Jual Milagros disini
Loading...

Apakah Kita (benar benar) Bahagia?

Rame diberitakan di berbagai media nasional dalam beberapa hari belakangan ini, ya siapa lagi kalaw bukan tertangkapnya Si Penipu Cantik Selly Yustiawati. Si Penipu Cantik di Mata Orang-Orang yang Mengenalnya diberitakan sudah berada di Polresta Bogor setelah ditangkap aparat Polsek Denpasar Selatan di Hotel Amaris, Kuta, Bali, Sabtu lalu. Konon menurut sebuah sumber disebutkan bahwa saat dibekuk, Selly berduaan dengan Bima, kekasihnya.

Dari sini sudah kita pahami secara sederhana bahwa yang namanya Wajah cantik, ayu, manis , tampan, atau ganteng bukanlah jaminan. Walaupun secara fisik mempunyai teman yang memiliki paras lumayan bisa dibanggakan, namun ukuran tidak selalu mengandalkan fisik semata. Ini seolah oleh membuktikan stigma bahwa wajah tampan atau cantik bukan jaminan kalaw perangai, tabiat, sikap dan tingkah lakunya juga sama seperti parasnya.

Namun yang menjadi bahasan tulisan saya kali ini adalah mengapa orang bisa menipu atau melakukan perbuatan tidak terpuji untuk memperkaya diri sendiri? Apakah yang dilakukan si Penipu ini termasuk dalam katagori perbuatan Korupsi?. Saya melihat semua ini karena keinginan yang amat kuat atau MIMPI ingin kaya dan makmur dengan cara instan yang menyebabkan seseorang gelap mata terhadap harta. Ya Harta sekali lagi harta menguasai manusia. Hmmm. Kalw sudah menyangkut urusan duniawi (baca : harta) tentu tidak akan ada habis habisnya. Manusia bukanlah penggila harta pada dasarnya. Namun manusia (dan juga saya tentunya-red) pasti perlu harta. Namun harta bukanlah tujuan inti kita hidup di dunia yang hanya satu periode ini.

Harta Bikin kita Bahagia?
Ya benar harta memang bukan tujuan utama kita. Namun kita juga harus mengakui bahwa harta memang kita perlukan dalam hidup kita di dunia ini. Harta yang kita usahakan dan kita kejar setiap hari hanyalah sebagai media dan alat yang kita gunakan untuk mencapai cita cita dan sebagai media untuk beramal ibadah dan sodakoh buat sesama.

Harta yang kita kejar bukanlah tujuan hidup. Namun kita juga tidak menampik realitas bahwa Harta adalah salah satu elemen yang bisa membuat diri kita bahagia. Bahagia. Hmmm kata "Bahagia" memang sarat maknanya. Ukuran bahagia bagi setiap orang tentu berbeda beda. Ada orang yang bisa makan 2 kali sehari aja sudah bahagianya bukan main. Ada juga orang yang bisa menyelesaikan pekerjaan hari itu dan bisa pesbukan sudah merasa bahagia. Nah berbeda beda bukan?

Dalam sebuah postingan di sebuah situs terkenal disebutkan bahwa sebuahpenelitian terbaru yang dilakukan terhadap manusia berusia lanjut, dewasa, hingga remaja, terungkap bahwa mereka yang telah berumur lah yang merasa paling bahagia. Bukan mereka yang berusia lebih muda. Adapun puncak di mana manusia merasa paling bahagia dalam hidupnya adalah ketika mereka berusia 80 tahun.

Temuan itu diungkapkan oleh Lewis Wolpert, seorang profesor asal University College London, Inggris. Hasilnya, Lewis menemukan, mereka yang berusia 30 tahun ke bawah memang merasakan bahagia. Namun kadarnya hanya “rata-rata bahagia”. Akan tetapi, tingkat kebahagiaan menurun saat mereka masuk ke tahapan usia berikutnya, ketika mereka harus menghidupi keluarga mereka. Apa iya sih?

Menurut saya ukuran bahagia juga tidak terlepas dari apa yang dia rasakan saat ini yang menurutnya bisa membuat bahagia. Dalam pandangan saya yang awam ini Bahagia setiap orang tergantung apa yang dirasakannya saat ini. Bahagia dalam pandangan saya adalah jika MIMPI yang dia idam idamkan selama ini mencapai tujuannya, atau harapan serta MIMPI selama ini yang didam idamkan bisa terwujud dengan baik. Itulah ukuran Bahagia dalam pandangan saya. Nah kaitannya dengan Mimpi inilah, salah seorang rekan saya, blogger juga, teman saat Youth Engagement Summit 2009 di Kuala Lumpur, Refaldo Fanther sudah mengulas dengan lugas dan gamblang mengenai MIMPI MIMPI kita dalam hidup.

Menurut Fanther, mimpi adalah satu kata ajaib yang bisa membuat dampak yang besar dalam hidup kita. Mimpi adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidup kita karena dari mimpilah kita bergerak dan terus berusaha untuk menggapai semua impian kita. Begitu pentingkah kita memiliki mimpi? begitu kata Fanther di blognya.

Menurutnya Mimpi adalah lampu penerang atas gelapnya jalan yang akan kita tuju di masa depan, dengan mimpi kita melihat dan dengan mimpi kita melihat masa depan. mimpi menjadi petunjuk bagi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan di masa depan. Semakin tinggi kita bermimpi, maka sudah selayaknya semakin besar pencapaian yang akan kita dapat. Memiliki mimpi berarti menggenggam masa depan kita, masa depan yang kita harapkan untuk bisa diwujudkan.

Jangan Tamak Harta
Jadi Harta memang bisa membuat kita bahagia jika harta itu digunakan sebagai alat dan media kita untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT Maha Pengasih Maha Penyayang. Harta yang kita kejar hanyalah motivasi agar kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sungguh beruntung jika anda menjadi "penyalur" harta bagi mereka yang memerlukan.

Coba liatkan betapa banyak keluarga keluarga yang untuk makan sehari hari saja masih kekurangan. Sedangkan kita pongah dan membuang buang uang untuk keperluan yang tidak perlu. Jika anda bos, janganlah pelit untuk memberikan upah yang layak atau kesejahteraan bagi para karyawannya. Toh para karyawan juga bekerja untuk anda dan memajukan perusahaan anda juga bukan. Bantulah mereka untuk bisa membantu anda.

Mengumpulkan harta sebanyak banyaknya tentu saja boleh. Siapa pun berhak mencari penghasilan dan penghidupan yang layak di dunia ini dengan cara sah dan halal serta tidak membuat orang lain menderita. Dengan kata lain carilah harta dengan sah, halal dan tidak mengambil hak orang lain, atau mengambil harta yang bukan miliknya.

Melihat kemilau harta memang memabukan dan bisa membuat orang menjadi lupa daratan. Nah barangkali karena gaya hidup yang sudah terbiasa hidup mewah, atau bergaul dengan mereka yang berpunya, menjadi salah satu sebab mengapa orang betah untuk memburu harta dan memperkaya diri dengan gila gilaan. Apakah karena ingin kaya raya dengan mudah tanpa kerja kerasa yang menjadi motivasi si penipu cantik yang tertangkap baru baru ini? I don't know. You tell me.

Coba tanyakan kepada diri anda masing masing sekarang ini.
Apakah anda merasa (benar benar) sudah bahagia saat ini?

No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog