Jual Milagros disini
Loading...

Mengapa Orang Mencuri?

Kalau melihat dari judul tulisan saya hari ini "Mengapa Orang Mencuri?" mempunyai pengertian yang bisa saja meluas dari makna yang seharusnya saya inginkan. Apakah mencuri dalam arti kata barang fisik atau berbentuk tidak fisik atau bukan benda, misalnya mencuri perhatian, mencuri pandangan serta berbagai bentuk non benda lainnya.

Mencuri pada dasarnya adalah perbuatan yang kurang terpuji, dan perbuatan yang kurang terpuji itu berpotensi dosa. Orang yang menjadi korban pencurian adalah orang yang paling dirugikan oleh aktititas si "panjang tangan" ini dan sipelaku yang melukan tinda kejahatan ini sebaiknya dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Tema tulisan saya hari ini memang cukup menarik untuk ukuran saya. Karena dimensi dampak yang ditimbulkkannya teramat luas. Dalam film RobinHood yang dibintangi oleh Kevin Kostner yang sudah kondang di dunia itu digambarkan pencuri yang "baik hati". Sekilas saya bertanya kok bisa pencuri itu "baik hati", bukankah aktifitas melakukan pencurian itu bukan "baik hati"?. Ironis atau hiperbola?.

Digambarkan si RobbinHood pencuri yang "baik hati" ini mencuri emas, dan berlian dari raja yang berkuasa dan mengembalikkannya kepada Rakyat. Apakah si Rakyat tau kalau pemberian si RobinHood ini hasil dari kegiatan Mencuri?. Terlepas dari mencuri itu jahat atau jelek, yang jelas si RobinHood ini dielu elukan rakyatnya. Hmmm

Niat Dan Kesempatan
Nah ini dia. Jadi teringat pada tayangan acara kriminal-tainment yang ditayangkan salah satu televisi swasta di tanah air. Siapa lagi kalaw bukan acaranya Bang Napi. Wah tau donk siapa itu bang Napi. Ia digambarkan berwajah seram dengan mask (topeng) keperakan yang menutupi separuh wajahnya. Memakai baju ala ponawakanan semar dan tampil di TV membawakan acara acara yang bersifat kriminal. Slogan yang amat kondangnya "waspadalah, waspadalah. Ingat kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, melainkan kesempatan". Saya jadi bertanya apa hubungan antara niat dan kesempatan untuk suatu kejahatan?

  • Niat
    Orang kalaw sudah berniat jelek atau berniat melakukan perbuatan yang tidak baik apakah itu mencuri dan lain sebagainya, adalah perbuatan terencana. Jika itu dilakukan dalam rangka untuk berniat menghabisi nyawa orang lain, apa pun motifnya, mendapat ancaman hukum berat. Mengapa terancam hukuman berat? Ya karena sudah ada niat untuk melakukan hal ini.

    Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan. Kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Lain halnya jika kesempatan yang dia inginkan, atau dibuat tidak terlaksana dengan baik, ini bisa dikatakan niatnya terkendala. Lain halnya jika si pelaku sadar walaupun kesempatan berbuat jelek sudah dia ciptakan, tapi kalwa si pelaku berubah pikiran bisa saja dia mengurungkan niatnya untuk berbuat jahat.

    Niat amat berperan penting dalam hidup seseorang. Niat yang sudah benar benar tertanam dalam dada seseorang akan dieksekusi dan akan dilaksanakan jika sudah datang masa (waktu) yang tepat. Bahkan jika niat sudah membara, apalagi niat yang baik, tentu akan melakukan apa saja agar niat baiknya terwujud. Anda punya niat menyumbang, maka anda bisa menyumbang di mana saja bisa anda lakukan. sama halnya jika anda punya niat jelek. Jika niat jelek sudah ada diotak anda, maka apapun akan anda lakukan agar niat jelek anda itu terwujud. Niat adalah biang keladi dari semua tindak kejahatan dimuka bumi ini.

  • Kesempatan
    Nah ini juga ada kaitannya dengan Niat yang sudah saya paparkan secara singkat pada bagian atas. Kesempatan (opportunity). Jika tidak ada niat jahat dalam diri seseorang, walaupun didepannya ada kesempatan, maka sudah dipastikan orang itu tidak akan melakukan tindak kejahatan. Bahkan orang itu bisa saja mengembalikan kepada yang berhak atasnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah menemukan dompet di jalan. Jika orang itu berniat baik, maka ia akan mengembalikan dompet beserta isinya itu kepada pemiliknya.

    Contoh sederhana lainnya adalah kantin kejujuran. Nah kantin kejujuran adalah kantin tanpa awak. Maksudnya semua penganan, makanan disajikan di meja. Jadi jika anda jujur dan tidak ada niat "korupsi" kue yang anda makan, maka anda akan membayar kue di kantin kejujuran sebanyak kue yang anda makan. Jangan curang. Makan Bakwan habis 5 biji tapi ngakunya makan 2 saja, dan membayar sesuai yang dia bilang, yakni 2. Bukankah itu anda sudah berniat tidak baik?.

    Jadi dalam pemikiran saya, kesempatan itu bersifat relatif. Jika anda memang sudah dari awal punya niat jelek, kesempatan bisa diciptakan, Dan jika ada kesempatan terbuka tentu akan anda sambar. Namun jika anda memang tidak punya niat jelek, atau niat berbuat tidak baik, maka kesempatan terbuka pun tidak akan ada perdulikan

Motif Ekonomi
Nah dari semua itu masih ada lagi yang akan saya coba bahas secara singkat saja dalam tulisan ini. Salah satu unsur yang tidak kalah penting "mengapa orang mencuri" adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi.
Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Motif ekonomi. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan makan dirinya maupun anggota keluarganya.

Dalam pandangan saya pribadi, motif Ekonomi, masih masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya. Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari?

Kita harus membedakan perbuatan baik dan perbuatan buruk. Perbuatan baik adalah menafkahi anggota keluarga dengan rezeki dan harta yang diperoleh dengan halal. Begitupula dengan cara kita mencari harta dan rezeki pun harus dengan cara yang baik dan halal pula. Kita harus tegas untuk mengatakan TIDAK kepada pencuri untuk makan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa bertahan hidup dengan tidak mencuri.

Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan. Mendcuri adalah perbuatan tidak baik. Mencuri itu perbuatan jahat.


No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog