Jual Milagros disini
Loading...

Biarlah Perbedaan Itu Ada

Hidup bermasyarakat memang ada seninya tersendiri. Kadang kemauan masyarakat berbeda dengan kemampuan daripada individunya sendiri. Benarnya kita saja masih bisa disalahkan oleh orang. Sebagai contoh sederhana saja jika anda berjalan dengan orang lain yang kebetulan saja berlainan jenis. Apa komentar orang atau masyarakat terhadap kita?. Tentu dugaan orang akan berbeda beda antara satu dengan yang lainnya.

Padahal bisa saja orang yang berjalan bersama kita itu adalah saudara atau famili kita sendiri. Namun masyarakat tidak akan mau tau itu. Yang masyarakat tau adalah anda sedang berjalan bersama dengan lawan jenis. Nah benar kan? Benar kita aja masih di salahkan. Jadi wajar saja kalaw ada pernikahan diam diam dan tidak dipublikasikan cenderung akan menebarkan fitnah. Lah kok larinya ke pernikahan sih.

Setiap orang memiliki keunikan tersendiri yang memastikannya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Dalam keseharian kita tentu tidak akan lepas yang namanya hubungan antar pribadi atau interpersonal relationship. Hubungan emosional antar manusia ini tidak selalu berkaitan dengan urusan asrama eh asmara tentunya. Walaupun sebagian orang masih menganggap hubungan emosional antara dua manusia sangat terkait erat dengan kualitas hubungan tersebut. Nah kembali kepada perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Ah itu kan semboyan negara kita yang merupakan implementasi dari semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Berbeda Tetap Satu, dan walapun satu tetap berbeda.

Jangan Usik Perbedaan
Setiap orang memiliki keunikan tersendiri terlepas dari sifat dan karakter dasar dari orang itu. Pada dasarnya manusia diciptakan TUHAN YANG MAHA ESA memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Tentu sudah menjadi hal yang umum bahwa setiap orang pasti memiliki karakter dasar dan sifat aseli yang tidak dapat diubah walaupun petir menyambar sekalipun. Sifat sifat dasar manusia ini dibentuk karena pembawaan sejak lahir, karena faktor lingkungan dan juga kualitas emosionalnya. Kejadian masa lalu yang amat menyakitkan dan tidak bisa dilupakan sering menjadi biang keladi seseorang bisa berubah perangainya dari yang semula lembut menjadi amat sensitif. Ini yang harus kita hargai.

Kalaw memang kita masing masing mempunyai sifat dan karakter yang unik serta berbeda satu sama lainnya, mengapa pula harus kita usik lagi? Apakah kita kurang kerjaan sampai harus mengurus orang lain dengan sifat uniknya itu?. Hal yang sama juga berlaku pada orang lain. Dengan segala kekurangan yang ada pada diri kita, mengapa pula jadi orang lain yang mengusik keunikan kita?. Perbedaan adalah hal yang wajar. Perbedaan itulah yang menjadikan kita unik sehingga menimbulkan hubungan horizontal dan vertikal yang harmonis.

TUHAN saja tidak ribut dengan sifat dan karakter kita yang berbeda beda, mengapa pula orang lain bersungut sungut mengusik sifat keunikan kita. Yang paling konyol jika sampai merusak tatanan hubungan sesama manusia yang dilatar belakangi sifat iri dan dengki. Ini yang seharusnya tidak terjadi diantara kita. Rezeki sudah ada yang mengatur. Biarlah orang lain dengan rezekinya sendiri, dan rezeki kita dengan rezeki kita sendiri.

Saya menyadari saya punya rasa envy dengan prestasi orang lain. Saya ingin bisa berprestasi seperti mereka dan saya bangga punya rasa envy yang bisa memicu semangat saya. Envy tidak sama dengan Jealous walaupun dalam bahasa Inggris kedua kata itu berarti sama "iri". Namun jealous lebih mengarah kepada iri pada hubungan antar hubungan emosi orang lain, sedangkan envy lebih merujuk kepada pencapaian, prestasi orang lain. Envy bernilai konten positif. Sebagai contoh I am not jealous with your beautiful girl, but I envy with her CD collections. Wah wah kok larinya ke kursus Bahasa Inggris sih hahahahaa. Itulah saya. sehari aja nda cas cis cus rasanya hambar, lagipula berlatih setiap hari bagus loh bener. Orang bisa mahir karena sering berlatih. Itu sebuah kebenaran.

Yang lebih gawat lagi kalaw kita berbuat tidak adil kepada orang lain hanya karena orang lain unik dan keunikannya berbeda dengan keunikan yang ada pada dirinya. Mengapa kita tidak sudahi saja semua ini, dan mari bersama sama duduk dan saling bersinergi dengan keunikan kita semua. Bukankah dengan bersatu padunya keunikan tersebut akan menjadi energi yang luar biasa demi kemajuan bersama. Kita bisa belajar satu sama lain, dan mengapa kita tidak membuka diri untuk belajar dari keunikan orang lain?.

Gengsi tentu sudah ada. Ego sudah pasti akan tetap tersedia dimana mana. Kematangan kita untuk menerima perbedaan bukanlah hal yang mudah. Perlu jiwa besar untuk bisa menerima keunikan orang lain. Saya sendiri masih banyak kekurangan, dan sebenarnya ingin belajar dari keunikan orang lain. Tetapi jika orang tersebut masih terbungkus dengan ego dan gengsinya itu, apa lagi yang harus saya lakukan untuk bisa belajar darinya. Kalaw orang lain terus menerus menutup diri, apalagi yang harus kita lakukan untuk bisa belajar darinya?. Marilah kita mulai saling berbagi akan keunikan kita masing masing. Perbedaan akan selalu ada sepanjang masa, dan biarlah perbedaan itu yang justru akan menyatukan kita.

Penutup
Hidup ini sebenarnya sangat Indah. Dengan hadirnya sahabat, teman, dan kawan akan mewarnai perjalanan hidup kita yang hanya satu periode ini. di alam fana ini . Apalagi dengan segudang aktifitas dan kegiatan keseharian kita yang konon tiada habis habisnya itu akan terasa singkat jika kita bisa mengisinya dengan penuh rasa cinta dan semangat. Ya semangat, hanya dengan semangat itulah kita bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya bukan sekedar hidup diatas tumpukan daging yang bernama manusia ini. Seperti pada tulisan saya sebelumnya bahwa arti kehidupan (passion) dan tujuan kita hidup (purpose) akan benar benar menjadi sinergi menjadi energi yang luar biasa yang bisa membuat hidup anda menyala nyala, berbinar, bersinar dan terus bersemangat menggelola.

Hanya dengan perbedaan yang kita miliki inilah yang kita harapkan menjadi perekat bagi kita semua untuk sama sama mulai merapatkan barisan untuk menuju cita cita kita. Mari kita sudahi saja perang dingin antara kita, dan mulai dengan babak baru dengan suasana yang lebih mencair dalam bingkai persamaan dan saling menghargai kekurangan masing masing. Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Keunikan yang ada dalam diri kita masing masing akan terasa semakin indah dengan hadirnya rasa persahabatan yang tulus dan ikhlas di hati sanubari kita masing masing. Marilah kita bertanya dalam diri kita masing masing ; sudah siapkah kita menerima kekurangan dan kelebihan orang lain?.

Saya sendiri masih belajar

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog