Jual Milagros disini
Loading...

Menyambut Hari Kemenangan


Helo semuanya. Tidak terasa waktu datangnya hari kemenangan Iedul Fitri 1432 Hijriah ini sudah menghitung hari. Nah apa yang sudah kalian persiapkan dalam menyambut datangnya hari kemenangan umat Islam sedunia itu? Sudahkah kalian mempersiapkan kue kue, dan mempercantik rumah (baik rumah sendiri, ngekos atau bahkan rumah kontrakan seperti saya-red) dalam menyambut Lebaran nanti?.

Wah tentu jawabannya bermacam macam deh ya ada yang udah ada yang belum bahkan mungkin ada sodara sodara kita yang saat ini belum mendapatkan THR dari tempat bekerjanya. Nah kepada mereka mari kita doakan agar mereka segera mendapatkan THR seperti ktia kita yang sudah mendapatkanya. Tapi jangan lupa loh kewajiban bayar Zakatnya. Hayo sudah pada bayar zakat belum nih kalian semuanya?. Kalaw saya sih Insya Allah sore nanti akan ditunaikan. Nah tema tulisan saya hari ini sederhana saja yakni yang berisi dan berjudul "menyambut hari kemenangan" nah selamat membaca tulisan singkat ini hehehe. Promo e


Jangan Berhutang
Nah bagi yang sudah merasa memiliki banyak rencana rencana besar dalam menyambut datangnya Lebaran (Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah) ini sebaiknya disusun menurut skala prioritas. Seperi pada ungkapan umum yang pernah saya dengar belakangan ini yakni "Rencanakan pekerjaan mu dan rencanakan pekerjaan itu" nah begitupula dengan tradisi menyambut lebaran 1432 Hijriah yang memang tinggal menghitung hari ini. Wah udah seperti judul lagunya Krisdayanti "menghitung hari" aja nih hehehe.

Memang hari hari ini begitu semarak suasananya, dan banyak instansi pemerintah maupun swasta yang bergerak bersama sama "memajukan" gaji Bulan September nanti untuk dicairkan dalam minggu ini. Ingat loh, itu bukan THR ya. Apalagi PNS yang namanya THR memang tidak ada selain gaji ke -13. Jadi jika gaji dimajukan dan itu gaji anda bulan September. itu bukan THR ingat loh.. Jangan sampai dikira THR lalu dibelanjakan secara membabi buta lalu habis. Seperti kata Almarhum KH.Zainuddin MZ bisa melarat melangsa "bekipas sembari tahlil" nyesel nanti dikemudian hari tidak ada gunanya. Juga dengan pegawai swasta, gaji anda di"majukan" itu bukan THR loh. Jadi bijak dalam membelanjakannya. Kan THR nya udah hehehe.

Nah bagi yang dananya memang terbatas jangan memaksakan diri untuk tampil "oke punya" di rumah dalam rangka persiapan lebaran. Kita tidak harus mengikuti mentah mentah tradisi lebaran orang lain karena memang setiap orang memiliki rezeki dan kemampuan finansial yang berbeda beda. Jadi tidak bijak rasanya jika dalam mempersiapkan lebaran di rumah memaksakan diri mengikuti persiapan lebaran keluarga lain. Kita memang berbeda rezekinya, dan setiap orang sudah diberikan masing masing rezekinya dari Allah SWT. Melihat persiapan lebaran orang lain boleh dan sah saja asal disikapi dengan bijak. Tidak perlu berhutang hanya karena anda ingin tampil "layak" di hari kemenangan itu. Sadarilah bahwa hari kemenangan itu adalah kemenangan kita semua, dan bukan kemenangan untuk memuaskan nafsu belanja anda

Persiapan Semampunya
Ngemeng ngemeng soal THR memang tidak terasa ya. Banyak artikel dari para pakar keuangan yang membahas bagaimana memanfaatkan THR sebijak mungkin, dan saya pun enggan menuliskannya di sini. Memang saya juga tidak mau mendikte sodara para pembaca blog setia saya, jadi saya serahkan semuanya kepada anda sendiri bagaimana memperlakukan THR yang datangnya satu kali dalam setahun ini menjadi maksimal dan optimal dan memenuhi kebutuhan dan menutupi semua yang anda perlukan.

Sedangkan saya sendiri THR langsung ludes karena sudah dibelanjakan meja kursi ruang tamu yang memang sudah direncanakan sejak lama. Sejak kami sekeluarga kontrak rumah di komplek Duta Bandara sekitar 3 tahun lalu, para tamu yang datang ke rumah selalu "lesehan" alias duduk di lantai beralaskan tikar atau tilam. Namun tidak untuk tahun ini. Kami memanjakan para tamu dengan meja kursi yang standar. Jadi mereka datang tidak lesehan lagi tapi benar benar sebagai tamuu yang diperlakukan dengan hormat. Memanjakan dan menyenangkan tamu sangat dianjurkan Rasullah SAW bukan. Tamu yang datang ke rumah kita harus kita hormati dan kita agungkan. Sebab jika tamu sudah pulang dari rumah, kita, tamu itu akan membawa "dosa" tuan rumah kita, dan kehadiran tamu membawa berkah dan rezeki Allah SWT. Amin Ya Robbal alamin.

Bahkan mungkin ada diantara kalian ada yang berbisnis kue lebaran barangkali? Karena ini memang momen yang pas dan tepat untuk berbisnis kue lebaran. Seperti yang kita tau bersama sama yang namanya Lebaran pasti akan banyak kue kue tersaji di rumah masing masing, dan saya yakin banyak sekali ibu ibu rumah tangga, kaum remaja putri bahkan bapak bapak sekalipun turut "hunting" kue kue lebaran.

Jika anggaran anda banyak dan mencukupi bisa membeli kue kue Mahal untuk memanjakan para tamu yang akan datang ke rumahnya. Mulai dari kue basah, kue kering, bahkan sampai coklat sekalipun. Ngemeng2 soal coklat, saya jadi ingat waktu masih kecil dulu (sekitar SD atau SMP-red) yang mendapat coklat coklat Van Houten yang cukup lezat itu. Ah tidak terasa coklat pun masih menjadi tren sekarang ya. Hahaha apalagi yang namanya coklat bergambar ayam itu. Kalaw memakannya harus dimasukkan ke dalam kulkas sampai menjadi keras kaya batu hahaha. Coklat bergambar ayam konon masih ada sampai sekarang termasuk produk Laserin. Waitsss sudah puluhan taun juga produk itu eksis. Wah kok jadi melebar ke soal coklat sih hehehehe. Nah kembali ke awal jadi persiapan lebaran terpulang kepada kemampuan finansil dan kreatifitas rekan rekan semuanya

Selamat menyambut lebaran ya
Hayo shopping belanja belanja ya
hiehiehiehiehiheiee

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog