Jual Milagros disini
Loading...

Fenomena Menjelang Lebaran


Dear blog. Tidak terasa waktu berjalan sedemikian cepatnya hingga tidak terasa juga waktu sudah mendekati akhir dari bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah yang penuh dengan berkah ini, dan ya memang waktu lebaran atau Hari Kemenangan umat Islam yang ditandai dengan Hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah sudah menghitung hari. Ya tidak lama lagi dalam hitungan hari hari ini akan segera tiba hari kemenangan itu.

Dan kita sudah bisa mekihat dengan mata kepala kita sendiri berbagai fenomena yang marak di hari hari menjelang Lebaran ini yang bisa kita lihat dengan kasat mata. Tentu kita bisa lihat dengan mudahnya kesibukan orang orang dalam menyambut datangnya Lebaran yang istimewa ini sesuai dengan tradisi dan caranya masing masing. Dalam tulisan saya kali ini akan saya coba ulas secara singkat saja beberapa hal yang "lumrah" kita temui dalam menyambut lebaran. Nah apakah itu? Simak saja ya

Penukaran Uang
Nah ini dia sudah umum kita saksikan dan bahkan kita sendiri yang mengalaminya. Ya fenomena orang menukar uangnya dengam uang pecahan kecil kecil. Seperti yang biasa lazimnya yang menjadi tradisi di kota Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa lebaran di Pontianak pada umumnya dikenal dengan sebutan "lebaran sebulan" alias 30 hari masa lebaran. Ini artinya tradisi merayakan kemeriahan lebaran di Kalimantan Barat pada umumnya tidak hanya dua hari raya Iedul Fitri itu saja, melainkan berlangsung selama bulan Syawal berlangsung. Jadi dengan kata lain perayaan lebaran di Kalimantan Barat ini berlangsung selama 30 hari , nah maka dari itulah disebut dengan lebaran sebulan penuh.


Tukar Uang saat Lebaran dengan pecahan kecil.


Nah untuk melengkapi kemeriahan tersebut, tradisi "nangguk" (baca : Nanggok0-red) adalah tradisi memberikan uang pecahan kecil kepada anak anak yang datang ke rumah kita untuk berlebaran. Jadi anak anak kecil yang datang ke rumah kita selain berlebaran dengan tuan rumah, maka kita sebagai tuan rumah "wajib" memberikan "angpau" atau uang kepada mereka satu persatu.

Jadi tiap keluarga yang merayakan Lebaran di Kalimantan Barat harus menyiapkan uang kecil atau uang receh untuk dibagikan kepada anak anak yang datang "nanggok" di rumah kita. Ada yang memberikan pecahan uang 2 ribuan, lima ribuan, bahkan ada yang memberi pecahan besar seperti sepuluh ribuan dan juga 50 ribuan. Penukaran uang banyak dilakukan di berbagai Bank Bank Swasta maupun Bank Pemerintah seperti Bank Indonesia. Nah sudahkan anda menyiapkan recehan buat anak anak nangg0k dirumah?

Menyiapkan Makanan
Ya sudah pasti donk. Yang namanya berlebaran dari rumah ke rumah pastilah tiap rumah sudah menyiapkan penganan atau makanan istimewa untuk menyambut Lebaran 1432 Hijriah ini. Bahkan ada sebagian orang malah berbisnis kue kue lebaran dengan menawarkannya kepada para tetangga yang memerlukan jasa kue darinya.

Pemesanan kue atau membeli kue kue yang sudah jadi yang banyak tersedia di toko toko kue, maupun Supermarket juga tidak ada salahnya. Karena kesibukan jugalah kadang kita tidak sempat membuat sendiri kue kue yang kita inginkan. jadi membeli kue yang sudah jadi dan tersedia dalam toples cantik transparan yang banyak tersedia di minimarket atau toko kue juga sebuah pilihan yang jitu.

Anda tinggal menentukan sendiri jenis kue kue apa yang ingin anda sajikan di rumah dalam rangka Lebaran 1432 Hijriah yang tinggal beberapa hari ini. Namun demikian membeli kue jadi di toko juga kekurangannya, misalnya jenis kue yang disajikan kita tidak bisa mengetahui kualitas dan bahan yang dibuat. Selain itu anda sendiri harus icip icip kue yang anda beli itu apakah cocok dengan lidah anda atau tidak. Jika anda pikir kue yang anda beli itu pantas dan layak untuk disajikan kepada para tamu ya silahkan. Yuk mareeee.

Namun jika anda memiliki banyak waktu, dan ini memang umum terjadi di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan 1432 Hijriah ini. banyak ibu ibu rumah tangga, para remaja putri yang bahu membahu orang tuanya membuat kue sendiri di rumah. Bisa kue basah, kue kering atau bahkan kue yang istimewa sekalipun. Kalaw demikian, jenis kue dan bahan bahan yang diperlukan sudah barang tentu sudah disiapkan sebelumnya bukan. Membuat kue sendiri di rumah, jika anda punya banyak waktu, juga tidak kalah jitunya. Membuat kue sendiri memiliki segudang keuntungan dan nilai lebih daripada membeli kue secara langsung jadi di toko kue. Salah satu keuntungan terbesarnya adalah anggaran yang bisa ditekan, dan juga membuat kue sesuai dengan selera dan keinginan kita.

Ngomongin soal makanan yang disajikan di hari raya Lebaran memang sifatnya relatif. Itu semua tergantung dari selera anda masing masing. Tidak ada ketentuan keharusan anda menyiapkan ketupat , rendang, bahkan sate ayam di hari pertama lebaran. Tidak ada kewajiban seperti itu, dan anda tidak dianjurkan untuk menyontoh persiapan lebaran dari keluarga lain. Masing masing tentu memiliki selera dan cita rasa yang berbeda. Pada umumnya hari pertama lebaran di Kalimantan Barat dimanfaatkan khusus untuk keluarga dekat, dan sanak keluarga di tempat yang jauh. Sedangkan teman atau sahabat diberi "jatah" di hari yang lain hehehe. Ya umumnya demikian tradisi lebaran yang umum dilakukan pada masyarakat di kota Pontianak pada khususnya.

Kunjung Mengunjungi
Nah inilah salah satu hakikat (cieee) dari merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah ini. Berlebaran adalah momen yang tepat untuk melebur segala dosa dan kesalahan yang telah kita buat baik yang tidak sengaja maupun yang direncanakan kepada sodara, kerabat, dan handai tolan.

Tradisi saling kunjung mengunjungi di hari raya Lebaran adalah hal yang sangat dianjurkan, dan itulah nilai utama dari lebaran raya, saling datang kunjung mengunjungi, dan saling bermaaf maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Jika kita didatangi orang berlebaran dan bermaafan, maka secara tidak langsung kita "diundang" tamu itu untuk berbalas datang berkunjung ke rumahnya. Begitulah tradisinya. Di daerah tertentu di Kalimantan Barat, seperti di daerah Sambas misalnya, tradisi kunjung mengunjungi begitu kental, bahkan dilakukan beramai ramai.

Ini memang pernah saya alami sendiri saat mendapat kesempatan berlebaran di rumah teman kuliah saya dahulu, Wahid, yang terletak di kampung dagang Timur Sambas. Bagaimana tidak kenyang kalaw setiap kali berlebaran berombongan ramai ramai bahkan diiringi dengan iringan rebana dan lagu Islami, kita disajikan makanan kelas berat.

Bukan lagi sekedar icip icip kue kue lebaran yang umumnya disajikan saat berkunjung, tapi langsung ke target alias makan besar, baik dengan nasi atau dengan ketupat. Walhasil perut saya ekstra "kerja keras" mencabik cabik makanan yang lezat lezat dari rumah ke rumah. Hahaha jadi teringat masa itu, kalwa tidak salah di era tahun 90 an gitu deh hmmm lama juga ya. Selain itu juga kegiatan kunjung mengunjungi juga dilakukan dengan touring alias berkendara sekeluarga dengan menggunakan motor atau mobil masing masing. Wajar aja jalan raya jadi ramai penuh sesak.

Siapkan kendaraan anda dengan baik jika ingin berlebaran ke sanak keluarga di tempat yang jauh dengan menggunakan kendaraan roda dua , bis atau moda transportasi lainnya. Misalnya anda ingin berlebaran sekeluarga dengan motor misalnya, nah cek kembali kondisi kendaraan motor anda misalnya bannya, rantainya, businya, dan juga alat alat keselematan kendaraan lainnya yang tidak kalah penting misalnya rem dan segala macem.

Surat surat kendaraan juga anda siapkan seperti Surat Tanda Kendaraan Bermotor , Surat Izin Mengemudi (SIM), KTP dan juga bekal uang yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jaga baik baik barang berharga anda lainnya agar tidak terlupa atau terjatuh selama berkendaraan. Cuaca yang panas juga sebaiknya anda perhatikan apalagi berlebaran bermotor membawa anak kecil bahkan bayi. Mereka rentan terhadap debu dan juga panas cuaca saat ikut anda berkendaraan di jalan.

Bagian Penutup
Nah dari berbagai fenomena yang "lumrah" ada di setiap perayaan lebaran itu menimbulkan kesan unik dan mendalam bagi setiap orang. Tradisi merayakan lebaran bagi setiap orang adalah hal yang istimewa sifatnya, namun demikian kekhasan dan nilai nilai luhur hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah itu juga jangan sampai hilang dengan kebiasaan buruk kita di masa masa sebelumnya dengan memaksakan diri berlebaran dengan tampilah "wah" dan tidak sesuai dengan kemampuan kantong anda sendiri. Memeriahkan suasana perayaan lebaran dengan berbagai sajian istimewa adalah baik. Namun lebih baik lagi kita menyiapkan diri dan mental serta hati kita agar tetap bersih di hari hari sleanjutnya setelah lebaran.

Bayangkan saja misalnya. Contoh sederhana saja adalah Masjid. Coba kita liat betapa masjid masjid penuh sesak dengan orang pada sholat Tarawih juga witir. Ramainya orang sholat Tarawih bahkan sampai memenuhi pelataran masjid. Nah mengapa saat Ramadhan usai meninggalkan kita, masjid masjid itu kembali sunyi dan tidak gegap gempita saat Tarawih di bulan suci Ramadhan? Mengapa kita tidak bisa membuat masjid masjid tetap makmur dan ramai dengan Jamaah orang mendirikan Sholat? Mengapa kita tidak bisa? Inilah salah satu tantangan dan PR terbesar kita, bagaimana masjid masjid tetap makmur dan ramai dengan orang yang Sholat di hari hari selanjutnya setelah Ramadhan.

Saya absen dulu posting Blognya ya karena mau lebaran hehehee. Oh ya tidak lupa Saya sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Iedul Fitri - 1 Syawal 1432 Hijriah". Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.




No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog