Jual Milagros disini
Loading...

Jangan (Pernah) Menyerah


Dalam hidup seseorang pastilah mengalami apa yang dinamakan pasang surutnya kehidupan. Memang demikianlah apa adanya. Pasang surut kehidupan seseorang bisa jadi sama atau berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Suka duka yang kita alami dalam menjalani kehidupan ini seolah seolah seperti warna warni yang seharusnya kita jalani sebagai proses pendewasaan kita.

Bagaimanapun juga kita akan dan terus diuji oleh berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan dan juga berbagai nama dan istilah lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu satu. Batasan dan pengertian dari semua itu berbeda beda penafsirannya bagi setiap orang, dan bagi saya sendiri semua itu menjadi jalan untuk menjadi manusia yang sabar, dan melatih diri untuk lebih bijak dan bijaksana dalam setiap kesempatan. Setiap dari kita tentu akan mengalami berbagai kendala dan semua itu akan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang tangguh, dan akan terus berani menghadapi berbagai rintangan yang coba menghadang pada masa yang akan datang.

Hidup Seperti Ujian
Dalam hidup memang seperti ujian namun demikian ujian yang akan kita hadapi senantiasa kita hadapi dengan tabah dan juga sabar. Tabah dan Sabar. Dua sifat yang saling dukung mendukung itu sudah sewajarnya kita miliki, siapa saja, saya dan juga anda semua. Banyak orang yang tidak bersabar atas sesuatu yang menimpa dirinya tidak saja berupa kemalangan, dan hidup serba kekurangan, namun juga tidak segera bersabar ketika mendapati kesenangan dan kebahagiaan. Kita sering lupa diri jika sudah mendapatkan kesenangan, berbagai macam teori bermunculan untuk memaknai kebahagiaan dan kesenangan itu hingga kepada ide ide yang idealis serta brilian.

Namun demikian tidak tertutup kemudian kita semua dihadapkan pada suatu kenyataan ternyata kita salah kalkulasi. Kebahagiaan dan kesenangan yang sudah digenggam dengan sukses itu bisa menjadi bumerang yang akhirnya kita mengalami kendala dan kekurangan. Mengapa hal yang sebenarnya bisa dihindari itu malah menjadi kenyataan?. Apa yang salah dengan semua kesenangan dan kebahagiaan itu?

Banyak yang sukses dan lulus jika diberi erbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan oleh Allah SWT. Dengan semuanya itu kita menjadi dekat dengan Allah SWT, dan kita semua menjadi taat dan tekun beribadah semata mata agar berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan tersebut diangkat atau dijaukan dari diri kita. Namun , sekali lagi, saat kita diberikan kelebihan, kelonggaran, limpahan rezeki dan berbagai macam kesenangan lainnya seolah olah kita lupa akan "campur tangan" Allah SWT dibalik semua keberhasialn dan kesuksesan yang kita raih.

Konteks tulisan pendek saya pada hari ini semata mata ingin menggambarkan dan sebagai bahan pelajaran bagi diri saya sendiri khususnya yang berusaha menjadi yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, agama serta bangsa dan negara kalaw diliat dari sisi idealisnya. Cita cita yang sudah ditanamkan sejak dini, dan juga cita cita kita semua, seolah harus bersabar menunggu "giliran" untuk dikerjakan. Rencana sudah pasti ada dan kita miliki semua, namun tidak tertutup kemungkinan rencana yang sudah dibuat matang tersebut tertunda atau terkendala dapam eksekusinya karena berbagai hal dan faktor yang tidak dapat kita hindarkan sebagai faktor eksternal, disamping faktor internal dalam diri kita sendiri, seperti motivasi dan ketekunan.

Bagian Penutup
Hidup memang seperti ujian. Seperti anak sekolah yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas. Jika sang anak belajar dengan rajin dan tekun tentulah dia bisa mengerjakan soal soal ujian yang diberikan kepadanya, dan tentu saja dia akan mendapatkan nilai yang baik sebagai buah dari hasil kerja kerasnya dalam belajar. Kita semua harus sadar bahwa hidup ini memang tidak semudah membalik telapak tangan. Teori bisa saja kita ciptakan, namun apakah semua teori yang kita peroleh saat kita masih dibangku sekolah dulu akan sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari hari. Pengalaman hidup mengajarkan bahwa kesuksesan yang diraih seseorang tidak dapat dengan mudah direbut atau digenggam dan semuanya itu harus mengikuti proses seleksi alam dimana siapa yang tabah dan sabar dalam menjalani tentu akan membuahkan hasil yang baik sebagai invetasi hidup di masa depan.

Sadar bahwa setiap diri dari kita memiliki berbagai kelebihan dan juga kekurangan. Manusia memang tidak ada yang sempurna. Biarpun sedikit tentulah memiliki cacat, dan cacat itu ada dalam setiap diri manusia. Di saat manusia terpuruk dalam bingkai kesulitan dan kekurangan, pastilah Allah SWT memberikan bekal kelebihan pada dirinya yang bisa dia gunakan untik menutupi kekurangannya. Manusia tidak akan pernah bisa memperoleh kesempurnaan sampai manusia itu menyadari akan kelebihan dan kekurangannya. Tidak cepat berputus asa karena kekurangan, dan kesulitan yang menimpa dirinya, dan tidak pula menjadi lekas lupa diri atau bahkan menjadi pribadi yang pongah serta sombong jika mendapati dirinya di atas angin dan mendapat kesenangan lebih banyak dari yang lain.

Semua itu seharusnya menyadarkan kita bahwa berbagai macam kesulitan, kendala, hambatan, godaan, cobaan, gangguan yang telah, sedang dan akan kita alami akan membentuk pribadi yang tangguh. Sebagai penutup dari tulisan pendek ini saya kutipkan kata dari Kahlil Gibran bahwa selalu ada keindahan dalam setiap masalah. Itu adalah salah satu cara kita belajar. Marilah kita belajar dari setiap moment dalam kehidupan ini.

Jangan (Pernah) Menyerah

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog