Jual Milagros disini
Loading...

Dalam Bayangan Kesuksesan Orang Lain

Dear Blog

Siapapun tentunya ingin bisa sukses dalam mengejar cita cita dalam kehidupannya. Apapun itu cita citanya baik cita cita untuk masa depan pendidikannya, atau mungkin cita cita untuk membentuk keluarga sakinah mawahdah warrohmah melalui ikatan pernikahan yang suci dan sakral di hadapan Allah SWT sebagai saksinya atau apa saja cita cita dalam hidup kalian masing masing.

Cita cita untuk menjadi orang kaya pun juga sah saja, karena pada dasarnya setiap orang berhak mempunyai cita cita. Perkara cita cita itu tercapai atau tidak itu adalah hal yang lain. Dalam setiap pencapaian cita cita tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Namun tidak sedikit pula orang yang diberikan kemudahan dalam mencapai cita cita

Begitupula dengan diri ku ini. Berbagai cobaan dan rintangan menghadang cita cita untuk kembali ke bangku kuliah, dan mengejar gelar yang belum pernah kuraih selama ini dalam hidup. Berbagai rintangan baik yang datang dari dalam diri sendiri maupun rintangan lain yang bersifat teknis dan non teknis juga menghadang.

Apakah rezeki juga termasuk disebut sebagai "penghadang"?. Tentu tidak bisa dicampur begitu saja bukan. Yang namanya rintangan dan rezeki adalah dua hal yang berbeda dan tidak bisa dicampurkan begitu saja. Contohnya adalah bayang bayang kesuksesan dari orang lain. Aku memandang serius untuk hal yang satu ini yang memerlukan fokus dan perhatian ku sendiri.

Banyak dari temen temen alumni Youth Engagement Summit (YES) 2009 yang sudah melanglang buana kemana mana. Sebut saja ADS yang baru dari Canada, Ricky "salmon" Sembiring yang baru pulang dari Rusia, juga Nurul yang baru pulang dari China, dan ada juga Anggun Pratama dan Raja Reza Pahlevi yang baru pulang dari Turki, Angga Dwi Martha dari Padang yang sukses 5 minggu dari Amerika Serikat, dan kemudian di susul dengan Ilham Muhammad Firdaus yang juga saat ini berangkat ke Philadelphia Amerika. Dua nama yang saya sebut terakhir adalah keikutsertaan mereka dalam program SUSI (Study In The United States Institutes) yang di danai oleh pemerintah Amerika Serikat.

Aku selalu mencamkan dalam diri ini bahwa tidak mungkin aku "mengejar ngejar" kesuksesan yang berhasil mereka raih. Rezeki setiap orang tentu berbeda beda. Tidak mungkin aku berjuang hanya untuk "menyamai" kesuksesan mereka dengan potensi dan modal yang saya miliki saat ini. Ini selalu aku camkan dalam diri ini dalam dalam. Kadang diri ini menyadari bahwa ada "missing link" atau ada generasi yang hilang dalam diri ku ini.

Memang waktu atau timing kelahiran kita memang berbeda, dan memang kurasakan aku terlambat 1 generasi. Saat aku menjadi mahasiswa dulu mengapa tidak pernah terpikirkan untuk bersaing merebut potensi belajar dan travel ke luar negeri melalui serangkaian perlombaan, kontes, beasiswa dan konperensi. Gratis gratis, dan gratis. Siapa sih yang tidak mau ke LN gratis?. Dari sinilah kemudian munculah bahasa jargon yang entah siapa yang memulai dikumandangkan ke jagat raya, sebutan "Mako" atau Mafia Konperensi. Hehehee. Unik juga dan terdengar jenaka dan lucu. Tapi itulah realita. Realita dan kenyataan bahwa kita kita semua memburu apa aja yang namanya gretong alias gratisan.

Kembali kepada diri ku ini. Biarlah aku mengejar cita cita dan harapan ku sendiri. Bayangan cerita indah dan kesuksesan yang diraih orang lain memang menimbulkan rasa "envy" atau iri dalam artian yang positif. Envy berbeda dengan Jeaolus dalam gramatika bahasa Inggris. Envy adalah kosa kata dalam Bahasa Inggris yang lebih berafiliasi dengan iri akan prestasi (achievement) orang lain. Melihat koleksi foto foto Ilham di Philadelphia USA memang menimbulkan iri dan ini bagaikan membuang kayu ke dalam bara api. Menimbulkan semangat dan membakar diri ini untuk memacu prestasi lebih baik lagi.

Cita cita ku tahun 2011 ini adalah seleksi beasiswa OZ via Endeavour Scholarship, Kongres di Zurich dan juga One Young World di Zurich. Ya Allah kabulkanlah hamba MU ini. Amin Ya Robbal Alamin




No comments:

| Copyright © 2013 Asep Haryono Personal Blog