Jual Milagros disini
Loading...

Hanya Empat Kata


Hidup bermasyarakat memang unik, dan memerlukan rasa tolerasni yang tinggi. Tentu ini ada benarnya karena sebagai bagian dari masyarakat, kita tidak dapat hidup seenaknya karena kebebasan kita berhadapan dengan kebebasan orang lain. Artinya bahwa hidup bermasyarakat memerlukan rasa respek dan penghargaan satu sama lainnya sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian yang memang amat didambakan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia dari pedesaan , perkotaan hingga kepada tatanan berbangsa dan bernegara.

TIdak saja di forum olah raga seperti sepakbola yang pernah melambungkan perdamaian dan kesatuan bangsa dengan ramai ramai bersatu padu mendukung timnas Indonesia dalam pertandingan sepakbola, tetapi pada forum yang lain. Berbeda dengan tulisan saya sebelumnya "Hanya Satu Kata" maka tema tulisan saya kali ini adalah "Hanya Empat Kata". Nah nah kok bisa ya beda angka gitu?. Hehehe saya sendiri kadang suka senyum senyum sendiri, jangan jangan gila. Haha nda lah saya senyum karena saya mentertawakan diri sendiri. Kalah kemarin "hanya satu kata", lalu hari ini "hanya empat kata" jangan jangan besok akan berubah lagi menjadi lebih dari itu. Nah penasaran ya apa yang saya maksud dengan "hanya empat kata" seperti pada judul tulisan saya pada hari ini?

"Hanya Empat Kata" yang menjadi judul tulisan saya hari ini sangat berkaitan erat dengan hidup bermasyarakat yang majemuk. Kita semua tau bahwa masyarakat kita yang heterogen dan berbeda beda sifat dan karakternya memerlukan rasa setia kawan, toleransi , penghargaan dan juga pengertian yang tinggi satu sama lainnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah membunyikan tape atau radio. Anda bisa saja enjoy dengan lagu atau musik yang anda sukai dan diputar di rumah anda sendiri, namun akan menjadi masalah bagi orang lain jika volume atau suara yang anda pasang dari tape atau radio anda sedemikian kerasnya sehingga mengganggu tetangga kiri dan kanan anda.

Bagaimana jika tetangga anda ada yang sakit gigi misalnya, lalu mendengar suara radio atau tape tetangganya yang keras, bukankah ia akan merasa semakin tersiksa dibuatnya. Sudah giginya terasa ngilu karena sakit karena kebanyakan makan jengkol misalnya, menjadi tambah uring uringan karena mendengar suara radio tape tetangga yang keras itu. Nah itu cuma contoh simple aja. Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang 4 (empat) kata ini yang bisa anda mudah dapatkan dengan search di mesin pencari semacam Google, atau Yahoo, namun kali ini adalah pendapat dari saya sendiri yang berbeda dari yang sudah ada. Nah 4 (Empat) kata yang saya maksud dalam tulisan saya pada hari ini adalah :

  1. Permisi
    Kata "permisi" atau kalaw dalam bahasa Inggris lazim disebut "excuse me" adalah ungkapan seseorang yang meminta "izin" kepada orang lain karena akan melakukan sesuatu hal atau karena sesuatu hal. Ini pendapat saya pribadi. Sebagai contoh adalah jika anda melihat dua orang rekan sahabat anda sedang asyik berbicara satu sama lainnya, dan anda bermaksud untuk nimbrung atau ingin bertanya sesuatu kepada salah satu dari mereka, tentu anda tidak boleh nyelonong boy tentunya. Tentunya kita akan mengucapkan "permisi" kepada mereka. Begitu pula yang saya maksud dalam artian syar'i seperti saat anda lewat di hadapan orang tua, tentu tidak kita boleh lewat di depan orang tua begitu saja tanpa mengucapkan kata permisi. Nah hal hal semacam inilah yang kadang suka terlupa kita lakukan, entah karena gengsi atau karena sibuknya sehingga segan, lupa atau tidak mau mengucapkan kata permisi.

  2. Minta Tolong
    Kata "minta tolong" ini juga berdampak yang luar biasa, karena membutuhkan "nyali" yang besar untuk mengucapkan dua kata yang ajaib ini, minta tolong. Kita tentunya pernah atau sering lupa mengucapkan dua kata itu kala ingin sesuatu dari orang lain. Sebagai contoh sederhananya saat pekerjaan anda tidak tuntas, atau anda tidak dapat mengedit gambar dari software Adobe Photoshop, dan anda melihat ada rekan kerja anda yang mahir di bidang itu. Tentu kita akan meminta tolong kepadanya agar bisa membantu anda menyelesaikan pekerjaan anda.

    Begitu pula saat kita menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu atas kehendak kita, tentu kata ini sebaiknya disertakan sebagai awal kalimat anda jika meminta sesuatu untuk dikerjakan atas keinginan anda. "Tolong donk ambilkan kertas di atas meja ya". Nah inilah contoh sederhananya. Namun pada umumnya setelah sesuatu itu dilakukan oleh orang lain atas ide dan kehendak anda, otomatis kata "terima kasih" akan meluncur dari mulut anda. Nah ini lah "tarian" yang indah antara "minta tolong" dengan "terima kasih" yang merupakan satu paket yang sudah pas dan tidak bisa diganggu gugat apalagi diadakan surat menyurat.

  3. Terima Kasih
    Seperti yang sudah saya singgung pada bagian ke 2 (dua) di atas bahwa ungkapan "Terima Kasih" otomatis kita ucapkan kepada orang lain karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain entah itu hadiah atau pemberian, atau juga karena kita mendapatkan sesuatu dari orang lain karen orang lain itu melakukan sesuatu atas ide atau kehendak kita. Sungguh tidak santun jika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain, namun anda merasa segan atau malu bilang terima kasih.

    Ada semacam sekat di mulut jika ingin mengucapkan terima kasih jika memperoleh sesuatu entah karena gengsi karena orang lain "pangkat" nya lebih rendah dari kita, namun kita semangat mengucapkan terima kasih jika orang lain itu pangkatnya lebih mulia dari kita. Tentu kita harus sportif. Siapa pun dia, entah pangkat atau levelnya di bawah kita atau di atas kita, sudah sewajarnya kita mengucapkan terima kasih karena jasanya, atau sesuatu yang kita dapaktkan dari orang lain atas ide dan kehendak dari kita. Itulah kata "Terima Kasih". Sebenarnya tidak sulit untuk mengucapkan kata "terima kasih" kepada orang lain jika kita memiliki keikhlasan dan kebiasaan yang baik dalam diri. Penguapan terima kasih memang bisa menjadi sesuatu yang sederhana namun berat diucapkan di jaman sekarang ini. Cobalah untuk berlatih mengucapkan "terima kasih" dengan suara yang lantang namun terdengar ikhlas mulai dari sekarang.

  4. Minta Maaf
    Nah pada poin ke 4 (empat) ini lah yang luar biasa efek dan pengaruhnya pada diri kita. Memberi maaf atau memaafkan kesalahan orang lain tidak harus pada momen semacam Iedul Fitri yang datang setiap tahun. Mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" bisa banyak dilakukan baik dengan cara ucapan verbal berupa kalimat "saya minta maaf karena bla bla bla..." atau menyampaikan "permohonan maaf" dalam bentuk yang lain dan tidak langsung kepada orang lain bisa melalui jejaring sosial semacam twitter, facebook, atau melalui surel alias surat elektronik. Apa pun bisa dilakukan untuk menyampaikan ucapan "maaf" atau "minta maaf" di jaman sekarang ini, Kalaw ucapan minta maaf itu bisa menjatuhkan imej atau pencitraan anda dihadapan orang lain atau anda merasa gengsi, maka ucapan minta maaf atau permintaan maaf bisa dilakukan secara tidak langsung dengan cara cara yang sudah saya sebutkan itu tadi di atas.

    Namun yang pada prakteknya "minta maaf" sangat sulit diucapkan atau ada semacam perasan malu untuk mengucapkan kata "minta maaf" atau "maaf" kepada orang lain pada kurun waktu tertentu. Seorang blogger, Bhayu, menyebut dalam blognya bahwa kata "minta maaf" atau "maaf" sangat berkaitan dengan pelayanan pelanggan atau biasa disebut dengan customer service. Menurutnya "minta maaf" atau "maaf" adalah salah satu kata yang menjadi menu wajib bagi mereka yang bekerja di bidang yang berkaitan dengan publik. Di sektor swasta misalnya ada pusat perbelanjaan, restoran, bandara, rumah sakit, bahkan juga setiap bagian humas, marketing, customer service atau bagian apa pun dari perusahaan yang berhubungan dengan pihak ketiga.

    Sementara bagi sektor pemerintah, justru hampir semuanya merupakan bidang yang terkait dengan publik, demikian dalam blognya. Saya setuju dengan pendapatnya mas Bhayu. Sungguh berat bagi yang tidak terbiasa mengucapkan "kata maaf" atau "meminta maaf" jika tidak terbiasa. Jadi bisa dimulai dari sekarang kita membiasakan diri untuk logowo, serta ikhlas menyampaikan permohonan maaf, atau mengucapkan "minta maaf" jika telah melakukan sesuatu kekhilafan, kesalahan atau kekeliruan terhadap orang lain. Kadang kita merasa gengsi untuk meminta maaf kepada orang lain karena ada perasaan segan atau ada semacam "sekat" yang membatasi diri kita untuk meminta maaf kepada orang. Karena kita merasa benar, jadi biarlah orang lain yang meminta maaf kepada kita. Ada perasaan gengsi jika kita meminta maaf kepada orang lain karena orang itu pangkatnya lebih rendah dari kita. Jangan begitu.

Konon kata sebagian orang 4 (empat) kata tersebut cenderung terjadi dalam lingkungan pekerjaan, atau lingkungan kerja. Ah saya rasa tidak juga. Di mana pun , kapan pun dan siapa pun bisa saja mengalami hal hal yang saya sebutkan di atas. Mungkin saja gengsi yang tidak perlu tetapi anda pertahankan karena menyangkut pencitraan anda terhadap orang lain. Gengsi boleh boleh saja kita pegang asal tidak kebablasan dalam penerapannya. Gengsi untuk belajar dari orang lain yang lebih berpengalaman atau gengsi gengsi yang lain. Gengsi tentu saja berbeda dengan malu. Dalam pandangan dan prespektif saya, malu adalah sesuatu yang wajar jika berhadapan pada hal yang sifatnya syar'i misalnya anda malu karena tidak berpakaian sopan di tempat umum. Malu karena sudah dewasa tapi jmasih suka minum susu pake botol seperti bayi. Nah malu seperti ini wajar , harus anda lakukan perbaikan.

Lain halnya dengan malu yang berkaitan dengan moral. Anda korupsi uang negara, dan anda tidak perduli pada orang lain, nah di sinilah bisa dikatakan anda tidak punya malu. Rasa malu adalah moral yang amat berharga di hati semua orang yang harus didengar dan diutamakan. Kita bangga dengan rasa malu, karena dengan demikian kita bisa terhindar dari hal hal yang memalukan diri sendiri, keluarga serta bangsa apalagi mempermalukan orang lain. Nah 4 (empat) kata yang saya sebutkan di atas bisa menjadi berlian yang berkilau pada diri kita jika kita dengan lapang dada dan ikhlas melakukannya bukan saja terhadap diri sendiri, tetapi juga kepada orang lain. Sehingga dengan demikian akan tercipta hubungan horizontal sesama kita hidup bermasyarakat menjadi tenang, damai, dan harmonis.

Ingatlah hakekat maksud 4 (empat) kata yang saya maksudkan di atas dimaksudkan sebagai penghargaan kepada roang lain. Ingatlah selalu bahwa kalau kita menghormati orang lain, dan tentunya orang lain akan menghormati kita sehingga dari sinilah tercipta saling hormat menghormati. Betapa indah hidup ini kalaw kita hidup saling hormat menghormati yang memang menjadi dambaan kita semua, Ingatlah selalu bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Semoga


No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog