah yang menurut saya pribadi harus tetap diPERTAHANKAN dan kalaw perlu lebih DITINGKATKAN lagi dari waktu kewaktu. Nah tugas ini adalah tanggung jawab kita semua bagaimana menjaga semangat Ramadhan tetap menyala dalam diri sanubari kita masing masing. Saya yakin jika ini dipegang teguh, menjaga tiga hal di atas yang menurut saya adalah kunci dari ketertiban hidup bermasyarakat, saya kira tidak akan ada lagi yang namanya Kekerasan, penipuan, apalagi KORUPSI yang makin meraja lela seperti sekarang ini. Seperti yang saya kutip dari statemen bapak Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dalam acara DemoCrazy yang saya saksikan semalam bahwa Puasa harus benar benar dihayati jadi tidak akan ada lagi korupsi di negara ini.

Mari kita pertahankan semangat Ramadhan di hati kita masing masing
Keep up the good work
Yes We Can

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog