Jual Milagros disini
Loading...

Kalaw Presiden Keluhkan Gaji

Dear Blog,

Lagi hangat dibacarakan orang saat ini bahwa Presiden SBY dengan lantang dan dengan raut wajah kecewa menyatakan bahwa selama 7 (tujuh) tahun terakhir gajinya belum naik. Sontak statemen presiden SBY ini mendapat berbagai komentar dari berbagai pihak yang begitu cepat merespon pernyataan presiden yang disebut sebagai "keluhan" itu.

Statemen presiden yang mengeluhkan gajinya belum naik menimbulkan banyak penafsiran yang bisa berkonotasi positif ataupun negatif.

Seperti apakah pesan yang bisa kita tangkap dari statemen presiden yang disebut banyak orang lebih layak disebut dengan "curhat" atau "keluhan" itu. Dalam tulisan blog saya kali ini akan saya coba menafsirkan "curhat" Presiden SBY menurut pandangan saya secara pribadi.

Presiden Tidak Bermaksud Minta Naik Gaji
Dalam statemen Presiden di depan rapat pimpinan TNI di Jakarta yang dengan lantang mengeluhkan gajinya yang belum naik selama 7 tahun terakhir ini tidak dimaksudkan untuk minta kepada bawahannya (Menkeu-red) untuk menaikkan gajinya. Hal ini memang sebaiknya ditanyakan langsung kepada pak SBY apa substansi maupun maksudnya dengan mengatakan bahwa gajinya belum naik selama 7 tahun terakhir ini. Menurut hemat saya, apa yang disampaikan bapak SBY sifatnya normatif, dan dia hanya menceritakan kepada umum bahwa gajinya belum naik selama 7 tahun terakhir ini.

Presiden Merasa gajinya kurang
Dengan kalimat yang disampaikan seperti itu, penafsiran lainnya adalah benar bahwa Pak SBY merasanya gajinya yang sekarang sekitar 62 juta rupiah itu masih dirasakan kurang. Dalam berbagai sumber informasi dana taktis SBY saja sudah mencapai angka 2 Milyar. Dan itu saja belum termasuk dengan fasilitas nomor satu untuk Presiden dari negara. Nah ukuran cukup maupun tidak cukup setiap orang tentu berbeda beda. Namun yang bisa kita tarik dari kesimpulan penafsiran kedua ini adalah gaya hidup. Gaji anda tinggi namun jika ongkos dan gaya hidup anda mewah, maka berapapun besar gaji anda tidak akan cukup.

Presiden Bermaksud Menyindir
Nah penafsiran saya yang ketiga adalah bahwa statemen atau sebut saja keluhan pak SBY bahwa gajinya belum naik adalah bermaksud untuk menyindir aparat pemerintahannya yang sering tidak memfokuskan diri pada rakyat. Banyak pejabat negara yang dirasakan kurang fokus perhatiannya kepada rakyat mendapat sindiran dari pak Presiden. Beliau berharap para menterinya tanggap dan tidak membuang uang rakyat dan tetap fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Ini loh presidennya aja belum naik gaji, masa para menteri sudah jor joran dengan fasilitas tapi tidak fokus para rakyat

Presiden Mencoba Mengalihkan Isu
Ini yang rame lagi dibicarakan oleh lawan lawan politik beliau. Penyebutan secara gamblang bahwa gaji presiden SBY yang belum naik selama 7 tahun terakhir ini adalah upaya untuk mengalihkan isu yang sekarang lagi ramai dibicarakan. Kita semua tahu berbagai kasus keadilan, dan persoalan hukum dan mafia di Indonesia sudah pada tingkat yang parah. Isu penggelapan pajak oleh super Gayus, kasus bank Century, serta masih banyak lagi PR PR yang belum diselesaikan oleh pemerintah. Penyebutan gaji presiden yang belum naik dianggap sebagai upaya untuk "memindahkan" perhatian rakyat kepada isu gaji. Mengalihkan isu yang lagi hangat di masyarakat.

Berbagai sindiran dan hujatan juga berdatangan untuk menyindir presiden SBY. Bahkan Sejumlah anggota Komisi III DPR menggelar aksi 'Koin untuk Presiden'. Santunkah tindakan mereka? Aksi mereka dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Presiden. Memang benar sih kayaknya ya. Saya bukan anti atau pro ya. Cuma kesan saya kalaw ada aksi penggalan koin seperti memberikan sedekah kepada duafa ya. Wah wah presiden kan orang nomor 1 dan yang pasti bukan kelompok duafa dunk. Presiden adalah lambang negara dan tidak layak untuk dihina. Mungkin aksi penggalangan koin mungkin lebih dimaksudkan sebagai sindiran saja.

Nah dari sekian penafsiran saya terhadap "keluhan belum naik gaji" dari Mr Presiden bisa saja salah, toh sedari awal saya sudah katakan bahwa ini hanya penafsiran saya pribadi aja. Berbeda pendapat ya tentu saja boleh donk. Nah adakah para pembaca blog setia saya ini juga mempunyai pemikiran yang sama atau berbeda dengan saya?.

Share donkkkkkkk

1 comment:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog